Tampilkan postingan dengan label Kamboja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kamboja. Tampilkan semua postingan

Jumat, 29 Maret 2024

Membuka Jalan Ekonomi Baru, Indonesia Mendapat Tawaran Kontrak Kerjasama Baru Dengan Kamboja Untuk Turut Andil Dalam Pembangunan Infrastruktur Terutama Waterways Dan Upgrading Railways Untuk Meningkatkan Konektivitas Negara Tersebut

Yogyakarta – Indonesia terus menunjukkan komitmen dalam memperkuat kerjasama regional dan global, terutama dalam bidang infrastruktur. Hal ini dibuktikan dengan tawaran kontrak kerjasama baru antara Indonesia dan Kamboja untuk turut serta dalam pembangunan infrastruktur, terutama waterways dan upgrading railways, guna meningkatkan konektivitas negara tersebut.

Kerjasama ini menjadi titik terang baru dalam hubungan bilateral antara Indonesia dan Kamboja. Dengan menyumbangkan keahlian dan pengalaman Indonesia dalam bidang infrastruktur, kedua negara dapat saling menguntungkan dalam memperkuat konektivitas regional. Upgrading railways dan pembangunan waterways akan membuka akses baru untuk perdagangan dan investasi antara Indonesia dan Kamboja, serta negara-negara tetangga di ASEAN.

Tidak hanya memperkuat hubungan bilateral, kerjasama ini juga menciptakan peluang baru bagi pertumbuhan ekonomi dan pembangunan sosial di kedua negara. Dengan meningkatkan konektivitas, akan tercipta lingkungan yang lebih kondusif bagi bisnis dan investasi, serta mempercepat distribusi barang dan jasa di seluruh wilayah.

Selain itu, kerjasama ini juga memiliki dampak positif dalam memperkuat citra Indonesia sebagai pemimpin regional yang bertanggung jawab. Dengan memberikan bantuan teknis dan keahlian dalam pembangunan infrastruktur, Indonesia menunjukkan komitmennya untuk berbagi pengetahuan dan mendukung pembangunan berkelanjutan di negara-negara mitra.

Langkah ini juga sejalan dengan visi pemerintahan Jokowi dalam membangun konektivitas global yang inklusif. Dengan terus memperkuat hubungan dengan negara-negara di Asia Tenggara dan di seluruh dunia, Indonesia dapat memainkan peran yang lebih aktif dalam mempromosikan perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran di tingkat internasional.

Dengan demikian, tawaran kontrak kerjasama baru antara Indonesia dan Kamboja merupakan langkah maju yang penting dalam memperkuat konektivitas regional dan global. Kerjasama ini tidak hanya membuka jalan bagi pertumbuhan ekonomi dan pembangunan sosial di kedua negara, tetapi juga memperkuat citra Indonesia sebagai pemimpin regional yang berperan aktif dalam membangun dunia yang lebih baik.

 

Share:

Selasa, 15 November 2022

UNCLOS Sebagai Fondasi Perdamaian Indo-Pasifik

Joko Widodo menyampaikan bahwa selama lima dekade terakhir, ASEAN berupaya memelihara stabilitas dan perdamaian di kawasan. Oleh sebab itu, upaya tersebut harus terus dilanjutkan. Demikian disampaikan Jokowi saat berbicara pada KTT Ke-17 Asia Timur di Hotel Sokha Phnom Penh.

“Negara KTT Asia Timur harus memperkokoh fondasi perdamaian di Indo-Pasifik. Bukan justru menabur benih permusuhan apalagi menabuh genderang perang. Indo-Pasifik jangan hanya dilihat dari perspektif sempit politik keamanan, namun potensi kerja sama ekonominya,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Jokowi menyampaikan tiga usulan yang dapat diterapkan dalam hubungan KTT Asia Timur. Pertama, perkokoh semangat dan paradigma untuk kolaborasi. Negara Asia Timur harus dapat mewadahi rasa saling percaya antarnegara.

