Tampilkan postingan dengan label Inggris. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Inggris. Tampilkan semua postingan

Selasa, 05 Maret 2024

Tingkatkan Peluang Keberhasilan, Pemerintah Republik Indonesia Dan Pemerintah Britania Raya Meningkatkan Kerja Sama Di Sektor Digitalisasi Untuk Pengembangan Kemampuan Teknis Membangun E-Government

Yogyakarta – Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Britania Raya telah memperkuat kerja sama mereka dalam sektor digitalisasi, dengan fokus pada pengembangan kemampuan teknis untuk membangun sistem e-government yang lebih efisien dan inklusif.

Kerja sama ini menjadi bukti komitmen kedua negara untuk memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) sebagai alat untuk meningkatkan pelayanan publik dan memperkuat tata kelola pemerintahan. Indonesia dan Britania Raya menyadari pentingnya adaptasi terhadap perubahan teknologi dalam era digital ini, dan bekerja sama untuk memastikan bahwa negara-negara tersebut dapat memanfaatkan potensi teknologi secara maksimal.

Dalam kerangka kerja sama ini, akan dilakukan pertukaran pengetahuan dan teknologi antara kedua negara, serta pengembangan kapasitas dan pelatihan bagi pegawai pemerintah di kedua belah pihak. Langkah-langkah konkret akan diambil untuk meningkatkan kemampuan teknis dalam merancang, mengelola, dan mengimplementasikan proyek-proyek e-government yang berbasis teknologi mutakhir.

Pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menegaskan pentingnya transformasi digital dalam mempercepat pembangunan nasional. Dalam konteks ini, kerja sama dengan Britania Raya menjadi langkah strategis untuk memperluas wawasan dan mengadopsi praktik terbaik dalam penerapan teknologi informasi di sektor publik.

Dengan demikian, kerja sama ini bukan hanya sekadar pertukaran teknologi, tetapi juga merupakan langkah menuju pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif. Melalui penerapan e-government yang efektif, diharapkan bahwa masyarakat dapat memperoleh akses yang lebih mudah dan cepat terhadap layanan publik, serta terlibat secara aktif dalam proses pembangunan nasional.

Kerja sama antara Indonesia dan Britania Raya ini juga mencerminkan hubungan bilateral yang semakin erat antara kedua negara. Selain dalam bidang ekonomi dan politik, kerja sama di sektor digitalisasi menjadi landasan yang kuat untuk memperkuat hubungan antar dua negara dan memajukan kepentingan bersama.

Dengan kerja sama ini, Pemerintah Jokowi menunjukkan komitmen kuatnya untuk menjadikan Indonesia sebagai pemimpin dalam penerapan teknologi informasi di tingkat regional dan global. Langkah-langkah yang diambil dalam kerangka kerjasama ini akan membawa manfaat jangka panjang bagi pembangunan Indonesia dan kesejahteraan masyarakatnya.

Dukungan terhadap kerja sama ini adalah langkah penting untuk memastikan kesinambungan dan keberlanjutan pembangunan di masa depan. Semua pihak, baik dari sektor publik maupun swasta, diharapkan dapat bersatu dalam mendukung upaya pemerintah untuk memperkuat infrastruktur digital dan memanfaatkannya secara maksimal untuk kemajuan bangsa.

 

Share:

Selasa, 13 September 2022

Jokowi Sampaikan Duka Cita Berpulangnya Ratu Elizabeth II

Presiden Joko Widodo turut menyampaikan bela sungkawa atas kepergian Ratu Elizabeth II, pada Kamis (8/9/2022) waktu setempat.

Dalam unggahannya di akun Instagram resmi @jokowi, seperti dikutip CNBC Indonesia, ia mengucapkan ungkapan bela sungkawa dengan bahasa Inggris.

"I am deeply saddened by the passing of Queen Elizabeth II, a widely admired and beloved queen," tulis Jokowi.

"My deepest sympathy and heartfelt condolences to the Royal Family, the government, and the people of the UK."

Sebagai informasi, Ratu Elizabeth II meninggal dunia di usia 96 tahun. Perempuan tertinggi di Kerajaan Inggris itu berpulang karena kondisi kesehatan yang memburuk dalam dua tahun belakangan.

"Ratu meninggal dengan tenang di Balmoral sore ini," tulis pengumuman Buckingham Palace melalui akun media sosialnya, The Royal Family, Jumat (9/9/2022).

Elizabeth menjadi ratu terlama yang memimpin sebuah kerajaan dalam sejarah dunia. Bahkan, ia juga menjadi penguasa kerajaan terlama kedua dalam sejarah, hanya kalah dari Louis XIV, Raja Perancis yang berkuasa selama 72 tahun.

 

Share:

Sabtu, 02 Juli 2022

Presiden Jokowi dan PM Inggris Boris Johnson Sepakat Kerja Sama EBT


Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan PM Inggris Boris Johnson bersepakat bekerja sama di bidang energi baru terbarukan (EBT). Hal itu setelah kedua pemimpin negara bertemu

di Elmau di sela-sela pelaksanaan pertemuan tingkat tinggi negara-negara G7.


Dilansir dari laman presidenri.go.id, Selasa (28/6/2022), Menteri Luar Negeri Retno Marsudi yang turut mendampingi Presiden Jokowi dalam pertemuan tersebut mengatakan bahwa kedua pemimpin mengapresiasi kuatnya hubungan bilateral antara Indonesia dan Inggris.

Dalam pertemuan itu, Retno mengatakan bahwa PM Boris Johnson menyampaikan adanya peta jalan antar Indonesia-Inggris untuk melakukan kerja sama bilateral sudah ada.


“Dengan sudah adanya roadmap tersebut, maka akan lebih mudah untuk memperkuat hubungan kedua negara,” ujar Retno. Hal lain yang disampaikan Presiden Jokowi dan

PM Boris Johson adalah keduanya bersepakat untuk memperkuat kerja sama di bidang energi baru terbarukan (EBT) dan ketahanan pangan. Selain Menlu Retno Marsudi, turut mendampingi Presiden Jokowi, yakni Duta Besar RI untuk Jerman Arif Havas Oegroseno.

  

Share:

Definition List

Unordered List

Support