Tampilkan postingan dengan label Krisis Global. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Krisis Global. Tampilkan semua postingan

Selasa, 07 Februari 2023

Jokowi memiliki jurus jitu untuk mengatasi dampak dari resesi global pada tahun 2023

 

Yogyakarta – Nampaknya Jokowi sangat optimis dengan kemampuan Indonesia dalam menghadapi dampak resesi dunia pada 2023 mendatang. Tentu rasa optimis ini bukan hanya sekedar spekulasi belaka tanpa adanya persiapan sama sekali.

Rasa optimisme tersebut muncul karena pengalaman Jokowi dalam menjaga angka laju inflasi Indonesia pada tahun 2022 yang menjadi terbaik dari negara G20. Laju inflasi Indonesia pada tahun 2022 bisa ditekan hingga 4,6% untuk tahunannya. Sedangkan untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia merupakan pertumbuhan ekonomi terbaik negara G20 sebesar 5,7%.

Berkaca pada keberhasilan tersebut Jokowi optimis bisa kembali membawa Indonesia untuk melewati resesi global 2023. Jokowi sudah menyiapkan berbagai macam langkah untuk menekan tinggi laju inflasi di Indonesia salah satunya dengan menjaga stabilitas harga pangan komoditas.

Selain itu Jokowi juga masih terus mendorong perkembangan industri hilirisasi untuk memperkuat ekonomi Indonesia. Berkat hilirisasi Industri yang dicanangkan Jokowi dari tahun 2022 telah memberikan dampak positif untuk ekonomi Indonesia.

Program hilirisasi industri akan didukung kebijakan ekspor bahan mentah untuk mengamankan pasokan bagi industri di dalam negeri.

 

Share:

Selasa, 17 Januari 2023

Pondasi Ekonomi Kita! Indonesia di era Jokowi Berhasil Membangun Pondasi Ekonomi yang kuat

 

Yogyakarta - Sekjen Kornas-Jokowi Akhrom Saleh mendukung upaya Jokowi untuk melawan gugatan Uni Eropa ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) terkait pelarangan ekspor bijih nikel agar lebih fokus melakukan hilirisasi sebelum dilakukan ekspor.

Jokowi menegaskan kepada para menterinya meski kalah dalam gugatan namun upaya banding dan upaya lainnya terus dilakukan demi peradaban yang lebih besar bagi Indonesia.

Tidak gentar ancaman Eropa, Jokowi juga akan melakukan hal yang sama terhadap bauksit, berencana melakukan penyetopan pada Juni 2023 mendatang. Akhrom menilai potensi keuntungan dari penyetopan bauksit juga diprediksi akan menguntungkan Indonesia berkali kali lipat.

Selain itu, Akhrom berharap ketegasan dan keberanian Jokowi dapat ditiru atau diteruskan kebijakan tersebut oleh presiden selanjutnya. Bukan hanya melanjutkan kebijakan hilirisasi tetapi juga melanjutkan pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kalimantan Timur dan program-program lainnya.

Akhrom berpendapat Jokowi telah berhasil menanamkan fondasi bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia kedepan, tugas pemimpin selanjutnya kata Akhrom tinggal melanjutkannya.

 
Share:

Selasa, 10 Januari 2023

Tidak Perlu Diragukan Lagi! Kemampuan Jokowi Dalam Menangani Krisis Sudah Terbukti dan Teruji Tangguh Selamatkan Ekonomi Indonesia Ketika Pandemi Covid-19

Jokowi diakui mampu membawa Indonesia bersiap dalam menghadapi berbagai ancaman krisis global. Pasalnya Jokowi dinilai berhasil memperkuat pilar ekonomi nasional.

Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta, Prof Mudhofir Abdullah mengapresiasi gerak cepat Jokowi dalam melihat ancaman yang bakal menimpa negara-negara dunia. Menurutnya, dengan memperkuat pilar ekonomi nasional, ancaman krisis bisa diatasi.

Mudhofir melihat strategi Jokowi memperkuat pilar ekonomi nasional juga sudah tepat. Yaitu dengan mendorong kemajuan UMKM.

Menurut Mudhofir UMKM adalah penopang pilar ekonomi nasional paling efektif. Melalui UMKM yang maju, Mudhofir optimis Indonesia bisa melewati krisis global yang melanda banyak negara.

Mudhofir mengatakan berbagai program dan kebijakan yang direalisasikan Jokowi sangat berpihak pada UMKM. Sehingga ia berharap UMKM mampu menjadi benteng pertahanan terbaik untuk Indonesia hadapi krisis yang diprediksi bakal terjadi 2023 mendatang.

 

Share:

Selasa, 03 Januari 2023

Kejelian Jokowi dalam menerapkan strategi ekonomi mendapat pengakuan dari kalangan ekonom

 

Pakar ekonomi Universitas Negeri Makassar (UNM), Andika Isma mengakui strategi Presiden Joko Widodo alis Jokowi dalam penguatan ekonomi nasional menghadapi ancaman krisis ekonomi pada 2023 ini. 

Menurutnya, banyak pengamat dan pakar memprediksikan di tahun 2023 akan gelap dan banyak negara dipastikan mengalami resesi. Namun, buat Andika Isma Indonesia masih aman dari ancaman resesi tersebut. 

“Secara eksekusi memang jago sekali ini Jokowi. Kalau yang paling terasa dampaknya itu pas eranya Jokowi. Dia yang buat kebijakan tentang industri pengolahan, menurutnya hasil tambang itu jangan mentahnya saja yang dijual atau diekspor, tapi sudah dikelola atau diolah baru di ekspor supaya makin mahal harganya,” kata Andika Isma

Dikatakan Andika, prospek ekonomi global tahun 2023 akan gelap karena diliputi ketidakpastian yang sangat tinggi. Namun, Indonesia bisa survive dengan kondisi tersebut karena Indonesia tidak bertumpu pada ekspor saja, tetapi juga pada konsumsi domestik. 

“Kondisi indonesia masih cukup baik dan diperkirakan mampu bertahan menghadapi resesi global. Kenapa bisa? karena Indonesia itu berbeda dengan negara-negara lain yang terlalu bertumpu pada ekspor. Perekonomian Indonesia lebih bertumpu pada konsumsi domestik yang diperkirakan terus membaik seiring dengan hilangnya Pandemi,” ujarnya.

