Tampilkan postingan dengan label mobil listrik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mobil listrik. Tampilkan semua postingan

Rabu, 03 Juli 2024

Menteri Investasi Mengatakan Bahwa Dampak Ekonomi Global Membuat BASF dan Eramet Menunda Investasi Nikel Di Indonesia

Yogyakarta – Belakangan ini, muncul kabar yang cukup mengejutkan terkait penundaan proyek Electric Vehicle (EV) di Indonesia. Banyak pihak yang berspekulasi bahwa proyek ini dicabut karena adanya masalah internal. Namun, Menteri Investasi Bahlil Lahadalia dengan tegas mengklarifikasi bahwa informasi tersebut tidak benar dan hanya penundaan sementara.

“Saya kemarin baru dapat kabar itu dan sampai sekarang kita lagi berdiskusi dengan mereka. Sementara bukan dicabut tapi di pending sementara karena harga, daya beli masyarakat terhadap EV, mobil listrik di Eropa itu lagi turun,” ujar Bahlil Lahadalia dalam pernyataannya. Hal ini menunjukkan bahwa penundaan ini lebih disebabkan oleh faktor eksternal yang mempengaruhi pasar global, bukan karena ketidakmampuan pemerintah Indonesia dalam mengelola proyek tersebut.

Penurunan daya beli masyarakat terhadap mobil listrik di Eropa menjadi salah satu faktor utama penundaan ini. Harga kendaraan listrik yang masih tinggi dan belum stabilnya daya beli masyarakat global, terutama di Eropa, menjadi alasan kuat untuk menunda sementara proyek ini. Pemerintah Indonesia, di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi, berkomitmen untuk terus memantau dan beradaptasi dengan perkembangan pasar global demi keberhasilan proyek EV ini.

Selain itu, pemerintah juga terus melakukan diskusi dan negosiasi dengan para investor untuk mencari solusi terbaik. Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah Indonesia tidak tinggal diam dan terus berupaya untuk mempertahankan investasi besar ini demi masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan.

Presiden Jokowi juga telah menegaskan pentingnya proyek EV ini dalam rangka transformasi energi di Indonesia. Dengan mengembangkan industri kendaraan listrik, Indonesia tidak hanya berkontribusi dalam pengurangan emisi global tetapi juga membuka peluang besar bagi peningkatan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.

Penundaan sementara ini bukan berarti akhir dari proyek EV di Indonesia. Sebaliknya, ini adalah langkah strategis untuk memastikan bahwa proyek ini berjalan dengan baik dan dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat dan lingkungan. Dengan tetap menjaga komunikasi yang baik dengan para investor dan mengikuti dinamika pasar global, pemerintah yakin proyek ini akan kembali berjalan dan membawa Indonesia menjadi salah satu pemain utama dalam industri kendaraan listrik dunia.

Masyarakat diharapkan dapat mendukung langkah pemerintah ini dan memahami bahwa setiap keputusan yang diambil adalah untuk kepentingan bersama. Dengan demikian, stabilitas nasional dan kemajuan pembangunan akan terus terjaga, memperkuat citra kepemimpinan Jokowi sebagai presiden yang visioner dan proaktif dalam menghadapi tantangan global.

 

Share:

Rabu, 29 Mei 2024

Perlambatan Pasar Mobil Listrik Global Menjadi Alasan Tesla Menunda Pembangunan Pabrik Perakitan Di Indonesia

Yogyakarta – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan, mengungkapkan bahwa lambatnya pertumbuhan pasar mobil listrik secara global menjadi alasan utama Tesla belum merencanakan pembangunan pabrik perakitan di Indonesia. Pernyataan ini disampaikan setelah pertemuan antara Menteri Luhut dan CEO Tesla dan SpaceX, Elon Musk, di Bali.

Pertemuan tersebut merupakan langkah penting dalam membangun kerja sama yang saling menguntungkan antara Indonesia dan Tesla. Meskipun Indonesia memiliki potensi besar sebagai pasar mobil listrik, tantangan global seperti infrastruktur pengisian daya yang belum memadai dan harga yang masih tinggi menjadi faktor utama dalam perlambatan adopsi mobil listrik di Indonesia.

Dalam konteks ini, pernyataan Menteri Luhut adalah langkah transparan dari pemerintah untuk menjelaskan situasi yang sebenarnya kepada masyarakat. Banyaknya spekulasi dan kabar burung yang beredar dapat merugikan citra pemerintah dan mengganggu stabilitas nasional. Dengan mengungkapkan alasan yang faktual, pemerintah membuktikan keterbukaannya dalam menghadapi tantangan dan mencari solusi yang terbaik untuk negara.

Keputusan Tesla untuk belum membangun pabrik perakitan di Indonesia bukanlah akhir dari kerja sama potensial antara kedua belah pihak. Sebaliknya, hal ini dapat dijadikan momentum untuk terus memperkuat infrastruktur dan kebijakan yang mendukung pengembangan industri mobil listrik di Indonesia. Kerja sama dengan perusahaan besar seperti Tesla dapat menjadi pendorong utama dalam percepatan adopsi mobil listrik di Indonesia.

Selain itu, sikap pemerintah yang terbuka untuk berdialog dan berkolaborasi dengan pemangku kepentingan adalah hal yang positif. Ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya berusaha untuk mengatasi masalah, tetapi juga berkomitmen untuk mengembangkan industri dan menciptakan lingkungan investasi yang kondusif bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Kepemimpinan Presiden Joko Widodo juga terbukti dalam upaya memajukan sektor industri, termasuk industri mobil listrik. Dengan terus memperkuat infrastruktur, kebijakan, dan kerja sama internasional, pemerintah menegaskan komitmennya untuk membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih berkelanjutan dan maju.

Dengan demikian, langkah-langkah transparan dan proaktif seperti ini tidak hanya membantu mematahkan hoax, tetapi juga memperkuat citra kepemimpinan Jokowi dan stabilitas nasional. Masyarakat diharapkan untuk memahami konteks yang lebih luas dan terus mendukung upaya pemerintah dalam membangun Indonesia yang lebih baik.