“Budaya kerja sama harus diperkuat untuk atasi berbagai tantangan di kawasan. Untuk itu saya ajak kita perkuat kerja sama konkret, sejalan dengan ASEAN Outlook on the Indo-Pacific. Saya mengundang negara-negara Asia Timur untuk berpartisipasi dalam Indo-Pacific Infrastructure Forum tahun depan di Indonesia,” ujarnya.

Hal kedua, menurut Jokowi, negara Asia Timur harus menghomarti rules of the game dalam hubungan antarnegara. Piagam PBB dan instrumen hukum internasional seperti UNCLOS harus ditegakkan secara konsisten.

“Penghormatan terhadap kedaulatan dan integritas wilayah tidak dapat ditawar atau negosiasikan,” katanya.

Hal ketiga, adalah menciptakan arsitektur kawasan yang inklusif. “Arsitektur kawasan yang inklusif akan menjadi fondasi kuat kerja sama yang menguntungkan semua pihak. Tiga Hal Fokus Utama Jokowi Hadapi Tantangan Krisis Ekonomi di ASEAN.

Share:

Senin, 14 November 2022

Jokowi Dorong Kerja Sama Konkret ASEAN-Kanada

Jokowi mendorong peningkatan kemitraan ASEAN-Kanada menjadi Kemitraan Strategis dengan menghadirkan lebih banyak kerja sama konkret. Hal tersebut disampaikannya saat berbicara pada KTT Peringatan ASEAN-Kanada di Hotel Sokha, Phnom Penh pada Sabtu.

“Kerja sama dalam konteks Indo-Pasifik dapat dijadikan salah satu kick-off project antara ASEAN dan Kanada,” ucap  Jokowi dalam KTT yang dihadiri pemimpin ASEAN dan PM Kanada Justin Trudeau.

Menurut Jokowi, isu keamanan di kawasan Indo-Pasifik tentu sangat penting, namun isu ekonomi dan pembangunan tidaklah kalah penting.

“Asean Outlook on the Indo-Pacific (AOIP) memiliki empat prioritas kerja sama yaitu konektivitas, maritim, pencapaian SDGs dan perdagangan investasi. Kanada dapat secara konkret menjadi mitra ASEAN dalam pelaksanaan AOIP,” ungkapnya.

Tahun depan, Indonesia akan menjadi Ketua ASEAN dan Indonesia akan menyelenggarakan Indo-Pacific Infrastructure Forum. “Indonesia mengundang Kanada berpartisipasi dalam forum tersebut,” kata Presiden Jokowi.

Kepala Negara juga menyampaikan, ditengah dunia yang sedang tidak kondusif ini, justru menjadi lebih penting untuk mengisinya dengan kerja sama konkret yang saling menguntungkan.

 

Share:

Jokowi Berharap Kemitraan ASEAN-AS Jadi Solusi

Jokowi berharap bahwa Kemitraan Komprehensif Strategis ASEAN-Amerika Serikat (AS) yang diluncurkan dalam KTT ASEAN-AS di Kamboja kali ini bisa menjadi bagian dari solusi menghadapi situasi dunia yang sedang menghadapi tantangan yang luar biasa.

Harapan tersebut Jokowi sampaikan saat berbicara sebagai negara koordinator dialog KTT ASEAN-AS yang dihadiri pemimpin ASEAN dan Joe Biden di Hotel Sokha, Phnom Penh pada Sabtu.

“Kemitraan ini diluncurkan di saat dunia sedang hadapi tantangan yang luar biasa. Saya ingin membacakan ringkasan ASEAN Common Sense, di mana kemitraan ASEAN-AS dapat berkontribusi menjadi bagian dari solusi,” ucapnya.

Ada tiga hal yang dikemukakan Jokowi dalam pertemuan tersebut. Pertama, Kepala Negara mendorong perwujudan kemitraan bagi perdamaian dan stabilitas kawasan. ASEAN menginginkan kehadiran AS di kawasan membawa energi positif bagi perdamaian.

“Dukungan AS terhadap sentralitas ASEAN juga harus diterjemahkan dalam aksi nyata khususnya peran ASEAN sebagai agenda-setter dinamika di kawasan dan pembentukan arsitektur kawasan yang inklusif,” jelasnya.

