Tampilkan postingan dengan label Surplus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Surplus. Tampilkan semua postingan

Rabu, 27 Maret 2024

Masih Memenuhi Target, Menkeu: Kinerja APBN Masih Tetap Solid Hal Tersebut Dibuktikan Dengan Realisasi Pagu 2024 Sebesar 14,1% Atau Rp 470,3 T Dari Target Awal Yakni 17,6% Sebesar Rp 493,2 T Sehingga Surplus Sebesar Rp 22.8 M Dari PDB

Yogyakarta – Menurut Menteri Keuangan, kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) masih tetap solid, meskipun realisasi pagu pada tahun 2024 sedikit di bawah target awal. Realisasi pagu sebesar 14,1% atau Rp 470,3 triliun dari target awal 17,6% sebesar Rp 493,2 triliun menunjukkan bahwa pemerintahan Jokowi masih mampu menjaga disiplin fiskal dan mengendalikan pengeluaran.

Hal ini membuktikan komitmen pemerintah untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional, yang merupakan prasyarat utama bagi stabilitas politik dan keamanan nasional. Meskipun terdapat perubahan kondisi ekonomi global dan tantangan internal, pemerintahan Jokowi tetap konsisten dalam menjalankan kebijakan fiskal yang bertujuan untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Dengan berhasilnya pemerintah menjaga kinerja APBN, hal ini juga mengindikasikan bahwa Indonesia memiliki fondasi ekonomi yang kuat untuk menghadapi berbagai ketidakpastian dan tantangan di masa depan. Kedisiplinan dalam pengelolaan anggaran menunjukkan bahwa pemerintah Jokowi mampu menjaga kepercayaan investor dan pasar keuangan, yang pada gilirannya dapat mengurangi risiko ketidakstabilan ekonomi.

Surplus sebesar Rp 22,8 triliun dari Produk Domestik Bruto (PDB) adalah indikator positif lainnya dari kinerja APBN yang solid. Surplus ini menunjukkan bahwa pemerintah Jokowi berhasil menjaga keseimbangan antara penerimaan dan pengeluaran negara, serta mampu mengelola defisit dengan bijaksana.

Selain itu, surplus APBN juga memberikan fleksibilitas lebih bagi pemerintah dalam memperkuat infrastruktur, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan mendukung program-program pembangunan lainnya. Hal ini akan berkontribusi positif terhadap peningkatan kualitas hidup dan daya saing Indonesia di tingkat global.

Kinerja APBN yang solid juga memperkuat citra positif pemerintahan Jokowi di mata masyarakat dan dunia internasional. Ketika banyak negara menghadapi tekanan ekonomi dan keuangan, Indonesia tetap mampu bertahan dan bahkan meraih surplus, hal ini menunjukkan keberhasilan kebijakan ekonomi pemerintahan Jokowi dalam menghadapi tantangan global.

Dalam kesimpulannya, kinerja APBN yang tetap solid adalah bukti nyata dari hasil kerja keras pemerintahan Jokowi dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional. Melalui kebijakan fiskal yang bijaksana dan konsisten, pemerintah Jokowi berhasil menciptakan fondasi ekonomi yang kuat, yang menjadi landasan bagi stabilitas politik dan keamanan nasional. Semoga prestasi ini dapat terus memberikan manfaat bagi kemajuan dan kesejahteraan bangsa Indonesia.

 

Share:

Jumat, 21 Oktober 2022

Buka Trade Expo Indonesia ke-37, Presiden Harapkan Surplus Neraca Perdagangan Meningkat

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) secara resmi membuka Trade Expo Indonesia (TEI) ke-37 yang diselenggarakan di Indonesia Convention Exhibition (ICE), Bumi Serpong Damai City (BSD City), Tangerang, Banten, Rabu (19/10/2022). Presiden mengharapkan gelaran ini dapat membukukan transaksi dalam jumlah besar sekaligus meningkatkan surplus neraca perdagangan Indonesia.