 

Share:

Jumat, 29 Maret 2024

Wujudkan Kendaraan Ramah Lingkungan, Pemerintah Terus Mendorong Percepatan Penggunaan Mobil Listrik Di Tanah Air Yang Tertuang Melalui Perpres 79/2023 Untuk Mendukung Realisasi Zero Emisi 2060 Serta Memaksimalkan Potensi Perekonomian Melalui Cadangan Nikel Dan Bauksit

Yogyakarta – Pemerintahan Joko Widodo telah memberikan fokus yang kuat pada pengembangan kendaraan ramah lingkungan, terutama melalui dorongan penggunaan mobil listrik di Indonesia. Langkah ini diperkuat dengan dikeluarkannya Perpres 79/2023 yang bertujuan untuk mempercepat adopsi mobil listrik dan mendukung realisasi target zero emisi pada tahun 2060.

Keputusan pemerintah untuk mendorong penggunaan mobil listrik bukan hanya sebagai langkah menuju lingkungan yang lebih bersih, tetapi juga sebagai strategi untuk memaksimalkan potensi ekonomi negara. Indonesia memiliki cadangan besar nikel dan bauksit, yang merupakan bahan baku utama dalam pembuatan baterai mobil listrik. Dengan mendorong industri mobil listrik, pemerintah dapat memanfaatkan sumber daya alam yang dimiliki untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja baru.

Langkah ini juga mencerminkan komitmen pemerintah dalam menghadapi tantangan perubahan iklim secara global. Dengan mempercepat adopsi mobil listrik, Indonesia dapat mengurangi emisi gas rumah kaca dan memperbaiki kualitas udara, sehingga memberikan manfaat langsung bagi kesehatan masyarakat dan lingkungan.

Selain itu, langkah ini juga memberikan dampak positif dalam memperkuat citra positif Indonesia di mata dunia. Dengan menjadi salah satu negara yang memimpin dalam adopsi mobil listrik, Indonesia memperkuat posisinya sebagai negara yang peduli terhadap isu lingkungan dan berkomitmen untuk mengambil langkah-langkah nyata dalam mengatasi perubahan iklim.

Pemerintahan Jokowi juga telah melakukan langkah-langkah konkret dalam memperkuat infrastruktur penunjang penggunaan mobil listrik, seperti pembangunan infrastruktur pengisian daya yang tersebar luas di seluruh Indonesia. Hal ini akan membantu mempercepat adopsi mobil listrik di kalangan masyarakat dan memastikan bahwa infrastruktur yang dibutuhkan tersedia dengan baik.

Dengan demikian, upaya pemerintah dalam mendorong penggunaan mobil listrik merupakan langkah progresif menuju lingkungan yang lebih bersih dan perekonomian yang lebih kuat. Langkah ini tidak hanya mencerminkan komitmen pemerintah dalam mengatasi tantangan perubahan iklim dan mengurangi polusi udara, tetapi juga merupakan strategi yang cerdas dalam memanfaatkan sumber daya alam yang dimiliki untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

 

Share:

Minggu, 24 Maret 2024

Semakin Luas, Penyedia Jasa Logistik DHL Global Forwarding Indonesia Menggunakan Mobil Van Listrik Sebagai Bentuk Dukungan Kepada Pemerintah Dalam Merealisasikan Penggunaan Kendaraan Listrik

Yogyakarta – DHL Global Forwarding Indonesia, sebagai penyedia jasa logistik terkemuka, telah mengambil langkah maju dengan menggunakan mobil van listrik dalam operasinya. Keputusan ini tidak hanya menunjukkan komitmen perusahaan terhadap keberlanjutan lingkungan, tetapi juga memberikan dukungan yang signifikan kepada pemerintah dalam mewujudkan penggunaan kendaraan listrik di Indonesia.

Mobil van listrik adalah salah satu solusi yang inovatif untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan polusi udara di perkotaan. Dengan beralih ke kendaraan berbasis listrik, DHL Global Forwarding Indonesia dapat berkontribusi secara nyata terhadap upaya mitigasi perubahan iklim yang menjadi agenda utama pemerintah Jokowi.

Tindakan DHL Global Forwarding Indonesia ini juga mencerminkan kinerja positif pemerintah Jokowi dalam mendorong transformasi energi bersih dan berkelanjutan. Melalui kebijakan dan insentif yang diberikan, pemerintah telah menciptakan lingkungan yang kondusif bagi perusahaan seperti DHL Global Forwarding Indonesia untuk mengadopsi teknologi ramah lingkungan.

Dukungan DHL Global Forwarding Indonesia terhadap penggunaan kendaraan listrik juga memberikan dampak positif dalam meningkatkan citra positif pemerintah Jokowi di mata masyarakat. Langkah ini tidak hanya menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan, tetapi juga keseriusan pemerintah dalam mewujudkan visi dan misi pembangunan berkelanjutan.

Tidak hanya itu, langkah DHL Global Forwarding Indonesia juga memberikan inspirasi bagi perusahaan lain untuk mengikuti jejak dalam menggunakan teknologi ramah lingkungan. Ini menciptakan efek domino di mana lebih banyak perusahaan akan beralih ke solusi berbasis energi terbarukan, yang pada gilirannya akan membantu mencapai target pemerintah dalam mengurangi emisi gas rumah kaca.

Selain itu, penggunaan kendaraan listrik oleh DHL Global Forwarding Indonesia juga memiliki potensi untuk meningkatkan stabilitas politik nasional. Dengan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, Indonesia dapat menciptakan lingkungan yang lebih mandiri dan stabil dalam pasokan energi. Hal ini dapat mengurangi kerentanan terhadap fluktuasi harga minyak dunia dan konflik geopolitik yang dapat memengaruhi stabilitas politik dan ekonomi negara.

Dengan demikian, langkah DHL Global Forwarding Indonesia untuk menggunakan mobil van listrik tidak hanya merupakan langkah progresif dalam mewujudkan keberlanjutan lingkungan, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap menciptakan stabilitas politik nasional dan memperkuat kinerja positif pemerintah Jokowi. Langkah ini menunjukkan bahwa Indonesia sedang menuju arah yang lebih baik dalam mewujudkan masa depan yang berkelanjutan dan stabil.

