Tampilkan postingan dengan label KAI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KAI. Tampilkan semua postingan

Selasa, 08 November 2022

Jokowi Ingin KA Cepat Lanjut ke Surabaya

Jokowi berharap kesuksesan pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung tidak terhenti disitu saja,jokowi berkeingininan supaya bisa melanjutkan pembangunan kereta cepat Jakarta-Surabaya bisa terealisasi. Bila ini terealisasi maka jarak tempuh Jakarta-Surabaya sepanjang 786km dapat ditempuh dengan waktu 4 jam.

Kabar pembangunan rencana proyek ini dilontarkan oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, saat seminar Badan Kejuruan Sipil - Persatuan Insinyur Indonesia (PII) dan Kementerian Perhubungan beberapa waktu lalu.

"Pak Jokowi sebagai pemimpin yang visioner meletakkan dasar-dasar MRT, sedang kami kawal. Berikutnya, meletakkan dasar kereta cepat. Rencananya, Jakarta-Surabaya," kata Budi saat menghadiri seminar bersama Badan Kejuruan Sipil - Persatuan Insinyur Indonesia (PII) dan Kementerian Perhubungan (Kemenhub), dikutip Minggu.

Sementara itu, Menko bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan seakan memberi 'kode keras', proyek kereta cepat Jakarta-Surabaya pun akan digarap oleh China.

"Ya nanti kita lihat saja, kalau sudah nyaman dengan ini (KCIC) ngapain ganti-ganti kan ganti-ganti istri juga nggak mau," kata Luhut.

Septian Hario Seto, Deputi Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan Kemenko Marves, mengatakan bahwa fokus pemerintah adalah penyelesaian kereta cepat Jakarta - Bandung.

Adapun, untuk rute Jakarta - Surabaya, Septian mengungkapkan perlunya studi lebih lanjut.

"Ini membutuhkan waktu yang tidak singkat. Studi mendalam ini meliputi, oke, jalurnya kita harus lewatkan mana. Kedua, kondisi tanahnya," papar Septian Minggu.

Kemudian, pemerintah akan menghitung biaya pembebasan lahan hingga pembangunan. Oleh karena itu, studi kereta cepat Jakarta-Surabaya harus dilakukan secara independen.

"Kita harus pilih konsultan yang tidak memiliki interest," ujarnya. Jika studi sudah rampung barulah, pemerintah bisa menawarkan proyek tersebut kepada siapa saja.

"Kalau China siap membangun dan dia memberikan tawaran terbaik ya boleh. Tapi harus ada proses yang transparan dan accountable dalam memilih partner-nya," tegas Septian.

 

Share:

Sabtu, 15 Oktober 2022

Proyek KCJB Capai 88,8 Persen, Presiden Berharap Tumbuhnya Ekonomi Baru

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) meninjau progres pembangunan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) dalam kunjungan kerjanya ke Provinsi Jawa Barat, pada Kamis (13/10/2022). Dalam keterangannya, Kepala Negara berharap proyek KCJB yang telah mencapai 88,8 persen tersebut dapat meningkatkan mobilitas, daya saing, hingga munculnya pertumbuhan ekonomi baru.

“Kita harapkan dengan Kereta Cepat Jakarta-Bandung ini, mobilitas orang dan barang bisa menjadi cepat dan meningkat. Kemudian daya saing kita juga akan makin kuat, kemudian ada titik-titik pertumbuhan ekonomi baru, di Jakarta ada, di Bandung ada, kemudian di Kabupaten Bandung juga terjadi,” ujar Presiden dalam keterangannya usai peninjauan di Stasiun Tegalluar, Kawasan Infrastruktur PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC), Kabupaten Bandung.

Selain di dalam negeri, Kepala Negara juga berharap proyek KCJB–yang merupakan kereta cepat pertama di ASEAN tersebut–dapat meningkatkan konektivitas antarnegara di ASEAN. Menurutnya, rencana tersebut sudah masuk ke dalam rencana besar ASEAN dalam rangka meningkatkan daya saing di kawasan.

“Itu sudah menjadi gagasan besar di ASEAN agar konektivitas antarnegara ASEAN ini tersambungkan secepat-cepatnya dalam rangka daya saing ASEAN,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga menegaskan bahwa proyek KCJB ini merupakan kerja sama antara pemerintah Indonesia dan pemerintah Tiongkok. Meskipun sempat mengalami kendala dalam pembangunan beberapa terowongan, namun Presiden menargetkan proyek tersebut akan mulai beroperasi pada Juni mendatang.

