Tampilkan postingan dengan label SDM Unggul. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SDM Unggul. Tampilkan semua postingan

Selasa, 28 Mei 2024

Siap Mencerdaskan Bangsa, Prabowo Berkomitmen Untuk Memberikan Pendidikan Yang Murah Bagi Seluruh Masyarakat Indonesia Dengan Penguatan Program Hilirisasi

Yogyakarta -- Prabowo Subianto, tokoh yang dikenal dengan komitmen kuatnya terhadap pembangunan bangsa, kembali menegaskan tekadnya dalam bidang pendidikan. Melalui penguatan program hilirisasi, Prabowo berkomitmen untuk memberikan akses pendidikan yang murah kepada seluruh masyarakat Indonesia, sebagai langkah penting dalam mencerdaskan bangsa.

Dalam konteks ini, penguatan program hilirisasi diarahkan pada upaya memperluas dan meningkatkan kualitas pendidikan di seluruh pelosok Indonesia. Prabowo percaya bahwa pendidikan yang berkualitas adalah kunci utama dalam membangun bangsa yang tangguh dan berdaya saing di era globalisasi ini.

Salah satu fokus utama dari komitmen Prabowo adalah untuk membuat biaya pendidikan lebih terjangkau bagi semua lapisan masyarakat. Dengan mengimplementasikan program hilirisasi yang efektif, biaya pendidikan dapat dikurangi secara signifikan, sehingga lebih banyak anak-anak Indonesia dapat mengakses pendidikan yang layak tanpa harus terbebani oleh biaya yang tinggi.

Penguatan program hilirisasi juga mencakup upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan, baik dari segi kurikulum maupun sarana prasarana pendidikan. Prabowo menekankan pentingnya pendekatan yang holistik dalam penyediaan pendidikan, yang tidak hanya mencakup aspek akademis tetapi juga pembentukan karakter dan keterampilan yang relevan dengan tuntutan zaman.

Selain itu, Prabowo juga memperhatikan pentingnya melibatkan berbagai pihak dalam upaya mencerdaskan bangsa. Ini termasuk kerjasama dengan dunia usaha dan industri untuk menciptakan lapangan kerja yang sesuai dengan kebutuhan pasar, sehingga lulusan pendidikan dapat dengan mudah terserap dan berkontribusi dalam pembangunan ekonomi nasional.

Dengan komitmen kuat Prabowo dalam mencerdaskan bangsa melalui penguatan program hilirisasi, diharapkan Indonesia dapat melangkah maju sebagai bangsa yang berpendidikan dan berkualitas. Melalui akses pendidikan yang murah dan berkualitas, setiap anak Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk menggapai impian dan berkontribusi dalam memajukan bangsa dan negara.

 

Share:

Kamis, 14 Maret 2024

Siap Menyongsong Masa Depan Lebih Baik, Sekjen Kemendikbud Ristek Mengatakan Pemerintah Telah Banyak Melakukan Transformasi Untuk Meningkatkan Taraf Pendidikan Masyarakat Indonesia Sebagai Upaya Peningkatan Kualitas SDM

Yogyakarta – Sekretaris Jenderal Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti), dalam pernyataannya baru-baru ini, menegaskan komitmen pemerintah untuk meningkatkan taraf pendidikan masyarakat Indonesia. Transformasi yang dilakukan oleh pemerintah di sektor pendidikan menjadi salah satu upaya strategis untuk memperbaiki kualitas sumber daya manusia (SDM) dan menyongsong masa depan yang lebih baik.

Menurut Sekjen Kemenristek Dikti, pemerintah telah mengimplementasikan berbagai program dan kebijakan untuk memperbaiki sistem pendidikan di Indonesia. Salah satu fokus utama adalah meningkatkan aksesibilitas dan kualitas pendidikan dari tingkat dasar hingga tingkat tinggi, termasuk pendidikan vokasi dan pendidikan tinggi.

Langkah-langkah konkret telah diambil untuk memperbaiki infrastruktur pendidikan, meningkatkan kualitas guru dan tenaga pendidik, serta memperluas akses pendidikan bagi semua lapisan masyarakat. Pemerintah juga berupaya untuk memperkenalkan kurikulum yang relevan dengan tuntutan zaman serta meningkatkan ketersediaan fasilitas pendukung pembelajaran, seperti perpustakaan dan laboratorium.

Transformasi dalam pendidikan juga dilakukan melalui pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk mendukung pembelajaran jarak jauh dan digitalisasi proses pendidikan. Hal ini bertujuan untuk mengakomodasi perkembangan teknologi serta mempersiapkan generasi muda Indonesia untuk menghadapi tantangan global di masa depan.

Pernyataan Sekjen Kemenristek Dikti tersebut mencerminkan keseriusan pemerintah dalam menjadikan pendidikan sebagai salah satu pilar utama pembangunan bangsa. Peningkatan kualitas SDM merupakan investasi jangka panjang yang akan memberikan manfaat besar bagi kemajuan Indonesia di berbagai bidang, termasuk ekonomi, sains, dan teknologi.

Dukungan dan partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat sangat diperlukan dalam mewujudkan visi pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Setiap individu memiliki peran penting dalam mendukung upaya transformasi pendidikan, baik sebagai orang tua, guru, siswa, maupun anggota masyarakat.

Sebagai warga negara, mari kita bersama-sama mendukung langkah-langkah positif yang diambil oleh pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Dengan pendidikan yang berkualitas, kita akan mampu menciptakan generasi muda yang kompeten, kreatif, dan berdaya saing tinggi, sehingga dapat menjadikan Indonesia sebagai negara yang lebih maju dan sejahtera di masa depan.