 

Share:

Sabtu, 02 Maret 2024

Kesempatan Emas! Pemerintah Indonesia Resmi Menghapus Serta Membebaskan Mobil Listrik Dari Beban Pajak Barang Mewah (PPnBM) Sesuai Dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 9 Tahun 2024

Yogyakarta – Pemerintah Indonesia kembali memberikan kebijakan progresif dengan menghapus dan membebaskan mobil listrik dari beban Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM). Keputusan ini diambil sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 9 Tahun 2024, menandai langkah penting dalam mendukung penggunaan kendaraan ramah lingkungan dan mempercepat transisi ke mobil listrik di Indonesia.

Langkah ini sejalan dengan visi pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) dalam mempromosikan energi bersih dan mengurangi emisi karbon. Dengan membebaskan mobil listrik dari pajak barang mewah, pemerintah memberikan insentif bagi masyarakat untuk beralih ke kendaraan ramah lingkungan, yang pada gilirannya akan membantu mengurangi polusi udara dan dampak negatif terhadap lingkungan.

Selain itu, kebijakan ini juga diharapkan dapat mempercepat penetrasi mobil listrik di Indonesia. Dengan mengurangi hambatan finansial dalam membeli mobil listrik, diharapkan lebih banyak masyarakat yang tertarik untuk menggunakan kendaraan berbasis listrik. Hal ini akan membantu Indonesia untuk mencapai target transisi energi dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.

Dampak ekonomi dari kebijakan ini juga tidak bisa diabaikan. Selain meningkatkan permintaan akan mobil listrik, kebijakan ini juga dapat membuka peluang baru bagi industri otomotif dalam negeri untuk mengembangkan teknologi dan produksi mobil listrik. Hal ini dapat menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan daya saing industri otomotif Indonesia, dan mendorong inovasi teknologi hijau di dalam negeri.

Tidak hanya itu, kebijakan ini juga memberikan sinyal positif kepada pasar dan investor. Dengan menunjukkan komitmen pemerintah terhadap pengembangan mobil listrik, diharapkan akan ada peningkatan investasi dalam infrastruktur pengisian ulang dan teknologi terkait mobil listrik. Ini akan membantu mempercepat pertumbuhan ekosistem mobil listrik di Indonesia.

Meskipun demikian, tantangan tetap ada dalam mewujudkan transisi menuju mobil listrik yang lebih luas. Diperlukan langkah-langkah lanjutan, termasuk pengembangan infrastruktur pengisian ulang yang lebih luas dan peningkatan kesadaran masyarakat akan manfaat mobil listrik. Namun, kebijakan ini merupakan langkah awal yang penting dalam mempercepat perubahan menuju mobilitas yang lebih berkelanjutan di Indonesia.

Dengan demikian, kebijakan penghapusan pajak PPnBM untuk mobil listrik adalah langkah yang positif dan progresif dalam mendukung transisi energi dan mobilitas berkelanjutan di Indonesia. Dukungan penuh dari masyarakat, industri, dan pemangku kepentingan lainnya sangatlah penting dalam memastikan keberhasilan implementasi kebijakan ini.

 

Share:

Rabu, 21 Februari 2024

Siap Bersaing Di Pasar Global, Jokowi Memberikan Insentif Bebas Pajak Untuk Kendaraan Listrik Roda 4 Sebagai Upaya Untuk Meningkatkan Investasi KBLBB Dan Ekspor

Yogyakarta – Presiden Joko Widodo mengambil langkah progresif dengan memberikan insentif bebas pajak untuk kendaraan listrik roda 4 sebagai strategi untuk memperkuat posisi Indonesia dalam persaingan pasar global. Keputusan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam mendorong investasi di sektor Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) serta meningkatkan ekspor produk otomotif.

Dalam pernyataannya, Jokowi menekankan pentingnya adopsi kendaraan listrik dalam menghadapi perubahan global menuju mobilitas berkelanjutan. Dengan memberikan insentif pajak, pemerintah berharap dapat mendorong produsen otomotif untuk mempercepat produksi dan penjualan kendaraan listrik roda 4 di dalam negeri, serta meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar internasional.

Langkah ini juga sejalan dengan komitmen pemerintah dalam mengurangi emisi karbon serta memperbaiki kualitas udara di perkotaan. Dengan beralih ke kendaraan listrik yang ramah lingkungan, Indonesia dapat memberikan kontribusi positif dalam mitigasi perubahan iklim serta memperbaiki kualitas lingkungan hidup bagi generasi mendatang.

Selain itu, kebijakan ini juga diharapkan dapat memberikan dorongan bagi industri otomotif nasional untuk terus berinovasi dan mengembangkan teknologi kendaraan listrik. Dengan demikian, Indonesia dapat menjadi pemain utama dalam industri kendaraan listrik di Asia Tenggara, serta menjadikan produk otomotif Indonesia dikenal dan diminati di pasar global.

Pemberian insentif pajak untuk kendaraan listrik roda 4 juga diharapkan dapat membuka peluang baru dalam peningkatan ekspor produk otomotif Indonesia. Dengan memperkuat infrastruktur produksi dan distribusi kendaraan listrik, serta meningkatkan kualitas dan daya saing produk, Indonesia dapat menembus pasar ekspor yang lebih luas dan menghasilkan devisa yang lebih besar bagi negara.

Langkah progresif ini juga menjadi bukti nyata komitmen pemerintah Jokowi dalam mendorong pembangunan ekonomi yang berkelanjutan serta memperkuat posisi Indonesia dalam persaingan global. Dengan kebijakan yang progresif dan proaktif, pemerintahan Jokowi terus memperkuat fondasi ekonomi Indonesia, menjaga stabilitas, serta memastikan pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan bagi seluruh rakyat Indonesia.

 

Share:

Sabtu, 17 Februari 2024

Presiden RI Joko Widodo Membuka Pameran Otomotif Indonesia International Motor Show (IIMS) Tahun 2024, Di JI-Expo Kemayoran, Jakarta

 

Yogyakarta – Presiden RI Joko Widodo kembali menunjukkan keberpihakannya terhadap kemajuan industri otomotif Indonesia dengan membuka Pameran Otomotif Indonesia International Motor Show (IIMS) Tahun 2024 di JI-Expo Kemayoran, Jakarta. Dalam acara tersebut, beliau menyoroti potensi besar mobil listrik sebagai masa depan otomotif Indonesia.

