Tampilkan postingan dengan label Indonesia Bangkit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Indonesia Bangkit. Tampilkan semua postingan

Rabu, 01 Februari 2023

Nomor satu! Jokowi optimis pertumbuhan ekonomi indonesia bisa melampaui negara – negara G20 pada 2023

Yogyakarta Jokowi optimis pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2022 akan mencapai 5,3% secara tahunan (year on year/yoy).

Proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,3% tersebut diyakini akan menempatkan ekonomi Indonesia pada peringkat ke-1 diantara negara G20 lainnya.

Jokowi mengajak seluruh masyarakat Indonesia bersyukur, karena telah berhasil keluar dari masa-masa silam dari pandemi Covid-19.

Saat ini, kata Jokowi kehidupan di Indonesia mulai berangsur pulih, bahkan sedang di masa transisi menuju normal.

Jokowi pun berterima kasih kepada seluruh masyarakat, karena di saat masa pandemi Covid-19, masyarakat bisa bergotong royong untuk saling membantu.

Di saat kehidupan sudah normal saat ini, Jokowi berharap agar budaya gotong royong itu tetap dipertahankan, sehingga bersama-sama bisa bangkit dan optimistis mengejar ketertinggalan.

 

Share:

Senin, 30 Januari 2023

Tahun Kebangkitan! Jokowi menyebutkan bahwa di tahun 2023 ekonomi sektor pariwisata bakal tumbuh

Yogyakarta - Pada tahun 2023 ini merupakan tahun yang spesial bagi bangsa Indonesia, pasalnya pada tahun ini merupak tahunnya kebangkitan ekonomi pariwisata. Ekonomi pariwisata Indonesia sempat terpuruk ketika diterjang badai pandemi Covid -19 yang melanda dunia selama dua tahun.

Kondisi pandemi dunia yang semakin stabil serta terkendali membuat secercah harapan bagi ekonomi pariwisata Indonesia bisa bangkit.

Melihat hal tersebut membuat Jokowi optimis bahwa tahun ini menjadi kebangkitan pariwisata Indonesia dan merupakan waktu yang tepat untuk mendongkrak pertumbuhannya. Guna mendukung hal tersebut Jokowi telah meluncurkan Gerakan Nasional Bangga Berwisata di Indonesia untuk mengajak lebih banyak masyarakat berwisata di dalam negeri.

Gerakan tersebut juga bertujuan mendongkrak pertumbuhan wisatawan nusantara hingga dua kali lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya.

Kepala Negara menjelaskan, tahun ini terdapat 110 kegiatan Karisma Event Nusantara dan 65 event sport, music dan creative calendar di seluruh Indonesia. Agenda-agenda tersebut diharapkan menjadi magnet untuk menarik sebanyak-banyaknya kunjungan wisatawan nusantara dan mancanegara untuk datang dan menikmati keunikan pariwisata di seluruh penjuru Tanah Air. 

 

Share:

Selasa, 30 Agustus 2022

Jokowi: Belajar dari Pandemi, Kita Harus Hati-hati Ambil Kebijakan

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan kalau dunia belum benar-benar pulih dari krisis akibat pandemi. Jokowi mewanti-wanti masyarakat untuk siap menghadapi tantangan baru.

Hal itu diungkap Jokowi dalam sambutannya di Rakernas PAN. Jokowi memberikan sambutan melalui video tapping yang ditayangkan di acara penutupan rakernas PAN di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (27/8/2022).

"Ketum PAN zulhas, dan seluruh jajaran pengurus PAN baik pusat, wilayah dan daerah. Hadirin yg berbahagia, saat ini dunia berada dalam posisi yang sangat sulit. Global betul-betul berada dalam kondisi yang tidak mudah, dunia belum pulih betul dari krisis kesehatan akibat pandemi lalu, sudah muncul konflik perang sehingga kita harus bersiap menghadapi berbagai tantangan tantangan baru dan juga mengatasi ancaman krisis pangan, ancaman krisis energi dan ancaman krisis keuangan," kata Jokowi.

Oleh karena itu, Jokowi meminta agar tetap hati-hati untuk mengambil setiap kebijakan saat ini. Dia bicara pentingnya persatuan dalam menghadapi suasana ketidakpastian di masa mendatang.