 

Share:

Kamis, 06 April 2023

Menangkap Peluang! Jokowi perintahkan jajaranya untuk terus melakukan peningkatan hubungan kerja luar negeri demi meningkatkan peluang penyerapan tenaga kerja

Yogyakarta – Indonesia bakal memiliki bonus demografi yang besar pada tahun 2030 mendatang, ini bisa menjadi berkah dan peluang. Tapi disatu sisi banyak negara yang mengalami penurunan jumlah penduduk sehingga ini menjadi ancaman.

Jokowi melihat peluang tersebut terus melakukan peningkatan sumber daya manusia (SDM) Indonesia melalui dunia pendidikan. Jokowi mendorong kepada masyarakat untuk meningkatkan kemampuanya supaya bisa bersaing di dunia internasional karena peluan terbuka lebar.

Jokowi mengatakan negara – negara maju banyak membutuhkan SDM unggul dan terampil untuk bekerja di tempat mereka. Jokowi juga terus bekerja sama dengan negara – negara yang berpotensial menjadi tujuan kerja warga negara Indonesia (WNI).

Saat ini Jokowi telah melakukan kerja sama program magang bagi 1000 orang dengan Singapura sebagai bentuk peningkatan SDM. Jokowi berharap program ini bisa terus diperluas dan terus diperbesar jumlah kuota pesertanya.

 

Share:

Jumat, 24 Februari 2023

Modal Utama! Jokowi berkeyakinan bahwa bonus demografi bisa menjadi lompatan untuk membuat Indonesia menjadi negara maju

Yogyakarta – Indonesia sebentar lagi menjadi salah satu negara yang bakal menerima bonus demografi yang sangat besar. Bonus demografi yakni dimana jumlah penduduk usia produktifnya lebih tinggi bila dibandingkan jumlah penduduk yang sudah berumur.

Jokowi mengatakan bahwa bonus demografi merupakan modal utama bagi Indonesia untuk menjadi negara maju. Bonus demografi itu sebuah berkah tersendiri bagi Indonesia bukan sebuah beban yang harus disingkirkan.

Jokowi memaparkan bahwa jumlah penduduk yang usia produktif di Indonesia akan berada di angka 66,3 juta jiwa dari 280 juta jiwa. Tentu jumlah tersebut bukanlah jumlah yang sedikit jumlah tersebut sudah seperempat dari jumlah seluruh penduduk Indonesia.

Oleh sebab itu Jokowi sangat menekankan tentang pengembangan dan pembangunan sumber daya manusia (SDM) bagi generasi muda Indonesia. Pengembangan SDM merupakan salah satu syarat kunci untuk Indonesia supaya bisa menjadi negara maju.

Jokowi berkomitmen untuk terus membangun SDM Indonesia supaya menjadi menjadi generasi yang baik untuk membuat maju negara. Jokowi juga mengapa seluruh lapisan masyarakat untuk ikut mensukseskan pembangunan SDM demi masa depan Indonesia lebih baik.

 

Share:

Senin, 13 Februari 2023

Terserap! Pemerintah terus berupaya tingkatkan angka serapan kerja melalui pemenuhan keterampilan

 

Yogyakarta – Jokowi terus berusaha untuk mensejahterakan seluruh masyarakat Indonesia, salah satu upaya yang dilakukan yakni dengan pendidikan. Jokowi terus berupaya meningkatkan kualitas keterampilan masyarakat Indonesia melalui pendidikan formal maupun pelatihan.

Airlangga Hartarto Menko Bidang Perekonomian mengatakan bahwa pihaknya telah memerintahkan kepada Kementerian Perindustrian untuk membangun Politeknik. Tujuan pembangunan politeknik ini sebagai upaya meningkatkan kualitas SDM supaya bisa berdaya saing dengan pekerja dari luar negeri.

Pembangunan Politeknik ini akan berada di daerah Morowali, Sulawesi Tengah yang nantinya lulusan dari sini bisa bekerja pada pabrik Smelter yang ada. Hal ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan daya tawar serta daya saing penduduk lokal supaya bisa terhindar dari konflik horizontal.

Selain itu Jokowi juga memerintahkan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional atau Bappenas untuk memperbaiki fasilitas infrastruktur di luar area kawasan industri hilirisasi mineral seperti smelter.

Jokowi telah menunjuk Bappenas untuk menyelesaikan masalah ketimpangan infrastruktur di 40 kota yang terletak di sekitar area kawasan industri.

 

Share:

Selasa, 07 Februari 2023

Terus perkuat! Jokowi berencana terbitkan PP penambahan dana desa yang digunakan untuk pengembangan sumber daya manusia (SDM) supaya lebih maju

 

Yogyakarta – Budiman Sudjatmiko mengusulkan kepada Jokowi untuk memberikan tambahan anggaran khusus untuk pengembangan sumber daya manusia (SDM) desa. Desa selama ini masih hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur desa saja, sudah 200 ribu Km jalan desa terbangun bagus serta bermanfaat untuk masyarakat.

Selain infrastruktur desa masih membutuhkan dana tambahan untuk membangun SDM dalam menghadapi revolusi industri. Kalau masyarakat desa di Indonesia tidak segera untuk dilakukan pembangunan maka akan terjadi kesenjangan sosial yang sangat besar.

