Tampilkan postingan dengan label Gula. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gula. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 18 Mei 2024

Langkah Cepat Pemerintah, Mendag Lakukan Percepatan Suplai Gula Pasir Menyusul Adanya Kabar Kenaikan Harga Tidak Wajar Komoditas Tersebut Yang Mencapai Rp 18000/Kg Sebagai Upaya Memberikan Perlindungan Kepada Rakyat

Yogyakarta – Beredar postingan di Instagram mengenai kenaikan harga gula yang signifikan hingga mencapai Rp 18.000 per kilogram. Kenaikan harga ini tentu menjadi perhatian serius bagi pemerintah, karena dapat berdampak negatif pada kesejahteraan masyarakat. Menyikapi hal ini, Menteri Perdagangan telah memberikan respons cepat dengan memanggil para importir gula untuk mempercepat suplai komoditas tersebut.

Langkah ini merupakan upaya konkret untuk mengatasi kenaikan harga yang tidak wajar. Pemerintah memahami bahwa gula adalah salah satu kebutuhan pokok yang vital bagi masyarakat. Oleh karena itu, memastikan harga gula tetap stabil dan terjangkau adalah prioritas utama. Dengan memanggil para importir gula, pemerintah bertujuan untuk memastikan bahwa pasokan gula di pasar domestik dapat memenuhi permintaan, sehingga tidak terjadi kelangkaan yang dapat memicu lonjakan harga.

Tidak hanya itu, pemerintah juga terus memantau distribusi gula agar berjalan lancar dan tepat sasaran. Koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk produsen dan distributor, dilakukan untuk memastikan bahwa suplai gula dapat tersebar merata ke seluruh penjuru Indonesia. Upaya ini diharapkan dapat menekan harga gula kembali ke tingkat yang wajar, sehingga masyarakat tidak terbebani dengan biaya yang tinggi.

Selain mengatasi kenaikan harga gula, pemerintah juga berkomitmen untuk melindungi kesejahteraan seluruh rakyat. Langkah-langkah strategis dan responsif seperti ini menunjukkan bahwa pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi selalu siap untuk mengambil tindakan cepat dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi. Komitmen ini penting untuk menjaga stabilitas nasional dan memberikan rasa aman kepada masyarakat.

Dengan memastikan bahwa kebutuhan pokok seperti gula tetap terjangkau, pemerintah tidak hanya melindungi daya beli masyarakat tetapi juga mendukung stabilitas ekonomi secara keseluruhan. Langkah cepat dan responsif ini merupakan bukti nyata dari kepemimpinan Jokowi yang peduli dan tanggap terhadap permasalahan rakyat.

Mari kita dukung upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas harga dan kesejahteraan masyarakat. Dengan menyebarkan informasi yang benar dan mematahkan hoaks, kita turut berperan dalam menjaga stabilitas nasional dan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Kepemimpinan yang tanggap dan responsif adalah kunci untuk mewujudkan Indonesia yang lebih sejahtera dan adil.

 

Share:

Senin, 07 November 2022

Petani Tebu Minta Harga Dasar Gula Naik, Jokowi Mau Panggil Menteri

Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan dialog langsung dengan petani tebu di Mojokerto, Jawa Timur. Dalam kesempatan itu, petani tebu menyampaikan berbagai harapan kepada Jokowi, salah satunya meminta dinaikan harga dasar gula.
Hal itu disampaikan langsung oleh salah satu petani tebu bernama Madiarto. Permintaan itu atas dasar karena ada kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

"Apakah mungkin harga dasarnya (gula) ini ditingkatkan, karena bensinnya naik pak. Barangkali Pak Presiden..." ujar Mardianto secara langsung kepada Jokowi, dikutip dari unggahan di Sekretariat Presiden, Sabtu (5/11/2022).

Jokowi pun menanyakan saat ini berapa harga dasar gula. "Niki pinten toh (sekarang berapa?)" tanya Jokowi.

Jokowi pun menanyakan saat ini berapa harga dasar gula. "Niki pinten toh (sekarang berapa?)" tanya Jokowi.

Jokowi berjanji akan membahas kenaikan harga dasar gula dengan menterinya.

"Oke nanti rapat dengan menteri," ujar Jokowi.

Mardianto memastikan, jika kenaikan harga dasar gula dinaikan, maka panen tebu yang hanya setahun sekali akan memakmurkan nasib petani.