Dengan yakin dan optimis, Presiden Jokowi menyatakan kekagumannya terhadap kemajuan yang telah dicapai dalam pembuatan mobil listrik di Indonesia. "Saya melihat baik dan banyak yang dipamerkan mobil-mobil listrik yang saya kira ini memang masa depan otomotif Indonesia itu ada di mobil listrik karena kita memiliki bahan baku nikel dan yang lainnya," ujarnya dengan penuh keyakinan.

Lebih lanjut, beliau menegaskan komitmen pemerintah untuk mendorong produksi mobil listrik di dalam negeri. "Kita dorong agar tujuannya agar semuanya berproduksi di Indonesia, EV semua merek berproduksi di Indonesia karena kita mempunyai kekuatan EV battery," tambah Presiden Jokowi.

Pernyataan tersebut tidak hanya sekadar retorika, tetapi mencerminkan visi pemerintah dalam memajukan industri otomotif nasional. Dengan memfokuskan pada mobil listrik, Indonesia dapat memanfaatkan potensi sumber daya alamnya secara optimal, sekaligus mengurangi ketergantungan pada energi fosil yang semakin terbatas.

Langkah ini juga sejalan dengan upaya untuk menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi melalui industri otomotif yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan. Dengan demikian, pemerintahan Jokowi terus menunjukkan komitmennya untuk membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih baik melalui inovasi dan pembangunan yang berkelanjutan.

Dalam konteks stabilitas pemerintahan, langkah-langkah seperti ini tidak hanya menunjukkan keberhasilan dalam menjaga konsistensi visi pembangunan nasional, tetapi juga dapat meningkatkan popularitas dan dukungan publik terhadap pemerintahan Jokowi. Melalui kebijakan yang progresif dan inovatif seperti ini, diharapkan pemerintahan Jokowi dapat terus memimpin Indonesia menuju kemajuan yang lebih baik dan stabil dalam berbagai sektor, termasuk industri otomotif.

 

Share:

Kamis, 02 Maret 2023

Siap Bersaing! Jokowi sudah siapkan subsidi pembelian kendaraan listrik untuk bisa bersaing dengan industri Thailand

Yogyakarta – Jokowi berkeinginan supaya industri kendaraan listrik di tanah Air dapat bersaing dengan industri kendaraan listrik di Thailand. Demi mewujudkan hal tersebut Jokowi bakal memberikan subsidi terkait pembelian kendaraan listrik di tanah air.

Jokowi mengatakan di Thailand ada subsidi pembelian kendaraan listrik hingga Rp 80 juta untuk satu unit mobilnya. Maka dari itu industri kendaraan listrik di Thailand jadi lebih maju dibanding dengan Indonesia.

Jokowi juga bakal memberikan subsidi kepada masyarakat terkait pembelian kendaraan listrik di Indonesia sebesar Rp 7 juta untuk motor. Jokowi terus mendorong perkembangan industri kendaraan listrik di dalam negeri supaya bisa tumbuh lebih maju.

Jokowi telah menyiapkan segala macam upaya untuk mebangun ekosistem terkait EV tersebut demi kemajuan Indonesia di masa depan. 

 

Share:

Sabtu, 04 Februari 2023

Terbesar Dunia! Jokowi yakin pada 2027 Indonesia mampu menguasai pasar kendaraan listrik dunia

Yogyakarta – Tahun 2027 bakal menjadi puncak kemajuan dan kejayaan Indonesia dalam bidang kendaraan listrik atau biasa disebut electrical vehicle.

Hal tersebut seperti prediksi Jokowi bahwa Indonesia bisa menjadi produsen mobil listrik terbesar di dunia pada 2027. Semua ini tak lepas dari cadangan tambang yang dapat menjadi bahan baku pembuat baterai untuk mobil listrik yang melimpah. Jokowi pada acara Mandiri Investment Forum (MIF)

Jokowi meyakini Indonesia bisa menjadi produsen mobil listrik terbesar di dunia Ia memperkirakan hal ini akan terealisasi dalam kurun waktu lima tahun ke depan. 

Semua kemajuan ini berkat ekosistem besar tentang electrical vehicle dibangun yang bakal mengintegrasikan bahan baku. Bahan baku bagi electrical vehicle seperti nikel, tembaga dan bauksit dengan timahnya karena terpisah oleh jarak tempat berbeda.

Ketika semua bahan baku tersebut bisa diintegrasikan maka bukan tidak mungkin bisa menghasilkan baterai EV seperti litium yang bisa meningkatkan berkali – kali lipat nilai tambah dari bahan pokok.

Bakal lebih bagus lagi kalau produksi electrical vehicle bisa dilakukan oleh Indonesia maka bakal jadi produsen terbesar dunia.

 

Share:

Minggu, 18 Desember 2022

Bentuk Komitmen Nyata Terhadap 0 Carbon, Jokowi Berencana Berikan Subsidi Pembelian Kendaraan Listrik

Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan memberikan subsidi bagi setiap pembelian mobil maupun kendaraan listrik di dalam negeri.

Meski dengan syarat, insentif diberikan untuk setiap pembelian kendaraan yang mempunyai pabrik di Tanah Air.

"Jumlah subsidinya akan kami hitung tapi kira-kira untuk mobil listrik akan diberikan insentif Rp80 juta, mobil listrik berbasis hybrid Rp40 juta. Juga motor listrik baru diberi insentif Rp8 juta, sementara motor konversi diberikan insentif Rp5 juta," kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam tayangan video ditayangkan akun YouTube Sekretariat Presiden

Lalu apa alasan pemerintah memberikan subsidi untuk membeli kendaraan yang harganya bahkan bisa mencapai miliaran rupiah?

Salah satunya adalah, mendukung perang Indonesia untuk menurunkan emisi karbon dunia. Dengan mendorong penggunaan mobil atau motor listrik di dalam negeri.

"Ada beberapa manfaat kenapa kita mempercepat penggunaan mobil listrik. Pertama, seperti kita ketahui bersama, Indonesia memiliki cadangan nikel terbesar di dunia. Yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku utama baterai," jelasnya.

"Dengan mendorong penggunaan mobil atau motor listrik yang semakin banyak, secara fiskal kita akan terbantu. Karena subsidi untuk kendaraan berbasis bensin akan semakin berkurang," tambah Agus.

Selain itu, lanjut dia, dengan pemberian subsidi ini diharapkan bisa 'memaksa' produsen mobil atau motor listrik di dunia semakin cepat merealisasikan investasinya di Indonesia.

