Tampilkan postingan dengan label Hari Guru Nasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hari Guru Nasional. Tampilkan semua postingan

Senin, 05 Desember 2022

Perintah Langsung Jokowi! Minta Guru Untuk Meningkatkan Dan Mencetak SDM Yang Lebih UNGGUL!!

Jokowi mendorong para guru untuk meningkatkan kapasitas agar dapat mencetak sumber daya manusia (SDM) Indonesia yang unggul.

Hal tersebut disampaikan Presiden Jokowi saat memberikan sambutan pada Puncak Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-77 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan Hari Guru Nasional Tahun 2022, di Marina Convention Center, Kota Semarang, Jawa Tengah.

“Di tengah arus perubahan yang sangat cepat, Bapak-Ibu Guru dituntut untuk meningkatkan kapasitas, mampu beradaptasi dengan teknologi pendidikan yang semakin canggih, serta menguasai pengetahuan yang baru, menguasai keterampilan yang baru, yang relevan dengan tantangan dan kebutuhan dunia yang berubah sekarang ini sangat cepat sekali, sangat cepat sekali,” ujar Jokowi.

Secara rinci Jokowi menyampaikan sejumlah komponen dari SDM unggul. Komponen pertama adalah penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi serta peningkatan keterampilan teknis yang relevan dengan perkembangan zaman. Jokwi menyebutkan, saat ini para guru diberikan kebebasan agar bisa beradaptasi dengan perubahan zaman yang sangat cepat.

“Guru pun harus selalu meng-update informasi. Dan, proses yang terpenting dalam pengajaran menurut saya saat ini adalah bagaimana proses pengajaran itu agar anak memiliki daya kritis yang baik, sehingga fleksibilitas itu diperlukan. Tidak kaku, harus fleksibel, karena ilmunya berkembang sangat cepat sekali,” ujarnya.

Komponen kedua, mentalitas dan karakter. Jokowi menekankan sikap santun, jujur, budi pekerti yang baik, peduli terhadap sesama, kerja keras, dan mampu bergotong-royong semakin penting untuk diajarkan dan harus terus dibangun.

“Karakter kebangsaan yang kuat, karakter yang Pancasilais, yang moderat, yang toleran, yang tahu mengenai Bhinneka Tunggal Ika, ini juga adalah sebuah keharusan,” tuturnya.

Komponen ketiga, kesehatan jasmani. Jokowi menilai, penguasaan ilmu dan keterampilan yang tinggi yang dimiliki oleh peserta didik akan menjadi sia-sia jika kondisi fisik dan mentalnya tidak sehat.

“Saya ingin mengingatkan untuk kita semuanya, tugas kita adalah mencetak SDM yang unggul, yang unggul prestasi akademiknya, yang unggul keterampilannya, tetapi juga yang unggul karakter sosial dan kebangsaannya, dan unggul pula kesehatan raganya, harus komplet. Ini tugas berat Bapak-Ibu semuanya,” pungkas Jokowi.

 

Share:

Jokowi Ucapkan Terima Kasih Atas Pengabdian Guru Untuk Indonesia

Jokowi menghadiri acara Puncak Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-77 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan Hari Guru Nasional (HGN) Tahun 2022.

Dalam sambutannya, Jokowi mengapresiasi peran besar para guru dalam mendidik para putra-putri Indonesia di tengah segala keterbatasan akibat pandemi COVID-19.

“Saya ingin menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya, terima kasih atas kerja keras Bapak-Ibu guru semuanya saat pandemi, dan terima kasih telah mengawal masa depan anak-anak kita selama pandemi dan terima kasih telah mengawal masa depan bangsa, negara lewat pendidikan kepada anak didik kita,” ujar Jokowi

Kepala Negara menyadari, selama pandemi para guru, dosen, dan tenaga kependidikan dihadapkan pada masa-masa yang berat. Pembelajaran harus dilakukan secara daring dengan segala keterbatasan di lapangan. Jokowi pun bersyukur kini pandemi telah bisa dikendalikan sehingga aktivitas dan ekonomi bisa kembali pulih.

“Alhamdulillah karena vaksin yang telah disuntikkan kepada masyarakat sebanyak 440 juta suntikan vaksin yang kita berikan, pandemi COVID-19 bisa kita kendalikan dan ekonomi juga bisa kembali pulih seperti sebelum COVID-19. Ini yang patut kita syukuri,” ujarnya.

