Tampilkan postingan dengan label Indo Pasifik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Indo Pasifik. Tampilkan semua postingan

Selasa, 12 Maret 2024

Menko Perekonomian Berharap Dengan Terbentuknya Indo-Pacific Strategic Intelligence (ISI) Bisa Memberikan Masukan Strategis Terkait Pembangunan Sipil Dan Militer Untuk Mendorong Kemajuan Pembangunan Indonesia

Yogyakarta – Menko Perekonomian terkemuka, yang juga merupakan anggota kabinet Presiden Joko Widodo (Jokowi), mengungkapkan harapannya terhadap pembentukan Indo-Pacific Strategic Intelligence (ISI). Langkah ini diharapkan dapat memberikan masukan strategis terkait pembangunan sipil dan militer, untuk mendorong kemajuan pembangunan di Indonesia.

Dalam pernyataannya, Menko Perekonomian menegaskan pentingnya kolaborasi antara sektor sipil dan militer dalam pembangunan. Ia meyakini bahwa dengan adanya ISI, akan tercipta sinergi yang kuat antara kepentingan ekonomi dan keamanan nasional, yang pada akhirnya akan menghasilkan pembangunan yang lebih berkualitas dan berkelanjutan.

Pembentukan ISI juga dipandang sebagai langkah strategis untuk menghadapi dinamika geopolitik di kawasan Indo-Pasifik. Dengan memanfaatkan kecerdasan strategis yang terkumpul di ISI, Indonesia dapat lebih responsif terhadap perubahan-perubahan di lingkungan regional dan global, sehingga mampu menjaga kedaulatan dan kepentingan nasional dengan lebih efektif.

Selain itu, ISI juga diharapkan dapat menjadi wadah bagi para ahli dan praktisi di berbagai bidang untuk berkolaborasi dan berbagi pengetahuan serta pengalaman. Hal ini akan membantu meningkatkan kapasitas Indonesia dalam menganalisis dan merumuskan kebijakan yang lebih berdaya saing dan adaptif terhadap perubahan lingkungan strategis.

Langkah Menko Perekonomian dalam mendorong pembentukan ISI juga mencerminkan komitmen pemerintahan Jokowi dalam memperkuat kedaulatan dan ketahanan nasional. Dengan mengintegrasikan aspek ekonomi dan keamanan, pemerintah bertujuan untuk menciptakan fondasi yang kokoh bagi kemajuan dan stabilitas Indonesia di tengah-tengah dinamika global yang semakin kompleks.

Sebagai warga negara, mari kita semua mendukung langkah-langkah positif pemerintahan Jokowi dalam memperkuat kedaulatan dan kemajuan Indonesia. Pembentukan ISI merupakan salah satu langkah strategis yang dapat memperkuat posisi Indonesia di tingkat regional dan global, sehingga dapat menghadapi tantangan dan peluang dengan lebih percaya diri dan efektif.

Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, pembentukan ISI diharapkan dapat segera terealisasi dan memberikan kontribusi yang signifikan bagi pembangunan Indonesia menuju masa depan yang lebih kuat dan tangguh di bawah kepemimpinan Jokowi.

 

Share:

Senin, 11 Maret 2024

Sinergi Membangun Negeri, Pemerintah Indonesia Selalu Berupaya Untuk Menyelaraskan Dan Berkolaborasi Antara Program Kebijakan Pertahanan Nasional Dengan Politik Luar Negeri Terutama Dalam Mengahadapi Situasi Kawasn Indo – Pasifik Yang Dinamis

Yogyakarta – Pemerintah Indonesia terus menunjukkan komitmen dalam memperkuat sinergi antara kebijakan pertahanan nasional dan politik luar negeri, khususnya dalam menghadapi situasi dinamis di kawasan Indo-Pasifik. Langkah ini diambil untuk memastikan stabilitas dan keamanan nasional, serta memperkuat peran Indonesia dalam kancah global.