Ekonomi Indonesia, kata Andika Isma masih tetap kuat dengan pendapatan ekspor yang cukup tinggi, yakni komoditas pertambangan. “Dari sisi ekspor, Indonesia juga masih akan terbantu dengan tingginya harga komoditas, termasuk mi pertambangan tadi,” ucapnya.

Lebih jauh Andika, Indonesia akan ikut merasakan imbas dari resesi global jika benar-benar terjadi. Tetapi, dampak tersebut tidak terlalu berpengaruh karena harga komoditas akan terus melonjak dan itu secara otomatis menguntungkan Indonesia. 

“Yah 2023, perekonomian Indonesia memang berpotensi mengalami perlambatan, tapi tidak sampai resesi. Resesi nanti tidak menurunkan harga komoditas, tapi malah masih akan tetap tinggi dan otomatis pasti menguntungkan Indonesia,” jelasnya.

“Perkiraannya beberapa pengamat pertumbuhan ekonomi Indonesia melambat, tidak bisa mencapai target di atas 5%. Itu tadi skenario buruknya. Skenario terbaiknya, masih bisa tumbuh di atas 5%. Untuk antisipasi resesi global, pemerintah tetap harus menjaga kepercayaan dirinya pelaku usaha, dan pastikan memang Pandemi benar-benar berakhir sehingga proses pemulihan ekonomi terus berlanjut,” tambahnya.

Andika Isma pun mengakui Indonesia saat ini kecipratan duit triliunan rupiah dari hasil jual bahan tambang mentah sebesar Rp 173,5 triliun atau sekitar 170 persen dan itu melampaui target yang dipatok oleh pemerintah tahun 2022 kemarin. 

“Berdasarkan data, dari Dirjen Minerba Kementerian ESDM, di sana itu mencatat tentang bagaimana Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP), dari sektor pertambangan itu memang sebesar Rp 173,5 triliun. Atau sekitar 170 persen yang melampaui target yang ditetapkan oleh pemerintah yang awalnya targetnya cuma Rp 101,8 triliun, melebihi target menjadi 173,5 triliun,” ungkapnya. 

“Nah, itu data yang diakumulasi berdasarkan laporan per 16 Desember 2022. Bisa dibilang, memang harga komoditas itu memang cemerlang. Harga tersebut terjadi karena terutama kenaikan harga batu bara, yang saat ini meroket harganya di tengah konflik antara Rusia dan Ukraina. Jadi, memang itu penyebab utamanya. Berdasarkan data, terkait pertambangan capaian.

 

Share:

Minggu, 18 Desember 2022

Pembangunan SDM Jokowi Sebagai Langkah Indonesia Hadapi Tantangan Dunia

Jakarta Dalam acara Forum CEO 2022 di Istana Negara, Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyebut SDM Indonesia akan melimpah akibat bonus demografi. Sehingga, pengembangkan kemampuan perlu dilakukan.

Terkait hal tersebut, akademisi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon, M. Syafin Soulisa mengatakan, apa yang diambil Presiden Jokowi sudah tepat.

Di mana ada program Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka, salah satunya untuk meningkatkan kualitas SDM.

"Program ini memberikan keleluasaan bagi siswa untuk memilih pelajaran sesuai minat mereka. Kebijakan disusun berdasarkan keinginan dan sangat memprioritaskan kebutuhan siswa, dan itu yang menjadi daya dukung," kata dia

Menurut Soulisa, program Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka ini adalah salah satu investasi terbaik dalam dunia pendidikan, di mana para mahasiswa diberikan kebebasan dalam mengembangkan bakat dan pengetahuan mereka pada keilmuan yang berbeda, hingga mahasiswa mampu menguasai berbagai berbagai ilmu pengetahuan.

"Saya melihatnya begitu, investasi yang cukup bagus dalam dunia pendidikan. Namun, pemerintah harus melihat persiapannya, dalam artian infrastruktur pendukung khususnya di wilayah-wilayah Indonesia Timur," jelas dia.

Menurut Soulisa, Merdeka belajar harus dilihat dari sisi kepentingan mahasiswa. "Karena mahasiswa itu kuliah tapi bisa berkeinginan apa saja," kata dia.

Pernyataan Jokowi

Sebelumnya, dalam acara Forum CEO 2022 di Istana Negara, Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengaku enggan membahas geopolitik maupun kondisi global.

Jokowi mengaku enggan dianggap selalu menakut-nakuti pengusaha hingga masyarakat terkait kondisi global.

"Saya tidak ingin berbicara mengenai problem dunia karena nanti ada yang menyampaikan presiden itu menakut-nakuti saja setiap sambutan," ungkap Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Jumat (2/12).

Sebaliknya, dalam sambutannya kali ini, Jokowi ingin menyampaikan berbagai optimisme di tengah berbagai ancaman dunia. Sebagai bangsa, Indonesia memiliki banyak kekuatan besar. Hanya saja hal ini sering dilupakan.

"Kenapa kita harus optimis? Karena berkali-kali saya sampaikan, kita ini memiliki potensi besar, memiliki kekuatan besar tapi sering kita lupakan," kata dia.

"Kita memiliki SDA, kita memiliki SDM yg nanti akan muncul bonus demografi," sambungnya.

Terkait bonus demografi, Jokowi memperkirakan akan ada 210 juta tenaga kerja produktif. Selain itu, Indonesia juga memiliki pasar yang besar.

"Kita akan memiliki SDM yang nanti akan muncul bonus demografi. 2030 diperkirakan ada 201 juta tenaga kerja produktif," kata dia.

Sehingga negara bisa menjadi fondasi. Apalagi, jumlah penduduk negara kawasan ASEAN di tahun yang sama bisa mencapai 600 juta.

"Inilah kekuatan yang sering tidak kita sadari dan harus saya ingatkan terus," kata dia.

Berbagai kekuatan itulah, tambah Jokowi yang seharusnya diingat dalam membangun strategi besar negara. Strategi besar ekonomi negara agar bisa mencapai visi yang diinginkan.

"Kekuatan inilah yang harus kita ingat-ingat terus dalam rangka membangun sebuah strategi besar bisnis negara," pungkasnya.