“Peluncuran nanti untuk operasional insyaallah kurang lebih nanti di bulan Juni tahun 2023,” ucapnya.

Turut hadir dalam acara tersebut yaitu Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Bupati Bandung Dadang Supriatna, Direktur Utama PT KCIC Dwiyana Slamet Riyadi, serta Duta Besar Republik Rakyat Tiongkok untuk Indonesia Lu Kang.

 

Share:

Sabtu, 27 Agustus 2022

Jokowi Dijadwalkan Resmikan Kereta Api Maros-Barru 71 Km di Akhir Oktober

Balai Pengelola Kereta Api (BPKA) Sulawesi Selatan (Sulsel) menargetkan proyek kereta api Makassar-Parepare sepanjang 71 kilometer bisa rampung di akhir Oktober. Apalagi Presiden Joko Widodo (Jokowi) direncanakan akan meresmikan rute yang menghubungkan Maros-Barru tersebut.

"Rencana diresmikan Pak Presiden. Oktober pertengahan atau akhir. Kita tunggu informasi resminya," ungkap Kepala BPKA Sulsel, Andi Amanna Gappa kepada detikSulsel, Kamis (25/8/2022).

Amanna Gappa menambahkan saat ini proses konstruksi rel terus dikebut. Diakuinya masih ada beberapa titik saat ini belum rampung sehingga rel belum tersambung. Termasuk ada pengerjaan pergeseran jembatan kereta yang akan dilakukan akhir bulan ini di wilayah Maros.

"Masih ada 2 bulan. Kita optimis rel kurang lebih 71 kilometer sudah beroperasi akhir Oktober nanti," jelasnya.

Untuk persiapan beroperasinya kereta api pertama di Sulawesi ini, pihaknya sudah merekrut SDM besar-besaran. Terutama untuk petugas tiket, security dan tenaga staf lainnya yang akan ditempatkan di stasiun-stasiun nanti.

"Tenaga-tenaga rekrutan ini SDM lokal di Sulsel. Saat ini dalam proses pelatihan. Nanti disebar ke stasiun-stasiun di sepanjang rute kereta api," jelasnya.

Sementara untuk sistem tiket, pihaknya menggandeng PT Borsya Digital Smartindo (BDS) untuk menyiapkan infrastrukturnya. Menurutnya ada komitmen perjanjian kerja sama (PKS) dengan pihak PT BDS sebagai bentuk kolaborasi.

"Platform terus dikembangkan. Ada SuperApp juga disiapkan untuk memudahkan pemesanan tiket seperti KAI Access. Nama aplikasinya sementara dirumuskan," bebernya.

Namun menurutnya, penyediaan tiket dengan sistem digital ini akan bertahap dilakukan. Untuk tahap awal, tiket kereta api juga masih akan menerapkan skema cetak atau manual. Ada pembelian di loket-loket yang disediakan.

"Nanti bertahap dari tetap cetak tiket lalu misalnya ke skema e-ticket. Kemudian nanti cukup di-tap saja saat keluar masuk stasiun. Arahnya ke sana," tuturnya.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi sebelumnya menargetkan proyek kereta api Sulsel sudah beroperasi Oktober nanti. Namun rute awal yang beroperasi melayani Maros-Barru sepanjang 70 kilometer.

"Ini (pembebasan lahan) sudah aman. Ini gubernurnya top, bupatinya top, kita kolaborasi insyaallah bulan 10 (Oktober) operasional," kata Budi Karya Sumadi dalam keterangan yang diterima, Sabtu (28/5).

Menurut Budi, hasil pertemuan dengan Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman (ASS) dan beberapa bupati yang wilayahnya dilintasi proyek kereta api memastikan proyek ini akan berjalan baik. Apalagi proyek ini memang menjadi salah satu proyek prioritas pemerintah pusat.

"Untuk kereta Api Makassar-Parepare, saya sudah 6 tahun mengawal proyek itu dengan segala duka dan dukanya. Alhamdulillah, kerja samanya makin baik. Target pertama kita mengoperasikan kereta penumpang sejauh 70 kilometer (Maros ke Barru)," tukasnya.

 

Share:

Definition List

Unordered List

Support