Tampilkan postingan dengan label Covid19. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Covid19. Tampilkan semua postingan

Senin, 18 Juli 2022

Survei indEX: Kepuasan Publik Terhadap Jokowi Capai 80,9%

Gejolak kenaikan harga berbagai komoditas khususnya terkait pangan dan energi tengah menghantui dunia. Di dalam negeri, harga minyak goreng masih cukup tinggi, belum kembali ke harga tahun lalu. BBM jenis non-subsidi dan listrik untuk golongan tertentu telah dinaikkan, sedangkan BBM subsidi dibatasi penggunaannya.

Disrupsi ekonomi yang melanda dunia diperparah oleh perang di Ukraina, membuat rantai pasok terganggu di mana-mana. Indonesia yang saat ini memimpin Presidensi G20 ditantang untuk memberikan solusi perdamaian dan pemulihan ekonomi dari ancaman krisis. Atas dasar itu, Presiden Jokowi memutuskan untuk melakukan kunjungan ke Ukraina dan Rusia.

Usai menghadiri pertemuan G7 di Jerman, Jokowi bersama ibu negara memasuki zona perang untuk bertemu dengan Presiden Zelensky dan meninjau langsung kota-kota di Ukraina yang rusak parah. Setelah itu Jokowi menemui Presiden Putin di Rusia, untuk meminta dibukanya akses ekspor pangan Ukraina serta jaminan atas pasokan pupuk pertanian dari Rusia.

Jokowi tercatat sebagai pemimpin Asia pertama yang mengunjungi Ukraina pasca-invasi. Determinasi Jokowi dalam upaya menciptakan perdamaian dunia dan menyelamatkan dunia dari krisis mendapat apresiasi publik. Temuan survei Indonesia Elections and Strategic (indEX) Research menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap Jokowi sangat tinggi, mencapai 80,9 persen.

Bahkan di antaranya 7,1 persen merasa sangat puas. Kepuasan publik bertahan cukup tinggi selama paruh awal 2022, setelah sebelumnya sempat anjlok hingga 60,8 persen yang dipicu oleh varian delta pada gelombang kedua Covid-19. Sesudahnya kenaikan kasus Covid-19 akibat varian Omicron dan subvarian BA.4-BA.5 tidak terlalu dirasakan dampaknya oleh masyarakat.

“Ketegasan Jokowi dalam menjaga perdamaian dan menyelamatkan dunia dari ancaman krisis ekonomi berbuah pada tingginya kepuasan publik,” ungkap Direktur Eksekutif indEX Research Vivin Sri Wahyuni dalam siaran pers di Jakarta, pada Kamis (14/7). Sebanyak 18,1 persen publik merasa tidak puas, di antaranya 1,9 persen tidak puas sama sekali, dan tidak tahu/tidak jawab 1,0 persen.

 

Share:

Jumat, 15 Juli 2022

Jokowi Tetapkan Vaksin Booster Jadi Syarat Izin Keramaian dan Perjalanan

Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menetapkan vaksinasi dosis ke tiga atau vaksin booster sebagai syarat untuk menyelenggarakan kegiatan yang mengundang keramaian.

Vaksin booster juga jadi syarat bagi masyarakat yang ingin melakukan perjalanan menggunakan transportasi umum. “Jadi arahan Pak Presiden di bandara, disiapkan vaksinasi dosis ke tiga,” kata Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Airlangga Hartarto, dalam konferensi pers, Senin 4 Juli 2022.

Airlangga menyebut Satgas Covid-19 pun sudah mengeluarkan surat edaran untuk kegiatan keramaian wajib menyertakan buksi vaksin dosis ke tiga. Terkait izin keramaian, kata Airlangga, Jokowi juga mengingatkan aplikasi PeduliLindungi di berbagai tempat untuk terus diperketat.

“Jadi tidak boleh kendor karena beberapa tempat termonitor agak kendor, jadi ini yang harus ditingkatkan lagi, karena tadi diingatkan beberapa negara masih tinggi jadi pandemi belum usai,” kata Airlangga Selain itu, Jokowi meminta agar cakupan vaksinasi Covid-19 terus ditingkatkan. Khususnya di luar Jawa dan Bali, di mana cakupan vaksinasi dosis ke dua yang masih di bawah 50 persen ada di Maluku, Papua, dan Papua Barat. Sementara secara nasional, cakupan vaksinasi dosis ke tiga rata-rata masih di bawah 20 persen.

