Tampilkan postingan dengan label Booster. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Booster. Tampilkan semua postingan

Jumat, 26 Agustus 2022

Jokowi Minta Vaksinasi Kembali Akhir Tahun, Antisipasi Varian Baru Covid-19?

Presiden Joko Widodo menginstruksikan kepada Kementerian Kesehatan agar menggelar vaksinasi Covid-19 kembali pada akhir 2022.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa vaksinasi akan diprioritaskan bagi golongan masyarakat yang memiliki tingkat imunitas yang rendah.

"Tadi kami diskusi dan arahan Bapak Presiden, nanti rencananya pada akhir tahun, kami [Kemenkes] akan melakukan vaksinasi [kembali]. Terutama diarahkan bagi golongan yang memang imunitasnya rendah," ujarnya, dikutip melalui YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (24/8/2022).

Lebih lanjut, Budi menjelaskan bahwa sebelum pelaksanaan vaksinasi tersebut Kemenkes akan melakukan sero survei terlebih dahulu. Hal ini dilakukan untuk melihat lagi daerah-daerah mana yang masyarakatnya sudah menurun kadar imunitasnya.

Selain itu, sero survei juga bertujuan mencari tahu individu golongan mana saja yang kadar imunitasnya sudah turun.

Tidak hanya itu, Budi menjelaskan jika Kemenkes mengistilahkannya sebagai vaksinasi Covid-19 untuk meningkatkan imunitas populasi dalam menghadapi potensi gelombang berikutnya.

"Nanti kami akan sangat selektif memilih daerah-daerah yang memang imunitasnya rendah. Karena sebelumnya kita akan melakukan sero survei dulu," katanya.

Penyebabnya, dia menilai kebijakan vaksinasi kembali ini dipilih karena hasil riset sudah menunjukkan penyebab penularan Covid-19 di Indonesia saat ini cukup landai.

"Karena memang ya tinggi sekali ya imunitas populasi masyararakat Indonesia. Jadi 98,5 persen masyarakat sudah memiliki kadar proteksi 2.000 unit/mililiter," kata Budi.

 

Share:

Kamis, 25 Agustus 2022

Presiden Jokowi Perintahkan Vaksinasi Covid-19 untuk Anak di Bawah 6 Tahun

Presiden Joko Widodo meminta vaksinasi Covid-19 untuk anak usia di bawah 6 tahun mulai dilakukan guna mengantisipasi munculnya varian baru.

Hal itu disampaikan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin usai mengikuti rapat terbatas evaluasi PPKM yang dipimpin Presiden Jokowi di Kantor Presiden, Selasa (23/8/2022).

"Salah satu inisiatifnya adalah nanti bapak Presiden minta vaksinasi untuk anak-anak di bawah 6 tahun. Nanti akan kita mulai jajaki," ujar Budi.

"Sudah ada vaksinnya di dunia yang disetujui, vaksinasi pediatric namanya. Sekarang sedang kita jajaki," lanjutnya.

Selain vaksinasi untuk anak usia di bawah 6 tahun, Kemenkes juga akan kembali melakukan vaksinasi untuk kelompok lansia yang juga menderita penyakit bawaan (komorbid) dan saat ini kadar imunitasnya sudah turun.

Menurut Budi, jangka waktu vaksinasi para lansia tersebut sudah melebihi enam bulan.

"Karena kita sudah tahu by name by address, nanti akan kita segera berikan alternatif vaksin yang adanya agar bisa meningkatkan kadar imunitasnya," ungkap Budi.

"Untuk menjaga level imunitas populasi Indonesia untuk siap-siap di awal tahun depan kalau misalnya ada varian baru," lanjutnya.

Dalam kesempatan tersebut, Budi juga mengungkapkan, saat ini kondisi tingkat antibodi masyarakat Indonesia terhadap Covid-19 sudah tinggi.

Akan tetapi, pemerintah perlu mewaspadai soal potensi penurunan antibodi tersebut pada enam bulan ke depan.

Sehingga menurutnya, ujian bagi kadar antibodi yang saat ini sudah baik akan terjadi sekitar enam bulan lagi.

"Kombinasi antara vaksinasi di bulan November, Desember, Januari (2022) dan infeksi di bulan Februari dan Maret (2022) itu membuat (kondisi) di bulan Juni, Juli, Agustus (2022) kadar antibodi masyarakat Indonesia itu tinggi sekali. Sehingga boleh dibilang saat gelombang BA.4 BA.5 masuk, kita tidak terganggu sama sekali kasusnya," jelas Budi.

"Nah sekarang ujiannya adalah enam bulan lagi. Indonesia menjadi satu negara dari segelintir negara, dari beberapa negaralah, dari sedikit negara di dunia yang sudah berhasil melampaui gelombang BA.4 BA.5 dengan sangat baik. Sekarang ujiannya enam bulan lagi sekitar bulan Januari Februari, Maret 2023," jelasnya.

