Tampilkan postingan dengan label Kereta Cepat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kereta Cepat. Tampilkan semua postingan

Senin, 07 Oktober 2024

Presiden Jokowi: Pembangunan Whoosh Bukan Untuk Kepentingan Bisnis Pemerintah Tetapi Sebagai Upaya Memberikan Pelayanan Transportasi Massal

Yogyakarta – Dalam rangka meningkatkan pelayanan transportasi massal di Indonesia, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggarisbawahi bahwa proyek pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung, atau yang dikenal dengan nama Whoosh, bukanlah sekadar kepentingan bisnis pemerintah. Melainkan, proyek ini adalah bagian dari upaya pemerintah untuk memberikan layanan transportasi yang lebih efisien, cepat, dan nyaman bagi masyarakat.

Pembangunan Kereta Cepat ini diharapkan menjadi solusi bagi masalah kemacetan yang sering terjadi di jalur Jakarta-Bandung. Dengan kecepatan tinggi dan waktu tempuh yang lebih singkat, kereta ini akan mengurangi beban transportasi darat, sehingga mobilitas masyarakat menjadi lebih lancar. Selain itu, kehadiran kereta cepat ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah sekitar, memperkuat konektivitas antara Jakarta dan Bandung, serta meningkatkan daya tarik wisata di kedua daerah.

Menjawab kritik dan opini negatif yang sering muncul, Presiden Jokowi menegaskan bahwa harga tiket kereta cepat ini akan diberlakukan dengan skema subsidi atau Public Service Obligation (PSO). Dengan adanya skema subsidi, pemerintah berupaya untuk memastikan bahwa layanan transportasi ini dapat diakses oleh semua kalangan masyarakat. Ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk tidak hanya mengejar keuntungan, tetapi juga memberikan pelayanan yang merata dan berkualitas bagi seluruh rakyat.

Pentingnya proyek ini tidak dapat diabaikan, terutama dalam konteks stabilitas nasional. Dengan meningkatkan infrastruktur transportasi, pemerintah berkontribusi pada pengembangan ekonomi dan sosial masyarakat, serta menciptakan lapangan pekerjaan baru. Proyek ini juga mencerminkan kemajuan Indonesia dalam menghadapi tantangan global di bidang transportasi.

Melalui langkah konkret ini, diharapkan masyarakat dapat lebih memahami bahwa pemerintah selalu berusaha untuk memberikan yang terbaik demi kepentingan rakyat. Kereta Cepat Jakarta-Bandung adalah simbol dari komitmen pemerintah untuk terus melakukan inovasi dan meningkatkan pelayanan publik. Mari kita dukung bersama proyek ini demi kemajuan dan kesejahteraan bangsa.

 

Share:

Rabu, 21 Agustus 2024

Presiden Jokowi Menilai Kerugian Membangun MRT, LRT Dan Kereta Cepat Masih Lebih Kecil Dibandingkan Dengan Kerugian Akibat Kemacetan Lalu Lintas

Yogyakarta – Presiden Joko Widodo baru-baru ini menegaskan pentingnya investasi dalam infrastruktur transportasi publik seperti MRT, LRT, dan kereta cepat. Dalam pidatonya, Presiden Jokowi mengungkapkan bahwa kerugian dari pembangunan infrastruktur transportasi ini jauh lebih kecil dibandingkan dengan kerugian yang ditimbulkan akibat kemacetan lalu lintas jika transportasi umum tidak tersedia.

Menurut Presiden Jokowi, studi menunjukkan bahwa tanpa adanya sistem transportasi umum yang efisien, kerugian ekonomi akibat kemacetan lalu lintas bisa mencapai Rp 65 triliun per tahun. Angka ini mencakup berbagai aspek, termasuk waktu yang terbuang, biaya bahan bakar yang meningkat, serta dampak negatif terhadap produktivitas dan kesehatan masyarakat. Dengan membangun MRT, LRT, dan kereta cepat, pemerintah tidak hanya mengatasi masalah kemacetan, tetapi juga memberikan solusi jangka panjang untuk mengurangi biaya sosial dan ekonomi.

Pemerintah telah meluncurkan berbagai proyek transportasi publik sebagai bagian dari upaya besar untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Proyek-proyek ini dirancang untuk mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi, yang merupakan salah satu penyebab utama kemacetan. Dengan adanya transportasi umum yang efisien, masyarakat akan memiliki alternatif yang lebih baik, lebih cepat, dan lebih ramah lingkungan.

