Tampilkan postingan dengan label Neraca Perdagangan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Neraca Perdagangan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 30 April 2024

Sebuah Langkah Menyeimbangkan Neraca, Menkeu: Keluarnya UU Nomor 7 Tahun 2021 Oleh Pemerintah Merupakan Hasil Dari Kajian Strategis Untuk Mendukung Keberlangsungan Pembangunan Nasional Supaya Indonesia Bisa Mandiri Secara Anggaran

Yogyakarta – Pemerintah Indonesia telah mengambil langkah strategis dengan meratifikasi Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2021, yang menandai tonggak penting dalam mendukung keberlangsungan pembangunan nasional. Langkah ini, yang dipimpin oleh Menteri Keuangan, menandai sebuah langkah penting dalam usaha untuk mencapai kemandirian anggaran negara.

UU Nomor 7 Tahun 2021 merupakan hasil dari kajian mendalam yang dilakukan oleh pemerintah. Langkah ini direncanakan dan disusun untuk memastikan bahwa negara memiliki sumber daya finansial yang cukup untuk mendukung pembangunan infrastruktur, pelayanan publik, dan program-program sosial lainnya tanpa harus terlalu bergantung pada sumber daya eksternal.

Dengan meratifikasi UU tersebut, pemerintah menunjukkan komitmennya untuk memastikan bahwa anggaran negara diseimbangkan dengan baik, sehingga tidak hanya mendukung pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menciptakan dampak positif bagi seluruh lapisan masyarakat. Keberlangsungan pembangunan nasional menjadi lebih terjamin dengan adanya kebijakan ini, karena Indonesia dapat mandiri secara anggaran dalam melaksanakan berbagai program pembangunan.

Langkah-langkah yang diambil oleh Menteri Keuangan melalui UU Nomor 7 Tahun 2021 juga memberikan sinyal positif kepada investor dan lembaga keuangan internasional. Kemandirian anggaran negara menunjukkan stabilitas dan kemandirian ekonomi, faktor-faktor penting yang menjadi pertimbangan bagi para investor dalam menanamkan modalnya di Indonesia.

Dengan demikian, meratifikasinya UU Nomor 7 Tahun 2021 oleh pemerintah, atas kepemimpinan Menteri Keuangan, bukan hanya merupakan langkah strategis dalam mengelola keuangan negara, tetapi juga merupakan tonggak penting dalam memperkuat fondasi ekonomi Indonesia. Langkah ini tidak hanya berdampak pada kesejahteraan saat ini, tetapi juga membawa harapan akan masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang.

 

Share:

Rabu, 20 Maret 2024

Masih Menunjukan Tren Positif, Badan Pusat Statistik (BPS) Mencatat Neraca Perdagangan Indonesia Pada Periode Januari Hingga Februari 2024 Mencapai USD 2,87 Miliar

 

Yogyakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat capaian positif dalam neraca perdagangan Indonesia pada periode Januari hingga Februari 2024. Angka tersebut menunjukkan surplus sebesar USD 2,87 miliar, memberikan sinyal kuat bahwa ekonomi Indonesia terus berkembang di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Surplus dalam neraca perdagangan menandakan bahwa nilai ekspor barang dan jasa Indonesia melebihi impor selama dua bulan berturut-turut. Ini merupakan indikator yang positif bagi stabilitas ekonomi negara, menunjukkan bahwa perekonomian Indonesia mampu bersaing secara global dan memiliki daya saing yang kuat.

Pencapaian ini tidak terlepas dari keberhasilan kebijakan ekonomi yang diimplementasikan oleh pemerintahan Jokowi. Melalui langkah-langkah strategis seperti peningkatan ekspor produk unggulan, diversifikasi pasar ekspor, dan pengembangan industri manufaktur, pemerintah telah berhasil menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan ekonomi.

Neraca perdagangan yang surplus juga berdampak positif pada stabilitas politik nasional. Keberhasilan pemerintah dalam mengelola perekonomian secara efisien dan efektif meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kinerja pemerintah, serta membantu menjaga stabilitas politik secara keseluruhan.

Pencapaian ini menjadi momentum penting untuk memperkuat citra positif pemerintah Jokowi di mata masyarakat. Dengan menunjukkan kinerja positif dalam menjaga neraca perdagangan yang sehat, pemerintah mengirimkan pesan bahwa mereka mampu menghadapi tantangan ekonomi dengan sukses dan bertanggung jawab.