Sehingga apabila benar-benar menjaga penularan Covid-19 tetap landai seperti sekarang ini, Budi menyebutkan Indonesia telah mampu menangani pandemi selama 12 bulan berturut-turut.

Salah satu cara yang dilakukan pemerintah adalah menjaga level imunitas masyarakat setinggi saat ini, yakni 98,5 persen.

Namun, untuk mempertahankan agar level antibodi masyarakat tetap tinggi hingga enam bulan mendatang ada tantangan tersendiri.

"Tantangannya kita (antibodi dari) vaksinasinya sudah menurun dan tidak ada infeksi sekarang (infeksi varian Omicron pada awal 2022). Beda dengan kemarin Februari kita ada infeksi tinggi, itu kan memberikan perlindungan imunitas juga," tutur Budi.

"Sehingga tadi kita diskusi, dan arahan Bapak Presiden, nanti rencananya di akhir tahun kita akan melakukan vaksinasi terutama diarahkan bagi golongan yang memang imunitasnya rendah," ungkapnya

Adapun, sebelum pelaksanaan vaksinasi tersebut Kemenkes akan melakukan sero survei terlenih dahulu.

Tujuannya untuk melihat lagi daerah-daerah mana yang masyarakatnya sudah menurun kadar imunitasnya.

Selain itu, sero survei juga bertujuan mencari tahu individu golongan mana saja yang kadar imunitasnya sudah turun.

 

Share:

Jumat, 15 Juli 2022

Jokowi Tetapkan Vaksin Booster Jadi Syarat Izin Keramaian dan Perjalanan

Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menetapkan vaksinasi dosis ke tiga atau vaksin booster sebagai syarat untuk menyelenggarakan kegiatan yang mengundang keramaian.

Vaksin booster juga jadi syarat bagi masyarakat yang ingin melakukan perjalanan menggunakan transportasi umum. “Jadi arahan Pak Presiden di bandara, disiapkan vaksinasi dosis ke tiga,” kata Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Airlangga Hartarto, dalam konferensi pers, Senin 4 Juli 2022.

Airlangga menyebut Satgas Covid-19 pun sudah mengeluarkan surat edaran untuk kegiatan keramaian wajib menyertakan buksi vaksin dosis ke tiga. Terkait izin keramaian, kata Airlangga, Jokowi juga mengingatkan aplikasi PeduliLindungi di berbagai tempat untuk terus diperketat.

“Jadi tidak boleh kendor karena beberapa tempat termonitor agak kendor, jadi ini yang harus ditingkatkan lagi, karena tadi diingatkan beberapa negara masih tinggi jadi pandemi belum usai,” kata Airlangga Selain itu, Jokowi meminta agar cakupan vaksinasi Covid-19 terus ditingkatkan. Khususnya di luar Jawa dan Bali, di mana cakupan vaksinasi dosis ke dua yang masih di bawah 50 persen ada di Maluku, Papua, dan Papua Barat. Sementara secara nasional, cakupan vaksinasi dosis ke tiga rata-rata masih di bawah 20 persen.

 

Share:

Presiden Jokowi: Pakai Masker di Dalam dan Luar Ruangan Sebuah Keharusan!

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta kepada masyarakat untuk tetap menggunakan masker meski di luar ruangan. Hal itu dilakukan karena saat ini pandemi Covid-19 masih ada.

"Saya juga Ingin mengingatkan kepada kita semuanya bahwa Covid masih ada. Oleh sebab itu baik di dalam ruangan maupun di luar ruangan memakai masker adalah masih sebuah keharusan," kata Jokowi dalam keterangannya yang disiarkan YouTube Sekretariat Presiden, Minggu (10/7/2022).

Jokowi juga meminta kepada pemerintah pusat dan daerah untuk terus mengawasi daerah-daerah yang interaksi masyarakatnya tinggi

Jokowi juga berpesan agar pemerintah pusat dan daerah serta TNI Polri menggencarkan vaksinasi booster.

"Dan juga utamanya untuk kota-kota yang interaksi masyarakatnya tinggi, saya masih mengingatkan lagi pemerintah daerah, pemerintah kota kabupaten dan provinsi serta TNI dan Polri untuk terus melakukan vaksinasi booster karena memang ini diperlukan," ungkapnya.

Sebagai informasi, dalam beberapa waktu terakhir perkembangan kasus Covid-19 di Tanah Air terus meledak. Kasus konfirmasi harian bahkan sempat nyaris tembus di atas 3.000 kasus.