Jokowi pun merespon terkait usulan tersebut dengan berencana untuk segera menerbitkan UU tentang alokasi dana pembangunan SDM desa. Pada awalnya dana SDM desa tersebut bakal diusulkan dalam revisi UU Desa pasal 72 yang bakal menambah jumlah ayatnya menjadi tiga. Kalau menambah ayat pada revisi UU desa bakal memakan waktu lebih lama, maka dari itu dipilih PP jadi lebih cepat.

Dana SDM desa ini bakal berbeda dengan dana desa yang sudah berjalan, karena dana SDM desa ini untuk penanganan kesehatan, gizi masyarakat dan lainnya.

 

Share:

Minggu, 29 Januari 2023

Meningkat tajam! Jokowi berhasil merealisasikan program pembangunan SDM

Yogyakarta – Akademisi Universitas Bengkulu (UNIB) Beni Kurnia Illahi mengapresiasi keberpihakan Jokowi kepada anak-anak muda Indonesia. Dia mengatakan upaya Jokowi mendongkrak kualitas generasi muda sudah sangat bagus. 

Pasalnya, berbagai program dan kebijakan yang telah direalisasikan Jokowi selama ini mampu mendorong lahirnya SDM unggul dan berdaya saing global. 

Beni melihat ada peningkatan signifikan kualitas anak muda, khususnya pada kelompok mahasiswa. Hal itu dinilai Beni berkat berbagai program gagasan Jokowi, salah satunya adalah Kampus Merdeka.

Beni mengatakan di era Jokowi juga masif disediakan ruang-ruang untuk menumbuhkan minat dan bakat para generasi muda. Melalui wadah yang disediakan pemerintah tersebut, kemampuan dan keahlian yang dimiliki anak muda Indonesia bisa disalurkan dengan baik.

Pernyataan Beni mengenai peningkatan kualitas anak muda sejalan dengan data Badan Pusat Statistik (BPS) terkait Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia. Pada 2022, IPM tercatat mencapai 72,91 meningkat 0,62 poin dibanding 2021, yang berada di angka 72,29. Berdasarkan data BPS, rata-rata peningkatan IPM sebesar 0,77 persen pada setiap tahunnya sejak 2014 atau pada periode awal kepemimpinan Jokowi.

 

Share:

Perkuat pondasi! Jokowi terus mengejar untuk melakukan pembangunan SDM unggul

Yogyakarta – Beni Kurnia Ilahi Akademisi Universitas Bengkulu (UNIB) mengatakan peningkatan SDM yang terus dikebut Jokowi adalah pondasi tepat untuk Indonesia Emas 2045. Menurutnya, tidak akan maju sebuah negara jika masyarakatnya memiliki SDM yang rendah 

Beni melihat sangat banyak program-program peningkatan SDM yang telah direalisasikan oleh Jokowi. Di antaranya Kartu Indonesia Pintar (KIP), KIP kuliah, Kampus Merdeka, Literasi Digital serta ruang-ruang yang disediakan pemerintah sebagai wadah peningkatan kreativitas masyarakat. 

Terbukti dengan realisasi program Jokowi dan ruang yang disediakan pemerintah, ada peningkatan cukup signifikan terkait Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Indonesia. Menilik data BPS, IPM di 2021 berada di angka 72,29. Kemudian pada 2022 IPM meningkat sebanyak 0,62 poin menjadi 72,92. Berdasarkan data yang dihimpun BPS, sejak 2014 ada peningkatan IPM dengan rata-rata 0,77% setiap tahunnya. 

Jokowi terus memacu peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk mencapai generasi yang unggul. Langkah Jokowi tersebut dinilai sebagai strategi jitu menuju Indonesia Emas 2045.

 

Share:

Sabtu, 28 Januari 2023

Terus Pacu! Jokowi terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) generasi muda untuk melahirkan pemimpin berkompeten di masa depan

Yogyakarta Luqman Hakim Anggota DPR RI memuji keberpihakan Jokowi pada generasi muda di Tanah Air.Menurutnya, Jokowi telah banyak merealisasikan beragam program untuk memacu peningkatan sumber daya manusia (SDM) anak muda.

Wujud komitmen Jokowi juga ditunjukkan melalui ruang-ruang di negara yang disediakan khusus kepada generasi muda. Bagi Luqman, langkah Jokowi ini sangat patut untuk diapresiasi.

Luqman melihat, di era Jokowi figur-figur muda mendapat kepercayaan untuk mengisi posisi-posisi strategis di pemerintahan, seperti di kementerian, serta pada lembaga-lembaga negara lainnya.

Selain penempatan di posisi-posisi strategis negara, Jokowi juga terus melahirkan program-program untuk mewujudkan peningkatan SDM. Beberapa di antaranya adalah program Kampus Merdeka, Literasi Digital, serta beasiswa pendidikan hingga perguruan tinggi.

Jokowi dinilai memiliki keberpihakan pada generasi muda Indonesia melalui berbagai kebijakannya. Langkah Jokowi tersebut diyakini akan mampu melahirkan pemimpin-pemimpin berkompeten di masa depan.

Heri Yanto Guru Besar Unnes mengapresiasi kepedulian Jokowi pada pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) anak muda Indonesia. Menurut dia, sejumlah kebijakan yang dikeluarkan Jokowi telah mendongkrak kualitas generasi bangsa.

