Tampilkan postingan dengan label presiden jokowi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label presiden jokowi. Tampilkan semua postingan

Senin, 27 Juni 2022

Jokowi Beri Tiga Usul Di High-Level Dialogue On Global Development

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan pidatonya dalam High-level Dialogue on Global Development secara virtual. Jokowi bicara tantangan yang dihadapi dunia saat ini sangat berat, yaitu tantangan terhadap ketahanan pangan, ketahanan energi, hingga stabilitas keuangan yang makin sulit.

 

Jokowi mendorong semua negara untuk segera bertindak agar tidak terjadi dekade pembangunan yang hilang. Oleh karenanya, Jokowi mengusulkan tiga langkah yang harus dijalankan bersama.

 

Pertama, Jokowi menjelaskan untuk sinergi agar dapat mengatasi emerging challenges.

 

"Pertama, sinergi untuk mengatasi emerging challenges," ujar Jokowi saat menyampaikan pidatonya secara virtual pada High-level Dialogue on Global Development dari Istana Merdeka, Jakarta, pada Jumat (24/6/2022).

 

Sebagai Presiden G20 dan bagian dari Global Crisis Response Group, Indonesia, Jokowi  akan terus berkontribusi untuk mengatasi masalah-masalah ketahanan pangan, energi, dan stabilitas keuangan.

 

Kedua, Jokowi mendorong negara-negara untuk memperkuat kemitraan global untuk Sustainable Development Goals (SDGs) dengan fokus pada pendanaan pembangunan. Jokowi menegaskan bahwa kesenjangan pendanaan SDGs yang meningkat dari USD2,5 triliun per tahun sebelum pandemi menjadi USD4,2 triliun per tahun pasca pandemi harus segera ditutup.


"Upaya serupa juga dilakukan Presidensi G20 Indonesia, mendorong investasi yang menciptakan nilai tambah bagi negara berkembang. Saya juga berharap Global Development Initiative (GDI) dapat menjadi katalis pencapaian SDGs. Saya mendorong penyelarasan GDI dengan ASEAN Outlook on The Indo-Pacific di mana elemen pencapaian SDGs merupakan salah satu ruh dan prioritas kerja sama," jelasnya.

Ketiga, Presiden Jokowi mendorong penguatan sumber-sumber pertumbuhan baru.

Menurutnya, kerja sama Brasil, Rusia, India, China, dan South Africa

(BRICS) dengan negara mitra harus mendukung untuk transformasi digital yang inklusif, pengembangan industri hijau dan infrastruktur hijau, serta penguatan akses negara-negara berkembang pada rantai pasok global.

 

Jokowi menambahkan, tantangan yang dihadapi dunia saat ini sangat berat, yaitu terhadap ketahanan pangan, ketahanan energi, hingga stabilitas keuangan yang makin sulit.

 

Pertumbuhan ekonomi dunia tahun ini juga turun 1 persen menjadi 2,6 persen dan pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan atau SDGs makin tertunda cukup signifikan.

 

Oleh karenanya ketiga hal di atas menjadi usulan agar menjadi perhatian negara-negara dunia.

 

"Sebagai penutup, saya mengajak kita semua untuk bekerja sama. Recover together, recover stronger," ucapnya.

 

Share:

Sabtu, 25 Juni 2022

Jokowi: Sinergisitas Kunci Bangkit Pasca Pandemi!

 


Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan perlu adanya sinergisitas antara pemerintah pusat, lembaga dan pemerintah daerah (pemda) dalam menciptakan nilai tambah ekonomi. Hal ini dapat dilakukan dengan melakukan hilirisasi industri.

 

dari sektor tambang sampai dengan sektor pangan. Dengan membangun industri pengolahan barang mentah menjadi barang setengah jadi. Kalau bisa menjadi barang jadi," kata Jokowi dalam siaran Youtube LIVE: Penyampaian LHP LKPP Tahun 2021, Istana Kepresidenan Bogor, Kamis (23/6/2022).

