Tampilkan postingan dengan label energi bersih. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label energi bersih. Tampilkan semua postingan

Kamis, 18 Agustus 2022

Jokowi Sebut Indonesia Produsen Kunci Rantai Pasok Baterai Litium

Presiden Joko Widodo mengeklaim, Indonesia saat ini menjadi produsen kunci dalam rantai pasok baterai litium di tingkat global.

Dengan status tersebut, Jokowi menyebutkan, produsen mobil listrik dari Asia, Eropa, dan Amerika telah berinvestasi di Indonesia.

"Sekarang ini, Indonesia telah menjadi produsen kunci dalam rantai pasok baterai litium global. Produsen mobil listrik dari Asia, Eropa, dan Amerika ikut berinvestasi di Indonesia," kata Jokowi saat berpidato di Sidang Tahunan MPR, Selasa (16/8/2022).

Menurut Jokowi, hal ini merupakan buah dari hilirisasi dan industrialisasi sumber daya alam yang terus dilakukan pemerintah.

Ia menyebutkan, hilirisasi nikel telah meningkatkan ekspor baja 18 kali lipat, dari sekitar Rp 16 triliun pada 2014 menjadi Rp 306 triliun pada tahun 2021.

"Di akhir tahun 2022 ini, kita harapkan bisa mencapai Rp440 triliun. Itu hanya dari nikel. Selain penerimaan pajak, devisa negara juga naik, sehingga kurs rupiah lebih stabil," ujar Jokowi.

Ia melanjutkan, setelah nikel, pemerintah akan mendorong hilirisasi bauksit, tembaga, dan timah.

"Kita harus membangun ekosistem industri di dalam negeri yang terintegrasi, yang akan mendukung pengembangan ekosistem ekonomi hijau dunia," kata Jokowi.

Ia menambahkan, selain hilirisasi, pemerintah juga terus meningkatkan optimalisasi sumber energi bersih dan ekonomi hijau.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengatakan, pemerintah akan terus melakukan persemaian dan rehabilitasi hutan tropis dan mangrove serta rehabilitasi habitat laut untuk menjadi potensi besar penyerap karbon.

Jokowi yakin, energi bersih dari panas matahari, panas bumi, angin, ombak laut, dan energi bio akan menarik industrialisasi penghasil produk-produk rendah emisi.

"Saya optimistis, kita akan menjadi penghasil produk hijau yang kompetitif di perdagangan internasional," kata Jokowi.

 

Share:

Sabtu, 02 Juli 2022

Jokowi Ajak Pemimpin Negara di KTT G7 Investasi Energi Bersih di Indonesia


Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak pemimpin negara-negara berekonomi maju di forum G7 untuk berinvestasi di sektor energi bersih Indonesia. Hal tersebut disampaikan Jokowi sebagai salah satu representatif negara mitra dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G7 di Kastil Elmau, Bayern, Jerman, Senin (27/6/2022).

Jokowi membicarakan peluang investasi energi baru-terbarukan di Indonesia dalam sesi KTT G7 yang membahas krisis iklim, energi, dan kesehatan.

“Terutama peluang investasi di sektor energi bersih di Indonesia, termasuk pengembangan ekosistem mobil listrik dan baterai litium,” kata Jokowi dikutip dari siaran pers Sekretariat Presiden, Senin.

Menurut dia, potensi Indonesia sebagai kontributor energi bersih, baik di dalam perut bumi, di darat, maupun di laut, sangat besar. Indonesia membutuhkan investasi besar dan teknologi rendah karbon untuk mendukung transisi menuju energi bersih yang cepat dan efektif.

“Indonesia membutuhkan setidaknya 25-30 miliar USD untuk transisi energi 8 tahun ke depan. Transisi ini bisa kita optimalkan sebagai motor pertumbuhan ekonomi, membuka peluang bisnis, dan membuka lapangan kerja baru,” tutur dia.

Jokowi juga menyampaikan bahwa Indonesia dan juga negara-negara berkembang lainnya memiliki risiko perubahan iklim sangat nyata. Terlebih, Indonesia adalah negara kepulauan dengan 17.000 pulau.

Risikonya bukan hanya mengganggu kesehatan, namun juga membuat petani dan nelayan dalam kesulitan. Untuk itu, Indonesia mengharapkan dukungan dari negara-negara anggota G7.

“Dukungan semua negara G7 di Presidensi Indonesia di G20 sangat kami harapkan. Sampai bertemu di Bali. Terima kasih,” tutur Jokowi.

Jokowi menghadiri KTT G7 di Jerman sebagai ketua G20. Selain Indonesia, G7 juga mengundang empat negara mitra lain, yakni Argentina, India, Senegal, dan Afrika Selatan.

 


Share:

Jumat, 01 Juli 2022

Jokowi Ajak Pemimpin Negara di KTT G7 Investasi Energi Bersih di Indonesia


 Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak pemimpin negara-negara berekonomi maju di forum G7 untuk berinvestasi di sektor energi bersih Indonesia. Hal tersebut disampaikan Jokowi sebagai salah satu representatif negara mitra dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G7 di Kastil Elmau, Bayern, Jerman, Senin (27/6/2022).

Jokowi membicarakan peluang investasi energi baru-terbarukan di Indonesia dalam sesi KTT G7 yang membahas krisis iklim, energi, dan kesehatan.

“Terutama peluang investasi di sektor energi bersih di Indonesia, termasuk pengembangan ekosistem mobil listrik dan baterai litium,” kata Jokowi dikutip dari siaran pers Sekretariat Presiden, Senin.

Menurut dia, potensi Indonesia sebagai kontributor energi bersih, baik di dalam perut bumi, di darat, maupun di laut, sangat besar. Indonesia membutuhkan investasi besar dan teknologi rendah karbon untuk mendukung transisi menuju energi bersih yang cepat dan efektif.

“Indonesia membutuhkan setidaknya 25-30 miliar USD untuk transisi energi 8 tahun ke depan. Transisi ini bisa kita optimalkan sebagai motor pertumbuhan ekonomi, membuka peluang bisnis, dan membuka lapangan kerja baru,” tutur dia.

Jokowi juga menyampaikan bahwa Indonesia dan juga negara-negara berkembang lainnya memiliki risiko perubahan iklim sangat nyata. Terlebih, Indonesia adalah negara kepulauan dengan 17.000 pulau.

Risikonya bukan hanya mengganggu kesehatan, namun juga membuat petani dan nelayan dalam kesulitan. Untuk itu, Indonesia mengharapkan dukungan dari negara-negara anggota G7.

“Dukungan semua negara G7 di Presidensi Indonesia di G20 sangat kami harapkan. Sampai bertemu di Bali. Terima kasih,” tutur Jokowi.

Jokowi menghadiri KTT G7 di Jerman sebagai ketua G20. Selain Indonesia, G7 juga mengundang empat negara mitra lain, yakni Argentina, India, Senegal, dan Afrika Selatan.

 

Share:

Definition List

Unordered List

Support