Tampilkan postingan dengan label produksi nikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label produksi nikel. Tampilkan semua postingan

Selasa, 29 November 2022

Indonesia Harus Jadi Negara Berani dan Tegas dalam Ambil Keputusan, Ujar Jokowi

Jokowi menegaskan bahwa kebijakan hilirisasi barang mentah khususnya hilirisasi nikel akan tetap dilanjutkan. Hal ini meskipun Indonesia mengalami kekalahan gugatan oleh Uni Eropa di Badan Penyelesaian Sengketa atau Dispute Settlement Body (DSB) Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).

Indonesia diketahui kalah gugatan di WTO karena persoalan kebijakan Indonesia yang melarang ekspor bijih nikel ke luar negeri pada awal tahun 2020. Meski kalah gugatan nikel di WTO itu, Jokowi menegaskan bahwa kebijakan hilirisasi bahan mentah akan terus dilanjutkan.

"Kita dibawa ke WTO, baru dua bulan yang lalu kita kalah, tapi keberanian kita menghilirisasi bahan bahan mentah, itu lah yang akan terus kita lanjutkan, meskipun kita kalah di WTO," kata Jokowi dalam silaturahmi relawan Nusantara Bersatu di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta.

Yang paling penting, kata Jokowi, Indonesia harus menjadi negara berani dalam mengambil keputusan dan tidak takut atas tekanan dari negara lain. Dengan berani ambil keputusan, Indonesia diharapkan bisa menjadi salah satu dari lima besar negara dengan ekonomi terkuat pada 2045.

Dalam final panel report tersebut juga berisi panel menolak pembelaan yang diajukan oleh Pemerintah Indonesia terkait dengan keterbatasan jumlah Cadangan Nikel Nasional dan untuk melaksanakan Good Mining Practice (Aspek Lingkungan) sebagai dasar pembelaan.

Seperti yang diketahui, Indonesia kalah gugatan di WTO oleh Uni Eropa. Hasil putusan panel WTO yang dicatat dalam sengketa DS 592 sudah keluar pada tanggal 17 Oktober 2022. Isinya: Memutuskan bahwa kebijakan Ekspor dan Kewajiban Pengolahan dan Pemurnian Mineral Nikel di Indonesia terbukti melanggar ketentuan WTO Pasal XI.1 GATT 1994 dan tidak dapat dijustifikasi dengan Pasal XI.2 (a) dan XX (d) GATT 1994.

Dalam final panel report tersebut juga berisi panel menolak pembelaan yang diajukan oleh Pemerintah Indonesia terkait dengan keterbatasan jumlah Cadangan Nikel Nasional dan untuk melaksanakan Good Mining Practice (Aspek Lingkungan) sebagai dasar pembelaan.

 

Share:

Selasa, 08 November 2022

Jokowi Dinilai Sukses Pacu Pertumbuhan Ekonomi Lewat Hilirisasi Nikel

Langkah tegas Jokowi melakukan hilirisasi nikel tersebut mampu menciptakan daya tambah ekonomi bagi bangsa dan negara Indonesia. Kebijakan tersebut dapat membuat Indonesia menjadi pemain utama dalam industri nikel. Hal yang sudah dilakukan oleh Jokowi harus didukung secara bersama-sama. Ujar Pengamat Ekonomi Universitas Negeri Surabara (Unesa) Anang Kristyanto, Minggu.

“Program-program Pak Jokowi soal hilirasi nikel harus kita dukung bersama, karena kita tidak ingin menjadi penonton. Kita harus menjadi pemain. Sehingga dapat menciptakan daya tambah ekonomi,” ujar Anang, Minggu.

Lebih lanjut, Anang melihat bahwa setiap kebijakan yang diambil Jokowi telah diperhitungkan dengan sangat matang, sehingga dapat menghasilkan keputusan yang bermanfaat bagi masyarakat.

Saat menggagas kebijakan, Jokowi selalu berpaku pada hasil analisa dan masukan dari seluruh stakeholder yang ahli di bidangnya. Langkah Jokowi tersebut pun diakui berhasil membawa perekonomian nasional tetap stabil hingga saat ini.

