Tampilkan postingan dengan label KTT Asean-EU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KTT Asean-EU. Tampilkan semua postingan

Minggu, 18 Desember 2022

Pidato Jokowi Berhasil Membuat Kerja Sama ASEAN – Uni Eropa Semakin Kuat dan Saling Menguntungkan

Tekanan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) dalam memperjuangkan ASEAN kembali membuahkan hasil spektakuler dalam KTT Uni Eropa - ASEAN pada 14 Desember 2022.

Intisari pidato pedas Presiden Jokowi saat pembukaan melenggang masuk ke dalam deklarasi akhir para pemimpin negara yang hadir di KTT tersebut. Terutama dalam prinsip kesetaraan antara ASEAN dan Uni Eropa (EU) dalam menjalankan kemitraan, kesetaraan dalam perdagangan dan investasi global, termasuk dalam memajukan investasi yang bernilai tambah.

Para pemimpin Uni Eropa dan ASEAN menyepakati pernyataan bersama. ASEAN dan Uni Eropa berkomitmen untuk mengembangkan Kemitraan Strategis Uni Eropa - ASEAN yang didasarkan pada hukum internasional, kepentingan bersama, dan kerja sama yang saling menguntungkan dalam isu-isu yang menjadi perhatian bersama dan prinsip kesetaraan.

Presiden RI Jokowi sebelumnya dalam pidatonya menekankan bahwa kemitraan ASEAN dan Uni Eropa tidak semuanya baik-baik saja. Jokowi kemudian mendesak agar kemitraan harus didasarkan pada kesetaraan, bahwa tidak boleh ada pihak yang mendikte pihak lain, dan agar mengakhiri pola pikir "bahwa standar saya lebih baik dari standar Anda." 

Presiden Jokowi menegaskan, kemitraan antara Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara ASEAN dan Uni Eropa harus bisa berkontribusi pada pemulihan ekonomi yang inklusif, salah satunya melalui perdagangan dan investasi yang dipermudah.

Dalam sambutan yang dia sampaikan dalam KTT Peringatan 45 Tahun ASEAN-EU di Brussels, Belgia, Jokowi secara khusus mengkritisi usulan regulasi deforestasi EU karena dinilai menghambat perdagangan.

 

Share:

Sabtu, 17 Desember 2022

Jokowi Lakukan Pertemuan Bilateral dengan PM Belanda Mark Rutte Bahas Penguatan Kerja Sama Indonesia-Belanda

Presiden Joko Widodo melakukan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Belanda Mark Rutte, di sela penyelenggaraan KTT Peringatan 45 Tahun ASEAN-Uni Eropa di Gedung Europa, Brussels. 

Dalam pertemuan itu, Presiden Jokowi mengucapkan terima kasih atas kehadiran dan dukungan Belanda bagi kesuksesan Presidensi G20 Indonesia.

“Presidensi yang sulit, tapi akhirnya berakhir dengan hasil yang baik. Deklarasi dapat disepakati dan daftar kerja sama konkret yang akan sangat berguna bagi dunia,” ucap Presiden Jokowi.

Presiden Jokowi juga menyampaikan harapannya agar Kemitraan ASEAN dengan Uni Eropa akan dapat lebih diperkuat ke depan, mengingat tahun depan Indonesia menjadi Ketua ASEAN.

Adapun beberapa isu lain yang disampaikan Presiden Jokowi dalam pertemuan tersebut antara lain membahas perundingan Indonesia-EU CEPA, kerja sama transisi energi, kerja sama investasi, dan kerja sama penanggulangan kejahatan lintas batas.

 

Share:

Jumat, 16 Desember 2022

Jokowi Dorong Kemitraan ASEAN dan Uni Eropa, Setara dan Sejajar Serta Saling Menguntungkan

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendorong kemitraan ASEAN dan Uni Eropa (UE) harus didasarkan pada prinsip kesetaraan. Jokowi tidak ingin ada salah satu pihak yang selalu mendikte.

"Jika kita ingin membangun sebuah kemitraan yang baik, maka kemitraan harus didasarkan pada kesetaraan, tidak boleh ada pemaksaan. Tidak boleh lagi ada pihak yang selalu mendikte dan beranggapan bahwa my standard is better than yours," kata Jokowi saat pidato pada acara pembukaan KTT Peringatan 45 Tahun ASEAN-Uni Eropa di Justus Lipsius Atrium, Brussels.

Jokowi menambahkan, selama beberapa dekade, Asia Tenggara telah menjadi economic powerhouse. Dia mengatakan, Asia Tenggara akan tetap menjadi pusat pertumbuhan.

"Dengan demikian kemitraan dengan ASEAN dipastikan akan menguntungkan," ujar Jokowi.

Menurut Jokowi, pada September tahun 2022 ini, ASEAN-Uni Eropa Business Council mengeluarkan hasil survei mengenai persepsi bisnis di ASEAN, dan 63 persen responden melihat ASEAN sebagai kawasan dengan kesempatan ekonomi terbaik.

"69 persen responden mengharapkan pasar ASEAN menjadi lebih penting dari aspek pendapatan global dalam 2 tahun kedepan dan 97 persen responden berharap adanya percepatan perundingan FTA ASEAN-UE dan anggotanya," tutur dia.