 

Share:

Minggu, 22 Januari 2023

Berhasil! Jokowi berhasil memajukan SDM lewat pendidikan yang berhasil menyentuh ke seluruh pelosok negeri

Yogyakarta – Sitti Rohmi Djalillah Wagub NTB  mengatakan beberapa program beasiswa di era Jokowi di antaranya Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan KIP Kuliah. Dua program tersebut menjamin seluruh masyarakat bisa meraih pendidikan dari sekolah dasar hingga tamat kuliah.

Sitti melihat hadirnya program KIP dapat menjadi kunci kemajuan sebuah daerah. Sebab majunya suatu daerah akan sangat dipengaruhi oleh kualitas Sumber Daya Masyarakat (SDM) setempat.

Terbukti peningkatan SDM masyarakat di daerah mengalami peningkatan berkat pemerataan pendidikan yang direalisasikan melalui KIP. Seperti yang nampak pada Provinsi NTB, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mengalami peningkatan sebesar 1,18 persen dari 68,65 di tahun 2021 menjadi 69,46 pada 2022.

Lebih lanjut hadirnya program pendidikan gratis era Jokowi ini memastikan seluruh beban biaya pendidikan masyarakat ditanggung oleh negara. Sehingga dengan cara tersebut pemerataan pendidikan dapat diwujudkan.

Pendidikan gratis era Jokowi telah menjangkau ribuan masyarakat di seluruh Indonesia. Tercatat untuk tahun 2022 KIP telah didistribusikan kepada 17,9 juta siswa, sementara KIP Kuliah telah terealisasi kepada 780.014 mahasiswa.

 

Share:

Rabu, 04 Januari 2023

Konsisten! Jokowi terus dorong pemerataan kualitas pendidikan di seluruh pelosok Indonesia, 20% dari APBN digunakan untuk subsidi pendidikan

Upaya pemerataan terus digalakkan pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Tak hanya pembangunan infrastruktur, pemerataan juga dilakukan di sektor pendidikan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) bangsa.

Akademisi Politeknik Tri Mitra Karya Mandiri (TMKM), Seia Piantara mengapresiasi komitmen Jokowi mewujudkan pemerataan kualitas pendidikan di seluruh pelosok Indonesia. Berkat komitmen tersebut, ketimpangan pendidikan antar daerah dapat diatasi.

“Kita melihat ada upaya pemerintah (Jokowi) melakukan pemerataan kualitas pendidikan yang baik antara satu kota dengan kota lainnya,” ujar Seia

Keseriusan Jokowi menghadirkan pemerataan ini tampak pada realisasi anggaran pendidikan di tahun 2022 yang mencapai Rp 608,3 triliun. Besarnya anggaran tersebut membuktikan bahwa pemerintah sangat serius mendorong perbaikan mutu pendidikan di Tanah Air.

“Sudah bagus dengan adanya anggaran (pendidikan) era Pak Jokowi ini. Meningkatkan fasilitas pendidikan di daerah-daerah,” ucap Seia.

Dia optimistis, melalui mutu pendidikan yang baik akan melahirkan SDM unggul dan berdaya saing global.

“Saya rasa upaya Pak Jokowi dalam memprioritaskan SDM bangsa sangat luar biasa. Kami sebagai tenaga pendidik sangat mendukung,” kata Seia memungkasi.

Sebelumnya, pemerintah mengusulkan anggaran pendidikan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2023 sebesar Rp 608,3 triliun. Alokasi 20 persen dari APBN ini ditujukan untuk meningkatkan SDM berkualitas dan berdaya saing.

“Anggaran pendidikan tahun 2023 sebesar Rp 608,3 triliun menggambarkan 20 persen komitmen tetap dijaga,” kata Sri Mulyani Indrawati di kompleks DPR-RI, Jakarta

Dia merinci, sebesar Rp 233,9 triliun akan digunakan untuk Program Indonesia Pintar. Dana tersebut untuk 20,1 juta siswa dan 976,8 ribu mahasiswa pada program Kartu Indonesia Pintar Kuliah.

Selain itu, Tunjangan Profesi Guru baik untuk yang PNS maupun non-PNS juga tetap akan disediakan. Sementara itu Rp 305 triliun yang disalurkan melalui Transfer ke Daerah ditujukan untuk membiayai operasional sekolah bagi 44,2 juta siswa dan untuk biaya operasional PAUD bagi 6,1 juta peserta didik.

“Kami juga akan tetap memberikan atau mengalokasikan dana cadangan pendidikan yang masuk di dalam pos pembiayaan,” kata dia.

Tak hanya itu, tahun 2023, pemerintah akan menyisihkan Rp 69,5 triliun untuk dana abadi pendidikan. Termasuk dana abadi pesantren, dana abadi riset, dana abadi perguruan tinggi, dan dana abadi kebudayaan.

Adapun beberapa arah kebijakan anggaran pendidikan tahun 2023, antara lain peningkatan akses pendidikan pada seluruh jenjang pendidikan. Caranya melalui perluasan wajib belajar dan bantuan pendidikan, peningkatan kualitas sarana prasarana penunjang kegiatan pendidikan terutama di daerah 3T.

Kemudian penguatan link and match dengan pasar kerja, pemerataan kualitas pendidikan. Tak ketinggalan penguatan kualitas layanan PAUD.

 

Share:

Senin, 26 Desember 2022

Jokowi Telah Sukses Bangun Pondasi Menuju Indonesia Emas 2045

Berbagai upaya yang telah direalisasikan Presiden Joko Widodo diyakini bakal mampu mengantarkan Indonesia menuju masa emas. Jokowi dinilai sukses membangun fondasi sebagai dasar mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Presiden Jokowi memang telah merealisasikan berbagai program dan kebijakan yang utamanya untuk membangun pilar-pilar menuju Indonesia Emas 2045. Mulai dari pembangunan infrastruktur , pemerataan pendidikan, pembangunan SDM hingga melakukan transformasi digital di semua lini kehidupan masyarakat.