Berdasarkan data Satuan Tugas Penanganan Covid-19, kemarin kasus konfirmasi positif mencapai 2.576 kasus. Angka tersebut sedikit lebih rendah dibandingkan angka kasus satu hari sebelumnya yakni 2.705 kasus.

Kemarin, DKI Jakarta untuk kesekian kalinya menjadi penyumbang kasus terbanyak dengan total 1.675 kasus, yang kemudian disusul oleh Jawa Barat 308 kasus, Banten 257 kasus, Jawa Timur 143 kasus, dan Bali 83 kasus.

 

Share:

Jumat, 08 Juli 2022

Jokowi Prediksi Puncak Covid-19 Terjadi di Minggu ke-3 Juli

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memprediksi puncak kasus Covid-19 subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 pada minggu kedua atau ketiga Juli 2022.

"Kembali kita akan mengevaluasi kebijakan PPKM yang kita tahu kasus per 3 Juli kemarin ada sebanyak 1.614 kasus dan diprediksi puncak kasusnya akan berada di bulan Juli ini di minggu kedua atau minggu ketiga," ucap Jokowi saat memberi pengantar pada rapat terbatas di istana negara, Senin (4/7/22)

Jokowi juga meminta kepada Kapolri dan Panglima TNI serta kementerian hingga lembaga terkait untuk mendorong pemberian vaksinasi booster.

"Vaksinasi booster nasional baru mencapai 24,5% saya kira ini terus kita dorong. Saya minta kapolri panglima TNI dan juga kementerian kesehatan dan BNPB untuk mendorong terus agar vaksinasi booster bisa dilakukan terutama di kota-kota yang memiliki interaksi antar masyarakatnya tinggi," kata Jokowi.

Selain itu, Jokowi juga mengimbau kepada masyarakat agar selalu patuh dan taat dalam menjalani protokol kesehatan.

"Kemudian juga perlu kita gaungkan kembali pentingnya pelaksanaan protokol kesehatan, ini penting karena kita tidak mau pengendalian Covid-19 ini bisa mengganggu ekonomi kita," ungkapnya.

 

Share:

Rabu, 06 Juli 2022

Jokowi Minta Vaksinasi Booster Digenjot

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta jajarannya untuk menggenjot vaksinasi dosis ketiga atau booster. Jokowi menyebutkan, hingga saat ini, capaian vaksinasi booster di Tanah Air baru mencapai angka 24,5 persen dari target yang ditetapkan.

"Saya kira ini terus kita dorong, saya minta Kapolri, Panglima TNI, dan juga Kementerian Kesehatan dan BNPB untuk mendorong terus agar vaksinasi booster bisa dilakukan," kata Jokowi saat membuka rapat terbatas evaluasi PPKM di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (4/7/2022).

Secara khusus, Presiden meminta agar vaksinasi booster digenjot di daerah-daerah yang interaksi antarmasyarakatnya terbilang tinggi. Tak hanya menggenjot vaksinasi, mantan wali kota Solo tersebut juga berpesan agar pelaksanaan protokol kesehatan kembali digaungkan.

"Ini penting karena kita tidak mau pengendalian Covid ini bisa mengganggu ekonomi kita," ujar Jokowi. Jokowi menambahkan, peningkatan kasus Covid-19 di Indonesia diprediksi bakal memuncak pada minggu kedua atau ketiga bulan Juli 2022 ini.

Dikutip dari situs Covid19.go.id, kasus harian Covid-19 di Indonesia berada di atas 1.000 kasus sejak 15 Juni 2022 lalu, padahal angka kasus positif sudah sempat melandai hingga di bawah 200 kasus per hari. Berdasarkan data pada Minggu (3/7/2022) kemarin, jumlah kasus aktif Covid-19 di Indonesia pun tercatat sebanyak 16.919 kasus aktif.

 

Share:

Rabu, 22 Juni 2022

Upaya Pemerintah Gencarkan Penanganan Lonjakan Kasus Covid-19


Kasus baru positif Covid-19 di Indonesia kembali menembus level ribuan dalam beberapa waktu terakhir. Presiden Joko Widodo menghimbau semua pihak waspada dan segera mendapatkan vaksin booster.

"Sejak awal meskipun belum naik, dulu kan saya sudah sering ngomong enggak sekali, dua kali, tiga kali, waspada, waspada, waspada. Baik yang Omicron maupun yang BA.4 BA.5," kata Jokowi di Bogor, Jumat 17 Juni 2022.

Presiden terus mendorong masyarakat untuk segera mendapatkan suntikan ketiga vaksin Covid-19 atau booster sebagai salah satu langkah antisipasi, Presiden juga menjelaskan bahwa pemerintah telah menyediakan vaksin Covid-19 dalam jumlah yang banyak sehingga masyarakat bisa segera mendapatkan suntikan ketiga vaksin Covid-19 atau booster.