Untuk itu, Jokowi mendorong adanya kemitraan yang setara dan saling menguntungkan. Dia mengatakan, pandemi dan krisis multidimensi yang dihadapi saat ini harus menjadi pelajaran penting bahwa tumbuh dan makmur bersama adalah satu-satunya pilihan.

"Kita tidak hanya harus maju bersama, namun juga harus maju setara," jelas Jokowi

Jokowi Dorong Kemitraan Setara dan Saling Menguntungkan

Menurut Jokowi, pada September tahun 2022 ini, ASEAN-Uni Eropa Business Council mengeluarkan hasil survei mengenai persepsi bisnis di ASEAN, dan 63 persen responden melihat ASEAN sebagai kawasan dengan kesempatan ekonomi terbaik.

"69 persen responden mengharapkan pasar ASEAN menjadi lebih penting dari aspek pendapatan global dalam 2 tahun kedepan dan 97 persen responden berharap adanya percepatan perundingan FTA ASEAN-UE dan anggotanya," tutur dia.

Untuk itu, Jokowi mendorong adanya kemitraan yang setara dan saling menguntungkan. Dia mengatakan, pandemi dan krisis multidimensi yang dihadapi saat ini harus menjadi pelajaran penting bahwa tumbuh dan makmur bersama adalah satu-satunya pilihan.

"Kita tidak hanya harus maju bersama, namun juga harus maju setara," jelas Jokowi.

 

Share:

Jokowi Jejaki Kerja Sama Dengan Swedia dalam Bidang Pembangunan Hijau

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri KTT Peringatan 45 Tahun ASEAN-Uni Eropa di Brussel, Belgia. Di sela kunjungannya, Jokowi melakukan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri (PM) Swedia, Ulf Kristersson, Rabu, 14 Desember 2022.

Jokowi menyampaikan, Swedia merupakan salah satu mitra ekonomi utama Indonesia di Nordik, khususnya pada pembangunan hijau. Menurut dia, Indonesia dan Swedia menjalin kerja sama investasi, kerja sama transisi energi dan pembangunan hijau, hingga kerja sama di bidang perdagangan.

“Saya ingin sektor ini menjadi prioritas kerja sama Indonesia dan Swedia ke depan,” ucap Jokowi seperti dikutip dalam siaran pers, Kamis (15/12/2022).

Soal kemitraan ASEAN dan Uni Eropa, Jokowi meyakini keketuaan Indonesia di ASEAN tahun 2023 akan berada dalam momentum yang bersamaan dengan Presidensi Swedia di Uni Eropa pada semester pertama 2023.

“Mari kita perkuat sinergi kemitraan ASEAN – Uni Eropa yang setara dan bermanfaat nyata,” kata Jokowi.

Sebagai pemegang keketuaan ASEAN tahun depan, Presiden Jokowi juga mengundang Swedia untuk berpartisipasi pada Indo-Pacific Infrastructure Forum yang diselenggarakan di Indonesia tahun depan.

Turut mendampingi Presiden Jokowi dalam pertemuan tersebut yaitu Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, dan Duta Besar RI Brussels Andri Hadi.

 

Share:

Rabu, 14 Desember 2022

Jokowi Hadiri KTT ASEAN-Uni Eropa di Belgia

 

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) didampingi Ibu Iriana Jokowi dan delegasi terbatas bertolak menuju Brussel, Belgia dalam rangka menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN-Uni Eropa (EU).

“Pagi hari ini, saya bersama Ibu Negara dan juga delegasi terbatas akan menuju ke Brussel di Belgia, dalam rangka menghadiri KTT ASEAN-EU dalam rangka 45 tahun hubungan ASEAN dan Uni Eropa,” kata Presiden dalam pernyataan pers sebelum keberangkatan, di Bandar Udara (Bandara) Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.

Presiden menekankan, hubungan yang baik antara ASEAN dan Uni Eropa harus terus diperkuat karena Uni Eropa salah satu mitra dagang strategis bagi ASEAN.

Nilai perdagangan antara ASEAN dan EU pada tahun 2021 mencapai 268,9 miliar dolar AS, terbesar ketiga setelah Republik Rakyat Tiongkok (RRT) dan Amerika Serikat (AS).

“Foreign direct investment [FDI] dari Uni Eropa ke ASEAN yang berjumlah sebesar 26 miliar Dolar AS di tahun 2021 juga merupakan foreign direct investment yang terbesar kedua setelah RRT. Inilah kenapa terus kita perkuat, terus kita tingkatkan hubungan yang baik antara ASEAN dan Uni Eropa,” ujar Presiden.

Secara khusus, Kepala Negara juga mengharapkan agar hubungan perdagangan serta investasi antara Indonesia dengan Uni Eropa juga terus meningkat.

“Tentu saja negara kita, Indonesia, ingin agar perdagangan kita meningkat antara Indonesia dan EU, dan juga investasi dari Uni Eropa ke Indonesia juga terus meningkat,” ucap Presiden.

Menutup pernyataan persnya, Presiden menyampaikan bahwa kunjungan ke Belgia kali ini berlangsung dalam waktu singkat, tidak lebih dari 24 jam.

“Saya dan delegasi juga hanya kurang dari 24 jam di Belgia, setelah itu langsung pulang kembali ke tanah air,” pungkasnya.

 

Share:

Definition List

Unordered List

Support