Jokowi menjelaskan bahwa di tengah arus perubahan yang sangat cepat, para guru dituntut untuk meningkatkan kapasitas, mampu beradaptasi dengan teknologi pendidikan yang makin canggih, serta menguasai pengetahuan dan keterampilan yang baru dan relevan dengan tantangan dan kebutuhan dunia yang berubah dengan cepat. Apalagi, pandemi dan berbagai krisis global turut mempercepat digitalisasi.

“Oleh sebab itu, saya minta sekali lagi, update informasi itu sangat dibutuhkan agar anak didik kita juga bisa kita berikan informasi yang terkini,” lanjutnya.

Terkait hal tersebut, negara pun terus berupaya untuk meningkatkan kapasitas dan kemampuan guru melalui berbagai program, yaitu Program Merdeka Belajar, Program Merdeka Mengajar, dan Program Guru Penggerak. Jokowi menekankan bahwa program utama negara adalah melakukan transformasi pendidikan untuk mempercepat peningkatan kualitas pendidikan di seluruh pelosok tanah air.

“Selamat Hari Ulang Tahun PGRI yang ke-77 dan selamat Hari Guru Nasional dan terima kasih kepada para guru yang telah bekerja dengan dedikasi terbaik dan terima kasih telah mendidik generasi penerus bangsa untuk selalu mencintai bangsa, negara, dan tanah air Indonesia,” pungkasnya.

 

Share:

Sabtu, 26 November 2022

Pesan Jokowi Pada Peringatan Hari Guru

Kepala Negara Joko Widodo mengungkap pentingnya peran guru dalam mempersiapkan generasi penerus. Menurut Jokowi, peran guru melalui pendidikan akan mampu menciptakan anak-anak bangsa yang kompetitif.

Hal itu disampaikan Presiden Jokowi dalam unggahan di akun Twitter-nya terkait dengan peringatan Hari Guru Nasional. Pada kesempatan itu, Jokowi juga mengucapkan selamat Hari Guru Nasional 2022.

“Kian ke depan, tantangan kian berat. Hanya dengan pendidikan yang baik, anak-anak kita akan siap memasuki masa depan dengan kompetisi yang sengit,” tulis Jokowi.

Oleh karena itu, ujarnya, peran para guru penting sebagai tumpuan untuk mempersiapkan anak-anak bangsa menghadapi tantangan. “Para guru menjadi tumpuan kita untuk mempersiapkan dan menempa anak-anak bangsa menghadapi tantangan dan mewujudkan harapan kita,” kata Jokowi.

Sebelumnya, Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) menyoroti soal kesejahteraan para guru pada peringatan Hari Guru Nasional 25 November tahun ini. Dikatakan, kesejahteraan guru harus menjadi perhatian Negara, sehingga mereka dapat menjalankan tugas dengan baik.

Sayangnya, hingga saat ini kesejahteraan masih menjadi masalah yang belum dituntaskan negara. Bahkan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan berdasarkan survei yang dilakukan NoLimit Indonesia pada 2021, terungkap 42% masyarakat yang terjerat pinjaman online (pinjol) adalah guru.

Koordinator Nasional P2G, Satriwan Salim mengatakan, guru terjerat pinjol tidak hanya karena literasi keuangan yang buruk, tetapi juga kondisi kesejahteraan guru yang belum dipenuhi oleh negara. Menurutnya, sejauh ini soal kesejahteraan guru masih sebatas angan-angan.

Profesi guru di Tanah Air masih belum baik kelas dibandingkan profesi lain, seperti dokter, pilot, advokat, dan akuntan. Profesi guru masih dianggap sebagai ‘pahlawan tanpa tanda jasa’ yang meninabobokan sekaligus jauh dari prinsip profesionalitas.

“Mestinya setiap profesi, apalagi guru, mendapatkan penghargaan yang layak baik dari aspek kesejahteraan, perlindungan profesi, dan kompetensi,” kata Satriwan.

Hal senada dikatakan Sekjen Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) Heru Purnomo. Dia mengingatkan negara untuk meningkatkan kesejahteraan guru, sebab ketika kesejahteraan terpenuhi maka guru akan cenderung mencintai profesinya.

“Ketika mencintai profesinya, maka para guru akan selalu meningkatkan pengetahuannya baik keterampilan berpikir maupun keterampilan bersikap dalam rangka menumbuhkan pedagogi kepada peserta didik,” kata Heru.

Ketika kesejahteraan belum memadai, ujarnya, maka para guru akan sulit untuk meningkatkan keterampilan pedagogik. Heru menuturkan, keterampilan pedagogi yang tidak terasah ini tentu sulit bagi guru untuk meningkatkan mutu pelayanan dalam menumbuhkan kecerdasan berpikir bersikap peserta didik.

 

Share:

Definition List

Unordered List

Support