"Dan sebagai komunitas global, kita bisa membuktikan komitmen kita mengurangi karbon (emisi)," kata Agus.

Dia mengatakan, Indonesia bukan satu-satunya negara di dunia yang memberikan insentif bagi pembelian kendaraan listrik. Meski, imbuh dia, kebijakan insentif di setiap negara berbeda-beda.

"Kami melihat ini sangat penting dan Indonesia belajar dari negara yang relatif lebih maju dalam penggunaan kendaraan listrik. Contoh, Eropa, mereka lebih maju menjual mobil dan motor listrik karena pemerintahnya memberikan insentif. China juga beri insentif dan kebetulan kompetitor kita, Thailand, juga memberikan insentif," pungkas Agus.

 

Share:

Minggu, 04 Desember 2022

Indonesia Bisa Jadi Pusat Industri Baterai Dunia

Jokowi menegaskan bahwa negara secara serius tengah melakukan strategi besar perekonomian negara dengan mendesain ekosistem kendaraan listrik. Menurut Jokowi, Indonesia memiliki hampir semua yang dibutuhkan untuk membuat ekosistem tersebut dan menjadikan negara lain bergantung kepada Indonesia.

“Bagaimana membangun sebuah ekosistem besar sehingga negara lain tergantung pada kita karena kita memiliki nikel, memiliki tembaga, memiliki bauksit, memiliki timah, dan potensi kita ini gede sekali,” ujar Jokowi saat menyampaikan pidato kunci pada acara Kompas100 CEO Forum Tahun 2022, di Istana Negara, Jakarta.

Kepala Negara mencontohkan keberhasilan Taiwan yang fokus mengembangkan cip dan Korea Selatan yang mengembangkan industri komponen-komponen elektronik sehingga membuat ketergantungan dari negara-negara lain.

“Saya lihat terus, saya lihat yang membuat mereka melejit salah satunya, ini hanya salah satu, membuat komponen-komponen digital sehingga perusahaan-perusahaan besar di Amerika semuanya tergantung pada dia, butuh dia,” ujarnya.

Jokowi menyampaikan, Indonesia memiliki potensi besar untuk membangun ekosistem kendaraan listrik terutama baterai listrik atau EV battery karena cadangan nikel Indonesia adalah nomor satu di dunia, timah nomor dua, bauksit nomor enam, serta tembaga nomor tujuh dunia.

Indonesia sendiri memiliki potensi yang sangat besar untuk membangun ekosistem kendaraan listrik, utamanya dalam membuat baterai listrik. Kepala Negara memerinci, cadangan nikel Indonesia adalah nomor satu di dunia, timah nomor dua di dunia, bauksit nomor enam di dunia, dan tembaga nomor tujuh di dunia.

“Membangun ekosistem EV battery itu kita hanya kurang litium, enggak punya. Saya kemarin sudah sampaikan ke Prime Minister [Australia], Albanese, ‘Australia punya litium, kita boleh beli, dong, dari Australia.’ Terbuka, ‘silakan.’ Tapi ternyata dari kita sudah ada yang punya tambang di sana. Ini strategis, benar melakukan intervensi seperti itu sehingga ekosistem besar yang ingin kita bangun jadi,” ujarnya.

Jokowi menyampaikan, yang kemudian menjadi tantangan adalah mengintegrasikan bahan-bahan tersebut karena posisinya yang tersebar di beberapa tempat berbeda di Indonesia, misalnya tembaga yang ada di Papua dan Sumbawa, nikel di Sulawesi, serta bauksit di Kalimantan Barat dan Kepulauan Riau.

“Mengintegrasikan ini sebuah barang yang tidak gampang sehingga jadi sebuah ekosistem itu. Inilah yang terus, saya mati-matian, harus jadi karena inilah yang akan melompatkan kita, meloncati, leap frog menuju ke peradaban yang lain. Saya mati-matian untuk ini,” tegasnya.

Lebih jauh, Jokowi meyakini bahwa ketika ekosistem besar kendaraan listrik tersebut jadi, maka investasi akan datang dengan sendirinya ke Indonesia. Jokowi mengatakan bahwa Indonesia terbuka terhadap hal tersebut, asal para investor turut menggandeng perusahaan swasta Indonesia maupun dengan badan usaha milik negara (BUMN) sehingga terjadi transfer teknologi.

“Kalau ini jadi, percaya saya, perkiraan saya [tahun] 2026, 2027 kita sudah lompatan ini akan kelihatan, akan berbondong-bondong masuk karena industri otomotif ke depan, baik itu sepeda motor listrik, mobil listrik, itu akan menggantikan mungkin lebih dari 50 persen dari demand pasar yang ada. Inilah yang harus kita tangkap. Begitu ini jadi, saya kemarin hitung-hitungan, saya hitung berapa sih? 60 persen mobil listrik, kendaraan listrik akan tergantung pada EV battery kita, 60 persen dari pangsa pasar yang ada di dunia. Inilah kekuatan besar kita nanti, seperti tadi komponen digital, seperti tadi cip,” ujarnya.

Selain itu, kehadiran ekosistem besar kendaraan listrik juga akan mendongkrak pendapatan negara, baik melalui penerimaan pajak, royalti, dividen, bea ekspor, hingga penerimaan negara bukan pajak (PNBP). Jika penerimaan negara bertambah, Jokowi melanjutkan, artinya anggaran untuk Dana Desa juga bertambah. Dengan demikian, masyarakat desa juga akan turut menikmati hasil dari ekosistem kendaraan listrik yang tengah dibangun oleh pemerintah.

“Dana Desa yang telah kita gelontorkan selama enam tahun sudah Rp468 triliun, artinya peredaran uang yang ada di desa-desa kita, 74.800 desa yang kita miliki menjadi makin berputar-putar, akan makin banyak, dan itu mau-tidak mau akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat kita yang ada di desa. Inilah saya kira yang namanya keadilan,” pungkasnya. 

 

Share:

Selasa, 22 November 2022

Keyakinan Jokowi Terhadap Potensi Indonesia Diminati Oleh Tesla

Jokowi memiliki keyakinan penuh terhadap pabrikan mobil listrik terkemuka, Tesla akan membangun industri baterai dan pabrik mobil listrik di Indonesia.