“Kebijakan Pak Jokowi saya kira semuanya tepat karena itu juga dipertimbangkan pada hasil analisis dan masukan dari seluruh stakeholder,” ucap Anang memungkasi

Sebelumnya, Joko Widodo memastikan Indonesia akan mensuplai nikel, bauksit, timah hingga tembaga untuk kebutuhan dunia. Namun, kata dia, bahan-bahan tersebut akan dikirim dalam bentuk jadi atau setengah jadi.

"Kami kaya akan nikel, bauksit, timah, dan tembaga. Kami memastikan akan mensuplai cukup bahan-bahan tersebut untuk kebutuhan dunia," kata Jokowi saat menyampaikan pidato dalam Peresmian Pembukaan B20 Inception Meeting secara virtual, Kamis.

"Namun bukan dalam bentuk bahan mentah, tetapi dalam bentuk barang jadi atau setengah jadi yang bernilai tambah tinggi," sambungnya.

Menurut dia, hilirisasi nikel yang dilakukan Indonesia sejak 2015 telah memberikan dampak positif untuk masyarakat dan negara. Mulai dari terciptanya lapangan pekerjaan dan berdampak positif pada ekspor maupun neraca perdagangan Indonesia.

Jokowi menyampaikan nilai ekspor Indonesia mencapai USD 230 miliar, dimana peningkatan terbesar berasal dari besi baja. Nilai ekspor besi baja Indonesia mencapai USD 20,9 miliar pada 2021, meningkat dari sebelumnya yang hanya USD 1,1 miliar di 2014.

"Tahun 2022 ini saya kira bisa mencapai USD 28 hingga USD 30 miliar," ucapnya.

 

Share:

Jumat, 30 September 2022

Jokowi Sudah Bulat: Nanti Kita Setop Lagi Ekspor Timah

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) kembali melontarkan pernyataan tegas mengenai pelarangan ekspor mineral mentah. Setelah sukses dengan pelarangan ekspor bijih nikel, ke depan yang akan dilarang ekspornya adalah timah.

Jokowi mengatakan bahwa pada masa awal pelarangan ekspor nikel banyak orang-orang yang berkomentar tidak setuju dan meminta pemerintah untuk berhati-hati, karena nilai ekspor negara bisa anjlok karena memberhentikan ekspor bijih nikel tersebut.

Namun nyatanya, setelah larangan ekspor bijih nikel disetop dan Indonesia menggalakkan hilirisasi nikel di dalam negeri untuk mendapatkan hasil ekspor dengan nilai tambah, justru pendapatan negara dari ekspor hilirisasi nikel menjadi bertambah.

"Dulu ekspor nikel hanya mentahan, sekarang ada industri smelter. Dan harus kita paksa. Dulu nikel kita setop ramai, orang datang siapa saja menyampaikan hati-hati ekspor bisa anjlok karena memberhentikan ekspor nikel ini," ungkap Jokowi dalam agenda UOB Economic Outlook 2022, Kamis (29/9/2022).

Jokowi mencatat, lewat pelarangan ekspor bijih nikel menjadi ekspor melalui proses hilirisasi, pendapatan negara melejit signifikan dari yang sebelumnya hanya US$ 1,1 miliar atau Rp 15 triliunan pada tahun 2017-an menjadi US$ 20,9 miliar atau Rp 360 miliar pada tahun 2021.

"Meloncat dari Rp 15 triliun ke Rp 360 triliun, itu baru nikel. Nanti kita setop lagi timah, tembaga. Setop lagi ekspor barang-barang mentahan," ungkap dia.

"Hilirisasi jangan sampai berpuluh-puluh tahun menjual komoditas saja, kini setop tapi satu-satu tidak barengan," tandas Jokowi.