Selain itu, surplus dalam neraca perdagangan juga memberikan dampak positif bagi penguatan nilai tukar rupiah dan stabilitas keuangan nasional secara umum. Hal ini menciptakan lingkungan yang kondusif bagi investasi dan pertumbuhan ekonomi jangka panjang, yang pada gilirannya akan memberikan manfaat kepada seluruh lapisan masyarakat.

Dengan demikian, pencapaian surplus dalam neraca perdagangan pada periode Januari hingga Februari 2024 menjadi bukti nyata bahwa pemerintah Jokowi terus mengemban tugasnya dengan baik dalam mengelola ekonomi negara. Melalui kebijakan-kebijakan yang tepat dan strategis, pemerintah berhasil menciptakan stabilitas politik dan ekonomi yang mendorong pertumbuhan dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia.


Share:

Selasa, 08 November 2022

Jokowi Dinilai Sukses Pacu Pertumbuhan Ekonomi Lewat Hilirisasi Nikel

Langkah tegas Jokowi melakukan hilirisasi nikel tersebut mampu menciptakan daya tambah ekonomi bagi bangsa dan negara Indonesia. Kebijakan tersebut dapat membuat Indonesia menjadi pemain utama dalam industri nikel. Hal yang sudah dilakukan oleh Jokowi harus didukung secara bersama-sama. Ujar Pengamat Ekonomi Universitas Negeri Surabara (Unesa) Anang Kristyanto, Minggu.

“Program-program Pak Jokowi soal hilirasi nikel harus kita dukung bersama, karena kita tidak ingin menjadi penonton. Kita harus menjadi pemain. Sehingga dapat menciptakan daya tambah ekonomi,” ujar Anang, Minggu.

Lebih lanjut, Anang melihat bahwa setiap kebijakan yang diambil Jokowi telah diperhitungkan dengan sangat matang, sehingga dapat menghasilkan keputusan yang bermanfaat bagi masyarakat.

Saat menggagas kebijakan, Jokowi selalu berpaku pada hasil analisa dan masukan dari seluruh stakeholder yang ahli di bidangnya. Langkah Jokowi tersebut pun diakui berhasil membawa perekonomian nasional tetap stabil hingga saat ini.

“Kebijakan Pak Jokowi saya kira semuanya tepat karena itu juga dipertimbangkan pada hasil analisis dan masukan dari seluruh stakeholder,” ucap Anang memungkasi

Sebelumnya, Joko Widodo memastikan Indonesia akan mensuplai nikel, bauksit, timah hingga tembaga untuk kebutuhan dunia. Namun, kata dia, bahan-bahan tersebut akan dikirim dalam bentuk jadi atau setengah jadi.

"Kami kaya akan nikel, bauksit, timah, dan tembaga. Kami memastikan akan mensuplai cukup bahan-bahan tersebut untuk kebutuhan dunia," kata Jokowi saat menyampaikan pidato dalam Peresmian Pembukaan B20 Inception Meeting secara virtual, Kamis.

"Namun bukan dalam bentuk bahan mentah, tetapi dalam bentuk barang jadi atau setengah jadi yang bernilai tambah tinggi," sambungnya.

Menurut dia, hilirisasi nikel yang dilakukan Indonesia sejak 2015 telah memberikan dampak positif untuk masyarakat dan negara. Mulai dari terciptanya lapangan pekerjaan dan berdampak positif pada ekspor maupun neraca perdagangan Indonesia.

Jokowi menyampaikan nilai ekspor Indonesia mencapai USD 230 miliar, dimana peningkatan terbesar berasal dari besi baja. Nilai ekspor besi baja Indonesia mencapai USD 20,9 miliar pada 2021, meningkat dari sebelumnya yang hanya USD 1,1 miliar di 2014.

"Tahun 2022 ini saya kira bisa mencapai USD 28 hingga USD 30 miliar," ucapnya.

