Tampilkan postingan dengan label Budidaya Rumput Laut. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Budidaya Rumput Laut. Tampilkan semua postingan

Rabu, 06 Maret 2024

Siap Maksimalkan Hasil Kelautan! Demi Memaksimalkan Ekonomi Biru, Pemerintah Berencana Melakukan Hilirisasi Terhadap Hilirisasi Hasil Pertanian Rumput Laut Supaya Bisa Meningkatkan Nilai Ekonomis Serta Kesejahteraan Masyarakat Pesisir

Yogyakarta – Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) terus menunjukkan komitmennya dalam memajukan sektor kelautan melalui strategi ekonomi biru. Salah satu langkah terbaru adalah rencana melakukan hilirisasi terhadap hasil pertanian rumput laut guna meningkatkan nilai ekonomis dan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Rumput laut memiliki potensi besar sebagai komoditas ekonomi biru yang dapat memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian Indonesia. Namun, hingga saat ini, nilai ekonomis rumput laut masih terbatas pada tahap awal produksi, sehingga masih belum mencapai potensi sepenuhnya.

Dalam upaya untuk memaksimalkan nilai ekonomis rumput laut, pemerintah berencana untuk melakukan hilirisasi, yaitu proses pengolahan lanjutan yang meningkatkan nilai tambah dari produk tersebut. Dengan melakukan proses hilirisasi, diharapkan produk rumput laut dapat diolah menjadi berbagai produk bernilai tambah, seperti kosmetik, makanan, obat-obatan, dan bahan baku industri lainnya.

Langkah ini tidak hanya akan meningkatkan nilai ekonomis rumput laut, tetapi juga akan membuka peluang kerja dan pengembangan industri baru di sektor kelautan. Dengan demikian, pemerintah tidak hanya berupaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir, tetapi juga untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah strategis untuk mendukung pelaksanaan hilirisasi rumput laut ini, termasuk penyediaan infrastruktur dan fasilitas pengolahan, pelatihan bagi para pelaku usaha, serta pemberian insentif kepada industri yang terlibat dalam proses hilirisasi.

Komitmen pemerintah dalam mengembangkan sektor kelautan melalui hilirisasi rumput laut merupakan bagian dari upaya lebih luas dalam memajukan ekonomi biru Indonesia. Dengan memanfaatkan potensi sumber daya kelautan secara berkelanjutan, Indonesia dapat menjadi pemimpin dalam industri ekonomi biru di tingkat regional maupun global.

Sebagai warga negara, kita dapat mendukung langkah-langkah pemerintah ini dengan memanfaatkan produk-produk rumput laut lokal dan mendukung pelaku usaha yang terlibat dalam proses hilirisasi. Dengan demikian, kita turut berkontribusi dalam memajukan sektor kelautan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Dengan rencana hilirisasi rumput laut ini, pemerintahan Jokowi kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun ekonomi yang tangguh dan inklusif. Dengan dukungan penuh dari berbagai pihak, Indonesia dapat mengambil langkah besar menuju keberlanjutan ekonomi biru yang memberikan manfaat bagi semua lapisan masyarakat.

 

Share:

Jumat, 16 September 2022

Presiden Jokowi Tinjau Unit Pengolahan Ikan dan Budidaya Rumput Laut di Provinsi Maluku

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dan Ibu Iriana Joko Widodo meninjau unit pengolahan ikan di PT Samudera Indo Sejahtera, Kota Tual, Rabu (14/09/2022). Selain meninjau, Presiden juga turut berdialog dengan para nelayan dan pembudidaya rumput laut mengenai prospek pengembangan budidaya rumput laut di daerah tersebut.

Salah satu perwakilan dari pembudidaya rumput laut menjelaskan bahwa perkembangan budidaya rumput laut di Kota Tual sangat menjanjikan. Hal tersebut, menurutnya, merupakan hasil kerja sama yang baik antara pemerintah pusat, provinsi, hingga kota.

“Kami pembudidaya sudah mendapatkan hasil yang baik berkat kerja sama dari pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi dan pemerintah Kota Tual, sehingga yang kami nikmati saat ini cukup menjanjikan,” ujar perwakilan tersebut.

Menurutnya, budidaya tersebut menjanjikan karena dalam satu musim para pembudidaya dapat melakukan panen sebanyak empat kali dengan rata-rata hasil panen berkisar 400 kilogram rumput laut. “Jadi bisa 1 ton, 1 ton lebih sedikit. Budidaya di sini menjanjikan pak,” lanjutnya.

Para pembudidaya pun mengaku bersyukur dengan harga rumput laut yang saat ini di pasaran berada pada kisaran angka Rp25.000 per kilogram. Menurutnya, harga tersebut cukup tinggi jika dibandingkan dengan harga rumput laut tahun lalu.

“Tahun lalu Rp15.000, Rp16.000. Bagi kami pembudidaya (saat ini) sudah sangat cukup,” kata perwakilan tersebut.

“Sekarang Rp25.000, Rp35.000 ya bagus itu. Masih Rp25.000 ya disyukuri,” ucap Presiden.

Turut mendampingi Presiden Jokowi dan Ibu Iriana dalam acara tersebut adalah Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Menteri Perikanan dan Kelautan Sakti Wahyu Trenggono, Gubernur Maluku Murad Ismail, Bupati Maluku Tenggara Muhamad Thaher Hanubun, Wakil Bupati Maluku Tenggara Petrus Beruatwarin, dan Wali Kota Tual Adam Rahayaan. 

 

Share:

Definition List

Unordered List

Support