 

Share:

Kamis, 09 Juni 2022

Kata Jokowi Suara Mobil Listrik Halus..Harganya Segini Nih

 


Jakarta - Ekosistem mobil listrik di Indonesia tengah bergeliat. Dukungan pemerintah pun kian terlihat setelah Presiden Joko Widodo menjajal mobil listrik Genesis G20 di Batang, Jawa Tengah. Mobil ini juga bakal digunakan sebagai kendaraan resmi kepala negara yang hadir di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali.

"Tadi saya nyoba mobil listriknya Genesis dari Hyundai. Saya kira halus, enggak ada suaranya," ujar Presiden dalam keterangannya di kawasan proyek KCC Glass, Rabu (8/6/22).

Namun, Hyundai sebagai produsen mobil tersebut belum menjualnya secara bebas. Dari daftar Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB) yang tertera dalam Permendagri No. 1/2021 tentang Perhitungan Dasar Pengenaan Pajak Kendaraan Bermotor dan Bea Balik Nama Tahun 2021, untuk generasi mesin ICE, Genesis memiliki NJKB sebesar Rp892 juta.

Harga tersebut baru perkiraan NJKB, bukan on the road (OTR) atau nilai yang harus dibayar oleh pembeli. Nantinya, pembeli masih harus menanggung berbagai pajak seperti Pajak Pertambahan Nilai (PPN), Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN KB) hingga Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM). Diperkirakan harga mobil ini bakal dijual dengan harga Rp 1 miliar.

Pabrikan asal Korea Selatan itu baru menjual beberapa mobil listriknya, mulai dari Ioniq Electric, Kona Electric hingga Ioniq 5. Nama terakhir bahkan merupakan produksi Cikarang, Indonesia sejak Maret 2022 lalu.

Selain Hyundai, beberapa mobil listrik dari brand lain pun sudah mulai masuk ke pasar otomotif RI, diantaranya Tesla hingga Nissan Leaf. Namun, mobil-mobil tersebut impor dari luar negeri. Dari segi harga pun masih terlampau tinggi dari yang banyak terjual di Indonesia, yakni di harga Rp 600 juta ke atas.

Berikut daftar harga mobil listrik di RI:

- Tesla Model 3 Standard Plus: Rp 1.500.000.000

- Tesla Model Y Long Range: Rp 2.000.000.000

- Nissan Leaf: Rp 728.000.000

- Lexus UX 300e: Rp 1.431.000.000

- Renault Twizy: Rp 595.000.000

- Hyundai Ioniq Electric: Rp 682.000.000

- Hyundai Kona Electric: Rp 742.000.000

- Hyundai Ioniq 5: Rp 718.000.000 - Rp 829.000.000.

Selain nama-nama di atas, pabrikan mobil yang selama puluhan tahun menguasai pasar otomotif Indonesia, yakni Toyota juga sudah menyiapkan kendaraan berbasis listrik full pada Toyota Innova EV Concept. Namun, Toyota belum mengumumkan secara resmi kapan mobil tersebut bakal dirilis.


Share:

Rabu, 08 Juni 2022

Ini Dana Rp142 T yang Siap 'Disiram' LG untuk Investasi di RI

 



Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) tak dapat menyembunyikan rasa bahagianya setelah konsorsium asal Korea Selatan, LG Energy Solution menanamkan modalnya di Indonesia.

Tak tanggung-tanggung, dana yang digelontorkan LG untuk membangun pabrik baterai kendaraan listrik di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) mencapai US$ 9,8 miliar atau setara Rp 142 triliun.

"Saya ingin sampaikan terima kasih kepada konsorsium LG yang bekerja sama dengan BUMN atas kerja kerasnya sehingga bisa kita mulai. Total investasi bukan jumlah sedikit Rp 142 triliun," kata Jokowi, Rabu (8/6/2022).

Jokowi mengaku senang lantaran pembangunan industri baterai listrik terintegrasi mulai berjalan. Apalagi, investasi LG merupakan yang pertama di dunia yang mengintegrasikan produksi kendaraan listrik dari hulu hingga ke hilir.

"Dimulai dari nikel, smelter, prekusor, katoda, kemudian baterai listrik, baterai pack, hingga mobil listrik. Masih ditambah lagi dengan industri daur ulang baterai," tegasnya.