"Belajar dari menghadapi pandemi COVID-19 kita harus waspada dan berhati-hati dalam mengambil kebijakan dan yang terpenting kita harus bersatu dalam menghadapi ketidakpastian di masa mendatang agar bangsa kita pulih lebih cepat dan bangkit lebih kuat," katanya.

Lebih lanjut, Jokowi mengatakan RI memiliki momentum pulih lebih cepat terutama di sektor perekonomian. Untuk itu, dia juga berpesan momentum ini bisa terus dijaga dan ditingkatkan.

"Kita memiliki momentum untuk pulih lebih cepat perekonomian kita tumbuh sangat baik, kwartal kedua tahun 2022 bahkan tumbuh mencapai 5,44%, neraca perdagangan kita juga surplus 27 bulan berturut-turut, ini yang harus dijaga betul agar kinerja yang terus dapat ditingkatkan," katanya.

"Untuk itulah kita harus terus membangun infrastruktur di berbagai daerah memperkuat sistem pertahanan pangan, melakukan reformasi struktural, memulai realisasi industri dan mengembangkan ekosistem ekonomi hijau serta menciptakan iklim investasi yang lebih kondusif," lanjut Jokowi.

 

Share:

Kamis, 18 Agustus 2022

Pesan Jokowi di HUT ke-77 RI: Indonesia Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak seluruh masyarakat untuk bersatu padu mendukung agenda besar Indonesia Maju. Ucapan itu disampaikan Jokowi dalam rangka HUT ke-77 RI.

Kepala negara menekankan komitmen kerja keras, inovasi, dan kreativitas untuk Indonesia Maju. Dia berharap, RI bisa pulih dan bangkit lebih kuat.

"Mari bersatu padu mendukung agenda besar pencapaian Indonesia Maju, dengan komitmen dan kerja keras, dengan inovasi dan kreativitas. Indonesia pulih lebih cepat, bangkit lebih kuat. Dirgahayu Republik Indonesia!" tulis Jokowi lewat akun Twitter @jokowi seperti dilihat Rabu (18/7).

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga mengingatkan bahwa RI harus tetap waspada terkait krisis yang masih menghantui dunia. Lebih dari itu, ada geopolitik dunia yang mengancam kawasan.

"Saya tegaskan kembali bahwa kita harus selalu waspada, hati-hati, dan siaga. Krisis demi krisis masih menghantui dunia. Geopolitik dunia mengancam keamanan kawasan," kata Jokowi saat Pidato Kenegaraan di Gedung DPR-MPR.

Jokowi berpesan agar bangsa Indonesia harus selalu 'Eling lan Waspodo', atau harus ingat dan waspada. Selain itu, harus selalu cermat dalam bertindak.

"Kita harus selalu hati-hati dalam melangkah. Saya tegaskan kembali. Agenda besar bangsa tidak boleh berhenti. Langkah-langkah besar harus terus dilakukan," ujarnya.

Jokowi mengajak seluruh komponen bangsa untuk bersatu padu. Ia juga mengajak bangsa mendukung agenda besar bagi pencapaian Indonesia Maju.

 

Share:

Rabu, 13 Juli 2022

Jokowi Ungkap Tantangan Berat Pemulihan Ekonomi

Pandemi Covid-19 sudah berjalan selama 2 tahun. Presiden Joko Widodo menyatakan, Indonesia dan negara-negara di dunia sedang mengalami tantangan berat. Kepala negara menyebut, 2,5 tahun diserang wabah pandemi Covid-19 yang sampai saat ini juga belum selesai.

“2,5 tahun menghadapi tantangan berat yang namanya pandemi covid dan sampai saat ini belum rampung, belum selesai, negara-negara lain masih tinggi Covid nya kita alhamdulillah informasi berada pada posisi yang rendah,” kata Jokowi saat memberikan sambutan dalam acara Hari Keluarga Nasional di Sumatera Utara.

Kepala negara tak henti-hentinya mengingatkan kepada masyarakat untuk selalu patuh dalam menjalani protokol kesehatan. Bahkan, meminta masyarakat untuk melakukan vaksinasi dosis tiga alias booster untuk mencegah penularan Covid-19. Dengan banyaknya yang telah melakukan vaksinasi ketiga akan mencegah penularan Covid-19 agar dapat segera mengakhiri pandemi ini.