Wakil Ketua Umum Kadin DKI Jakarta, Heber simbolon menyampaikan rasa optimisnya akan tercapainya Indonesia Emas 2045. Segala upaya yang telah direalisasikan Jokowi saat ini dinilai mampu menjadi fondasi dasar untuk mewujudkan mimpi besar bangsa Indonesia tersebut.

Rasa optimis Heber, ia sampaikan seusai mengisi seminar bertajuk “Generasi Muda di Era Teknologi: Kerja Sama Mewujudkan Indonesia Emas”. Kegiatan tersebut diselenggarakan di Aula Sekolah Kajian Stratejik dan Global (SKSG) Universitas Indonesia (UI) Salemba.

“Saya optimis bahwa bangsa ini bangsa yang benar. Bangsa yang besar, bangsa yang kuat. Bangsa yang punya fundamental yang tinggi. Saya optimis berbagai upaya pemerintah (Jokowi) akan mengantarkan kita sampai di masa emas nanti pada 2045,” ujar Heber,

Lebih lanjut Heber mengakui bahwa Jokowi telah sukses membangun Indonesia dengan baik. Menurutnya, ada benang merah yang sangat nampak untuk mencapai Indonesia Emas 2045.

“Beliau (Jokowi) memang sudah membangun dengan baik. Ada benang merah yang mau dibawa ke sana (Indonesia Emas),” pungkasnya.

 

Share:

Selasa, 20 Desember 2022

Jokowi Terus Dorong UMKM Indonesia Naik Kelas

Beragam bantuan telah diberikan pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada para pegiat Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), mulai dari pelatihan hingga ketersediaan akses pasar. Hal ini dilakukan untuk mendorong UMKM naik kelas.

Keberpihakan Jokowi pada kemajuan UMKM ini diakui oleh Anggota DPR RI Adisatrya Suryo Sulistio. Menurutnya, Jokowi sangat serius mendorong peningkatan kualitas para pelaku UMKM.

“Kita lihat sekarang ada pendampingan dan pelatihan untuk UMKM. Penjualan dan akses pasarnya juga diperhatikan. Saya rasa ini merupakan bentuk keberpihakan pemerintah pada UMKM,” ujar Adi

Adi juga menuturkan bahwa langkah Jokowi mendorong digitalisasi UMKM adalah kebijakan yang sangat tepat.

Menurutnya di era disrupsi digital seperti sekarang ini, strategi UMKM go digital dapat membuat akses pasar semakin berkembang lebih luas lagi.

“Digitalisasi yang didorong oleh Pak Jokowi sangat penting untuk pelaku usaha. Digitalisasi akan membuat jangkauan lebih luas sehingga produk-produk atau jasa yang dihasilkan UMKM itu lebih bisa tersebar luas dan tepat,” kata Adi.

Lebih lanjut Adi menuturkan bahwa Pemerintahan Jokowi juga menyediakan akses bantuan modal bagi para UMKM yang ingin mengembangkan bisnisnya.

Jokowi bahkan melibatkan Himpunan Bank Negara (Himbara) untuk menyokong keperluan para UMKM.

“Langkah yang dipikirkan Pak Jokowi sangat baik dan tepat menurut saya. Saya sebagai anggota komisi VI sangat mendukung dan mendorong itu,” katanya memungkasi.

 

Share:

Minggu, 18 Desember 2022

Pembangunan SDM Jokowi Sebagai Langkah Indonesia Hadapi Tantangan Dunia

Jakarta Dalam acara Forum CEO 2022 di Istana Negara, Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyebut SDM Indonesia akan melimpah akibat bonus demografi. Sehingga, pengembangkan kemampuan perlu dilakukan.

Terkait hal tersebut, akademisi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon, M. Syafin Soulisa mengatakan, apa yang diambil Presiden Jokowi sudah tepat.

Di mana ada program Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka, salah satunya untuk meningkatkan kualitas SDM.

"Program ini memberikan keleluasaan bagi siswa untuk memilih pelajaran sesuai minat mereka. Kebijakan disusun berdasarkan keinginan dan sangat memprioritaskan kebutuhan siswa, dan itu yang menjadi daya dukung," kata dia

Menurut Soulisa, program Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka ini adalah salah satu investasi terbaik dalam dunia pendidikan, di mana para mahasiswa diberikan kebebasan dalam mengembangkan bakat dan pengetahuan mereka pada keilmuan yang berbeda, hingga mahasiswa mampu menguasai berbagai berbagai ilmu pengetahuan.

"Saya melihatnya begitu, investasi yang cukup bagus dalam dunia pendidikan. Namun, pemerintah harus melihat persiapannya, dalam artian infrastruktur pendukung khususnya di wilayah-wilayah Indonesia Timur," jelas dia.

Menurut Soulisa, Merdeka belajar harus dilihat dari sisi kepentingan mahasiswa. "Karena mahasiswa itu kuliah tapi bisa berkeinginan apa saja," kata dia.

Pernyataan Jokowi

Sebelumnya, dalam acara Forum CEO 2022 di Istana Negara, Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengaku enggan membahas geopolitik maupun kondisi global.

Jokowi mengaku enggan dianggap selalu menakut-nakuti pengusaha hingga masyarakat terkait kondisi global.

