Tampilkan postingan dengan label Elektabilitas Tinggi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Elektabilitas Tinggi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 03 Maret 2023

Mengalami Kenaikan! Berdasarkan Hasil survei LSI tingkat kepuasan kinerja Jokowi mengalami peningkatan sebanyak 75,9%

Yogyakarta – Baru saja lembaga survei Indonesia (LSI) melakukan survei terkait tingkat kepuasa masyarakat terhadap kinerja Jokowi. Survei tersebut dilaksanakan pada 10 -17 Feburari 2023 dengan jumlah 1.228 responden yang tersebar di seluruh Indonesia.

Responden survei adalah warga negara Indonesia yang berusia 17 tahun ke atas atau sudah menikah dan memiliki telepon/ponsel, sekitar 83% dari total populasi nasional. Pemilihan sampel dilakukan melalui metode random digit dialing (RDD) adalah teknik memilih sampel melalui proses pembangkitan nomor telepon secara acak.

Margin of error survei ±2.9% pada tingkat kepercayaan 95%, asumsi simple random sampling. Wawancara dengan responden dilakukan lewat telepon oleh pewawancara yang dilatih.

Berdasarkan hasil survei tersebut sebanyak 75,9% responden merasa sangat puas atas kinerja Jokowi pada tahun ini. Salah satu kepuasan adalah Jokowi dapat menahan laju inflasi awal tahun sebaik – baiknya dengan berbagai macam strategi yang diterapkan.

 

Share:

Selasa, 21 Februari 2023

Mengalami kenaikan 3,6%! Masyarakat sangat puas terhadap kinerja Jokowi – Maruf Amin pada Februari 2023

Yogyakarta – Tahun 2023 merupakan bisa dibilang tahun menjelang masa akhir jabatan Jokowi sebagai kepala negara republic Indonesia. Menjelang masa akhir kepemimpinan Jokowi nampaknya masyarakat sampai saat ini masih puas dengan kinerjanya.

Hal tersebut terungkap berdasarkan survei yang dilakukan oleh lembaga Survei dan Polling Indonesia (SPIN) pada awal Februari 2023. Berdasarkan hasil survei tersebut tingkat kepuasan masyarakat kepada kinerja dan kepemimpinan Jokowi – Ma’ruf Amin sebesar 65,7%.

Bahkan tingkat kepuasan tersebut tampaknya mengalami peningkatan sebesar 3,6% dari Desember 2022 yang hanya sebesar 62,1%.

Igor Dirgantara Direktur SPIN menyatakan bahwa kepuasan kinerja Jokowi – Ma’ruf Amin menunjukan tren positif karena mengalami kenaikan. Bila melihat tren ini artinya masyarakat umum masih percaya jika peningkatan hasil kinerjanya bakal lebih baik dibanding tahun 2022.

Survei SPIN dilakukan periode 3-13 Februari 2023 dengan jumlah responden 1230, berumur 17 tahun atau sudah pernah menikah, tersebar di 34 Provinsi dengan teknik multistage random sampling. Margin error 2,8% tingkat kepercayaan 95% teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara langsung. 

 

Share:

Selasa, 07 Februari 2023

Masih Naik Terus! Nilai elektabilitas Jokowi mengalami kenaikan menjadi 76,7% dari sebelumnya 71,3%

 

Yogyakarta – Penilaian publik terhadap kinerja Jokowi terus mengalami kenaikan dari pada bulan sebelumnya yang mencapai 71,3% sekarang menjadi 76,7%. Kepuasan terhadap kinerja Jokowi ini berawal dari dicabutnya PPKM pada akhir 2022 serta sekarang langkah – langkah nyata dalam menghadapi resesi 2023.

Selain itu program – program pembangunan yang digagas oleh Jokowi nampaknya sekarang telah menampakan hasilnya, seperti pembangunan jalan, bendungan hingga bandara. Masyarakat menilai hal tersebut merupakan wujud nyata dari keberhasilan Jokowi dalam memimpin Indonesia. Adanya juga keberhasilan Jokowi dalam mengendalikan laju inflasi sehingga tidak menimbulkan kecemasan serta kepanikan berlebihan di masyarakat.

Survei Indometer dilakukan pada 21-27 Januari 2023 terhadap 1.200 responden di seluruh provinsi di Indonesia, yang dipilih secara acak bertingkat survei (multistage random sampling). Wawancara dilakukan secara tatap muka dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19. Margin of error survei sebesar ±2,98 persen dan pada tingkat kepercayaan 95 persen.

 

Share:

Jumat, 06 Januari 2023

Mengalami Kenaikan! Kepuasan Kinerja Jokowi Mengalami Kenaikan Menjadi 71,3% Pada Akhir 2022 Karena Masyarakat Mulai Merasakan Dampak Positif Program Gagasan Jokowi

Lembaga survei Indikator Politik Indonesia melakukan survei tentang Tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Jokowi dan Ma'ruf Amin. Pada hasil survey tersebut masyarakat sangat puas dengan kinerja Jokowi dengan penilaian 71,3%.

Kepuasan kinerja tersebut mengalami kenaikan 5,1% dari survei sebelumnya November 2022 yang berada di angka 66,2%

Survey dilakukan pada 1-6 Desember 2022 dengan jumlah responden sebanyak 1.220 orang. Survey dilakukan di 34 Provinsi dengan margin error 2,9% total responden

Burhanuddin Muhtadi Direktur Eksekutif Indikator Politik memaparkan angka kepuasan sebanyak 71,3 persen itu gabungan dari 12,7% yang memilih sangat puas dan 58,5% memilih cukup puas.