Hal kedua yang disampaikan Kepala Negara adalah membangun kemitraan untuk ketahanan kawasan dan global. Sinergi kebijakan harus didorong untuk memastikan stabilitas sistem keuangan, dukungan likuiditas, dan efektivitas kebijakan ekonomi.

“Upaya membangun ketahanan pangan juga harus menjadi prioritas utama. Saya harap ASEAN dan AS dapat bekerja sama dalam peningkatan kapasitas produksi pangan, pengembangan bibit unggul, pemanfaatan teknologi pertanian, dan penguatan strategi ketahanan pangan di kawasan,” katanya.

Adapun hal ketiga yaitu menciptakan kemitraan untuk masa depan berkelanjutan. Jokowi mengatakan ASEAN berkomitmen kuat mewujudkan masa depan berkelanjutan. Sebagai contoh, ASEAN akan tingkatkan penggunaan energi terbarukan hingga 23% pada 2025.

“Kami apresiasi komitmen AS untuk clean energy di kawasan. Kerja sama ASEAN-AS dapat diarahkan untuk mendorong investasi dan alih teknologi rendah karbon, membuka lapangan kerja baru dalam transisi energi, dan menciptakan kerangka regulasi dan pendanaan yang kondusif,” pungkasnya.

 

Share:

Minggu, 13 November 2022

Indonesia Kecewa Tidak Ada implementasi 5PC Oleh Junta Militer Myanmar

Joko Widodo memberikan perhatian khusus terhadap situasi Myanmar yang semakin buruk. Dalam keterangannya kepada awak media di sela penyelenggaraan KTT ASEAN Kamboja, Jumat, Kepala Negara menyampaikan kekecewaannya atas tidak adanya progres yang signifikan dari impelementasi 5-point consensus (5PC) oleh junta militer Myanmar.

“Indonesia sangat kecewa dengan situasi Myanmar yang semakin buruk, tidak adanya progres yang signifikan dari implementasi 5PC sekaligus kita tidak melihat adanya komitmen dari junta militer untuk mengiplementasikannya,” ujar Jokowi.

Menurut Kepala Negara, situasi di Myanmar tidak boleh menganggu perjalanan dan kerja sama ASEAN.

“Indonesia mempertegas posisinya untuk tidak memperbolehkan non-political representation dalam KTT ASEAN dan pertemuan tingkat menteri luar negeri. Indonesia juga mengusulkan hal serupa diberlakukan di luar pertemuan tingkat menteri luar negeri,” ungkapnya.

menurut Jokowi Indonesia tetap berkomitmen akan terus memberikan bantuan kemanusiaan untuk rakyat Myanmar. Indonesia juga mendorong ASEAN untuk segera melakukan engagement dengan seluruh stakeholders di Myanmar dan melakukan dialog.

“Indonesia juga menyerukan untuk segera menghentikan segala tindak kekerasan di Myanmar,” jelas Jokowi.

 

Share:

ASEAN jangan Jadi Mantra Kosong

ASEAN saat ini menghadapi dua tantangan yang sangat berat yaitu tantangan eksternal bagaimana ASEAN menavigasi rivalitas kekuatan besar yang semakin tajam, dan tantangan internal yaitu bagaimana memastikan ASEAN tetap relevan dan patuh terhadap piagam ASEAN, serta menyelesaikan krisis di Myanmar. Serta perlu segala upaya maksimal negara ASEAN untuk memelihara kesatuan dan sentralitas ASEAN hal tersebut yang digaris baawahi oleh Jokowi

“Semua tantangan ini hanya dapat dihadapi bila ASEAN bersatu dan kuat, Pertanyaannya, apakah kita masing-masing sudah berupaya maksimal mungkin untuk memelihara kesatuan dan sentralitas ASEAN? Saya tidak ingin kesatuan dan sentralitas ASEAN hanya jadi mantra kosong,” tegas Jokowi saat menyampaikan pengantarnya pada Sidang Pleno KTT ASEAN ke-40 di Hotel Sokha, Phnom Penh, pada Jumat.