"Saya tidak ingin berbicara mengenai problem dunia karena nanti ada yang menyampaikan presiden itu menakut-nakuti saja setiap sambutan," ungkap Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Jumat (2/12).

Sebaliknya, dalam sambutannya kali ini, Jokowi ingin menyampaikan berbagai optimisme di tengah berbagai ancaman dunia. Sebagai bangsa, Indonesia memiliki banyak kekuatan besar. Hanya saja hal ini sering dilupakan.

"Kenapa kita harus optimis? Karena berkali-kali saya sampaikan, kita ini memiliki potensi besar, memiliki kekuatan besar tapi sering kita lupakan," kata dia.

"Kita memiliki SDA, kita memiliki SDM yg nanti akan muncul bonus demografi," sambungnya.

Terkait bonus demografi, Jokowi memperkirakan akan ada 210 juta tenaga kerja produktif. Selain itu, Indonesia juga memiliki pasar yang besar.

"Kita akan memiliki SDM yang nanti akan muncul bonus demografi. 2030 diperkirakan ada 201 juta tenaga kerja produktif," kata dia.

Sehingga negara bisa menjadi fondasi. Apalagi, jumlah penduduk negara kawasan ASEAN di tahun yang sama bisa mencapai 600 juta.

"Inilah kekuatan yang sering tidak kita sadari dan harus saya ingatkan terus," kata dia.

Berbagai kekuatan itulah, tambah Jokowi yang seharusnya diingat dalam membangun strategi besar negara. Strategi besar ekonomi negara agar bisa mencapai visi yang diinginkan.

"Kekuatan inilah yang harus kita ingat-ingat terus dalam rangka membangun sebuah strategi besar bisnis negara," pungkasnya.

 

Share:

Senin, 05 Desember 2022

Perintah Langsung Jokowi! Minta Guru Untuk Meningkatkan Dan Mencetak SDM Yang Lebih UNGGUL!!

Jokowi mendorong para guru untuk meningkatkan kapasitas agar dapat mencetak sumber daya manusia (SDM) Indonesia yang unggul.

Hal tersebut disampaikan Presiden Jokowi saat memberikan sambutan pada Puncak Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-77 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan Hari Guru Nasional Tahun 2022, di Marina Convention Center, Kota Semarang, Jawa Tengah.

“Di tengah arus perubahan yang sangat cepat, Bapak-Ibu Guru dituntut untuk meningkatkan kapasitas, mampu beradaptasi dengan teknologi pendidikan yang semakin canggih, serta menguasai pengetahuan yang baru, menguasai keterampilan yang baru, yang relevan dengan tantangan dan kebutuhan dunia yang berubah sekarang ini sangat cepat sekali, sangat cepat sekali,” ujar Jokowi.

Secara rinci Jokowi menyampaikan sejumlah komponen dari SDM unggul. Komponen pertama adalah penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi serta peningkatan keterampilan teknis yang relevan dengan perkembangan zaman. Jokwi menyebutkan, saat ini para guru diberikan kebebasan agar bisa beradaptasi dengan perubahan zaman yang sangat cepat.

“Guru pun harus selalu meng-update informasi. Dan, proses yang terpenting dalam pengajaran menurut saya saat ini adalah bagaimana proses pengajaran itu agar anak memiliki daya kritis yang baik, sehingga fleksibilitas itu diperlukan. Tidak kaku, harus fleksibel, karena ilmunya berkembang sangat cepat sekali,” ujarnya.

Komponen kedua, mentalitas dan karakter. Jokowi menekankan sikap santun, jujur, budi pekerti yang baik, peduli terhadap sesama, kerja keras, dan mampu bergotong-royong semakin penting untuk diajarkan dan harus terus dibangun.

“Karakter kebangsaan yang kuat, karakter yang Pancasilais, yang moderat, yang toleran, yang tahu mengenai Bhinneka Tunggal Ika, ini juga adalah sebuah keharusan,” tuturnya.

Komponen ketiga, kesehatan jasmani. Jokowi menilai, penguasaan ilmu dan keterampilan yang tinggi yang dimiliki oleh peserta didik akan menjadi sia-sia jika kondisi fisik dan mentalnya tidak sehat.

“Saya ingin mengingatkan untuk kita semuanya, tugas kita adalah mencetak SDM yang unggul, yang unggul prestasi akademiknya, yang unggul keterampilannya, tetapi juga yang unggul karakter sosial dan kebangsaannya, dan unggul pula kesehatan raganya, harus komplet. Ini tugas berat Bapak-Ibu semuanya,” pungkas Jokowi.

 

Share:

Rabu, 19 Oktober 2022

Presiden Jokowi Lepas Pekerja Migran dengan Skema G to G ke Korea Selatan

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) melepas pekerja migran Indonesia (PMI) skema government to government (G to G) ke Korea Selatan di Hotel El Royale, Jakarta, pada Senin (17/10/2022). Dalam sambutannya, Presiden mengaku senang dengan pelepasan tersebut karena PMI yang diberangkatkan merupakan sumber daya manusia (SDM) dengan kompetensi, keterampilan, pendidikan, serta semangat tinggi.

“Saya lihat tadi semangatnya (para PMI) betul-betul sebuah semangat yang optimistis. Saya senang karena Saudara-Saudara ini disiapkan, ada pembekalan, tujuannya jelas,” ujar Presiden.