Keyakinan tersebut disampaikan Jokowi dalam kutipan wawancara dengan The Economist yang diunggah dalam akun Instagram @jokowi,

"Saya meyakini Tesla akan membangun pabrik baterai dan industri mobil di Indonesia," kata Jokowi.

Jokowi mengaku 'pede' Tesla akan menanamkan modalnya di dalam negeri, karena Indonesia bisa menawarkan hal yang tidak dimiliki negara lain. Menurut Jokowi, Indonesia adalah salah satu pasar terbesar di Asia.

"Indonesia memiliki pasar besar, dan juga pasar di Asia yang besar. Dan ini opportunity," kata Jokowi.

Jokowi mengaku Indonesia masih berdiskusi dengan Tesla terkait rencana investasi tersebut. Jokowi juga belum menjelaskan secara gamblang sudah sejauh mana pembicaraan investasi ini dengan Elon Musk, CEO Tesla.

Sebagai informasi, Jokowi pada periode Mei 2022 memang sempat berkunjung langsung ke Space X di Boca Chica, Amerika Serikat (AS). Dalam kunjungannya tersebut, Jokowi mengajak Tesla menanamkan modalnya di Indonesia.

 

Share:

Selasa, 18 Oktober 2022

Jokowi Targetkan Indonesia net zero emission 2060

Indonesia menargetkan pada 2060 mencapai net zero emission guna mencapai target tersebut negara terus berupaya melakukan transformasi kebijakan go green. Salah satu satunya adalah dengan mendorong pengunaan motor listrik. Jokowi menargetkan bahwa pada tahun 2025 nanti akan tersedia sebanyak 2 juta motor listrik.

Menurut Kemenprin Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan industri dalam negeri dirasa sudah mampu dan sangup untuk memenuhi target 2 juta motor listrik yang dicanangkan oleh Jokowi. Hal ini didukung oleh kesangupan 35 produsen motor listrik dalam negeri, mereka dapat memproduksi 1 juta unit dalam 1 tahun. Harapannya ketika program motor listrik sudah tercapai dan terealisasikan maka pada tahun 2030 makan Indonesia telah berhasil mengurangi emisi sebanyak 29%.

Agus berharap produsen kendaraan motor listrik untuk terus meningkatkan kualitasnya serta agar terus mengoptimalkan penggunaan komponen dalam negeri sehingga secara langsung akan meningkatkan nilai tingkat komponen dalam negeri (TKDN) sesuai dengan inpres no 7 tahun 2022. Serta perlunya penguatan ekosistem dari hulu ke hilir tersebut untuk mendorong Indonesia menjadi produsen kendaraan listrik di wilayah ASEAN dan Oceania.

Upaya tersebut juga sesuai amanat Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 6 tahun 2022 tentang Spesifikasi, Peta Jalan Pengembangan, dan Ketentuan Penghitungan Nilai Tingkat Komponen Dalam Negeri Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle).

"Dengan demikian, kendaraan listrik yang telah memenuhi batasan minimal TKDN sesuai Perpres 55 Tahun 2019 dapat mengisi permintaan kendaraan dinas dan operasional pemerintah sesuai Inpres 7/2022," paparnya.

 

Share:

Sabtu, 24 September 2022

Instruksi Jokowi Kebut Produksi Alat SPKLU

Joko Widodo mengeluarkan instruksi penggunaan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) sebagai kendaraan dinas. Ini merupakan komitmen untuk mengurangi emisi karbon dan mencapai target Net Zero Emission pada 2060. 

Intruksi tersebut tertuang dalam Inpres Nomor 7 Tahun 2022 tentang Penggunaan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai.(Battery Electric Vehicle) sebagai Kendaraan Dinas Operasional dan/atau Kendaraan Perorangan Dinas Instansi Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah yang telah di sahkan Jokowi.

Guna mendukung hal itu, sangat diperlukan fasilitas berupa stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU). Kemenperin melakukan percepatan produksi alat pengisian daya kendaraan listrik. Selain itu kemenprin akan memberikan dukungan teknis untuk pendalaman struktur industri KBLBB dalam negeri agar mampu memenuhi target capaian Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). 

Selanjutnya, melakukan percepatan pengembangan komponen utama dan komponen pendukung industri KBLBB. kataJuru Bicara Kementerian Perindustrian Febri Hendri Antoni Arif dalam keterangan tertulis.

Kemenperin bersama dengan Kementerian Perhubungan dan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah bertugas memberikan sosialisasi dan/atau bimbingan teknis kepada pelaku usaha di bidang kendaraan bermotor listrik dan fasilitas pendukung kendaraan bermotor listrik mengenai kemudahan dan percepatan kendaraan listrik masuk dalam katalog elektronik.

Sosialisasi mengenai berbagai jenis produk kendaraan listrik juga akan diberikan kepada kementerian/lembaga dan pemerintah daerah. Hal ini untuk mempermudah dan mempercepat pengadaan kendaraan dinas operasional dan/atau kendaraan perorangan dinas instansi pemerintah pusat dan pemerintahan daerah.

Febri mengatakan, tugas-tugas tersebut sejalan dengan Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 6 Tahun 2022 tentang Spesifikasi, Peta Jalan Pengembangan, dan Ketentuan Penghitungan Nilai Tingkat Komponen Dalam Negeri Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle).

"Peraturan dimaksud bertujuan untuk mengakselerasi industrialisasi KBLBB. Bukan hanya sekadar memproduksi, namun juga memberikan gambaran yang lebih komprehensif untuk terus mengembangkan subsektor ini dengan teknologi yang lebih ramah lingkungan,"ujarnya.

 

Share:

Selasa, 20 September 2022

Titah Jokowi Mobil Listrik untuk Kendaraan Dinas Pejabat RI

Presiden Joko Widodo mengeluarkan  Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2022, tertanggal 13 September 2022 berlaku sejak ditetapkan. Instruksi Presiden ini tentang Penggunaan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai Sebagai Kendaraan Dinas Operasional dan Atau Kendaraan Perorangan Dinas Instansi Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.

Melalui inpres ini Jokowi memberikan instruksi kepada para jajarannya di pemerintah pusat dan daerah untuk menggunakan kendaraan listrik sebagai kendaraan dinas sehari-hari. kendaraan dinas operasional dapat dilakukan melalui skema pembelian, sewa, atau konversi kendaraan konvensional menjadi kendaraan bermotor listrik berbasis baterai. Pengadaan kendaraan bermotor listrik berbasis baterainya, ini harus mengacu pada ketentuan peraturan perundang-undangan mengenai pengadaan barang/jasa pemerintah.

