Tampilkan postingan dengan label Idul Adha. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Idul Adha. Tampilkan semua postingan

Senin, 27 Juni 2022

CEGAH PENYEBARAN PMK, JOKOWI PERINTAHKAN LOCKDOWN

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan penanganan wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) dilakukan seperti kebijakan PPKM untuk pandemi Covid-19. Menurut Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, hal itu ditetapkan dalam rapat internal dipimpin Jokowi, membahas perkembangan dan penanganan PMK.


"Dari hasil pembahasan disetujui bahwa daerah berbasis level mikro seperti penanganan Covid-19. Akan diberikan larangan hewan hidup, dalam hal ini sapi, bergerak. Yaitu dari daerah merah, level kecamatan yang terdampak PMK atau kita sebut daerah merah. Ini ada di 1.765 dari 4.614 kecamatan atau 38%. Seluruhnya detail nanti akan dimasukkan dalam Instruksi Mendagri," kata Airlangga dalam keterangan pers usai rapat di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (23/6/2022).


Situs Siagapmk.id mencatat, hingga saat ini, Kamis (23/6/2022, pukul 14.22 WIB), penyakit mulut dan kuku sudah menyebar ke 19 provinsi dan 215 kota/ kabupaten. Sebanyak 232.020 ekor hewan ternak dilaporkan sakit, dimana 1.330 diantaranya mati dan 2.248 ekor dikenakan potong bersyarat. 


Presiden, lanjut dia, juga telah menyetujui struktur Satgas Penanganan PMK akan dipimpin oleh Kepala BNPB yang juga saat ini memimpin Satgas Covid-19. Satgas PMK akan terdiri dari Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian (PKH Kementan), Ditjen Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri (Bangda Kemendagri), Deputi Kemenko Perekonomian, TNI, dan Polri.


Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto menyatakan bahwa salah satu cara mencegah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) meluas di Indonesia adalah dengan melakukan penguncian atau karantina wilayah (lockdown) yang berstatus zona merah PMK bagi provinsi yang kecamatannya sudah terinfeksi lebih dari 50 persen.


"Ini tidak boleh ada pergerakan hewan dari satu titik ke titik lain. jadi semuanya di-lockdown," kata Suharyanto dalam rapat koordinasi penanganan wabah penyakit kuku dan mulut secara daring di Jakarta, Jumat (24/6).


Selain itu, komunikasi publik menjelang Idul Adha juga perlu dilakukan seperti edukasi kesehatan hewan dan penjelasan kepada masyarakat dengan sejelas-jelasnya.


Masyarakat diharap tetap tenang dan waspada, serta menyadari sepenuhnya terkait dengan PMK. Sehingga kemungkinan adanya perbedaan informasi khususnya terkait mobilisasi hewan ternak atau perpindahan hewan ternak dan satu titik ke titik lain, terutama di daerah-daerah yang zona merah PMK bisa teredam.


Selanjutnya pembentukan Satuan Tugas Daerah untuk mendata dan memastikan dokter hewan dan otoritas veteriner yang ada di daerah masing-masing, dan segera difungsikan di tiap daerah masing-masing di tingkat kabupaten/kota maupun di tingkat provinsi, dan terutama di zona merah perlu disegerakan.


Dan yang terakhir, Satgas akan mendata kebutuhan vaksin dan tenaga vaksinator, mengingat Kementerian Pertanian pada akhir minggu ini akan melaksanakan vaksinasi PMK.


Data-data tersebut kemudian diintegrasikan dengan menggunakan sistem pelaporan data Covid-19 yang selama ini sudah berjalan.


"Selanjutnya apabila ada apabila kebutuhan hewan kurban tidak bisa terpenuhi, tidak perlu memobilisasi hewan ternak antardaerah. ini memang tidak mudah memberikan penjelasan kepada masyarakat, Tapi ini sudah keputusan pemimpin negara. sehingga mohon masing-masing wilayah, masing-masing daerah, mengikuti kebijakan ini," kata Suharyanto.



 

Share:

Sabtu, 25 Juni 2022

Jokowi Bagi-Bagi Sapi Saat Idul Adha

 



Presiden Joko Widodo telah menyiapkan hewan qurban jenis sapi untuk merayakan Idul Adha 2022 dengan berat 1,4 ton. Sapi milik Presiden Jokowi ini akan disembelih atau dipotong di Kabupaten Kaur Provinsi Bengkulu.

 

Plh Asisten I dan Karo Pemkesra Setda Provinsi Bengkulu, Syarifudin di Bengkulu, Selasa (22/6/2022), mengatakan bahwa penyembelihan sapi qurban milik Joko Widodo tersebut akan dilaksanakan di salah satu masjid di Kabupaten Kaur.

 

Syarifudin menjelaskan, sapi itu dipastikan bebas dari penyakit Mulut dan Kuku (PMK) setelah dilakukan pemeriksaan dan verifikasi kesehatan oleh Dinas Peternakan Dan Kesehatan Hewan Provinsi Bengkulu.

 

Tak hanya itu seekor sapi jenis peranakan ongole atau PO yang dipelihara warga lereng Gunung Merapi, Kabupaten Sleman, Yogyakarta, terpilih menjadi salah satu sapi yang akan dikurbankan Jokowi saat Idul Adha tahun ini. Sapi bernama Abimanyu itu berusia sekitar empat tahun. 

 

Sapi Jokowi itu berbobot sekitar 850 kilogram, lingkar dada 205 sentimeter, panjang 144 sentimeter, dan tinggi pundak mencapai 150 sentimeter.

 

"Sapi ini harus melalui seleksi Pemerintah DI Yogyakarta dan bersaing dengan 12 sapi dari peternak lain," kata pemilik Abimanyu, Siti Kusmiatun pada Rabu, (22/6/2022). 

 

Tahapan seleksi untuk dapat lolos menjadi sapi Presiden Joko Widodo, kata Siti, cukup ketat. Mulai dari survei hingga tes kesehatan hewan.

 

"Alhamdulillah, berkat doa dan dukungan banyak pihak, sapi kami yang dipilih," kata Siti yang menyebut harga jual sapinya berkisar Rp 80 juta.

 

Siti menuturkan, sapi yang akan disumbangkan sebagai kurban dari Presiden Jokowi itu akan disembelih pada Hari Raya Idul Adha tahun ini. Ada dua alternatif lokasi

penyembelihannya, yakni Istana Gedung Agung Yogyakarta atau Cangkringan. 

Siti bersama almarhum suaminya berasal dari keluarga peternak sapi dan berprofesi yang sama. Pada Idul Adha tahun lalu, Siti bisa menjual setidaknya 80 ekor sapi. "Sekarang di kandang tersisa tiga ekor sapi. Yang satu buat presiden dan dua ekor lainnya belum laku," ujarnya.


Share:

Definition List

Unordered List

Support