Kepala Negara juga mengaku senang karena saat ini makin banyak permintaan PMI melalui skema lain seperti private to private dan business to business. Untuk itu, Presiden meminta kementerian/lembaga terkait, dalam hal ini Kementerian Ketenagakerjaan dan Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), untuk menyiapkan permintaan tersebut sehingga tenaga yang dikirimkan betul-betul memiliki keterampilan baik.

“Saya senang ini akan banyak lagi private-to-private, B2B yang permintaannya juga banyak, welder, ngelas, ada permintaan 1.800 (orang). Ini juga kalau tidak disiapkan, ini sebuah keterampilan yang tidak mudah,” lanjutnya.

“Ini tugas besar bagi Bu Menaker dan Pak Kepala BP2MI sehingga betul-betul pekerja-pekerja terampil dengan skill tinggi ini harus benar-benar kita siapkan,” imbuhnya.

Presiden Jokowi menjelaskan, saat ini total PMI yang bekerja di luar negeri mencapai sembilan juta orang, tetapi baru setengah dari jumlah tersebut yang merupakan pekerja legal secara hukum. Terkait hal tersebut, Presiden pun mendorong BP2MI terus bekerja keras mencatat seluruh PMI di luar negeri guna mengurangi adanya pekerja migran melalui jalur ilegal.

“Inilah yang saya tugaskan sejak 2,5 tahun yang lalu kepada Pak Benny Rhamdani agar itu terus dipangkas, dikurangi, dan segera bisa dihilangkan. Semua pekerja migran kita harus tercatat, harus terpantau, harus bisa dilihat di mana dia bekerja, karena ini menyangkut perlindungan, menyangkut keselamatan kita semuanya,” tambahnya.

Di akhir sambutannya, Presiden Jokowi berpesan kepada para PMI untuk bijak dalam menggunakan penghasilan yang telah didapatkan nantinya. Menurutnya, jumlah penghasilan yang didapatkan nanti cukup tinggi, sehingga Kepala Negara mendorong para PMI menyisihkan penghasilannya untuk ditabung dan tidak konsumtif dalam menggunakan penghasilan tersebut.

“Jangan nanti mentang-mentang kita sudah di Korea yang dibeli handphone yang bagus, itu konsumtif hati-hati, beli pakaian yang bagus-bagus, yang bermerek. Masukkan ke rekening ya, ditabung dengan rekening yang jelas,” tandasnya.

Turut hadir dalam acara tersebut yaitu Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah, Kepala BP2MI Benny Rhamdani, Duta Besar RI untuk Republik Korea Gandi Sulistiyanto, dan Duta Besar Republik Korea untuk RI Park Taesung.

 

Share:

Selasa, 27 September 2022

Kartu Sakti Jokowi Percepat Pengembangan SDM

Pengembangan kualitas Sumber Daya Manusia(SDM) dalam negeri memng menjadi fokus sejak awal oleh Presiden Jokowi. Hal ini dibuktikan dengan berbagai program yang diluncurkan untuk mendorong target pengembagan SDM. 

Langkah nyata yang diambil dalam kebijakan Jokowi adalah dengan adanya program kartu sakti seperti Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Indonesia Pintar (KIP), KIP Kuliah, Kartu Keluarga Sejahtera, Kartu Sembako Murah, hingga Kartu Prakerja.

Menurut Ary Egahni Ben Bahat Anggota Komisi III DPR, langkah yang diambil jokowi merupakan sebuah langkah tepat dengan meluncurkan berbagai program kartu sakti. Kehadirannya mampu dirasakan secara langsung dampaknya oleh masyarakat luas dan menyasar langsung ke persoalan sehari-hari itu merupakan dampak positif dari kartu sakti yang dicetuskan Jokowi.

"Dengan kartu-kartu sakti, mampu meningkatkan SDM di Kalimantan Tengah," ungkap Ary di Palangka Raya, Kalteng seperti dikutip dari keterangan tertulis, Minggu (25/9/2022). 

Ary melihat kartu sakti Jokowi bukan hanya berhasil meningkatkan SDM di Kalteng, tapi juga mampu menjawab kebutuhan masyarakat terutama yang kurang mampu. Sejak awal peluncurannya, banyak masyarakat yang terbantu dengan hadirnya kartu sakti tersebut. 

"Benar kartu itu berguna, agar masyarakat Indonesia kehidupannya lebih baik. Semua kartu yang diterbitkan baik dan untuk kesejahteraan masyarakat," kata Ary.

 

Share:

Kamis, 22 September 2022

Jokowi Alokasikan Rp 95 T Atasi Krisis Pangan di 2023

Joko Widodo mengalokasikan Rp 95 triliun dalam mendukung ketahanan pangan nasional untuk pelaksanaan APBN 2023. Salah satu yang akan didorong adalah meningkatkan ketersediaan akses dan kualitas pangan.

Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Isa Rachmatawarta menjelaskan, Jokowi menekankan pengingkatan produktivitas, peningkatan SDM, serta pemanfaatan teknologi dan data. Serta pengembangan dan perkuatan iklim investasi dan logistik pangan serta transformasi sistem pangan nasional yang berkelanjutan lewat anggaran tersebut.

"Belanja negara untuk ketahanan pangan akan disalurkan pada Kementerian Pertanian untuk menjaga keberlanjutan peningkatan produksi komoditas pangan prioritas, pengembangan diversifikasi pangan lokal, penguatan rantai pasok logistik pangan dan food estate," jelas Isa dalam rapat kerja dengan Banggar DPR, Selasa (20/9/2022).