 

Share:

Senin, 12 Desember 2022

Ramuan Jokowi dalam Hadapi Hadapi Krisis Global

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Fraksi Muda Indonesia Dadang Wardana Mas Bakar mengapresiasi pemerataan pembangunan infrastruktur di era Pemerintahan Joko Widodo selama delapan tahun ini sangat baik dan merata di seluruh daerah Indonesia.

Menurutnya, salah satu bukti hasil dari pemerataan pembangunan infrastruktur yang dibangun oleh Presiden Jokowi ini adalah banyaknya investor yang mau berinvestasi di luar Pulau Jawa. Karena, kawasan luar Jawa tidak begitu menjadi konsen para investor untuk berinvestasi.

“Saya menilai pembangunan infrastruktur nasional di era pemerintahan Presiden Jokowi sudah sangat baik dan tepat. Terlebih kepada pembangunan infrastruktur di luar Jawa,” kata Mas Bakar saat dihubungi, Sabtu (10/12/2022).

“Investor sudah berani berinvestasi di luar Pulau Jawa karena bagusnya infrastruktur, terutama infrastruktur transportasi. Itu bukti kemajuan dan kemanfaatan dari pembangunan infrastruktur di bangun Pak Jokowi,” sambungnya.

Mas Bakar pun mencontohkan perubahan besar di daerahnya yakni di Sulsel, dimana Presiden Jokowi berhasil membangun kereta api cepat yang menghubungkan Pare-pare dan Kota Makassar, serta perubahan besar wajah kota Makassar saat ini tak lepas dari karya mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

“Seperti contoh adanya proyek kereta api di pare-pare ke makassar atau jalan layang makassar yang terjadi di periode pak Jokowi, tentu ini adalah hal yang baik. Saya pikir bukan cuma di sulsel, tapi di daerah lain pun juga sama,” ucapnya.

Menariknya, kata Mas Bakar, orang nomor satu di Indonesia itu melibatkan anak-anak muda kompeten dalam membangun bangsa. Buat Mas Bakar langkah tersebut sangat tepat, karena masa depan bangsa Indonesia ada pada generasi muda Indonesia.

“Saya melihat dari kacamata pemuda dengan adanya pembangunan infrastruktur di era pak Jokowi sudah sangat baik, apalagi dengan melibatkan elemen pemuda dalam sejumlah kesempatan. Saya rasa itu adalah langkah yang sudah sangat tepat yang dilakukan pemerintahan Jokowi,” jelasnya.

“Karena pada prinsipnya kan, dalam pembangunan itu sebaiknya juga melibatkan berbagai pihak, termasuk pemuda. Agar indeks Partisipasi pemuda Indonesia terus meningkat,” ungkapnya.

Lebih jauh Tokoh pemuda Sulawesi Selatan (Sulsel) itu mengatakan, meratanya pembangunan infrastruktur di Indonesia ini tidak lepas dari cara Presiden Jokowi menumbuhkan ekonomi dari pusat hingga ke pelosok desa. 

“Meratanya infrastruktur ini juga baik buat pertumbuhan ekonomi nasional. Hilir mudik barang dan jasa dari satu wilayah ke wilayah lain bisa meningkatkan ekonomi masyarakat,” paparnya.

Sebelumnya. Wakil Bupati Lima Puluh Kota, Sumatera Barat (Sumbar) Riski Kurniawan Nakasri mengapresiasi pembangunan infrastruktur nasional di era Pemerintahan Presiden Joko Widodo. Menurutnya, pembangunan era Jokowi berhasil dihadirkan di seluruh daerah.

Riski menuturkan pemerintah pusat sangat serius dalam merealisasikan pemerataan pembangunan. Sehingga infrastruktur terus dikebut mulai dari Sabang sampai Merauke. 

 

Share:

Sabtu, 10 Desember 2022

Jokowi Siap Hadapi Resesi 2023 dengan Lima Langkah Jitu

Presiden Joko Widodo alias Jokowi telah menyiapkan lima jurus untuk menghadapi ancaman resesi tahun depan. Kelima jurus tersebut yakni, mempercepat belanja, menekan inflasi, menggenjot investasi, peningkatan ekspor dan devisa, dan penanganan Covid-19. 

Karena, diprediksi ancaman pelemahan ekonomi global tahun depan sangat nyata setelah sejumlah lembaga internasional seperti IMF dan World Bank memperkirakan situasi ekonomi global akan terasa berat, bahkan disebut akan gelap. 

Bahkan, IMF memprediksi pertumbuhan ekonomi global turun menjadi 2,7 persen, sedangkan World Bank lebih rendah lagi yaitu 0,5 persen. 

Menanggapi hal itu, Anggota Komisi XI DPR RI Puteri Komaruddin mengapresiasi langkah Presiden Jokowi mengantisipasi ancaman resesi. Menurutnya, ancaman resesi ekonomi tahun depan tak lepas dari gejolak perang antara Rusia-Ukraina dan pandemi COVID-19 yang belum selesai.

“Ini tak lain karena pandemi yang belum berakhir, namun kemudian dunia kembali dihadapkan dengan tantangan lain seperti konflik Rusia-Ukraina yang berkepanjangan. Di mana, ketegangan ini memicu peningkatan risiko berupa krisis pangan, energi, hingga pupuk. Bahkan, situasi ini juga memicu lonjakan inflasi di sejumlah negara maju, seperti AS,” kata Puteri melalui siaran persnya, Kamis (8/12/2022).

Menurut Puteri, di tengah risiko pelemahan ekonomi global, ekonomi Indonesia justru masih tetap tangguh dan tahan banting. Menguatnya ekonomi Indonesia ini bisa lihat pada kuartal III-2022, pertumbuhan ekonomi Indonesia mampu tumbuh 5,7 persen, atau terus melanjutkan tren peningkatan sejak kuartal pertama, dan diprediksi akan tumbuh di atas 5 persen pada kuartal IV-2022. 

“Selain itu, inflasi kita yang masih cukup stabil dan terkendali. Ini tentu menjadi modal kita untuk tetap optimis dalam menghadapi risiko pelemahan ekonomi global tahun depan,” ujarnya.

“Bahkan, sejumlah lembaga internasional memperkirakan ekonomi Indonesia masih mampu tumbuh sekitar 4,8 - 5,1 persen. Artinya, prospek ekonomi kita semakin cerah dan berpotensi besar untuk terhindar dari perkiraan resesi,” sambungnya.