Jokowi menegaskan, para pemimpin ASEAN harus memaknainya secara konkrit karena kredibilitas dan relevansi ASEAN bergantung pada kesatuan dan sentralitas ASEAN. Ada tiga poin penting yang disampaikan Presiden Jokowi dalam sesi pleno tersebut.

Hal pertama, Jokowi mendorong untuk menjalankan Piagam ASEAN seutuhnya. Piagam ASEAN harus menjadi pegangan untuk bergerak maju, oleh karenanya, Piagam ASEAN harus diterapkan dalam satu keutuhan dan tidak tebang pilih.

“Piagam ASEAN harus menjadi dasar pengambilan keputusan dalam situasi darurat, termasuk situasi di Myanmar. Jika ASEAN gagal ambil langkah maka kredibilitas ASEAN dipertaruhkan,” jelas Jokowi.

Hal kedua, Jokowi mendorong penguatan kapasitas dan efektivitas kelembagaan ASEAN. Menurut Jokowi, dalam 20 tahun ke depan, tantangan yang kita hadapi akan semakin berat. Hal tersebut harus dijadikan momentum untuk berbenah dan perkuat institusi dan kapasitas ASEAN.

“Kita harus tetapkan ASEAN 2045 yang lebih adaptif, responsif, dan berdaya saing. ASEAN harus mampu merespon dinamika ini agar tetap relevan. Saya harap Gugus Tugas Tingkat Tinggi (HLTF) dapat menyampaikan rekomendasi mengenai ASEAN 2045 dan penguatan institusi ASEAN,” ucap Jokowi.

Hal ketiga menurut Jokowi adalah perkuat peran ASEAN dalam mewujudkan kawasan yang tangguh. Ketangguhan ASEAN akan dinilai dari cara ASEAN membangun ketahanan pangan dan energi, kemandirian kesehatan, hingga stabilitas keuangan kawasan.

“Konsep kerja sama dalam bidang-bidang tersebut harus jelas dan terus diperkuat. ASEAN harus menjadi agenda-setter dalam memajukan prioritas-prioritas tersebut,” kata Jokowi.

Di akhir pengantarnya, Jokowi mengajak pemimpin ASEAN untuk membuktikan kepada rakyat ASEAN dan dunia, bahwa ASEAN matters dan relevan. “Tetap menjadi jangkar stabilitas kawasan dan tetap menjadi pusat pertumbuhan kawasan dan dunia. ASEAN matters, epicentrum of growth,” pungkas Jokowi.

 

Share:

ASEAN-RRT Mitra Komprehensif Hadapi Krisis Global

Joko Widodo mendorong ASEAN dan Republik Rakyat Tiongkok (RRT) sebagai mitra Komprehensif Strategis memastikan krisis global yang tengah terjadi saat ini tidak menjalar di kawasan. Disampaikan pada pengantar KTT ASEAN –RRT ke-25, di Hotel Sokha, Phnom Penh pada Jumat.

“Hal pertama yang harus kita tangani adalah ketahanan pangan. Dengan lebih dari 2 miliar penduduk, menjamin ketersediaan dan keterjangkauan pangan merupakan tugas berat bagi ASEAN dan RRT. Ketahanan pangan kawasan harus menjadi prioritas utama,” ucap Jokowi

Dalam KTT yang dihadiri pemimpin ASEAN dan Premier RRT Li Keqiang, Jokowi mengatakan, kawasan masih rentan terhadap supply shocks produk pangan. ASEAN sendiri mengeluarkan 61 miliar dolar AS untuk impor pangan, dan merupakan salah satu konsumen terbesar gandum dan kedelai dunia.

“Saya melihat RRT memiliki kapasitas besar perkuat strategi ketahanan pangan. Kita harus bekerja amankan rantai pasok dan stabilisasi harga pangan. Saya berharap ASEAN – RRT dapat berkolaborasi dalam memastikan buffer cadangan pangan dan mekanisme daurat pangan kawasan, mengembangkan produksi pangan di kawasan, dan investasi pada inovasi pertanian,” ujarnya.