 

Menurut Jokowi, pemerintah harus dapat memaksimalkan kekuatan yang ada di dalam negara sendiri. Terutama kekuatan belanja dalam negeri yang jumlahnya tidak sedikit, yaitu Rp 526 triliun di pemerintah pusat, Rp535 triliun di pemerintah daerah, dan Rp420 triliun di BUMN.

"Jumlah gak sedikit, jika dibelanjakan barang-barang produksi Dalam Negeri. Selalu berulang-ulang kali saya sampaikan selalu akan membawa dampak yang signifikan percepatan pemulihan yang kita lakukan," ungkap Jokowi di Istana Kepresidenan Bogor, Kamis (23/6/2022).

 

Jokowi menyebutkan, dalam perkembangan global, tantangan yang dihadapi dan ketidakpastian mengharuskan pemerintah untuk waspada pada situasi ekonomi politik global yang sedang bergejolak.

 

Pandemi Covid-19 juga memiliki dampak yang sangat luas, salah satunya dampak ekonomi yang menyebabkan inflasi di semua negara.

 

Pandemi Covid juga telah mengubah tren dan arah bisnis perekonomian di Indonesia.

 

"Tantangan yang kini dan ke depan kita hadapi tidak semakin mudah. Kita masih dalam situasi yang penuh ketidakpastian, yang mengharuskan kita semua harus tetap waspada," kata Jokowi pada Istana Kepresidenan Bogor, Kamis (23/6/2022).

 

Kemudian, masyarakat dunia kini tengah dikejutkan lagi dengan perang Rusia-Ukraina. Konflik tersebut otomatis turut mengganggu situasi ekonomi global. "Sehingga


Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan perlu adanya sinergisitas antara pemerintah pusat, lembaga dan pemerintah daerah (pemda) dalam menciptakan nilai tambah ekonomi. Hal ini dapat dilakukan dengan melakukan hilirisasi industri.

 

dari sektor tambang sampai dengan sektor pangan. Dengan membangun industri pengolahan barang mentah menjadi barang setengah jadi. Kalau bisa menjadi barang jadi," kata Jokowi dalam siaran Youtube LIVE: Penyampaian LHP LKPP Tahun 2021, Istana Kepresidenan Bogor, Kamis (23/6/2022).

 

Menurut Jokowi, pemerintah harus dapat memaksimalkan kekuatan yang ada di dalam negara sendiri. Terutama kekuatan belanja dalam negeri yang jumlahnya tidak sedikit, yaitu Rp 526 triliun di pemerintah pusat, Rp535 triliun di pemerintah daerah, dan Rp420 triliun di BUMN.

"Jumlah gak sedikit, jika dibelanjakan barang-barang produksi Dalam Negeri. Selalu berulang-ulang kali saya sampaikan selalu akan membawa dampak yang signifikan percepatan pemulihan yang kita lakukan," ungkap Jokowi di Istana Kepresidenan Bogor, Kamis (23/6/2022).

 

Jokowi menyebutkan, dalam perkembangan global, tantangan yang dihadapi dan ketidakpastian mengharuskan pemerintah untuk waspada pada situasi ekonomi politik global yang sedang bergejolak.

 

Pandemi Covid-19 juga memiliki dampak yang sangat luas, salah satunya dampak ekonomi yang menyebabkan inflasi di semua negara.

 

Pandemi Covid juga telah mengubah tren dan arah bisnis perekonomian di Indonesia.

 

"Tantangan yang kini dan ke depan kita hadapi tidak semakin mudah. Kita masih dalam situasi yang penuh ketidakpastian, yang mengharuskan kita semua harus tetap waspada," kata Jokowi pada Istana Kepresidenan Bogor, Kamis (23/6/2022).

 

Kemudian, masyarakat dunia kini tengah dikejutkan lagi dengan perang Rusia-Ukraina. Konflik tersebut otomatis turut mengganggu situasi ekonomi global. "Sehingga


Share:

Jokowi Bagi-Bagi Sapi Saat Idul Adha

 



Presiden Joko Widodo telah menyiapkan hewan qurban jenis sapi untuk merayakan Idul Adha 2022 dengan berat 1,4 ton. Sapi milik Presiden Jokowi ini akan disembelih atau dipotong di Kabupaten Kaur Provinsi Bengkulu.