Tugas kita semuanya untuk mengendalikan, tetap harus waspada jangan sampai naik lagi, karena kalau covid nya bisa kita kendalikan, pemulihan ekonomi ini lebih mudah,” ungkap Jokowi.

Meski demikian, lanjut Jokowi, tantangan negara di dunia dalam menjaga stabilitas ekonomi bukan hanya dari serangan pandemi Covid-19. Namun, perang Rusia-Ukraina juga berdampak pada stabilitas ekonomi dunia. Oleh karena itu juga kita berharap agar kedamaian di seluruh dunia dapat terus dijaga.

“Sekarang tambah sulit karena masalah besar yaitu perang di Ukraina, hati-hati mengenai perang Ukraina. Karena ini menyangkut pangan dan energi, pangan minyak dan gas yang akan mempengaruhi semua negara di dunia, hati-hati,” tegas Jokowi menandaskan.

Dengan masalah masalah yang ada Presiden Joko Widodo meminta agar seluruh lapisan masyarakat agar dapat saling membantu dan menguatkan untuk dapat mempercepat kebangkitan nasional dari pandemi Covid-19. Dengan bersama kita dapat mengatasi masalah negara secara bersama.

 

Share:

Selasa, 28 Juni 2022

Jokowi Resmikan Pabrik Batrai Listrik, Siap Serap 20.000 Karyawan

Jakarta - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) meresmikan investasi konsorsium LG Energy Solution membangun pabrik baterai kendaraan listrik di Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang, Jawa Tengah. Adapun nilai investasi yang bakal digelontorkan perusahaan asal Korea tersebut mencapai US$ 9,8 miliar atau Rp 142 triliun, Rabu, (8/6/2022).

Seperti yang diketahui, pembangunan pabrik baterai listrik konsorsium LG Energy Solution  di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), Jawa Tengah, mampu menyerap 20 ribu tenaga kerja.

"Dan yang paling saya senangi adalah menyerap tenagakerja kita sampai 20 ribu orang, ini jumlah yang tidak kecil. Di mana-mana di dunia saat in pembukaan lapangan kerja merupakan kunci. Dan yang saya senang investasi dari hulu ke hilir tersebar di beberapa kawasan negara kita," ungkap Jokowi.

Rasa senangnya diucapkan untuk kedua kalinya saat menyampaikan investasi industri baterai ini dilakukan dari hulu sampai hilir, yang tersebar di sejumlah wilayah di Indonesia.

"Dan yang saya juga senang, investasi dari hulu sampai hilir itu tersebar di beberapa kawasan negara kita Indonesia. Peleburan smelternya untuk nikel beroperasi di Halmahera Maluku Utara, kemudian untuk industri industri refinery pemurnian, kemudian industri prekursor dan katoda ada di Jawa Tengah di kawasan industri di Batang," kata dia.

Jokowi menyebut pabrik baterai yang sedang dibangun di Batang, juga dibangun di Kerawang, kemudian pabrik mobil listriknya ada di Cikarang.

"Tersebar, ini sangat baik, tidak hanya di Jawa saja tapi juga di luar Jawa banyak dibangun untuk investasinya," lanjut Joko Widodo.

Sebagai negara yang terbesar cadangan nikelnya di dunia, menurut Jokowi Indonesia diharapkan menjadi produsen utama produk-produk barang berbasis nikel dan menyatakan ingin Indonesia bisa menjadi produsen baterai mobil listrik terbesar perlahan mulai diwujudkan.

Pengamat Energi dari Institute For Essential Services Reform, Fabby Tumiwa menyebut Indonesia memiliki potensi yang besar untuk menjadi produsen baterai kendaraan listrik dunia.

 

Share:

Sabtu, 25 Juni 2022

Jokowi: Sinergisitas Kunci Bangkit Pasca Pandemi!

 


Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan perlu adanya sinergisitas antara pemerintah pusat, lembaga dan pemerintah daerah (pemda) dalam menciptakan nilai tambah ekonomi. Hal ini dapat dilakukan dengan melakukan hilirisasi industri.