Hal kedua menurut Kepala Negara adalah stabilisasi finansial kawasan. Jokowi menambahkan, ancaman resesi merupakan tantangan besar bersama dan di tengah situasi sulit seperti saat ini justru kerja sama harus semakin erat.

“Koordinasi kebijakan menjadi penting, melalui sinergi kebijakan kita dapat memastikan langkah yang paling efektif cegah resesi serta memperoleh early warning dan dukungan likuiditas,” katanya.

Terakhir, Jokowi juga mendorong perdamaian dan stabilitas kawasan harus dijaga dan konflik tidak boleh terjadi. Sebagai negara besar di kawasan, RRT punya tanggung jawab untuk ciptakan situasi kondusif. Hal tersebut, menurut Jokowi hanya bisa dicapai dengan membangun strategic trust dan penghormatan terhadap hukum internasional, termasuk UNCLOS 1982.

“Kedua hal ini harus menjadi pegangan kita, dalam mengelola rivalitas di kawasan dan menyelesaikan isu Laut China Selatan. Jika ini dapat kita bangun, maka kita dapat mewujudkan kawasan Indo-Pasifik sebagai epicentrum of growth,” pungkas Jokowi.

 

Share:

Sabtu, 12 November 2022

Indonesia Bagian Motor Penggerak Ekonomi Dunia

Joko Widodo didampingi oleh Airlangga Hartarto bertemu dengan Pimpinan Asian Development Bank (ADB) Masatsugu Asakawa di sela-sela rangkaian KTT ASEAN ke-40 dan ke-41, Phnom Penh, Kamboja, Kamis (10/11/2022). Jokowi menyampaikan bahwa dunia kini memang tidak kondusif.

"Situasi dunia memang sedang tidak kondusif saat ini. Namun, saya optimis bahwa kawasan Asia tetap akan menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi dunia," terang Jokowi

Indonesia, kata Jokowi adalah bagian dari mesin tersebut. Pada tahun ini Indonesia berhasil memacu perekonomian di sekitar 5%, begitu juga 2023.

"Di tengah ancaman resesi global, stabilitas ekonomi Indonesia masih terjaga. Pertumbuhan ekonomi diperkirakan tumbuh 5,4% pada 2022 dan 5,0% pada 2023 didukung menguatnya konsumsi domestik, surplus neraca perdagangan dan kapasitas fiskal yang cukup sehat," kata Joko Widodo.

Dalam pertemuan tersebut, Jokowi juga menyinggung rencana pembangunan Ibu Kota Negara yang menjadi agenda penting untuk membangun pusat pertumbuhan baru. "Pengalaman panjang ADB dalam agenda pembangunan dunia sangat bermanfaat mendukung komitmen Indonesia termasuk dukungan bagi pembangunan IKN," paparnya.

Selanjutnya juga dilakukan pembahasan mengenai kerja sama transisi energi dan integrasi dan pembangunan kawasan.

Terdapat beberapa mekanisme pendanaan seperti ASEAN Infrastructure Fund dan ASEAN Catalytic Green Facility yang diharapkan dapat diperluas untuk mendukung pendanaan di kawasan seperti Indo-Pasiifik.

"Oleh karenanya, kita mendorong mekanisme pembiayaan ASEAN dan ADB dapat mendukung dalam area kerja sama ASEAN Outlook in the Indo-Pacific," kata Jokowi.

 

Share:

Indonesia Siap Jadi Ketua ASEAN 2023

Jokowi menyatakan kesiapan Indonesia untuk meneruskan keketuaan ASEAN tahun depan di tengah situasi dunia dan kawasan yang tidak mudah. Hal tersebut dikemukan ketika Jokowi melakukan audiensi dengan Raja Kamboja Norodom Sihamoni.

Demikian diutarakan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam keterangannya di sela-sela rangkaian kegiatan Konferensi Tingkat Tinggi Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (KTT ASEAN) di Phnom Penh pada Jumat.

Dikatakan Retno Jokowi pada kesempatan itu juga menyampaikan pandangan Indonesia sebagai ketua ASEAN pada 2023 serta menyampaikan apresiasi atas kepemimpinan Kamboja sebagai ketua ASEAN tahun ini.