Selain itu, Jokowi juga senang lantaran komitmen investasi LG juga nantinya akan menciptakan lapangan kerja. Setidaknya, sebanyak 20 ribu pekerja bisa terserap dari pembangunan pabrik ini.

"Ini jumlah yang tidak kecil, di mana-mana di dunia sekarang ini pembukaan lapangan kerja adalah kunci," tegas Jokowi.




Share:

Jokowi Punya Mimpi RI Jadi Negara Terbesar Produk Basis Nikel


Jakarta - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) memiliki mimpi besar untuk tanah air, yakni Indonesia bisa menjadi negara terbesar produsen utama penghasil produk-produk barang yang berbasis nikel. Hal ini didukung dengan produksi nikel yang memang besar di Indonesia.

Jokowi mengatakan, sebagai negara dengan cadangan nikel terbesar di dunia, diharapkan Indonesia menjadi produsen.

"Sekali lagi Indonesia akan menjadi produsen utama produk-produk barang yang berbasis nikel seperti lithium, baterai listrik. Ini kesempatan emas untuk membangun ekonomi hijau ke depan," terangJokowi dalam Seremoni Implementasi Rencana Tahap Kedua Industri Baterai Listrik Terintegrasi di KIT Batang, Rabu (8/6/2022).

Hal itulah yang membuat keinginan Jokowi menjadi bulat untuk menyetop ekspor bijih nikel dan akan dilanjutkan dengan penyetopan ekspor komoditas bahan mentah lainnya seperti bauksit.

"Sehingga kita bisa memproduksi barang jadi yang berasal dari aluminium," ungkap Jokowi.

Dalam kesempatan sama, Jokowi pada hari ini, Rabu (8/6/2022) meresmikan investasi konsorsium LG Energy Solution membangun pabrik baterai kendaraan listrik di Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang, Jawa Tengah. Adapun nilai investasi yang bakal digelontorkan perusahaan asal Korea tersebut mencapai US$ 9,8 miliar atau Rp 142 triliun.

Jokowi bilang, bahwa investasi LG di Indonesia merupakan investasi pertama di dunia yang sudah terintegrasi, di mulai dari penambangan nikel, pembangunan smelter, prekusor pabrik katoda hingga pabrik pembuatan baterai listrik sampai mobil listrik.

"Masih ditambah lagi industri daur ulang baterai. Ini dari hulu sampai hilir end to end semuanya dikerjakan dalam investasi ini," ungkap Jokowi dalam Seremoni Implementasi Rencana Tahap Kedua Industri Baterai Listrik Terintegrasi di KIT Batang, Rabu (8/6/2022).

Jokowi mengungkapkan investasi pengembangan pabrik baterai oleh konsorsium LG ini menembus sangat besar, atau menembus US$ 9,8 miliar atau Rp 142 triliun.

"Dan yang paling saya senangi adalah menyerap tenaga kerja kita sampai 20 ribu orang, ini jumlah yang tidak kecil. Di mana-mana di dunia saat in pembukaan lapangan kerja merupakan kunci. Dan yang saya senang investasi dari hulu ke hilir tersebar di beberapa kawasan negara kita," ungkap Jokowi.

Menteri Investasi atau Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa ada negara tetangga Indonesia yang tidak senang ketika Indonesia mengembangkan pabrik industri baterai listrik.

"Baterai ini godaannya banyak, keliatannya negara tetangga kita belum ikhlas kalau Indonesia jadi negara industrialis baterai. Tapi pemerintah Korea di bawah menteri dan LG telah sepakat untuk membangun ekosistem baterai mobil listrik di Indonesia," terang Bahlil.

Bahlil mengatakan, pembangunan ekosistem baterai mobil listrik sudah dimulai sejak Hyundai melakukan produksi mobil listriknya di Indonesia. Namun, Bahlil mengakui bahwa banyak pihak yang belum ikhlas jika Indonesia menjadi pusat ekosistem baterai mobil listrik dunia.




 

Share:

Definition List

Unordered List

Support