Dikatakan Politisi Partai Golkar ini, menguatnya ekonomi Indonesia ini tak lepas dari gerak cepat pemerintah yang memberikan perhatian serius kepada para pelaku usaha. 

“Ini tidak terlepas dari pulihnya konsumsi dalam negeri yang diindikasikan indeks keyakinan konsumen yang berada di level optimis, serta menggeliatnya dunia usaha. Bekal ini diharapkan mampu menjaga kinerja perekonomian kita dalam menghadapi dinamika global,” ungkapnya.

Menariknya, lanjut Puteri, secara teknis Indonesia saat ini tidak mengalami resesi, karena jika Indonesia mengalami resesi apabila pertumbuhan PDB yang minus selama dua kuartal berturut-turut, tetapi Indonesia malah meningkat di dua kuartal terakhir.

“Justru saat ini ekonomi kita masih mampu tumbuh positif di atas 5 persen selama dua kuartal terakhir. Capaian ini bahkan lebih tinggi dibandingkan AS, Uni Eropa, Tiongkok, maupun Singapura,” jelasnya.

“Karenanya, hal ini juga perlu diantisipasi dan direspon Pemerintah untuk segera mengatasi dampak hambatan dari pelemahan ekonomi negara lain, khususnya yang menjadi mitra dagang utama terhadap keberlangsungan industri dalam negeri, terutama industri yang padat karya,” tandasnya.

Presiden Joko Widodo alias Jokowi sebelumnya telah menginstruksikan pembantunya (Menteri) menghadapi 2023. Instruksi yang diberikan secara umum bertujuan untuk mempersiapkan strategi menghadapi akhir tahun, serta 2023 mendatang. 

Beberapa hal yang disinggung adalah kewaspadaan bencana, potensi turunnya ekspor Indonesia, hingga bagaimana menjaga perekonomian di tengah ketidakpastian global. 

"Kuncinya kolaborasi antar kementerian dan lembaga, jangan terjebak ego sektoral. Segera konsolidasi data dan pelaksanaan untuk implementasinya," kata Jokowi. 

 

Share:

Rabu, 07 Desember 2022

Jokowi Perintahkan Tito Karnavian Buat Strategi Hadapi Inflasi

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengaku diminta Presiden Joko Widodo atau Jokowi untuk mengendalikan inflasi seperti saat pemerintah menangani Covid-19. Jokowi ingin isu inflasi menjadi prioritas utama di tengah gelapnya situasi global saat ini.

"Setiap minggu dibahas, evaluasi, sehingga kita semua tetap aware, tetap peduli, fokus, dan menjadi skala prioritas," ujar Tito dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi di kantornya, Jakarta Pusat, Senin, 5 Desember 2022.

Tito menjelaskan kenaikan inflasi harus dimitigasi secara intensif di tengah ancaman resesi yang diperkirakan terjadi tahun depan. Berbagai krisis, seperti energi dan pangan, bergulir karena situasi geopolitik antara Rusia dan Ukraina terus memanas. Alhasil, Indonesia terkena imbasnya. Harga-harga barang diprediksi akan semakin meroket. 

Kendati situasi global masih suram, inflasi Indonesia pada November 2022 berada di angka 5,42 persen atau turun dari 5,71 persen pada Oktober. Tito pun mengatakan angka inflasi Indonesia termasuk dalam peringkat dua terendah di bawah Jepang.

Tren yang positif itu membuatnya optimistis Indonesia dapat mempertahankan posisinya dengan mencegah lonjakan harga di akhir tahun ini. Dia meminta agar pemerintah daerah melakukan upaya untuk mengantisipasi ledakan inflasi di wilayah masing-masing.

Tito turut mengimbau masyarakat untuk membeli kebutuhan secukupnya di akhir tahun ini. Tujuannya agar ketersediaan stok di pasar tidak terganggu dan harga tetap terjaga. 

Sebelumnya, Jokowi mengklaim upaya pemerintah mengendalikan inflasi di Tanah Air sudah detail dan cukup berhasil. Jokowi yakin tidak ada negara lain yang melakukan kerja sedetail Indonesia dalam menekan inflasi. Sebab, pada umumnya, negara-negara lain dalam mengendalikan kenaikan harga barang dan jasa hanya bertindak melalui bank sentral yang menaikkan suku bunga.

"Tapi kita tidak hanya urusan menaikkan suku bunga yang itu menjadi kewenangan dari Bank Indonesia, tetapi dalam praktik riil kita juga langsung masuk ke sumbernya, yaitu apa? Kenaikan (harga) barang dan jasa," ucap Jokowi.

Jokowi pun telah memberikan kewenangan kepada daerah untuk menggunakan Dana Transfer Umum (DTU) sebesar dua persen dan juga pos anggaran belanja tidak terduga di postur APBD masing-masing untuk membiayai upaya-upaya pengendalian inflasi.

 

Share:

Jumat, 02 Desember 2022

Pesan Jokowi: Indonesia Optimis Serta Waspada Hadapi Kondisi Global 2023

 

Jokowi menyampaikan bahwa bangsa Indonesia harus tetap optimistis namun tetap hati-hati dan waspada dalam menghadapi kondisi global di tahun 2023 yang masih penuh ketidakpastian dan sulit diprediksi. Dalam melakukan perumusan kebijakan, Jokowi menekankan agar sinergi fiskal dan moneter terus diperkuat sehingga kebijakan atau policy ekonomi nasional yang dihasilkan memberikan manfaat yang besar bagi rakyat dan negara dalam memperkuat ketahanan dan kebangkitan ekonomi nasional.

“Kita semuanya harus optimis tahun depan tetapi tetap harus hati-hati, harus waspada setiap membuat policy, fiskal moneter harus selalu berbicara, harus selalu berdampingan sehingga semua policy yang ada itu betul-betul bermanfaat bagi rakyat dan negara,” ujar Jokowi saat berbicara di Pertemuan Tahunan Bank Indonesia Tahun 2022, di Assembly Hall Jakarta Convention Centre, Jakarta.

Jokowi pun menekankan tiga hal yang harus menjadi perhatian dalam menghadapi kondisi global tersebut.