“Jokowi mengharapkan dukungan dari Kamboja dan juga semua negara anggota ASEAN lainnya selama keketuaan Indonesia, “ujar Retno

Dalam pertemuan para pemimpin ASEAN dengan perwakilan ASEAN Inter-Parliament Assembly (AIPA), Presiden Jokowi menyoroti berbagai tantangan yang harus dihadapi oleh ASEAN, baik internal maupun eksternal.

Jokowi mengatakan selain mencoba membantu penyelesaian krisis di Myanmar, ASEAN juga harus mampu menavigasi peningkatan rivalitas di antara kekuatan besar di kawasan dan mencari cara untuk menghadapi tantangan itu.

“Jokowi menyerukan pentingnya ASEAN menjadi bagian dari solusi,” Ucap Menlu Retno.

Untuk itu, Indonesia mendorong penguatan sinergi antara pemerintah dengan parlemen dari negara-negara anggota untuk memperkokoh kesatuan dan sentralitas ASEAN

Terkait posisi Indonesia sebagai ketua ASEAN pada 2023, Jokowi menegaskan komitmen Indonesia untuk berkontribusi membangun ASEAN yang lebih kuat agar mampu menghadapi tantangan masa depan yang semakin kompleks.

"Jokowi juga mengharapkan dukungan parlemen dalam keketuaan Indonesia di ASEAN tahun depan," kata Menlu Retno.

 

Share:

Jokowi Tekankan Pentingnya Implementasi Cetak Biru KTT IMT-GT

Hasil dari Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Indonesia – Malaysia – Thailand Growth Triangle (IMT-GT) ke-14 mengesahkan Cetak Biru 2022-2026 ini merupakan langkah awal yang implementasinya harus terus dikawal untuk mewujudkan visi IMT-GT 2036. Ujar Jokowi saat berbicara pada KTT IMT-GT ke-14 di sela penyelenggaraan KTT ASEAN di Phnom Penh, Kamboja pada Kamis.

“Sepanjang 2014 – 2021, GDP IMT-GT meningkat sebesar 39 persen bahkan di masa pandemi. Ke depan komitmen ini harus diperkuat terlebih pada kondisi dunia yang semakin kompleks dengan ancaman resesi global tahun 2023,” ujar Jokowi.

Jokowi mengatakan dukungan penguasa dan stakeholders dalam implementasi di lapangan sangatlah menentukan. Untuk itu, Jokowi mengemukakan tiga fokus utama yang bisa dilakukan ke depan.

Poin pertama adalah membangkitkan sektor pariwisata subkawasan. Menurut Jokowi hal ini sangat mendesak karena sektor pariwisata turun drastis hingga di atas 90 persen dalam dua tahun terakhir.

“Cara baru harus dicari melalui akselerasi teknologi digital dalam pemasaran, pengembangan pariwisata yang tangguh dan berkelanjutan, dan peluncuran inisiatif IMT-GT Visit Year 2023-2025 sebagai platform pemasaran dan promosi bersama,” ungkap Jokowi.

Lebih lanjut, Jokowi juga mendorong agar wisata halal dapat dikembangkan sebagai bagian dari target menjadi global halal hub dengan nilai pasar 7 triliun Dolar AS pada tahun 2030.

Poin kedua adalah mempercepat pembangunan hard dan soft infrastructure, yaitu infrastruktur fisik dan sumber daya manusia di mana keduanya tidak bisa dipisahkan namun sebaliknya harus saling melengkapi.

“Ini sejalan dengan prioritas Indonesia membangun infrastruktur dan SDM secara bersama. Pembangunan konektivitas fisik seperti pelabuhan, bandara, jalan tol, termasuk Trans-Sumatera terus kita lakukan. Dalam hal ini, kita harus fokus meningkatkan konektivitas enam koridor ekonomi termasuk implementasi kapal RoRo Dumai-Melaka,” ujar Jokowi.

Lebih lanjut, Jokowi juga mendorong pembangunan sumber daya manusia melalui kerja sama pendidikan IMT-GT University Network sebagai pusat riset dan inovasi subkawasan.