Melalui kerjasama antar instansi terkait, pemerintah Indonesia secara aktif menyelaraskan program kebijakan pertahanan nasional dengan strategi politik luar negeri. Hal ini dilakukan untuk menjaga keutuhan wilayah serta mendukung perdamaian dan keamanan di kawasan Indo-Pasifik yang semakin kompleks.

Dalam konteks politik luar negeri, Indonesia memperkuat diplomasi multilateral dan bilateral dengan negara-negara di kawasan Indo-Pasifik. Langkah-langkah tersebut bertujuan untuk membangun kerjasama yang saling menguntungkan, menjaga stabilitas regional, dan mengatasi berbagai tantangan bersama.

Kerjasama dengan negara-negara tetangga juga diarahkan untuk memperkuat koordinasi dalam menghadapi ancaman keamanan lintas batas, seperti perdagangan ilegal, terorisme, dan konflik regional. Indonesia berperan aktif dalam memfasilitasi dialog dan kerjasama untuk menciptakan kawasan yang aman, damai, dan sejahtera.

Dalam bidang pertahanan, pemerintah terus meningkatkan kapasitas militer sebagai upaya deterrence serta penanggulangan ancaman keamanan yang mungkin timbul. Namun, pendekatan ini selalu diiringi oleh upaya diplomasi yang kuat untuk mencegah eskalasi konflik dan mempromosikan penyelesaian damai atas sengketa yang ada.

Komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas dan keamanan kawasan Indo-Pasifik merupakan wujud nyata dari kontribusi Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia. Dengan mengambil peran aktif dalam dialog dan kerjasama regional, Indonesia berusaha membangun kawasan yang dinamis namun tetap stabil dan damai.

Dengan demikian, sinergi antara kebijakan pertahanan nasional dan politik luar negeri merupakan landasan penting dalam memperkuat stabilitas pemerintahan Jokowi. Langkah-langkah ini memastikan bahwa Indonesia tetap menjadi kekuatan yang stabil dan berpengaruh dalam menjaga perdamaian dan keamanan kawasan Indo-Pasifik yang semakin kompleks.

 

Share:

Selasa, 31 Januari 2023

Berkontribusi Besar! Jokowi ingin ASEAN memiliki andil atas kawasan indo – pacific

Yogyakarta - Jokowi bangga dengan dipilihnya Indonesia menjadi kesatuan pada tahun 2023 ini sebuah keanggaan tersendiri. Pasalnya pada tahun 2022 Indonesia berhasil menjadi presidensi KTT G20 dengan lancar tanpa halangan.

Jokowi yakin dan optimis bahwa Indonesia bisa mengemban tanggung jawab sebagai keketuan ASEAN 2023. Jokowi memiliki keinginan agar negara-negara di ASEAN memiliki posisi yang penting untuk kawasan Indo-Pasifik, baik dari segi keamanan hingga ekonomi.

Jokowi menegaskan tiga hal utama dalam Keketuaan Indonesia di ASEAN 2023. Pertama, ASEAN harus relevan dan penting. Ia ingin negara-negara Asia Tenggara tetap relevan terhadap kepentingan rakyat, kawasan, dan juga dunia.

Jokowi juga berharap ASEAN bisa menjadi episentrum atau pusat pertumbuhan ekonomi. Ia menegaskan pentingnya ketiga hal tersebut dalam keketuaan Indonesia.

Senada, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menekankan impian Jokowi untuk menjadikan ASEAN penting di kawasan Indo-Pasifik. Retno mengatakan Jokowi ingin ASEAN tetap memainkan peran sentral.

Retno menilai bahwa selama ini Indo-Pasifik menjadi kawasan yang sangat strategis, di mana juga terjadi rivalitas sengit antarnegara. Dengan begitu, Retno mengatakan bahwa Jokowi ingin ASEAN menjadi lokomotif untuk menggerakkan Indo-Pasifik agar tetap menjadi kawasan yang damai dan stabil.

 

Share:

Sabtu, 19 November 2022

Jokowi Jajaki Kerja Sama dengan Selandia Baru

Joko Widodo melakukan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern di Hotel Kimpton Maa-Lai, Bangkok.