 

Share:

Presiden Jokowi: Pakai Masker di Dalam dan Luar Ruangan Sebuah Keharusan!

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta kepada masyarakat untuk tetap menggunakan masker meski di luar ruangan. Hal itu dilakukan karena saat ini pandemi Covid-19 masih ada.

"Saya juga Ingin mengingatkan kepada kita semuanya bahwa Covid masih ada. Oleh sebab itu baik di dalam ruangan maupun di luar ruangan memakai masker adalah masih sebuah keharusan," kata Jokowi dalam keterangannya yang disiarkan YouTube Sekretariat Presiden, Minggu (10/7/2022).

Jokowi juga meminta kepada pemerintah pusat dan daerah untuk terus mengawasi daerah-daerah yang interaksi masyarakatnya tinggi

Jokowi juga berpesan agar pemerintah pusat dan daerah serta TNI Polri menggencarkan vaksinasi booster.

"Dan juga utamanya untuk kota-kota yang interaksi masyarakatnya tinggi, saya masih mengingatkan lagi pemerintah daerah, pemerintah kota kabupaten dan provinsi serta TNI dan Polri untuk terus melakukan vaksinasi booster karena memang ini diperlukan," ungkapnya.

Sebagai informasi, dalam beberapa waktu terakhir perkembangan kasus Covid-19 di Tanah Air terus meledak. Kasus konfirmasi harian bahkan sempat nyaris tembus di atas 3.000 kasus.

Berdasarkan data Satuan Tugas Penanganan Covid-19, kemarin kasus konfirmasi positif mencapai 2.576 kasus. Angka tersebut sedikit lebih rendah dibandingkan angka kasus satu hari sebelumnya yakni 2.705 kasus.

Kemarin, DKI Jakarta untuk kesekian kalinya menjadi penyumbang kasus terbanyak dengan total 1.675 kasus, yang kemudian disusul oleh Jawa Barat 308 kasus, Banten 257 kasus, Jawa Timur 143 kasus, dan Bali 83 kasus.

 

Share:

Rabu, 13 Juli 2022

Jokowi : Harga BBM Indonesia Rp7.650, Negara Lain Sudah RP31.000

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengklaim harga bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia saat ini jauh lebih rendah jika dibandingkan negara lain. Pemerintah menjaga harga BBM jenis Pertalite tetap Rp7.650 per liter meski harga minyak mentah dunia terus naik.

Dia menjabarkan bahwa sebelum pandemi Covid-19 harga minyak mentah dunia hanya US$60 per barel, sedangkan saat ini sudah meningkat pesat hingga US$110 - US$120 per barel. Harga ini sangat jauh dengan yang beredar BBM yang saat ini digunakan oleh masyarakat.

"Sudah dua kali lipat hati-hati. Negara kita ini masih kita tahan untuk tidak menaikkan harga BBM yang namanya Pertalite," kata Jokowi dalam Puncak Peringatan Hari Keluarga Nasional. Lebih lanjut, Jokowi membandingkan harga Pertalite dengan harga BBM di luar negeri yang sudah melambung di angka Rp31.000 per liter, seperti di Jerman dan Singapura yang harga BBM menembus Rp31.000 per liter dan Thailand yang mencapai Rp20.000 per liter.

Sementara itu, dia melanjutkan di Indonesia sendiri harga Pertalite masih di harga Rp7.650 per liter, lantaran pemerintah masih melakukan subsidi melalui APBN terhadap BBM jenis penugasan tersebut.

"Jangan tepuk tangan dulu, ini kita masih kuat dan kita berdoa supaya APBN tetap masih kuat ber subsidi. Kalau sudah tidak kuat, mau gimana lagi? ya kan. kalau BBM naik ada yang setuju? Engga? Pasti semua tidak setuju," ujar Jokowi.