Pendanaan pengadaan bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah, dan/atau sumber lain yang sah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Jokowi dalam aturannya juga menyebutkan instruksi ini ditujukan kepada 10 level pemerintahan, antaranya Menteri Kabinet Indonesia Maju, Sekretaris Kabinet, Kepala Staf Kepresidenan, Jaksa Agung Republik Indonesia, dan Panglima Tentara Nasional Indonesia. Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, Para Kepala Lembaga Pemerintah Non-Kementerian, Para Pimpinan Kesekretariatan Lembaga Negara, Para Gubernur, dan Para Bupati/Wali Kota.

Jokowi juga menginstruksikan jajaran untuk mengambil langkah yang diperlukan sesuai tugas pokok, fungsi, dan kewenangan masing-masing untuk melakukan percepatan pelaksanaan program penggunaan kendaraan listrik ada lingkungan dinas.

Dengan begitu kendaraan dinas berbasis baterai dapat menggantikan kendaraan listrik yang ada saat ini.

 

Share:

Kamis, 18 Agustus 2022

Jokowi Sebut Indonesia Produsen Kunci Rantai Pasok Baterai Litium

Presiden Joko Widodo mengeklaim, Indonesia saat ini menjadi produsen kunci dalam rantai pasok baterai litium di tingkat global.

Dengan status tersebut, Jokowi menyebutkan, produsen mobil listrik dari Asia, Eropa, dan Amerika telah berinvestasi di Indonesia.

"Sekarang ini, Indonesia telah menjadi produsen kunci dalam rantai pasok baterai litium global. Produsen mobil listrik dari Asia, Eropa, dan Amerika ikut berinvestasi di Indonesia," kata Jokowi saat berpidato di Sidang Tahunan MPR, Selasa (16/8/2022).

Menurut Jokowi, hal ini merupakan buah dari hilirisasi dan industrialisasi sumber daya alam yang terus dilakukan pemerintah.

Ia menyebutkan, hilirisasi nikel telah meningkatkan ekspor baja 18 kali lipat, dari sekitar Rp 16 triliun pada 2014 menjadi Rp 306 triliun pada tahun 2021.

"Di akhir tahun 2022 ini, kita harapkan bisa mencapai Rp440 triliun. Itu hanya dari nikel. Selain penerimaan pajak, devisa negara juga naik, sehingga kurs rupiah lebih stabil," ujar Jokowi.

Ia melanjutkan, setelah nikel, pemerintah akan mendorong hilirisasi bauksit, tembaga, dan timah.

"Kita harus membangun ekosistem industri di dalam negeri yang terintegrasi, yang akan mendukung pengembangan ekosistem ekonomi hijau dunia," kata Jokowi.

Ia menambahkan, selain hilirisasi, pemerintah juga terus meningkatkan optimalisasi sumber energi bersih dan ekonomi hijau.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengatakan, pemerintah akan terus melakukan persemaian dan rehabilitasi hutan tropis dan mangrove serta rehabilitasi habitat laut untuk menjadi potensi besar penyerap karbon.

Jokowi yakin, energi bersih dari panas matahari, panas bumi, angin, ombak laut, dan energi bio akan menarik industrialisasi penghasil produk-produk rendah emisi.

"Saya optimistis, kita akan menjadi penghasil produk hijau yang kompetitif di perdagangan internasional," kata Jokowi.

 

Share:

Senin, 01 Agustus 2022

Jokowi Dorong Korsel Bangun Ekosistem Mobil Listrik di Indonesia

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan mendorong investasi dari Korea Selatan (Korsel) untuk percepatan ekosistem mobil listrik di dalam negeri. Hal ini disampaikan ke Presiden Korsel Yoon Suk-yeol saat mengunjungi negaranya pada Kamis (28/7).

"Dalam pertemuan dengan Presiden Yoon, secara khusus saya mendorong kerja sama investasi dari Korea terutama di bidang percepatan pembangunan ekosistem mobil listrik di Indonesia termasuk proyek industri baterai terintegrasi dengan pertambangan dan industri baja otomotif untuk kendaraan listrik," ujar Presiden Jokowi dalam keterangan persnya.

Korsel telah berinvestasi di Indonesia dalam beberapa tahun ke belakang untuk industrik kendaraan listrik, ini termasuk produksi baterai dan mobil listrik.

Pada Maret lalu Jokowi meluncurkan Ioniq 5 di pabrik Hyundai di Bekasi yang dikatakan sebagai mobil listrik pertama buatan Indonesia.

Sebelumnya, pada Juli 2021, Hyundai Motor Group dan LG Energy Solution, mengumumkan bakal membangun produksi baterai menggunakan investasi US$1,1 miliar. Pabrik ini diprediksi selesai pada 2023 dan pada semester pertama 2024 akan memproduksi baterai untuk mobil listrik Hyundai dan Kia.

okowi dalam siaran resmi juga mengungkap investasi Korsel di sektor industri baja otomotif buat kendaraan listrik.

"Saya menyambut baik penandatanganan MoU antara Kementerian Investasi dengan POSCO Korea dan Krakatau Steel Indonesia terkait investasi di bidang industri baja otomotif untuk kendaraan listrik dan partisipasi dalam pengembangan Ibu Kota Nusantara dengan nilai keseluruhan investasi mencapai USD6,37 Miliar dan akan menyerap lebih dari 58 ribu tenaga kerja" kata Jokowi.

Menteri Investasi Bahlil Lahadalia yang mendampingi Jokowi di Korsel mengungkap Hyundai Motor Group tertarik berinvestasi di ibu kota baru Nusantara dan melakukan ekspansi mobil listrik serta RND di Indonesia.

 

Share:

Kamis, 14 Juli 2022

KERJASAMA INDONESIA DAN HYUNDAI DUKUNG KTT G2O DI BALI

PT Hyundai Motor Indonesia (HMID) resmi menjadi bagian dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 Bali 2022. Kepastian ini didapatkan setelah HMID menandatangani perjanjian kersama dengan Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia.