"Nggih pak Presiden, kalau dihitung nanti petani bisa jaya lagi. Panen satu tahun sekali, kalau satu tahun sekali, uangnya sedikit. Nanti kalau disetujui bapak, mudah-mudahan bunganya bisa ditingkatkan, bersamaan dengan naiknya sparepart dan lain-lain," lanjutnya.

Keluhan lain yang disampaikan Mardianto adalah mahalnya harga pupuk. Ia mengatakan sebenarnya sarana untuk petani tebu saat ini cukup terpenuhi, mulai dari bibit hingga pupuk.

"Alhamdulillah sarananya sudah dipenuhi oleh PTP, bibitnya sudah, pupuknya sudah walaupun agak mahal Pak Presiden," ujarnya.

Jokowi merespon keluhan tersebut dengan mengakui bahwa saat ini harga pupuk di seluruh dunia juga mahal. Penyebabnya adalah karena bahan baku pupuk dari Ukraina dan Rusia yang saat ini tengah perang.

"Pupuk seluruh negara baru semuanya mahal. Baru semuanya mahal, problem," kata Jokowi sambil tertawa.

"Karena bahan baku pupuk itu dari Ukraina sama Rusia. Lagi perang," tuturnya.
Mardianto berharap pemerintah bisa membantu memenuhi kebutuhan pupuk yang tengah mahal. "Tetapi ini bisa dibantu dari pabrik lagi untuk kita dan kawan-kawan, Pak Presiden," pinta petani

Petani juga meminta agar ditambahkan sarana alat pengangkut tebu. Madiarto menyampaikan, alat yang dimaksud itu untuk membantu petani mengambil hasil panen ketika musim penghujan.

Sering menyampaikan bahwa kesulitan ada, terutama hujan, petani tidak bisa mengeluarkan tebutnya. Sudah disiapkan alat baru untuk menanggulangi. Tidak memakai tenaga manusia namanya saya nggak tahu itu pak. Bisa membawa dari becek ke jalan yang keras, alat angkutnya," terang Mardianto

Jokowi kemudian bertanya, berapa banyak alat tersebut yang dibutuhkan petani tebu. "Jadi butuh berapa banyak?" tanya Jokowi.

"Minimal 100, pak. Koperasi di sini ada 40 koperasi yang rata-rata punya 1.000 hektare," jawab Mardianto.

Jokowi bertanya berapa harga dari alat tersebut. Tak sempat dijawab, pejabat lain yang hadir dalam kesempatan itu menjelaskan, bahwa ada program dari Menteri BUMN Erick Thohir yakni Program Mari Kita Majukan Usaha Rakyat (Makmur) yang akan memenuhi kebutuhan sarana petani.

"Sudah ada program Menteri BUMN program Makmur, nanti salah satunya adalah sarana pertanian," kata pejabat tersebut

"Tak cek loh nggih," jawab Jokowi.

 

Share:

Presiden Jokowi Dorong Kemandirian Gula Nasional

 

Pemerintah terus mendorong kemandirian Indonesia di bidang pangan, termasuk untuk komoditas gula. Untuk itu, pemerintah telah menyiapkan lahan seluas kurang lebih 700 ribu hektare untuk ditanami tebu.

Hal tersebut disampaikan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) usai meninjau penanaman tebu di Kebun Tebu Temu Giring, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur Jumat (04/11/2022).

“Akan saya siapkan yang 700 [ribu hektare] itu. Sekarang baru dapat 180 ribu hektare, kita butuhnya 700 ribu hektare. Akan saya siapkan,” ucap Presiden dalam keterangan persnya.

Dengan lahan seluas itu, Presiden meyakini Indonesia akan bisa mandiri dan bahkan swasemda gula dalam lima tahun ke depan.

Presiden mengungkapkan, lahan yang disiapkan tersebar di sejumlah wilayah di Indonesia.

“Budaya menanam tebu yang baik memang di Jawa Timur bagus, Jawa Tengah bagus, di Jawa Barat juga bagus. Nanti kita akan lari ke luar Jawa, karena kalau lahan 700 ribu hektare juga bukan lahan yang kecil. Tapi ini akan dengan sekuat tenaga akan saya akan siapkan,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Presiden Jokowi juga berdialog dengan para petani tebu mengenai penanaman tebu dengan varietas baru.