Jokowi melanjutkan, di Indonesia pemerintah masih menahan untuk tidak menaikkan harga BBM khususnya Jenis BBM Penugasan (JBKP) seperti Pertalite yang saat ini harganya masih Rp7.650 per liter.

Bahkan, Indonesia menjadi negara dengan importir BBM terbesar. Dia menyebut, kebutuhan akan konsumsi BBM di Indonesia mencapai 1,5 juta barel minyak, sedangkan impornya adalah setengah dari jumlah konsumsi tersebut.

 

Share:

Jokowi Ungkap Tantangan Berat Pemulihan Ekonomi

Pandemi Covid-19 sudah berjalan selama 2 tahun. Presiden Joko Widodo menyatakan, Indonesia dan negara-negara di dunia sedang mengalami tantangan berat. Kepala negara menyebut, 2,5 tahun diserang wabah pandemi Covid-19 yang sampai saat ini juga belum selesai.

“2,5 tahun menghadapi tantangan berat yang namanya pandemi covid dan sampai saat ini belum rampung, belum selesai, negara-negara lain masih tinggi Covid nya kita alhamdulillah informasi berada pada posisi yang rendah,” kata Jokowi saat memberikan sambutan dalam acara Hari Keluarga Nasional di Sumatera Utara.

Kepala negara tak henti-hentinya mengingatkan kepada masyarakat untuk selalu patuh dalam menjalani protokol kesehatan. Bahkan, meminta masyarakat untuk melakukan vaksinasi dosis tiga alias booster untuk mencegah penularan Covid-19. Dengan banyaknya yang telah melakukan vaksinasi ketiga akan mencegah penularan Covid-19 agar dapat segera mengakhiri pandemi ini.

Tugas kita semuanya untuk mengendalikan, tetap harus waspada jangan sampai naik lagi, karena kalau covid nya bisa kita kendalikan, pemulihan ekonomi ini lebih mudah,” ungkap Jokowi.

Meski demikian, lanjut Jokowi, tantangan negara di dunia dalam menjaga stabilitas ekonomi bukan hanya dari serangan pandemi Covid-19. Namun, perang Rusia-Ukraina juga berdampak pada stabilitas ekonomi dunia. Oleh karena itu juga kita berharap agar kedamaian di seluruh dunia dapat terus dijaga.

“Sekarang tambah sulit karena masalah besar yaitu perang di Ukraina, hati-hati mengenai perang Ukraina. Karena ini menyangkut pangan dan energi, pangan minyak dan gas yang akan mempengaruhi semua negara di dunia, hati-hati,” tegas Jokowi menandaskan.

Dengan masalah masalah yang ada Presiden Joko Widodo meminta agar seluruh lapisan masyarakat agar dapat saling membantu dan menguatkan untuk dapat mempercepat kebangkitan nasional dari pandemi Covid-19. Dengan bersama kita dapat mengatasi masalah negara secara bersama.

 

Share:

Presiden RI Jokowi Minta Satgas Covid-19 di Daerah Kembali Aktif Edukasi Masyarakat

Disaat semua negara masih kewalahan dalam menangani pandemi Covid-19, Presiden RI Joko Widodo mengajak semua masyarakat tetap konsisten dalam menjaga protokol kesehatan yang selama ini telah dijalankan dan tidak boleh meremehkan pandemi ini.

Presiden juga mengajak masyarakat kembali menjaga diri, kesehatan keluarga dan tidak putus asa dalam kondisi yang makin tidak menentu meskipun pandemi sudah lebih dua tahun. Jokowi ingin kasus Covid-19 di Indonesia terus melandai dan segera selesaikan, alasannya agar kebangkitan nasional terwujud dan semuanya segera pulih kembali.

Presiden meminta semua Satgas Covid-19 di berbagai daerah kembali terjun ke lapangan dan mengedukasi masyarakat. Dia tidak ingin mereka terjebak dalam kelalaian yang memicu naiknya kasus. Seperti yang telah terjadi selama dua tahun ini.