 

Share:

Jumat, 21 Oktober 2022

Buka Trade Expo Indonesia ke-37, Presiden Harapkan Surplus Neraca Perdagangan Meningkat

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) secara resmi membuka Trade Expo Indonesia (TEI) ke-37 yang diselenggarakan di Indonesia Convention Exhibition (ICE), Bumi Serpong Damai City (BSD City), Tangerang, Banten, Rabu (19/10/2022). Presiden mengharapkan gelaran ini dapat membukukan transaksi dalam jumlah besar sekaligus meningkatkan surplus neraca perdagangan Indonesia.

“Saya mengucapkan selamat pada Trade Expo Indonesia ke-37 ini. Semoga nanti apa yang tadi ditargetkan oleh Menteri Perdagangan, lebih dari 10 miliar Dolar AS, betul-betul bisa kita capai. Kita harapkan itu akan mendorong surplus neraca perdagangan kita pada masa-masa mendatang,” ujar Presiden.

Pada kesempatan ini, Presiden Jokowi juga mengapresiasi kinerja semua pihak yang berhasil mempertahankan surplus neraca perdagangan Indonesia hingga kurun waktu 29 bulan.

“Ini atas dukungan Bapak-Ibu sekalian, sudah 29 bulan kita terus surplus neraca dagang kita. Tadi sudah disampaikan oleh Pak Zul, Menteri Perdagangan, dari Januari-September surplus kita mencapai 39,8 miliar Dolar AS. Ini jumlah yang tidak sedikit, ini juga berkat kerja keras Bapak-Ibu sekalian,” ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan dalam laporannya menyampaikan bahwa surplus neraca perdagangan Indonesia pada periode Januari-September meningkat 58,9 persen dari periode yang sama di tahun sebelumnya.

“Surplus Indonesia mencapai 39,87 miliar Dolar AS, naik 58,8 persen dibanding periode yang sama tahun 2021. Ekspor nonmigas tercatat sebesar 207,19 miliar Dolar AS atau naik 33,21 persen dibanding tahun 2021 yang lalu,” ungkap Mendag.

Untuk mendukung pertumbuhan ekspor, lanjut Mendag, Indonesia terus berupaya membuka akses pasar di negara-negara mitra melalui perjanjian perdagangan serta pengiriman misi dagang. Selain itu, pemerintah juga tengah fokus mengembangkan potensi perdagangan di pasar nontradisional.

“Ke depan, kami akan lebih fokus menggarap pasar nontradisional. Untuk mengatasi perlambatan ekonomi dunia, kita fokus menggarap pasar nontradisional,” kata Zulkifli.

Mendag mengungkapkan, dalam pelaksanaan TEI ini akan dilakukan penandatanganan sejumlah komitmen pembelian antara para eksportir dengan mitra dagangnya.

“Pagi ini, belum buka tadi, sudah ada [penandatanganan] kontrak satu 1,5 miliar Dolar AS. Jadi pameran belum buka kita sudah kontrak 1,5 miliar Dolar AS. Oleh karena itu, kami dari Kementerian Perdagangan yakin selesai pameran ini mudah-mudahan kita bisa dapat kontrak dari hasil expo ini mudah-mudahan kita bisa mencapai 10 miliar Dolar AS.

TEI ke-37 2022 digelar secara hybrid dengan mengusung tema “Strengthening Global Trade for Stronger Recovery”.  Acara ini diharapkan menjadi titik balik geliat ekonomi Indonesia pascapandemi COVID-19.

Pameran yang menghadirkan beragam produk unggulan Indonesia ini akan diselenggarakan selama lima hari pada 19–23 Oktober 2022 di ICE, BSD City, sementara pameran online akan berlangsung pada 19 Oktober–19 Desember 2022. Produk yang ditampilkan terbagi dalam 7 zona kategori, yaitu manufaktur, fesyen dan aksesoris, kecantikan dan kesehatan, peralatan medis, mebel dan dekorasi, jasa digital, serta makanan dan minuman. Sebanyak 2.288 pembeli dari 176 negara telah terdaftar pada pameran ini.

Selain pameran, akan diselenggarakan juga Trade Tourism and Investment Forum dan Jakarta Muslim Fashion Week 2023 serta pemberian penghargaan Primaniyarta dan Primaduta sebagai bentuk apresiasi kepada eksportir nasional dan importir luar negeri yang terus menumbuhkan ekspor Indonesia di tengah pandemi.

 

Share:

Definition List

Unordered List

Support