 

dari sektor tambang sampai dengan sektor pangan. Dengan membangun industri pengolahan barang mentah menjadi barang setengah jadi. Kalau bisa menjadi barang jadi," kata Jokowi dalam siaran Youtube LIVE: Penyampaian LHP LKPP Tahun 2021, Istana Kepresidenan Bogor, Kamis (23/6/2022).

 

Menurut Jokowi, pemerintah harus dapat memaksimalkan kekuatan yang ada di dalam negara sendiri. Terutama kekuatan belanja dalam negeri yang jumlahnya tidak sedikit, yaitu Rp 526 triliun di pemerintah pusat, Rp535 triliun di pemerintah daerah, dan Rp420 triliun di BUMN.

"Jumlah gak sedikit, jika dibelanjakan barang-barang produksi Dalam Negeri. Selalu berulang-ulang kali saya sampaikan selalu akan membawa dampak yang signifikan percepatan pemulihan yang kita lakukan," ungkap Jokowi di Istana Kepresidenan Bogor, Kamis (23/6/2022).

 

Jokowi menyebutkan, dalam perkembangan global, tantangan yang dihadapi dan ketidakpastian mengharuskan pemerintah untuk waspada pada situasi ekonomi politik global yang sedang bergejolak.

 

Pandemi Covid-19 juga memiliki dampak yang sangat luas, salah satunya dampak ekonomi yang menyebabkan inflasi di semua negara.

 

Pandemi Covid juga telah mengubah tren dan arah bisnis perekonomian di Indonesia.

 

"Tantangan yang kini dan ke depan kita hadapi tidak semakin mudah. Kita masih dalam situasi yang penuh ketidakpastian, yang mengharuskan kita semua harus tetap waspada," kata Jokowi pada Istana Kepresidenan Bogor, Kamis (23/6/2022).

 

Kemudian, masyarakat dunia kini tengah dikejutkan lagi dengan perang Rusia-Ukraina. Konflik tersebut otomatis turut mengganggu situasi ekonomi global. "Sehingga


Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan perlu adanya sinergisitas antara pemerintah pusat, lembaga dan pemerintah daerah (pemda) dalam menciptakan nilai tambah ekonomi. Hal ini dapat dilakukan dengan melakukan hilirisasi industri.

 

dari sektor tambang sampai dengan sektor pangan. Dengan membangun industri pengolahan barang mentah menjadi barang setengah jadi. Kalau bisa menjadi barang jadi," kata Jokowi dalam siaran Youtube LIVE: Penyampaian LHP LKPP Tahun 2021, Istana Kepresidenan Bogor, Kamis (23/6/2022).

 

Menurut Jokowi, pemerintah harus dapat memaksimalkan kekuatan yang ada di dalam negara sendiri. Terutama kekuatan belanja dalam negeri yang jumlahnya tidak sedikit, yaitu Rp 526 triliun di pemerintah pusat, Rp535 triliun di pemerintah daerah, dan Rp420 triliun di BUMN.

"Jumlah gak sedikit, jika dibelanjakan barang-barang produksi Dalam Negeri. Selalu berulang-ulang kali saya sampaikan selalu akan membawa dampak yang signifikan percepatan pemulihan yang kita lakukan," ungkap Jokowi di Istana Kepresidenan Bogor, Kamis (23/6/2022).

 

Jokowi menyebutkan, dalam perkembangan global, tantangan yang dihadapi dan ketidakpastian mengharuskan pemerintah untuk waspada pada situasi ekonomi politik global yang sedang bergejolak.

 

Pandemi Covid-19 juga memiliki dampak yang sangat luas, salah satunya dampak ekonomi yang menyebabkan inflasi di semua negara.

 

Pandemi Covid juga telah mengubah tren dan arah bisnis perekonomian di Indonesia.

 

"Tantangan yang kini dan ke depan kita hadapi tidak semakin mudah. Kita masih dalam situasi yang penuh ketidakpastian, yang mengharuskan kita semua harus tetap waspada," kata Jokowi pada Istana Kepresidenan Bogor, Kamis (23/6/2022).

 

Kemudian, masyarakat dunia kini tengah dikejutkan lagi dengan perang Rusia-Ukraina. Konflik tersebut otomatis turut mengganggu situasi ekonomi global. "Sehingga


Share:

Definition List

Unordered List

Support