Kemudian, Presiden Jokowi memuji seluruh stakeholder satgas penanganan Covid-19 yang sudah bekerja keras penuh selama dua tahun penanganan pandemi ini. Menurutnya, kasus Covid-19 di Indonesia saat ini sudah masuk yang paling rendah di seluruh dunia. Sebuah prestasi yang bisa dibanggakan.

Terakhir, dia menyarankan masyarakat segera mengikuti kegiatan vaksinasi booster ketiga di gerai-gerai terdekat. Hal itu bertujuan agar kekebalan tubuh pengguna bisa bertambah dan tidak gampang terinfeksi virus Covid-19.

"Sekarang ini semua negara tidak berada pada posisi yang aman-aman saja. Hati-hati mengenai ini. Kita telah dua setengah tahun menghadapi tantangan berat yang namanya Covid. Dan, sampai saat ini belum rampung. Belum selesai," kata Presiden Jokowi ketika diwawancarai di Jakarta.

 

Share:

Jumat, 08 Juli 2022

Jokowi Prediksi Puncak Covid-19 Terjadi di Minggu ke-3 Juli

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memprediksi puncak kasus Covid-19 subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 pada minggu kedua atau ketiga Juli 2022.

"Kembali kita akan mengevaluasi kebijakan PPKM yang kita tahu kasus per 3 Juli kemarin ada sebanyak 1.614 kasus dan diprediksi puncak kasusnya akan berada di bulan Juli ini di minggu kedua atau minggu ketiga," ucap Jokowi saat memberi pengantar pada rapat terbatas di istana negara, Senin (4/7/22)

Jokowi juga meminta kepada Kapolri dan Panglima TNI serta kementerian hingga lembaga terkait untuk mendorong pemberian vaksinasi booster.

"Vaksinasi booster nasional baru mencapai 24,5% saya kira ini terus kita dorong. Saya minta kapolri panglima TNI dan juga kementerian kesehatan dan BNPB untuk mendorong terus agar vaksinasi booster bisa dilakukan terutama di kota-kota yang memiliki interaksi antar masyarakatnya tinggi," kata Jokowi.

Selain itu, Jokowi juga mengimbau kepada masyarakat agar selalu patuh dan taat dalam menjalani protokol kesehatan.

"Kemudian juga perlu kita gaungkan kembali pentingnya pelaksanaan protokol kesehatan, ini penting karena kita tidak mau pengendalian Covid-19 ini bisa mengganggu ekonomi kita," ungkapnya.

 

Share:

Rabu, 06 Juli 2022

JOKOWI SIAPKAN SKEMA NORMAL KARTU PRAKERJA

Jokowi tengah mempersiapkan program Kartu Prakerja dengan skema normal. Skema tersebut akan berfokus pada peningkatan kompetensi dan keahlian (skill) pada penerima manfaat, bukan sebagai bantuan sosial (bansos).

"Biaya pelatihan akan menjadi lebih besar dan pelatihan dapat dilakukan secara offline dan online, namun akan lebih mendorong pelatihan offline," Deputi Bidang Koordinasi ekonomi Digital, Ketenagakerjaan dan UMKM sekaligus Ketua Tim Pelaksana Program Kartu Prakerja Rudy Salahuddin, dikutip dari pernyataan resmi, Jumat (1/7).

Ia mengatakan keputusan ini dibuat karena kondisi pandemi covid-19 sudah berubah menjadi endemi. Untuk itu, pemerintah berencana menjalankan skema normal dengan mengadakan pelatihan offline yang merupakan desain awal dari Program Kartu Prakerja.

Melalui skema normal, pemerintah berharap Program Kartu Prakerja dapat memberikan serangkai pelatihan dengan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan pasar. Pelatihan dapat dilakukan secara offline, online, dan hybrid.

Oleh karena itu, dapat dipastikan bantuan biaya pelatihan akan lebih besar dari dana insentif yang diberikan.

Sejak Program Kartu Prakerja diluncurkan April 2020 lalu, terdapat total penerima manfaat sebanyak 12,8 juta orang di seluruh Indonesia. Program ini hadir di 514 kabupaten dan kota, dengan 56 persen dari populasi tinggal di desa, 49 persen dari peserta adalah perempuan, serta sekitar 3 persen merupakan penyandang disabilitas.