“Ini kita telah memulai sesuatu yang baru untuk urusan tebu, karena kita gunakan varietas yang paling baru ini. Tadi dr. Plinio (pakar tebu dari Brasil) menyampaikan bahwa di sini tidak perlu pemupukan untuk yang nitrat, kemudian yang potas tidak perlu karena tanahnya sudah bagus. Ini yang sangat bagus,” ujarnya.

Kepala Negara menuturkan bahwa penanaman tebu dengan varietas baru dalam waktu 26 hari menunjukkan hasil yang baik. Bahkan, hasil penanaman tebu varietas baru di tanah air menunjukkan hasil yang lebih baik dibandingkan di Brasil.

“Dengan telah ditanam [varietas baru] ini yang sudah 26 hari, dilihat tadi hasilnya luar biasa. Biasanya di Brasil itu hanya nongolnya 2 [batang], di sini bisa nongol 4 atau 5 [batang]. Ini juga sesuatu yang luar biasa,” tutur Presiden.

Presiden mengharapkan, budidaya tebu dalam kapasitas yang sangat besar ini dapat mendukung ketahanan energi nasional.

“Kalau [kemandirian] gulanya tercapai nanti, sebagian bisa dilarikan entah lewat proses molase atau langsung itu akan masuk ke etanol, yang kita mulai nanti dengan E5 dulu. E5 jalan, E10, E20, kayak kita main dulu B20, B30 untuk sawit. Ya ini sama. Yang saya senang kita sudah ketemu jurusnya, yang paling penting itu, ketemu jurusnya sehingga tinggal implementasi yang harus terus diawasi,” tandasnya.

 

Share:

Sabtu, 23 Juli 2022

Presiden Instruksi Jajarannya Siapkan Kebutuhan Gula Nasional

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan jajaran terkait untuk mempersiapkan kebutuhan gula nasional dengan baik. Hal ini karena komoditas gula merupakan salah satu kebutuhan masyarakat yang berpengaruh terhadap inflasi serta terpengaruh dengan terjadinya berbagai disrupsi dan pengurangan importasi gula dari negara-negara lain.

Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo usai mengikuti Rapat Terbatas (Ratas) mengenai tatanan kebijakan gula nasional yang dipimpin oleh Presiden Jokowi, Rabu (20/07/2022), di Istana Merdeka, Jakarta.

“Bapak Presiden mengharapkan dalam waktu yang sangat cepat, ada langkah-langkah bersama antara kementerian baik (Kementerian) Pertanian, (Kementerian) BUMN, (Kementerian) Perdagangan, (Kementerian) Perindustrian untuk mencoba mempersiapkan berbagai hal, minimal mempersiapkan kebutuhan gula nasional kita secara baik,” kata Syahrul.

Mentan menyampaikan, kebutuhan gula nasional secara umum adalah 7,3 juta ton, sementara gula konsumsi 3,2 juta ton dan gula industri 4,1 juta ton. Sementara produksi gula nasional masih sangat rendah, yaitu 2,35 juta ton.

“Bapak Presiden minta agar langkah untuk memperkuat gula konsumsi harus dilakukan, berarti ada 850 ribu ton untuk dipersiapkan. Saya mendapatkan perintah bersama menteri lain, Menteri BUMN lebih khusus, untuk mempersiapkan baik rawat ratun dari tebu maupun bongkar ratun. Artinya, ada lahan-lahan intensifikasi dan lahan-lahan ekstensifikasi yang harus digarap secara bersamaan,” ujarnya.

Syahrul mengungkapkan, Kepala Negara terus memonitor secara berkala mengenai masalah pangan. Presiden pun menginstruksikan kementerian terkait untuk dapat memberikan dukungan dalam memperkuat kebutuhan gula konsumsi nasional.

“Menteri BUMN diberikan arahan untuk mulai dari hulu sampai hilir terlibat dan menteri lain tentu saja sesuai dengan teknis kementerian atau tugas kementerian lain untuk memberikan dukungan agar Menteri BUMN bisa melangkah lebih cepat memperkuat kebutuhan-kebutuhan gula konsumsi kita khususnya dan secara bertahap akan masuk pada gula industri yang cukup besar itu,” pungkasnya.

 

Share:

Definition List

Unordered List

Support