Isa merinci, anggaran ketahanan pangan senilai Rp 95 triliun akan dicapai untuk beberapa hal. Di antaranya kawasan fasilitas penerapan budidaya padi sebanyak 279,55 ribu hektare, kawasan fasilitas penerapan budidaya jagung 40.000 hektare, dan kawasan fasilitas penerapan budidaya kedelai 350.000 hektare.

Berikutnya bantuan alat penangkap ikan ramah lingkungan sebanyak 9.275 unit, bantuan benih dan calon induk ikan 118 juta ekor, dan bantuan sarana peti beku sebanyak 300 unit. Selanjutnya pembangunan bendungan lanjutan 23 unit, dan bendungan baru 7 unit, dan pembangunan jaringan irigasi 6.900 hektare.

Serta rehabilitasi jaringan irigasi untuk 98.700 hektare melalui Kementerian PUPR dan 3.213 hektare melalui Kementerian Pertanian dan tentu tidak terlupakan adalah subsidi pupuk sebanyak 6,6 juta ton.

Isa bilang, anggaran ketahanan pangan sempat mengalami penurunan cukup tajam karena pandemi COVID-19, yang mana di 2020 hanya Rp 73,6 triliun dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 100,2 triliun. Namun kembali meningkat pada tahun 2021.

Secara rinci, anggaran ketahanan pangan pada 2021 sebesar Rp 85,9 triliun atau naik 16,8% dibandingkan anggaran 2020 yang hanya sebesar Rp 73,6 triliun.

 

Share:

Kamis, 01 September 2022

Presiden Jokowi Luncurkan Papua Football Academy

Presiden Joko Widodo meluncurkan Papua Football Academy di Stadion Lukas Enembe, Kabupaten Jayapura, Rabu (31/8/2022) pagi.

Jokowi mengatakan, akademi ini didirikan atas permintaannya kepada PT Freeport Indonesia agar membangun sumber daya manusia di Papua serta merawat fasilitas olahraga yang digunakan pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX tahun lalu.

"Dan saya minta dibangun di Papua akademi sepak bola, dan hari ini sudah terwujud yang namanya Papua Football Academy, karena kita tahu tanah Papua telah melahirkan talenta-talenta yang berbakat," kata Jokowi, dikutip dari tayangan YouTube Sekretariat Presiden.

Menurut Jokowi, Papua Football Academy merupakan wadah bagi anak-anak Papua untuk menjadi legenda sepak bola asal tanah Papua.

Jokowi pun menyebutkan sejumlah nama pemain dan mantan pemain sepak bola asal Papua yang menjadi langganan tim nasional seperti Rully Nere, Yohanes Auri, Aples Tecuari, Alexander Pulalo, Boaz Solossa, Ellie Aiboy, Ramai Rumakiek, dan Ricky Kambuaya.

Ingin seperti mereka, legenda-legenda ini? Jalannya sudah ada di depan anak-anakku semuanya, yaitu Papua Football Academy," kata Jokowi.

"Di mana di sini nanti untuk meraih prestasi anak-anak digembleng kedisiplinan, digembleng pelatihan-pelatihan yang rutin dan terus didampingi oleh coach yang memilki reputasi yang baik," ujar dia.

Mantan wali kota Solo itu berharap, Papua Football Academy dimanfaatkan dengan baik untuk menimba ilmu di bidang sepak bola.

Selain pelatihan sepak bola, Papua Football Academy juga menyiapkan pendidikan formal sehingga para peserta akademi tetap melanjutkan sekolahnya.

"Kita harapkan nanti akan menjadi pemain-pemain bola yang memiliki jiwa percaya diri yang kuat, karakter yang kuat, yang kompetitif, yang sportif, tapi juga pandai dan pintar," kata Jokowi.

 

Share:

Sabtu, 27 Agustus 2022

Jokowi Hadirkan Beragam Solusi Untuk Mengatasi Persoalan Rakyat

Aktivis Pemuda Nasional, Chrisman Damanik menilai kerja Jokowi sangat dirasakan oleh masyarakat.

Sebab menurutnya pemimpin yang bekerja dari hati akan paham isi hati rakyatnya.

"Beliau bekerja dari hati untuk Indonesia masa depan yang betul-betul diperhitungkan di dunia. Kepemimpinan beliau merepresentasikan kehendak rakyat," ucap Chrisman di Universitas Sam Ratulangi Manado, beberapa waktu lalu.

Dia menyebut salah satu yang paling lekat dalam benak masyarakat tentang Jokowi adalah pembangunan infrastruktur.

Sebab melalui pembangunan yang dilakukan secara massif itu berhasil mendongkrak pertumbuhan ekonomi bangsa.

“Ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat dalam menunjang mobilitas orang dan barang. Periode kedua Jokowi membangun SDM. Keduanya akan membawa pada kemajuan,” sebutnya.

"Pembangunan, baik infrastruktur dan pembangunan sumber daya manusia (SDM) menjadi hal penting yang sudah dilakukan," sambung mantan Ketua Umum DPP GMNI ini.

Gaya kepemimpinan seperti Jokowi menurutnya terbilang langka di Indonesia. Sebab tanpa lelah dia senantiasa turun ke daerah untuk mendengar dan merasakan apa yang menjadi keluhan dari rakyatnya.

"Pak Jokowi adalah pemimpin yang mengerti keinginan rakyat, humble, dan sederhana. Pemimpin seperti ini adalah aset bangsa. Beliau memberikan yang terbaik bagi Indonesia," tutur Chrisman.

 

Share:

Definition List

Unordered List

Support