Pertama, adalah ekspor. Kepala Negara menyampaikan, nilai ekspor Indonesia yang tahun lalu dan sekarang melompat sangat tinggi dapat mengalami penurunan di tahun mendatang terdampak situasi perekonomian di sejumlah mitra dagang Indonesia, seperti Tiongkok dan Uni Eropa.

“Problem di Tiongkok yang belum selesai sehingga ekonomi mereka juga turun karena policy nol COVID-19. Kemudian di Uni Eropa juga sama. Pelemahan ekonomi pasti, resesinya kapan, tinggal ditunggu saja, kita tunggu saja tapi pelemahan ekonomi pasti. Di Amerika juga sama, Fed Funds Rate terus naik. Artinya, itu mengerem pertumbuhan, artinya ekonominya pasti akan melemah. Ekspor kita ke sana juga gede banget, ekspor kita ke Tiongkok/Cina itu gede banget, ke Uni Eropa juga gede. Oleh sebab itu, hati-hati,” ujarnya.

Kedua, adalah investasi. Jokowi menilai, upaya reformasi struktural yang dilakukan oleh Indonesia mendorong timbulnya kepercayaan dari para investor. Hal ini, imbuh Jokowi, harus diikuti oleh implementasi yang benar di lapangan.

“Dilihat bahwa kita memang ingin membangun sebuah cara-cara kerja baru, kita ingin membangun sebuah mindset baru, itulah yang menimbulkan trust dan kepercayaan terhadap kita. Tapi hati-hati, masih perlu policy-policy yang kita reform, dan perlu pelaksanaan di lapangan yang benar,” ujarnya.

Di tahun 2023 Negara menargetkan investasi sebesar Rp1.400 triliun atau meningkat dari tahun 2021 yang sebesar Rp900 triliun dan tahun 2022 sebesar Rp1.200 triliun. Meski tidak mudah karena semua negara berebut investasi, Kepala Negara meyakini pemerataan pembangunan yang dilakukan di seluruh tanah air akan mampu menarik minat para investor untuk menanamkan modal di Indonesia.

“Saya titip tadi kepada seluruh kementerian, kepada gubernur, kepada bupati, kepada wali kota, jangan sampai ada yang mempersulit, mengganggu capital inflow/arus modal masuk dalam rangka investasi ini. Karena ini menjadi salah satu kunci pertumbuhan ekonomi kita,” kata Presiden.

Jokowi menambahkan, pemerataan pembangunan juga berdampak besar pada peningkatan titik-titik pertumbuhan ekonomi baru sekaligus investasi di luar Jawa, seperti di kawasan pariwisata Mandalika di Nusa Tenggara Barat, Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur, dan Morowali di Sulawesi Tengah.

“Tadi saya mendapatkan laporan bahwa sekarang investasi di luar Jawa itu sudah lebih besar dari Pulau Jawa. Dulu biasanya angkanya 70:30, Jawa 70, luar Jawa 30, sekarang luar Jawa sudah 53 persen, luar Jawa sudah 53 persen. Inilah menurut saya keberhasilan membangun infrastruktur yang diikuti menumbuhkan titik-titik pertumbuhan ekonomi baru dan diikuti oleh investasi yang menuju ke luar Jawa,” tuturnya.

Ketiga, Jokowi menekankan pentingnya untuk menjaga konsumsi rumah tangga yang sangat berdampak pada produk domestik bruto (PDB) nasional.

“Hati-hati mengenai pasokan pangan, hati-hati mengenai pasokan energi, yang harus betul-betul kita jaga agar konsumsi rumah tangga ini tetap tumbuh dengan baik, sehingga growth kita akan sesuai dengan target yang telah kita buat,” tandasnya. 

 

Share:

Rabu, 16 November 2022

Kolaborasi Jalan Terbaik Selamatkan Krisis Dunia

Jokowi menegaskan pentingnya berkolaborasi sebagai sebuah jalan untuk menyelamatkan dunia. Hal itu disampaikan Jokowi saat membuka KTT G20 di Nusa Dua, Bali.

"Kita tidak ada pilihan lain, paradigma tentang kolaborasi adalah yang sangat-sangat dibutuhkan untuk menyelamatkan dunia," kata Jokowi

Jokowi menggarisbawahi, mengemban tanggung jawab terhadap umat manusia bukan hanya ada di pundak orang per orang, tetapi di seluruh dunia.

"Tanggung jawab berarti menghormati tentang hukum dan prinsip-prinsip yang telah dicanangkan oleh Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB). Bertanggungjawab juga berarti mencari win-win sollution yang tidak membuat satu dan lain dirugikan," tegas Jokowi.

Dia berharap, KTT G20 dapat menciptakan jawaban atas krisis glonal yang tengah dialami dunia saat ini. Jokowi percaya, dengan kekompakan antarpihak pemangku kepentingan, maka hal itu bukan menjadi mustahil.

"Indonesia telah berupaya semaksimal mungkin untuk menjembatani perbedaan yang sangat dalam, yang sangat lebar. Namun, keberhasilan hanya akan dapat tercapai jika kita semua, tanpa terkecuali, berkomitmen, bekerja keras, menyisihkan perbedaan-perbedaan untuk menghasilkan sesuatu yang konkret, sesuatu yang bermanfaat bagi dunia," kata Jokowi.

 

Share:

Dunia Sedang Alami Tantangan Luar Biasa

Joko Widodo di hadapan para pemimpin dan delegasi Group of Twenty (G20) di Bali, Selasa, menekankan kembali bahwa dunia saat ini tengah mengalami tantangan luar biasa krisis terus berulang.

"Dunia sedang mengalami tantangan yang luar biasa. Krisis demi krisis terjadi. Pandemi Covid-19 belum usai, rivalitas terus menajam, perang terjadi," kata Jokowi dalam pidato pembukaan KTT G20 Sesi I yang membahas kondisi ekonomi global, ketahanan pangan, dan energi, di The Apurva Kempinski Bali, Nusa Dua.

Dia menyampaikan dampak berbagai krisis tersebut terhadap ketahanan pangan, energi, dan keuangan sangat dirasakan dunia terutama negara berkembang.