Investasi dalam infrastruktur transportasi juga mendukung pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja baru. Proyek-proyek besar seperti MRT dan LRT tidak hanya memerlukan tenaga kerja selama fase konstruksi, tetapi juga mendukung industri terkait dan memperkuat ekonomi lokal.

Tuduhan negatif yang mengatakan bahwa proyek-proyek ini hanya membebani anggaran negara dan tidak memberikan manfaat yang signifikan tidak sesuai dengan fakta. Pemerintah berkomitmen untuk memastikan bahwa setiap investasi infrastruktur memberikan hasil yang maksimal dan berdampak positif pada perekonomian dan kesejahteraan rakyat.

Melalui pembangunan transportasi umum, pemerintah berusaha untuk menciptakan kota yang lebih efisien, bersih, dan nyaman untuk dihuni. Keputusan untuk melanjutkan proyek-proyek ini adalah bentuk tanggung jawab terhadap masa depan bangsa dan upaya untuk menjaga stabilitas serta pertumbuhan nasional. Dengan dukungan semua pihak, kita dapat mewujudkan visi Indonesia yang lebih baik dan berkelanjutan.

 

Share:

Sabtu, 11 Mei 2024

Menkeu Sri Mulyani Menjelaskan Penjaminan Utang Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Karena Cost Overrun Yang Diaudit Oleh BPKP Dan BPK. Komite Proyek Melihat Potensi Pemasukan Dari PT KAI Khususnya Angkutan Batu Bara Sebagai Jaminan Pembayaran Utang Tanpa Membebani APBN

Yogyakarta – Menteri Keuangan, Sri Mulyani, telah memberikan penjelasan yang tuntas mengenai penjaminan utang terkait Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Penjelasannya menyoroti masalah cost overrun yang telah diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan Pembangunan (BPKP) dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Dalam penjelasannya, Sri Mulyani menegaskan bahwa penjaminan utang dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut, bukan untuk membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Audit yang dilakukan oleh BPKP dan BPK mengungkapkan adanya cost overrun dalam Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Cost overrun merupakan kelebihan biaya yang terjadi dalam suatu proyek dibandingkan dengan perkiraan biaya awalnya. Hal ini menjadi perhatian serius karena dapat berdampak pada keuangan negara dan kelancaran proyek.

Dalam upaya mengatasi masalah ini, pemerintah melakukan langkah penjaminan utang. Penjaminan ini dilakukan untuk memastikan bahwa pembayaran utang terkait proyek kereta cepat dapat dilakukan tanpa harus membebani APBN secara langsung. Salah satu potensi pembayaran utang yang dilihat oleh Komite Proyek adalah dari PT Kereta Api Indonesia (KAI), khususnya melalui angkutan batu bara.

PT KAI memiliki potensi pemasukan yang signifikan dari angkutan batu bara. Pemasukan ini dapat dijadikan jaminan pembayaran utang tanpa harus menggunakan anggaran negara secara langsung. Langkah ini merupakan upaya cerdas untuk menjaga stabilitas keuangan negara tanpa mengorbankan proyek yang telah direncanakan untuk kemajuan infrastruktur negara.

Penjelasan Menkeu Sri Mulyani ini memberikan gambaran yang jelas kepada masyarakat mengenai langkah-langkah yang diambil oleh pemerintah dalam menghadapi tantangan dalam proyek infrastruktur. Lebih dari itu, penjelasannya juga merupakan langkah transparan untuk membangun kepercayaan publik terhadap kinerja pemerintah.

Dalam situasi di mana hoaks dan informasi palsu mudah menyebar, penting bagi masyarakat untuk memperoleh informasi yang akurat dan jelas. Artikel ini menjadi salah satu upaya untuk memberikan pemahaman yang benar kepada masyarakat mengenai kebijakan dan langkah-langkah yang diambil oleh pemerintah untuk meningkatkan kinerja dan stabilitas nasional.