Burhanuddin menyampaikan alasan responden yang cenderung merasa puas adalah faktor bantuan.

Selain bantuan juga masyarakat sangat puas atas hasil kerja Jokowi dalam pembangunan yang merata di seluruh pelosok Indonesia. Tampak banyak masyarakat telah merasakan dampak positif dari pembangunan tersebut.

Dampaknya adalah terjaganya kestabilan ekonomi dan kebutuhan bahan pokok, memang ada kenaikan tapi itu nilainya kecil.

Selain itu adalah penanganan Covid-19 yang telah berhasil di jalankan oleh Jokowi dengan baik, bahkan sekarang PPKM telah dicabut.

 

Share:

Rabu, 31 Agustus 2022

Tingkat Kepuasan Kinerja Jokowi-Ma'ruf Masih Memuaskan

Tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin, masih memuaskan. Hal ini mengacu temuan survei Indonesia Survey Center (ISC).

“Angka tingkat kepuasan terhadap pemerintahan Jokowi-Ma'ruf berada pada 61,7 persen,” kata peneliti senior ISC Chairul Ansari dalam acara pemaparan hasil temuan survei nasional bertajuk “Elektabilitas Menuju Pemilu 2024”, Senin (29/8/2022).

Selanjutnya, Chairul mengungkap ada 38,4 persen masyarakat yang menjawab kondisi ekonomi rumah tangga dalam tujuh bulan terakhir ini sama saja dibanding periode yang sama. Sementara, hanya ada 31,2 persen yang menjawab lebih baik dan jauh lebih baik. Responden yang menjawab lebih buruk dan jauh lebih buruk ada 22,1 persen.

Meskipun tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Jokowi dan Ma’ruf masih tinggi, Chairul mengungkapkan mayoritas publik melihat masalah mendesak yang harus segera diselesaikan oleh pemerintahan saat ini adalah sektor ekonomi.

“Sebanyak 30,8 persen publik menyebut masalah kenaikan harga-harga bahan makanan pokok, 21,4 persen masalah lapangan pekerjaan dan 10,1 persen adalah masalah kenaikan harga BBM. Masalah kesehatan berada di posisi keempat, seiring terkendalinya pandemi, masalah korupsi, lingkungan hidup dan pendidikan,” terang Chairul Ansari.

ISC melakukan survei dengan tujuan untuk mengetahui persepsi publik mengenai kepemimpinan nasional dan isu-isu yang melingkarinya. Survei yang dilaksanakan 9-19 Agustus 2022 ini menggunakan teknik pencuplikan sampel multistage random sampling varian area random sampling.

Sampel yang dicuplik adalah penduduk yang berusia minimal 17 tahun ke atas dan atau yang sudah pernah menikah sebesar 1.520 responden. Angka margin of error plus minus 2,5 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Pengumpulan data tersebut dilakukan melalui wawancara langsung dengan bantuan kuesioner.

“Sebanyak 30,8 persen publik menyebut masalah kenaikan harga-harga bahan makanan pokok, 21,4 persen masalah lapangan pekerjaan dan 10,1 persen adalah masalah kenaikan harga BBM. Masalah kesehatan berada di posisi keempat, seiring terkendalinya pandemi, masalah korupsi, lingkungan hidup dan pendidikan,” terang Chairul Ansari.

ISC melakukan survei dengan tujuan untuk mengetahui persepsi publik mengenai kepemimpinan nasional dan isu-isu yang melingkarinya. Survei yang dilaksanakan 9-19 Agustus 2022 ini menggunakan teknik pencuplikan sampel multistage random sampling varian area random sampling.

Sampel yang dicuplik adalah penduduk yang berusia minimal 17 tahun ke atas dan atau yang sudah pernah menikah sebesar 1.520 responden. Angka margin of error plus minus 2,5 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Pengumpulan data tersebut dilakukan melalui wawancara langsung dengan bantuan kuesioner.

 

Share:

Selasa, 30 Agustus 2022

Jokowi Anggap Elektabilitas Tinggi Tak Jamin Politikus Diusung Parpol Jadi Capres

Presiden RI Joko Widodo menilai bahwa elektabilitas tidak menjadi faktor tunggal usungan calon presiden maupun wakil presiden oleh partai politik.

"Yang namanya calon presiden, calon wakil presiden, itu di konstitusi kita, di undang-undang kita, memang harus diusung partai atau gabungan partai," kata Jokowi dikutip dari akun resmi Twitter @jokowi, Minggu (28/8/2022).

"Artinya apa? Belum tentu yang elektabilitasnya tinggi itu diajukan oleh partai atau gabungan partai. Kalau mereka nggak mau, gimana?" lanjut dia.

Menurut dia, menentukan kandidat untuk diusung sebagai capres-cawapres tidak perlu dilakukan terburu-buru.

"Dilihat dulu, baru nanti kita bicara dan menentukan sikap," kata eks Wali Kota Solo itu. Saat ini, menurut Jokowi, hal yang paling penting yang diperlukan dalam kepemimpinan masa depan adalah kemampuan untuk menghadapi permasalahan global.

"Karena dunia demgan permasalahan yang semakin sulit, global dengan permasalahan yang semakin rumit, tidak mudah mengelola sebuah negara," sebut Jokowi.

 

Share:

Definition List

Unordered List

Support