Sebagai contoh, soal pupuk, Kepala Negara menekankan agar persoalan pupuk ini tidak disepelekan. Sebab jika tidak segera diambil langkah konkret, agar persediaan pupuk tercukupi dan harga terjangkau, maka tahun 2023 akan menjadi tahun yang lebih suram.

Krisis dapat semakin memburuk menjadi krisis pasokan pangan, karena kelangkaan dan mahalnya harga pupuk dapat meningkatkan harga pangan di berbagai belahan dunia.

"Bagi 48 negara berkembang dengan tingkat kerawanan tertinggi, akan menjadi kondisi yang sangat serius," terang Jokowi.

Jokowi juga menyampaikan bahwa mata seluruh dunia tertuju pada Forum G20. Dia menegaskan KTT G20 harus berhasil dilaksanakan dan tidak boleh mengalami kegagalan, guna menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi dunia.

"Namun keberhasilan hanya dapat tercapai apabila kita semua tanpa terkecuali berkomitmen bekerja keras menyisihkan perbedaan-perbedaan untuk menghadirkan sesuatu yang konkret yang bermanfaat bagi dunia," jelasnya.

 

Share:

Minggu, 13 November 2022

ASEAN-RRT Mitra Komprehensif Hadapi Krisis Global

Joko Widodo mendorong ASEAN dan Republik Rakyat Tiongkok (RRT) sebagai mitra Komprehensif Strategis memastikan krisis global yang tengah terjadi saat ini tidak menjalar di kawasan. Disampaikan pada pengantar KTT ASEAN –RRT ke-25, di Hotel Sokha, Phnom Penh pada Jumat.

“Hal pertama yang harus kita tangani adalah ketahanan pangan. Dengan lebih dari 2 miliar penduduk, menjamin ketersediaan dan keterjangkauan pangan merupakan tugas berat bagi ASEAN dan RRT. Ketahanan pangan kawasan harus menjadi prioritas utama,” ucap Jokowi

Dalam KTT yang dihadiri pemimpin ASEAN dan Premier RRT Li Keqiang, Jokowi mengatakan, kawasan masih rentan terhadap supply shocks produk pangan. ASEAN sendiri mengeluarkan 61 miliar dolar AS untuk impor pangan, dan merupakan salah satu konsumen terbesar gandum dan kedelai dunia.

“Saya melihat RRT memiliki kapasitas besar perkuat strategi ketahanan pangan. Kita harus bekerja amankan rantai pasok dan stabilisasi harga pangan. Saya berharap ASEAN – RRT dapat berkolaborasi dalam memastikan buffer cadangan pangan dan mekanisme daurat pangan kawasan, mengembangkan produksi pangan di kawasan, dan investasi pada inovasi pertanian,” ujarnya.

Hal kedua menurut Kepala Negara adalah stabilisasi finansial kawasan. Jokowi menambahkan, ancaman resesi merupakan tantangan besar bersama dan di tengah situasi sulit seperti saat ini justru kerja sama harus semakin erat.

“Koordinasi kebijakan menjadi penting, melalui sinergi kebijakan kita dapat memastikan langkah yang paling efektif cegah resesi serta memperoleh early warning dan dukungan likuiditas,” katanya.

Terakhir, Jokowi juga mendorong perdamaian dan stabilitas kawasan harus dijaga dan konflik tidak boleh terjadi. Sebagai negara besar di kawasan, RRT punya tanggung jawab untuk ciptakan situasi kondusif. Hal tersebut, menurut Jokowi hanya bisa dicapai dengan membangun strategic trust dan penghormatan terhadap hukum internasional, termasuk UNCLOS 1982.

“Kedua hal ini harus menjadi pegangan kita, dalam mengelola rivalitas di kawasan dan menyelesaikan isu Laut China Selatan. Jika ini dapat kita bangun, maka kita dapat mewujudkan kawasan Indo-Pasifik sebagai epicentrum of growth,” pungkas Jokowi.

 

Share:

Selasa, 08 November 2022

Tuntutan Aksi 411 Itu Absurd Sekali

Tuntutan massa aksi 411 agar Joko Widodo mundur dari jabatannya sangat absurd dan tidak berdasar. Karena saat ini masyarakat tahu bahwa negara sedang bekerja keras untuk selesaikan pandemi Covid-19 dan berbagai masalah-masalah akibat ketidakpastiaan global. Ujar DEPUTI IV Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Juri Ardiantoro, Jakarta Pada Senin.

"Tuntutan ini selalu mereka sampaikan secara berulang-ulang. Ini menandakan bahwa tuntutan itu sangat absurd, tidak berdasar, dan tidak nyambung dengan kebutuhan masyarakat," kata Juri

Juri menjelaskan saat ini masyarakat mengetahui bahwa pemerintah sedang bekerja keras untuk menyelesaikan pandemi COVID-19 dan mengantisipasi berbagai dampak masalah akibat ketidakpastian global seperti krisis pangan, energi, dan krisis keuangan. Di saat yang sama, kata Juri, negara juga terus melanjutkan program-program prioritas nasional untuk membawa kemajuan lebih cepat bagi Indonesia.

"Jadi kalau tuntutannya Jokowi mundur, sudah pasti tidak akan dihiraukan oleh masyarakat dan dianggap hanya membuat kegaduhan saja," ucap Juri.

Juri juga menilai aksi dari kelompok masyarakat yang melakukan demo 411 tersebut, sebenarnya sebuah konsolidasi politik berbalut demonstrasi yang sangat kontraproduktif dan tidak mendidik masyarakat.

"Ini bentuk konsolidasi politik yang dilakukan di jalanan. Sebaiknya konsolidasi dilakukan dengan mencari dukungan politik. Berikan hal-hal yang baik dan dibutuhkan oleh masyarakat, bukan dengan memanfaatkan momen-momen seperti ini yang justru mengganggu kepentingan masyarakat," ujar Juri.