Poin ketiga adalah mewujudkan ekonomi subkawasan yang hijau dan berkelanjutan. Jokowi menjelaskan bahwa ekonomi hijau merupakan masa depan perekonomian ASEAN. ASEAN berkomitmen kuat mewujudkan masa depan berkelanjutan dengan menggunakan energi terbarukan hingga 35 persen pada 2025.

“Hal tersebut dapat kita lakukan melalui percepatan transisi energi bersih, pengembangan lapangan kerja dan investasi energi terbarukan serta percepatan implementasi Kerangka Pembangunan Kota Hijau 2019-2036,” jelas Jokowi.

Jokowi menyampaikan, seluruh upaya pembangunan tersebut akan menjadi building block bagi kemakmuran ASEAN dan Indo-Pasifik. Untuk mendukung peningkatan konektivitas kawasan, tahun depan Indonesia akan mengadakan Indo-Pacific Infrastructure Forum.

“Saya mengundang partisipasi aktif negara-negara IMT-GT untuk mewujudkan kawasan Indo-Pasifik sebagai epicentrum of growth,” ucap Jokowi.

Dalam kesempatan tersebut, dilaksanakan pula penyerahan ketua Indonesia – Malaysia – Thailand Growth Triangle tahun 2023 kepada Indonesia.

 

Share:

Sinergi Perkokoh Kesatuan dan Sentralisasi ASEAN

Joko Widodo menyerukan penguasa dan parlemen negara ASEAN harus bersinergi untuk memperkokoh kesatuan dan sentralitas ASEAN. Hal ini tak lepas dari kondisi dunia yang makin mengkhawatirkan dan dinamika geopolitik kawasan menguji kredibilitas dan relevansi negara anggota ASEAN.

Hal tersebut disampaikan Jokowi saat melakukan pertemuan dengan pemimpin ASEAN dan perwakilan ASEAN Inter-Parliament Assembly (AIPAA) di Hotel Sokha Phnom Penh, Kamboja, Kamis.

“Kredibilitas dan relevasi ASEAN diuji di tengah tantangan ini, bila ASEAN gagal jadi solusi, kredibilitas dan relevansinya akan terus dipertanyakan. Penguasa dan parlemen harus bersinergi untuk memperkokoh kesatuan dan sentralitas ASEAN,” ucap Jokowi.

ASEAN, menurut Jokowi, sudah tidak asing lagi dengan krisis. Dari dalam ASEAN sendiri, ada krisis politik di Myanmar di mana isu tersebut berkaitan erat dengan demokrasi dan situasi kemanusiaan.

“Peran ASEAN untuk menyelesaikannya, dinanti rakyat kita dan dunia, jadi perlu dapat perhatian khusus parlemen negara ASEAN,” ujar Jokowi.

Sementara itu, dari luar ASEAN, Jokowi mengemukakan isu dinamika geopolitik kawasan. ASEAN dituntut untuk menavigasi rivalitas kekuatan besar yang makin tajam.

“Kita tidak ingin melihat perang di kawasan, perang akan menjauhkan cita-cita kita Indo-Pasifik sebagai epicentrum of growth,” kata Jokowi.

Dalam kesempatan tersebut, Jokowi juga menyampaikan keinginan Indonesia sebagai Ketua ASEAN 2023 untuk berkontribusi membangun ASEAN yang lebih kuat, yang mampu menghadapi tantangan masa depan yang makin kompleks, dan mampu melindungi kawasan dari guncangan eksternal, serta mampu mempertahankan independensi ASEAN di tengah rivalitas kekuatan besar.

“Saya harapkan dukungan parlemen negara ASEAN terhadap keketuaan Indonesia. Bersama kita buktikan kepada rakyat kita dan dunia, ASEAN tetap relevan,” ungkap Jokowi.

 

Share:

Jumat, 11 November 2022

Pertemuan Jokowi dengan Norodom Sihamoni

Joko Widodo mengunjungi Istana Kerajaan Kamboja untuk melakukan audiensi secara tertutup dengan Raja Kamboja, Yang Mulia Norodom Sihamoni, di Phnom Penh, Kamboja pada Kamis.