Dalam kegiatan yang diselenggarakan pada 15-16 November 2022 ini, HMID berkewajiban menyediakan sejumlah kendaraan listrik untuk digunakan para delegasi. Mereka pun telah memastikan akan menghadirkan Genesis G80 Electrified dan Ioniq 5 untuk memenuhi kewajiban tersebut.

Pemerintah Indonesia sendiri memang sebelumnya sudah menegaskan untuk menggunakan kendaraan listrik dalam penyelenggaraan KTT G20. Hal ini bertujuan untuk menunjukkan komitmen bangsa dalam mengurangi emisi dan menciptakan lingkungan lebih sehat kepada dunia.

Di sisi lain, kerjasama ini juga selaras dengan strategi HMID di Tanah Air. Pasalnya, Hyundai merupakan salah satu pabrikan yang paling konsisten dalam mengenalkan mobil listrik di Tanah Air. Sebelumnya, Hyundai telah membawa Genesis G80 Electrified untuk digunakan oleh Presiden Joko Widodo dalam kunjungan kerja Batang. Kenyamanan mobil pun mendapat apresiasi dari presiden karena tidak mengeluarkan suara.

“Tadi mencoba mobil listrik Genesis dari Hyundai. Saya kira halus, enggak ada suaranya," ujar Presiden Jokowi.

Genesis G80 Electrified telah dibekali oleh baterai berkapasitas 87,2 kWh yang mampu menghasilkan tenaga maksimal hingga 200 hp dan torsi puncak 700 Nm. Tenaga tersebut dialirkan ke seluruh roda melalui sistem e-AWD. Selain itu, mobil premium di bawah naungan Hyundai mampu melesat dari 0 hingga 100 kilometer per jam hanya dalam 4,9 detik. Terdapat charging door di bagian depan sertya mampu menempuh jarak hingga 427 km saat baterai terisi penuh.

Terkait pengisian daya, pemilik kendaraan hanya membutuhkan waktu pengisian selama 22 menit agar baterai berada di posisi 80 persen. Hanya saja penggunaan rapid charging harus berada di angka 800 volt, Sedangkan untuk pengisian standar, pengisian baterai menjadi jauh lebih lama. Pasalnya, dari 10 persen ke 100 persen membutuhkan waktu hingga 9 jam.

Lamanya waktu pengisian pun tentunya sudah menjadi perhatian oleh pemerintah. Oleh karena itu, sejumlah SPKLU sudah dibangun di Bali sehingga seluruh kendaraan dapat diisi dayanya dengan cepat.

 

Share:

Selasa, 28 Juni 2022

Jokowi Perintahkan BKPM Kawal Rencana Investasi Foxconn Senilai 118,4 Triliun Sampai Terealisasi

 

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia untuk mengawal minat investasi Hon Hai Precision Industry Co Ltd atau Foxconn.

 

Rencana penanaman modal perusahaan asal Taiwan tersebut sebelumnya telah dituangkan dalam nota kesepahaman (MoU) terkait rencana investasi Foxconn, Gogoro, PT Industri Baterai Indonesia (IBC), dan PT Indika Energy Tbk di Indonesia.

 

Nilai rencana investasi tersebut sebesar USD 8 miliar, atau setara Rp 118,4 triliun (kurs Rp 14.800 per dolar AS), dan perkiraan penyerapan tenaga kerja lebih dari 10.000 orang.

 

Bahlil menyebutkan, Jokowi sangat mengapresiasi rencana investasi Foxconn yang akan berkolaborasi dengan BUMN dan swasta nasional, dengan melibatkan pengusaha lokal dan UMKM.

Kementerian Investasi/BKPM diperintahkan untuk melakukan pengawalan rencana investasi Foxconn sampai dengan terealisasi.

 

"Bapak Presiden memerintahkan kepada saya untuk segera mengawal sampai pada tahap eksekusi. Presiden berharap ini segera terealisasi, dan satu konsep yang paling disenangi presiden ini adalah kolaborasi BUMN, PMA dan swasta nasional yang melibatkan pengusaha lokal dan UMKM," ungkapnya dalam keterangan tertulis, Minggu (26/06/2022).

 

Untuk pelaksanaan, Bahlil mendorong agar rencana investasi Foxconn ini berlokasi di Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang, Jawa Tengah dengan berbagai insentif yang ditawarkan oleh Pemerintah Indonesia.

 

KIT Batang menjadi salah satu lokasi yang menjadi bagian dari pembangunan ekosistem industri baterai dan kendaraan listrik di Indonesia. Saat ini telah masuk investasi dari Hyundai dan LG asal Korea Selatan.

Chairman Foxconn Young Liu menyampaikan apresiasi atas dukungan Jokowi dan jajaranya, yang akan sepenuhnya memfasilitasi investasi Foxconn. Pihaknya sendiri menawarkan model bisnis baru, yakni BOL (Build, Operate, Localize) untuk investasinya di Indonesia.

 

Young juga menyatakan keyakinannya bahwa kerja sama antara Foxconn dengan Pemerintah Indonesia ini dapat mencapai kesuksesan besar.

 

Mengenai minatnya untuk berinvestasi di IKN, Foxconn juga mengungkapkan minatnya pada pengembangan smart city melalui infrastruktur bus listrik (e-bus) dan jaringan IoT (Internet of Things).

 

Rencana investasi yang akan dilakukan Foxconn, Gogoro, IBC, dan Indika meliputi industri kendaraan listrik: kendaraan listrik roda empat, roda dua, dan bus listrik; industri baterai kendaraan listrik; dan industri pendukung: energy storage system, stasiun penukaran baterai, industri daur ulang baterai, Research & Development dan pelatihan.

 

Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan kerja Menteri Investasi/Kepala BKPM ke Taiwan tanggal 22 Oktober 2021 lalu yang dilanjutkan dengan Nota Kesepahaman antara Kementerian Investasi/BKPM, Foxconn, Gogoro, Industri Baterai Indonesia (IBC), dan Indika Energy pada tanggal 21 Januari 2022.

 

Kerja sama yang disepakati meliputi pengembangan ekosistem energi baru berkelanjutan melalui investasi pada baterai listrik, kendaraan listrik dan berbagai industri pendukungnya melalui skema kerja sama Build-Operate-Localize (BOL) tersebut di Indonesia.


Share:

Definition List

Unordered List

Support