Massa aksi 411 atau 4 November, pada Jumat, memadati kawasan Tugu Arjuna Widjaja, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, sejak siang. Massa mulai berkumpul di kawasan tersebut sejak siang setelah melakukan pawai dari kawasan Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat usai Shalat Jumat. Mereka melakukan aksi untuk menyuarakan sejumlah tuntutan kepada kepala negara. Kepolisian Daerah Metro Jakarta Raya (Polda Metro Jaya menyatakan sebanyak 3.790 personel gabungan TNI, Polri, dan Pemprov DKI Jakarta bersiaga mengamankan unjuk rasa yang berlangsung di Jakarta pada Jumat ini. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Endra Zulpan dalam keterangannya di Jakarta, mengatakan ada dua unjuk rasa yang berlangsung pada Jumat ini yang pertama ada demo 411 di Bundaran Patung Kuda, dan aksi massa buruh di kantor Kemenakertrans. Terkait aksi tersebut, Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya telah melakukan pengalihan arus lalu lintas di kawasan Istana Kepresidenan dan Monas dalam rangka pengaman aksi demo.

 

Share:

Senin, 07 November 2022

Jokowi Lega, Momok yang Ditakutkan itu Mulai Jinak

Momok seram yang amat ditakuti oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) yakni Inflasi kini mulai menjinak. Bahkan hingga akhir tahun, inflasi bisa terealisasi di bawah perkiraan.

Hal ini disampaikan oleh Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), Kamis (3/11/2022).

"Semula waktu penyesuaian harga BBM, inflasi Oktober bisa mencapai 6,1% (year on year/yoy). Tapi sekarang realisasinya 5,7%. Akhir tahun semula 6,1% dan dengan realisasi ini bisa lebih rendah 6,3% akhir tahun," jelasnya

Sementara itu inflasi inti pada Oktober 2022 mencapai 3,31% year on year (yoy). Menurut Perry, realisasi tersebut juga lebih rendah dari perkiraan sebelumnya 3,7%.

"Ini inflasi inti lebih rendah. Di akhir tahun inflasi inti bisa mencapai 4,3%, dengan realisasi inflasi bisa lebih rendah dari 4,3%," ujarnya.

Terkendalinya inflasi, kata Perry merupakan hasil koordinasi BI dengan pemerintah pusat dan daerah, khususnya dalam kelompok pangan seperti cabai, bawang, telur ayam dan daging ayam. Di samping itu, inflasi terkendali akibat stabilisasi nilai tukar rupiah. "Inflasi pangan yang deflasi jadi faktor positif," kata Perry.

 

Share:

Selasa, 25 Oktober 2022

Jokowi, Sri Mulyani, Luhut Sepakat: Badai Besar Akan Datang

Presiden Joko Widodo (Jokowi), Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan sepakat, ekonomi global akan menghadapi badai besar.

Para petinggi negara di Indonesia ini mengungkapkan situasi dunia yang terancam krisis mengerikan dan mengancam pemulihan ekonomi Indonesia.

Mereka meminta masyarakat dan semua pihak menyiapkan diri agar tekanan yang dihadapi bisa diantisipasi lebih dini.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan bahwa kondisi dunia dalam 'awan gelap' dan badai besar yang akan menghadang pada tahun depan.

"Tahun ini sulit dan tahun depan sekali lagi saya sampaikan akan gelap, dan kita tidak tahu badai besarnya seperti apa sekuat apa tidak bisa dikalkulasi," kata Jokowi saat Pengarahan Presiden kepada seluruh Menteri/Kepala Lembaga, Kepala Daerah, Pangdam dan Kapolda di JCC, Jakarta, dikutip Minggu (23/10/2022).

Jokowi memaparkan soal krisis di sektor finansial, termasuk krisis mata uang menghantam negara-negara seperti Inggris. Indonesia termasuk negara yang juga mengalami pelemahan rupiah akibat pengetatan likuiditas global.

Di sisi lain, perang Rusia dan Ukraina tidak jelas kapan selesai.

"Apalagi urusan perang di Ukraina lebih sulit lagi dihitung kapan selesainya, referendum yang kemarin dilakukan di 4 wilayah Ukraina, di Donetsk, Luhansk, Zaporizhzhia, Kherson makin merumitkan lagi kapan akan selesai dan imbasnya ke ekonomi seperti apa makin rumit," ujar Jokowi.

Lebih lanjut, Presiden Jokowi mengingatkan momok terbesar saat ini oleh semua negara di dunia, yaitu inflasi.

"Saya sampaikan momok pertama semua negara saat ini inflasi, inflasi semua negara biasanya hanya 1 sekarang 8, lebih dari 10 dan bahkan ada lebih dari 80%, ada 5 negara," kata Jokowi lagi.

Jokowi berpesan pemerintah pusat dan daerah harus kompak dan harus bersatu dari pusat provinsi kabupaten kota sampai ke bawah dan semua kementerian lembaga.

"Seperti saat kita kemarin menangani Covid, kalau Covid bisa bersama-sama urusan inflasi ini kita harus bersama-sama," katanya.

Kemudian, pesan tajam juga datang dari Bendahara Umum Negara. Sri Mulyani Indrawati membagikan tiga ancaman global yang patut diperhitungkan.

Pertama adalah mengenai pandemi covid-19 yang belum sepenuhnya berakhir. Banyak negara kini masih dihadapkan dengan penambahan kasus baru dan terjerat luka memar atau scaring effect pasca pandemi.

"Luka dalam perekonomian yang sangat berbeda sekali dengan luka akibat global financial crisis 2008-2009. Atau kalau untuk Indonesia pengalaman 97-98 yaitu financial crisis di asia tenggara, termasuk di negara kita," kata Sri Mulyani dalam acara UOB Economic Outlook, dikutip Jumat (30/9/2022).

Kedua, perubahan iklim. Dia menegaskan masalah ini bukan akan terjadi di masa depan, melainkan sudah terasa saat sekarang.

"Ini gak bisa climate tunggu sedang konsolidasi fiskal, rakyat lagi kena scaring effect karena pandemi, kamu ke sana dulu ke kutub utara gak juga, dia touch dimana saja. dan kita sudah lihat di semua negara climate change yang tidak ringan," paparnya.

Ketiga adalah perang. Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang sudah bertemu dengan banyak pimpinan dunia, termasuk Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy, tidak dapat memastikan kapan perang akan berakhir.

"Geopolitik tension dari negara-negara yang menguasai ekonomi mayoritas dunia, AS adalah negara terbesar ekonomi, China kedua ekonominya dan Eropa region atau Rusia negara yang tidak kecil. Jadi tensi tinggi perang jelas jadi suatu ketidakpastian," ujarnya.