Selesai bertemu dengan Norodom Sihamoni, Jokowi menghadiri pertemuan para pemimpin ASEAN dengan perwakilan ASEAN Inter-Parliament Assembly (AIPA). Di lokasi tersebut, Presiden juga akan melakukan pertemuan dengan Presiden Asian Development Bank (ADB) di Sokha Phnom Penh Hotel.

Selanjutnya, Jokowi dijadwalkan mengikuti pertemuan para pemimpin ASEAN dengan perwakilan pemuda ASEAN. Agenda kemudian dilanjutkan dengan pertemuan para pemimpin ASEAN dengan perwakilan dari ASEAN Business Advisory Council (ASEAN-BAC).

Pada petang harinya, Jokowi diagendakan untuk mengikuti Pertemuan Tingkat Tinggi Para Pemimpin Indonesia, Malaysia, dan Thailand dalam KTT Indonesia, Malaysia, Thailand Growth Triangle (IMT-GT). Selepas itu, Jokowi menuju Hotel Sofitel untuk kemudian melakukan pertemuan bilateral dengan Pemimpin Singapura, Lee Hsien Loong.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi, dalam keterangannya di Phnom Penh, Rabu mengatakan bahwa rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-40 dan ke-41 serta KTT terkait lainnya akan dilakukan pada 10-13 November 2022.

“Total pertemuan dan kegiatan yang akan dihadiri oleh Jokowi lebih dari 20, ditambah empat pertemuan bilateral, yaitu dengan Pemimpin Singapura, Pimpinan Dewan Eropa, Sekjen PBB, dan Pimpinan Asian Development Bank,” ujar Menlu.

Menurut Menlu, KTT ASEAN ke-40 dan ke-41 akan dilakukan dalam bentuk plenary dan retreat. Pada sesi pleno, KTT akan membahas mengenai penguatan kapasitas institusi dan efektivitas ASEAN.

“Sementara untuk retreat, terdapat dua isu besar yang akan dibahas, yaitu hubungan ASEAN dengan pihak luar—tentunya termasuk tantangan eksternal yang dihadapi oleh ASEAN—dan masalah Myanmar,” tandasnya.

 

Share:

Kamis, 10 November 2022

Jokowi Hadiri KTT ASEAN Kamboja

Pada hari Rabu Jokowi akan bertolak ke Kamboja langsung dari Bali, setelah selesai melakukan pengecekan terhadap kesiapan Indonesia sebagai tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT G20) yang akan dilaksanakan pada tanggal 15-16 November 2022.

"Betul Bapak Joko Widodo Ikuti KTT ASEAN, di Kamboja rencananya akan bernagkkat pada Rabu Sore nanti" Ujar ujar Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin pada Rabu.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan Jokowi bakal melaksanakan sejumlah pertemuan bilateral sebelum memulai secara resmi KTT G20. Retno mengatakan ada sekitar 18-20 negara yang mau melakukan pertemuan bilateral atau pertemuan khusus antara dua negara saja.

Salah satu negara yang akan melakukan pertemuan bilateral dengan Indonesia itu, kata Retno adalah Amerika Serikat

Walaupun jumlah negara yang akan melakukan pertemuan bilateral sudah cukup banyak, Retno mengatakan masih ada beberapa negara yang belum mendapatkan kesempatan itu karena jadwal yang sudah penuh.

Setelah acara KTT G20 di Bali selesai, pada 17 November 2022 Jokowi dijadwalkan bertolak ke kampung halamannya di Solo, Jawa Tengah untuk menghadiri Muktamar Muhammadiyah dan Aisyiyah ke-48 dan meresmikan Masjid Raya Sheikh Zayed. Peresmian itu bakal dilakukan bersama dengan Presiden Uni Emirat Arab (UEA) Mohammed bin Zayed Al Nahyan (MBZ). 

Setelah acara di Solo selesai, Jokowi bakal melanjutkan lawatannya ke Bangkok, Thailand, untuk menghadiri KTT APEC pada 18-19 November 2022.

 

Share:

Definition List

Unordered List

Support