Presiden juga menjelaskan bahwa pemerintah telah menyediakan vaksin Covid-19 dalam jumlah yang banyak sehingga masyarakat bisa segera mendapatkan suntikan ketiga vaksin Covid-19 atau booster.

Terjadinya lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia diperkirakan karena serbuan virus corona varian Omicron BA.4 dan BA.5, Pemerintah menetapkan sejumlah kebijakan yang bertujuan untuk membatasi mobilitas dan interaksi masyarakat.

Langkah tegas yang akan di ambil oleh Pemerintah guna membatasi pergerakan masyarakat agar dapat mengurangi penyebaran virus Covid-19 yaitu Pemerintah memperpanjang daftar aturan Covid-19 untuk mencegah penularan, bagi warga yang ingin hadir di agenda berskala besar wajib sudah menerima vaksin dosis  ketiga Covid-19.

Kegiatan Berskala Besar adalah rangkaian aktivitas dalam acara berskala internasional ataupun nasional yang dapat mengundang secara fisik lebih dari 1000 orang dalam satu waktu tertentu serta pada satu lokasi yang sama dan/atau melibatkan perwakilan negara.

Selain itu bagi Kegiatan Berskala Besar yang melibatkan pejabat setingkat menteri ke atas atau VVIP, seluruh Pelaku Kegiatan Berskala Besar wajib menunjukkan hasil negatif pemeriksaan RT-PCR maksimal 2 x 24 jam sebelum kegiatan.

Jika dalam pemeriksaan tes antigen yang dilakukan dalam kegiatan tersebut terjaring pasien positif, maka akan dilakukan karantina yang terpisah dari kawasan kegiatan.

Seluruh biaya penanganan Covid-19 dan evakuasi medis dibebankan secara mandiri bagi WNA, sedangkan bagi WNI ditanggung oleh pemerintah.

Juru bicara Satgas Covid-19 Prof Wiku Adisasmito mengatakan kenaikan kasus Covid-19 belakangan ini sebagai alarm yang perlu diwaspadai.

Menurut Prof Wiku, positivity rate Covid-19 juga naik selama 4 minggu ke belakang. Namun, angka positivity rate masih di bawah angka 5 persen yang dinilainya masih dalam kategori aman.

Prof Wiku memberikan pesan kepada masyarakat dan pemerintah daerah untuk melakukan beberapa hal di bawah ini:

-Deteksi Kasus Sedini Mungkin
Ia meminta kesadaran bagi masyarakat yang merasakan gejala COVID-19 untuk datang ke tempat testing COVID-19 segera. Prof Wiku juga meminta pemerintah daerah untuk menyediakan tempat testing COVID-19 lebih banyak.

-Kembali Lakukan Usaha Penanganan
Prof Wiku berpesan untuk kembali memperhatikan usaha penanganan COVID-19. Usaha ini terutama difokuskan pada mereka yang merupakan kelompok rentan seperti lansia dan yang memiliki komorbid.

-Perketat Protokol Kesehatan
Terakhir, ia menyarankan masyarakat untuk selalu menerapkan protokol kesehatan seperti mencuci tangan dan menggunakan masker pada tempat-tempat yang telah ditetapkan.

Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) juga merekomendasikan beberapa upaya untuk mencegah penularan Covid-19, sebagai berikut:

-Tetap gunakan masker di ruang terbuka dan di ruang tertutup

-Tingkatkan kembali kegiatan tracing dan testing

-Tingkatkan cakupan vaksinasi termasuk booster

-Menghimbau para pemangku kebijakan, seperti gubernur dan bupati untuk melakukan berbagai upaya dalam meningkatkan cakupan vaksinasi booster

-Cakupan vaksinasi anak juga perlu ditingkatkan terutama menjelang -PTM 100 persen di tahun ajaran baru

-Aturan PCR negatif untuk pelaku perjalanan kembali diberlakukan

-Lakukan edukasi masif dan terus menerus tentang upaya pencegahan karena pandemi belum berakhir, mengingat masyarakat sudah jenuh dengan pandemi

-Tetap patuhi protokol kesehatan

-Jangan lengah walaupun bila nanti kasus menurun

Ketua Umum PB IDI Adib Khumaidi mengatakan situasi Covid-19 saat ini masih terkendali. Maka dari itu, ia meminta kerjasama dari pemerintah dan masyarakat untuk tetap waspada dalam mencegah penyebaran virus Corona.

Dengan begitu pemerintah meminta kerjasama semua pihak baik pemerintah, swasta, maupun masyarakat untuk tetap perlu mematuhi peraturan protokol kesehatan serta melakukan vaksinasi merata, untuk bisa lebih menekan angka penyebaran kasus Covid-19 bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Share:

Definition List

Unordered List

Support