"Selama dua tahun program ini berjalan, Kartu Prakerja telah sukses dijalankan dengan baik. Tentunya dengan kesuksesannya, harapan yang sangat tinggi juga diemban untuk keberlanjutan ke depannya," kata Tim Asistensi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian yang juga Sekretaris Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Raden Pardede.

Untuk mempersiapkan penyiapan pelaksanaan skema normal Program Kartu Prakerja, tim pelaksana menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bersama untuk menerima masukan dari berbagai pemangku kepentingan mulai dari pemerintah, manajemen pelaksana program Kartu Prakerja, kementerian dan lembaga terkait, akademisi dan profesional, asosiasi dan industri, hingga lembaga-lembaga pelatihan.

 

Share:

Jokowi Minta Vaksinasi Booster Digenjot

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta jajarannya untuk menggenjot vaksinasi dosis ketiga atau booster. Jokowi menyebutkan, hingga saat ini, capaian vaksinasi booster di Tanah Air baru mencapai angka 24,5 persen dari target yang ditetapkan.

"Saya kira ini terus kita dorong, saya minta Kapolri, Panglima TNI, dan juga Kementerian Kesehatan dan BNPB untuk mendorong terus agar vaksinasi booster bisa dilakukan," kata Jokowi saat membuka rapat terbatas evaluasi PPKM di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (4/7/2022).

Secara khusus, Presiden meminta agar vaksinasi booster digenjot di daerah-daerah yang interaksi antarmasyarakatnya terbilang tinggi. Tak hanya menggenjot vaksinasi, mantan wali kota Solo tersebut juga berpesan agar pelaksanaan protokol kesehatan kembali digaungkan.

"Ini penting karena kita tidak mau pengendalian Covid ini bisa mengganggu ekonomi kita," ujar Jokowi. Jokowi menambahkan, peningkatan kasus Covid-19 di Indonesia diprediksi bakal memuncak pada minggu kedua atau ketiga bulan Juli 2022 ini.

Dikutip dari situs Covid19.go.id, kasus harian Covid-19 di Indonesia berada di atas 1.000 kasus sejak 15 Juni 2022 lalu, padahal angka kasus positif sudah sempat melandai hingga di bawah 200 kasus per hari. Berdasarkan data pada Minggu (3/7/2022) kemarin, jumlah kasus aktif Covid-19 di Indonesia pun tercatat sebanyak 16.919 kasus aktif.

 

Share:

Rabu, 22 Juni 2022

Upaya Pemerintah Gencarkan Penanganan Lonjakan Kasus Covid-19


Kasus baru positif Covid-19 di Indonesia kembali menembus level ribuan dalam beberapa waktu terakhir. Presiden Joko Widodo menghimbau semua pihak waspada dan segera mendapatkan vaksin booster.

"Sejak awal meskipun belum naik, dulu kan saya sudah sering ngomong enggak sekali, dua kali, tiga kali, waspada, waspada, waspada. Baik yang Omicron maupun yang BA.4 BA.5," kata Jokowi di Bogor, Jumat 17 Juni 2022.

Presiden terus mendorong masyarakat untuk segera mendapatkan suntikan ketiga vaksin Covid-19 atau booster sebagai salah satu langkah antisipasi, Presiden juga menjelaskan bahwa pemerintah telah menyediakan vaksin Covid-19 dalam jumlah yang banyak sehingga masyarakat bisa segera mendapatkan suntikan ketiga vaksin Covid-19 atau booster.

Presiden juga menjelaskan bahwa pemerintah telah menyediakan vaksin Covid-19 dalam jumlah yang banyak sehingga masyarakat bisa segera mendapatkan suntikan ketiga vaksin Covid-19 atau booster.

Terjadinya lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia diperkirakan karena serbuan virus corona varian Omicron BA.4 dan BA.5, Pemerintah menetapkan sejumlah kebijakan yang bertujuan untuk membatasi mobilitas dan interaksi masyarakat.