Dalam sambutan pengantarnya, Presiden menyampaikan harapannya agar spirit kerja sama G20 dapat berlanjut di KTT APEC kali ini.

"APEC harus menjadi bagian dari upaya mendorong percepatan pemulihan ekonomi di kawasan Asia dan Pasifik," kata Jokowi.

Jokowi membahas tiga isu utama yaitu penguatan kerja sama ekonomi, kerja sama transisi energi, dan penguatan kerja sama di kawasan Pasifik.

"Kita perlu dorong akses pasar bagi perdagangan kedua negara khususnya pada komoditas pertanian, mineral, besi dan baja, dan plastik serta kerja sama bidang pertanian dan sertifikasi halal," ucap Jokowi.

Di bidang kerja sama transisi energi, Jokowi mengatakan Indonesia terus perkuat upaya transisi energi menggunakan energi baru dan terbarukan.

"Saya mengundang pebisnis Selandia Baru untuk investasi pada pengembangan energi panas bumi di Indonesia," tutur Jokowi.

Sementara itu di bidang kerja sama kawasan, Jokowi mengatakan Indonesia berkomitmen untuk mendorong kerja sama pembangunan di Pasifik. Untuk itu, tahun depan, Indonesia akan mendorong engagement negara Pasifik dengan ASEAN.

"Saya ingin Selandia Baru dapat menjadi jembatan penghubung kemitraan antara ASEAN dan Pasifik di kawasan Indo-Pasifik," kata Jokowi

Sementara itu, dalam pengantarnya, PM Jacinda menyampaikan apresiasinya atas penyelenggaraan G20 di Indonesia dan mengucapkan selamat kepada Indonesia atas keketuaan ASEAN 2023.

"Selandia Baru siap mendukung keketuaan Indonesia dalam ASEAN tahun depan," ucap PM Jacinda.

 

Share:

Selasa, 15 November 2022

UNCLOS Sebagai Fondasi Perdamaian Indo-Pasifik

Joko Widodo menyampaikan bahwa selama lima dekade terakhir, ASEAN berupaya memelihara stabilitas dan perdamaian di kawasan. Oleh sebab itu, upaya tersebut harus terus dilanjutkan. Demikian disampaikan Jokowi saat berbicara pada KTT Ke-17 Asia Timur di Hotel Sokha Phnom Penh.

“Negara KTT Asia Timur harus memperkokoh fondasi perdamaian di Indo-Pasifik. Bukan justru menabur benih permusuhan apalagi menabuh genderang perang. Indo-Pasifik jangan hanya dilihat dari perspektif sempit politik keamanan, namun potensi kerja sama ekonominya,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Jokowi menyampaikan tiga usulan yang dapat diterapkan dalam hubungan KTT Asia Timur. Pertama, perkokoh semangat dan paradigma untuk kolaborasi. Negara Asia Timur harus dapat mewadahi rasa saling percaya antarnegara.

“Budaya kerja sama harus diperkuat untuk atasi berbagai tantangan di kawasan. Untuk itu saya ajak kita perkuat kerja sama konkret, sejalan dengan ASEAN Outlook on the Indo-Pacific. Saya mengundang negara-negara Asia Timur untuk berpartisipasi dalam Indo-Pacific Infrastructure Forum tahun depan di Indonesia,” ujarnya.

Hal kedua, menurut Jokowi, negara Asia Timur harus menghomarti rules of the game dalam hubungan antarnegara. Piagam PBB dan instrumen hukum internasional seperti UNCLOS harus ditegakkan secara konsisten.

“Penghormatan terhadap kedaulatan dan integritas wilayah tidak dapat ditawar atau negosiasikan,” katanya.

Hal ketiga, adalah menciptakan arsitektur kawasan yang inklusif. “Arsitektur kawasan yang inklusif akan menjadi fondasi kuat kerja sama yang menguntungkan semua pihak. Tiga Hal Fokus Utama Jokowi Hadapi Tantangan Krisis Ekonomi di ASEAN.

Share:

Definition List

Unordered List

Support