 

Plh Asisten I dan Karo Pemkesra Setda Provinsi Bengkulu, Syarifudin di Bengkulu, Selasa (22/6/2022), mengatakan bahwa penyembelihan sapi qurban milik Joko Widodo tersebut akan dilaksanakan di salah satu masjid di Kabupaten Kaur.

 

Syarifudin menjelaskan, sapi itu dipastikan bebas dari penyakit Mulut dan Kuku (PMK) setelah dilakukan pemeriksaan dan verifikasi kesehatan oleh Dinas Peternakan Dan Kesehatan Hewan Provinsi Bengkulu.

 

Tak hanya itu seekor sapi jenis peranakan ongole atau PO yang dipelihara warga lereng Gunung Merapi, Kabupaten Sleman, Yogyakarta, terpilih menjadi salah satu sapi yang akan dikurbankan Jokowi saat Idul Adha tahun ini. Sapi bernama Abimanyu itu berusia sekitar empat tahun. 

 

Sapi Jokowi itu berbobot sekitar 850 kilogram, lingkar dada 205 sentimeter, panjang 144 sentimeter, dan tinggi pundak mencapai 150 sentimeter.

 

"Sapi ini harus melalui seleksi Pemerintah DI Yogyakarta dan bersaing dengan 12 sapi dari peternak lain," kata pemilik Abimanyu, Siti Kusmiatun pada Rabu, (22/6/2022). 

 

Tahapan seleksi untuk dapat lolos menjadi sapi Presiden Joko Widodo, kata Siti, cukup ketat. Mulai dari survei hingga tes kesehatan hewan.

 

"Alhamdulillah, berkat doa dan dukungan banyak pihak, sapi kami yang dipilih," kata Siti yang menyebut harga jual sapinya berkisar Rp 80 juta.

 

Siti menuturkan, sapi yang akan disumbangkan sebagai kurban dari Presiden Jokowi itu akan disembelih pada Hari Raya Idul Adha tahun ini. Ada dua alternatif lokasi

penyembelihannya, yakni Istana Gedung Agung Yogyakarta atau Cangkringan. 

Siti bersama almarhum suaminya berasal dari keluarga peternak sapi dan berprofesi yang sama. Pada Idul Adha tahun lalu, Siti bisa menjual setidaknya 80 ekor sapi. "Sekarang di kandang tersisa tiga ekor sapi. Yang satu buat presiden dan dua ekor lainnya belum laku," ujarnya.


Share:

Selasa, 07 Juni 2022

Jokowi Lantik Kepala BPIP 2022-2027 Hari Ini, Mega Tetap Dewan Pengarah

 


Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) bakal melantik Yudian Wahyudi sebagai Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) periode 2022-2027. Pelantikan bakal digelar siang ini.

Acara pelantikan bakal digelar di Istana Negara, Selasa (7/6/2022). Selain melantik Yudian, Jokowi juga bakal melantik Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri sebagai Dewan Pengarah BPIP.

"Ya," kata Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono saat dimintai konfirmasi, Selasa (7/6/2022).

Berikut daftar tokoh yang bakal dilantik:

Kepala dan Wakil Kepala BPIP
1. Yudian Wahyudi sebagai Kepala BPIP
2. Karjono sebagai Wakil Kepala BPIP

Dewan Pengarah
1. Megawati Soekarnoputri
2. Said Aqil Siroj
3. Try Sutrisno
4. M Amin Abdullah
5. Andreas Anangguru Yewangoe
6. Wisnu Bawa Tenaya
7. Sudhamek
8. Rikard Bangun

Yudian Wahyudi sebelumnya dilantik menjadi Kepala BPIP pada Rabu 5 Februari 2020. Pengangkatan Yudian Wahyudi menjadi Kepala BPIP diatur dalam Keputusan Presiden RI Nomor 12/P Tahun 2020.

Share:

Definition List

Unordered List

Support