“Saya mengucapkan selamat pada Trade Expo Indonesia ke-37 ini. Semoga nanti apa yang tadi ditargetkan oleh Menteri Perdagangan, lebih dari 10 miliar Dolar AS, betul-betul bisa kita capai. Kita harapkan itu akan mendorong surplus neraca perdagangan kita pada masa-masa mendatang,” ujar Presiden.

Pada kesempatan ini, Presiden Jokowi juga mengapresiasi kinerja semua pihak yang berhasil mempertahankan surplus neraca perdagangan Indonesia hingga kurun waktu 29 bulan.

“Ini atas dukungan Bapak-Ibu sekalian, sudah 29 bulan kita terus surplus neraca dagang kita. Tadi sudah disampaikan oleh Pak Zul, Menteri Perdagangan, dari Januari-September surplus kita mencapai 39,8 miliar Dolar AS. Ini jumlah yang tidak sedikit, ini juga berkat kerja keras Bapak-Ibu sekalian,” ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan dalam laporannya menyampaikan bahwa surplus neraca perdagangan Indonesia pada periode Januari-September meningkat 58,9 persen dari periode yang sama di tahun sebelumnya.

“Surplus Indonesia mencapai 39,87 miliar Dolar AS, naik 58,8 persen dibanding periode yang sama tahun 2021. Ekspor nonmigas tercatat sebesar 207,19 miliar Dolar AS atau naik 33,21 persen dibanding tahun 2021 yang lalu,” ungkap Mendag.

Untuk mendukung pertumbuhan ekspor, lanjut Mendag, Indonesia terus berupaya membuka akses pasar di negara-negara mitra melalui perjanjian perdagangan serta pengiriman misi dagang. Selain itu, pemerintah juga tengah fokus mengembangkan potensi perdagangan di pasar nontradisional.

“Ke depan, kami akan lebih fokus menggarap pasar nontradisional. Untuk mengatasi perlambatan ekonomi dunia, kita fokus menggarap pasar nontradisional,” kata Zulkifli.

Mendag mengungkapkan, dalam pelaksanaan TEI ini akan dilakukan penandatanganan sejumlah komitmen pembelian antara para eksportir dengan mitra dagangnya.

“Pagi ini, belum buka tadi, sudah ada [penandatanganan] kontrak satu 1,5 miliar Dolar AS. Jadi pameran belum buka kita sudah kontrak 1,5 miliar Dolar AS. Oleh karena itu, kami dari Kementerian Perdagangan yakin selesai pameran ini mudah-mudahan kita bisa dapat kontrak dari hasil expo ini mudah-mudahan kita bisa mencapai 10 miliar Dolar AS.

TEI ke-37 2022 digelar secara hybrid dengan mengusung tema “Strengthening Global Trade for Stronger Recovery”.  Acara ini diharapkan menjadi titik balik geliat ekonomi Indonesia pascapandemi COVID-19.

Pameran yang menghadirkan beragam produk unggulan Indonesia ini akan diselenggarakan selama lima hari pada 19–23 Oktober 2022 di ICE, BSD City, sementara pameran online akan berlangsung pada 19 Oktober–19 Desember 2022. Produk yang ditampilkan terbagi dalam 7 zona kategori, yaitu manufaktur, fesyen dan aksesoris, kecantikan dan kesehatan, peralatan medis, mebel dan dekorasi, jasa digital, serta makanan dan minuman. Sebanyak 2.288 pembeli dari 176 negara telah terdaftar pada pameran ini.

Selain pameran, akan diselenggarakan juga Trade Tourism and Investment Forum dan Jakarta Muslim Fashion Week 2023 serta pemberian penghargaan Primaniyarta dan Primaduta sebagai bentuk apresiasi kepada eksportir nasional dan importir luar negeri yang terus menumbuhkan ekspor Indonesia di tengah pandemi.

 

Share:

Definition List

Unordered List

Support