Langkah tegas yang akan di ambil oleh Pemerintah guna membatasi pergerakan masyarakat agar dapat mengurangi penyebaran virus Covid-19 yaitu Pemerintah memperpanjang daftar aturan Covid-19 untuk mencegah penularan, bagi warga yang ingin hadir di agenda berskala besar wajib sudah menerima vaksin dosis  ketiga Covid-19.

Kegiatan Berskala Besar adalah rangkaian aktivitas dalam acara berskala internasional ataupun nasional yang dapat mengundang secara fisik lebih dari 1000 orang dalam satu waktu tertentu serta pada satu lokasi yang sama dan/atau melibatkan perwakilan negara.

Selain itu bagi Kegiatan Berskala Besar yang melibatkan pejabat setingkat menteri ke atas atau VVIP, seluruh Pelaku Kegiatan Berskala Besar wajib menunjukkan hasil negatif pemeriksaan RT-PCR maksimal 2 x 24 jam sebelum kegiatan.

Jika dalam pemeriksaan tes antigen yang dilakukan dalam kegiatan tersebut terjaring pasien positif, maka akan dilakukan karantina yang terpisah dari kawasan kegiatan.

Seluruh biaya penanganan Covid-19 dan evakuasi medis dibebankan secara mandiri bagi WNA, sedangkan bagi WNI ditanggung oleh pemerintah.

Juru bicara Satgas Covid-19 Prof Wiku Adisasmito mengatakan kenaikan kasus Covid-19 belakangan ini sebagai alarm yang perlu diwaspadai.

Menurut Prof Wiku, positivity rate Covid-19 juga naik selama 4 minggu ke belakang. Namun, angka positivity rate masih di bawah angka 5 persen yang dinilainya masih dalam kategori aman.

Prof Wiku memberikan pesan kepada masyarakat dan pemerintah daerah untuk melakukan beberapa hal di bawah ini:

-Deteksi Kasus Sedini Mungkin
Ia meminta kesadaran bagi masyarakat yang merasakan gejala COVID-19 untuk datang ke tempat testing COVID-19 segera. Prof Wiku juga meminta pemerintah daerah untuk menyediakan tempat testing COVID-19 lebih banyak.

-Kembali Lakukan Usaha Penanganan
Prof Wiku berpesan untuk kembali memperhatikan usaha penanganan COVID-19. Usaha ini terutama difokuskan pada mereka yang merupakan kelompok rentan seperti lansia dan yang memiliki komorbid.

-Perketat Protokol Kesehatan
Terakhir, ia menyarankan masyarakat untuk selalu menerapkan protokol kesehatan seperti mencuci tangan dan menggunakan masker pada tempat-tempat yang telah ditetapkan.

Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) juga merekomendasikan beberapa upaya untuk mencegah penularan Covid-19, sebagai berikut:

-Tetap gunakan masker di ruang terbuka dan di ruang tertutup

-Tingkatkan kembali kegiatan tracing dan testing

-Tingkatkan cakupan vaksinasi termasuk booster

-Menghimbau para pemangku kebijakan, seperti gubernur dan bupati untuk melakukan berbagai upaya dalam meningkatkan cakupan vaksinasi booster

-Cakupan vaksinasi anak juga perlu ditingkatkan terutama menjelang -PTM 100 persen di tahun ajaran baru

-Aturan PCR negatif untuk pelaku perjalanan kembali diberlakukan

-Lakukan edukasi masif dan terus menerus tentang upaya pencegahan karena pandemi belum berakhir, mengingat masyarakat sudah jenuh dengan pandemi

-Tetap patuhi protokol kesehatan

-Jangan lengah walaupun bila nanti kasus menurun

Ketua Umum PB IDI Adib Khumaidi mengatakan situasi Covid-19 saat ini masih terkendali. Maka dari itu, ia meminta kerjasama dari pemerintah dan masyarakat untuk tetap waspada dalam mencegah penyebaran virus Corona.

Dengan begitu pemerintah meminta kerjasama semua pihak baik pemerintah, swasta, maupun masyarakat untuk tetap perlu mematuhi peraturan protokol kesehatan serta melakukan vaksinasi merata, untuk bisa lebih menekan angka penyebaran kasus Covid-19 bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Share:

Definition List

Unordered List

Support