Keseluruhan persoalan ini, menurut Sri Mulyani, tidak hanya akan berdampak pasar keuangan. Akan tetapi juga menyasar sisi yang dibutuhkan masyarakat umum, seperti energi hingga pangan.

"Ketiga ketidakpastian ini berikan perspektif, bahwa risiko ini is not financial only," tegas Sri Mulyani.

'Perfect Storm'

Hal senada disampaikan Menko Luhut dalam kesempatan berbeda. Menko bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan bahwa Indonesia saat ini menghadapi tantangan akibat efek domino dari tensi geopolitik yang masih terus memanas dan tidak bisa diprediksi kapan berakhir.

Oleh karena itu, dia mengimbau langkah terus strategis dilakukan untuk memitigasi risiko yang dapat terjadi.

"Dari berbagai laporan yang kami lihat, kondisi geopolitik ini masih sangat berpengaruh dalam beberapa waktu ke depan. Dan tidak bisa dihindari, akan menekan dunia secara global," kata Luhut saat Pertemuan Presiden dengan Kementerian/ Lembaga, Kepala Daerah, BUMN, Pangdam, Kapolda, Kajati Seluruh Indonesia di Jakarta, Kamis (29/9/2022).

Menurut Luhut, berbagai indikator menunjukkan perekonomian Indonesia masih semakin membaik. Namun, dia mengingatkan harga pangan harus menjadi sorotan.

"Harga pangan strategis masih perlu jadi perhatian pasca-penyesuaian harga BBM," kata Luhut.

Luhut pun memaparkan, perkembangan indeks harga konsumen di bulan Agustus 2022 yang melambat menjadi 4,69% seiring terkendalinya inflasi volatile food.

Menurutnya, hal itu sejalan dengan peningkatan pasokan dari sentra produksi dan kerja keras tim pengendali pusat dan daerah.

Sebelumnya, Luhut juga berbagi pesan soal 'hantu' resesi dunia. Dia bahkan menyebutnya sebagai 'perfect storm' atau badai yang sempurna. Luhut meminta semua pihak kompak menghadapinya.

"Sekali lagi saya imbau tetap rapatkan barisan kita untuk hadapi perfect storm yang sekarang ini sudah mulai terlihat ekonomi dunia terguncang dimana AS akan menaikkan terus suku bunga," kata Luhut.

Dia pun bersyukur tidak ada antrean masyarakat untuk mendapatkan makanan.

"Kita sampai hari ini gak ada yang antre makan. Kalau kita lihat di London sekarang itu banyak market-market yang kosong, jadi kenapa? Mereka gak mau impor dari China. terus selama ini produksi dari China, mereka belum siap," ungkap Luhut.

 

Share:

Jumat, 21 Oktober 2022

Indikator Ekonomi Baik, Presiden: Negara Kita Harus Tetap Optimistis

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengajak semua pihak untuk tetap optimistis dalam menghadapi ketidakpastian dan krisis global karena sejumlah indikator perekonomian berada pada posisi yang baik.

Hal tersebut disampaikan Presiden Jokowi saat membuka Trade Expo Indonesia (TEI) ke-37 yang diselenggarakan di Indonesia Convention Exhibition (ICE), Bumi Serpong Damai City (BSD City), Tangerang, Banten, Rabu (19/10/2022).

“Kita semuanya harus tetap optimis meskipun lembaga-lembaga internasional menyampaikan bahwa tahun ini sulit, tahun depan akan gelap. Silakan negara-negara lain, negara kita harus tetap optimistis. Tetapi memang harus waspada, harus hati-hati karena badainya itu sulit dihitung, sulit diprediksi, sulit dikalkulasi akan menyebar sampai ke mana, imbasnya ke kita seperti apa,” ujar Presiden.

Di tengah resesi yang mengancam sejumlah negara, perekonomian Indonesia pada kuartal II-2022 masih dapat tumbuh sebesar 5,44 persen.

“Kita patut bersyukur bahwa di tengah-tengah krisis, di tengah-tengah resesi, Indonesia di kuartal kedua masih tumbuh 5,44 persen. Ini wajib kita syukuri. Kita termasuk negara yang memiliki growth/pertumbuhan ekonomi yang paling tinggi di antara negara-negara G20 maupun negara-negara lainnya,” ujarnya.

Dari segi inflasi, pada bulan Agustus inflasi di tanah air masih terkendali pada angka 4,6 persen sementara kuartal II 4,9 persen. Tingkat inflasi Indonesia juga relatif lebih baik dari sejumlah negara di dunia.

“Karena kenaikan BBM kemarin inflasi naik sedikit 5,9 persen, masih bisa kita kendalikan,” ujarnya.

Sementara dari sisi neraca perdagangan, Indonesia berhasil mencatatkan surplus selama kurun waktu 29 bulan.

“Tadi sudah disampaikan oleh Pak Zul, Menteri Perdagangan, dari Januari-September surplus kita mencapai 39,8 miliar Dolar AS. Ini jumlah yang tidak sedikit,” tuturnya.

Rasa optimisme terhadap perekonomian Indonesia juga ditunjukkan oleh lembaga internasional. Presiden Jokowi pun mengutip ucapan Managing Director Dana Moneter Internasional (IMF) Kristalina Georgieva yang menyebutkan bahwa Indonesia adalah titik terang di tengah-tengah kesuraman ekonomi dunia.

“Ini yang ngomong bukan kita lho ya, Kristalina, Managing Director-nya IMF, titik terang di antara kesuraman ekonomi dunia. Kan bagus kalau banyak yang menyampaikan seperti itu, sehingga trust/kepercayaan global terhadap kita akan semakin baik,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Presiden juga menyampaikan keyakinannya bahwa perekonomian Indonesia mampu tumbuh di atas lima persen.

“Saya masih meyakini di kuartal ketiga ini kita juga masih tumbuh di atas 5 [persen] atau di atas 5,4 [persen]. Karena angka-angka yang kita lihat, neraca dagang kita bulan yang lalu masih surplus 5,7 persen, kredit tumbuh 10,7 persen, indeks kepercayaan konsumen masih di angka 124,7 persen. Semuanya masih pada kondisi yang baik-baik. Tetapi sekali lagi, dalam kondisi yang sangat-sangat sulit seperti ini kerja keras adalah kuncinya,” pungkasnya.

 

Share:

Definition List

Unordered List

Support