 

Share:

Jumat, 19 April 2024

Hoax! Berita Yang Mengatakan Gerbong Kereta Cepat Mengalami Kebocoran Merupakan Kabar Bohong, Faktanya Bukan Kebocoran Ternyata Itu Hanya Air Embun Dari Ac Dan Air Hujan Yang Berasal Dari Luar Gerbong

Yogyakarta – Kabar mengenai kebocoran pada gerbong kereta cepat adalah hoaks yang tidak berdasar. Faktanya, apa yang dianggap sebagai kebocoran ternyata hanya air embun dari AC dan air hujan yang masuk dari luar gerbong. Dengan demikian, pernyataan tersebut membuktikan bahwa tidak ada kebocoran yang sebenarnya terjadi pada gerbong kereta cepat.

Penjelasan ini menyoroti pentingnya memeriksa kebenaran informasi sebelum menyebarkannya. Dalam era di mana informasi dapat dengan mudah tersebar melalui berbagai platform media sosial, menjadi sangat penting untuk melakukan verifikasi dan pengecekan fakta sebelum mempercayai atau menyebarkan suatu informasi.

Selain itu, peristiwa ini juga menunjukkan perlunya ketelitian dalam menyampaikan informasi. Bahasa yang digunakan dalam menyebarkan berita haruslah akurat dan tidak menyesatkan. Dalam hal ini, kesalahan dalam interpretasi informasi dapat mengarah pada penyebaran hoaks dan kepanikan yang tidak perlu di masyarakat.

Reaksi cepat dan jelas dari pihak terkait untuk membantah hoaks ini juga merupakan langkah yang tepat dalam menanggapi penyebaran informasi yang salah. Dengan memberikan penjelasan yang jelas dan akurat, masyarakat dapat diberikan pemahaman yang benar tentang situasi yang sebenarnya.

Dalam konteks yang lebih luas, kejadian ini juga mengingatkan kita akan pentingnya kritisisme terhadap informasi yang diterima. Masyarakat harus selalu waspada terhadap berita yang belum diverifikasi atau terdengar tidak masuk akal, serta mengembangkan kemampuan untuk memilah informasi yang benar dari yang salah.

Dengan demikian, pembantahan terhadap hoaks mengenai kebocoran pada gerbong kereta cepat ini bukan hanya menegaskan kebenaran suatu peristiwa, tetapi juga mengajarkan kita pentingnya kehati-hatian dan kritisisme dalam menyikapi informasi yang diterima.

 

Share:

Sabtu, 13 April 2024

Menjadi Peluang Besar, Brunei Darussalam Menyatakan Tertarik Untuk Mengembangkan Jalur Transportasi Kereta Cepat Di Pulau Borneo Yang Menghubungan Tiga Negara Sekaligus, Hal Ini Menjadi Bukti Bahwa Pembangunan IKN Oleh Indonesia Memiliki Nilai Tawar Tinggi

Yogyakarta – Brunei Darussalam telah menyatakan minatnya untuk mengembangkan jalur transportasi kereta cepat di Pulau Borneo yang akan menghubungkan tiga negara sekaligus. Keputusan ini menjadi bukti konkret bahwa pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (IKN) oleh Indonesia memiliki nilai tawar yang tinggi.

Dengan adanya minat dari Brunei Darussalam, pembangunan jalur kereta cepat di Pulau Borneo tidak hanya akan memberikan manfaat ekonomi bagi Indonesia, tetapi juga membuka peluang kerja sama regional yang luas. Kereta cepat ini akan memperkuat konektivitas antar-negara di kawasan tersebut, memfasilitasi pertukaran barang dan jasa, serta meningkatkan mobilitas penduduk dan pariwisata.

Selain itu, pengembangan jalur kereta cepat juga akan memberikan dampak positif bagi pembangunan infrastruktur dan ekonomi lokal di sepanjang jalur tersebut. Hal ini akan menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan aksesibilitas, dan mendukung pertumbuhan ekonomi di wilayah-wilayah terpencil.

Minat dari Brunei Darussalam ini juga menegaskan bahwa IKN yang dikembangkan oleh Indonesia memiliki potensi besar untuk menarik investasi dan kerja sama dari negara-negara tetangga. Ini menjadi kesempatan emas bagi Indonesia untuk memperkuat hubungan bilateral dan regional, serta mempercepat pembangunan infrastruktur dan ekonomi di wilayah-wilayah terpencil.

Dengan demikian, keputusan Brunei Darussalam untuk tertarik dalam pengembangan jalur kereta cepat di Pulau Borneo menjadi momentum penting dalam mewujudkan visi Indonesia sebagai pusat konektivitas regional. Kerja sama ini akan memberikan manfaat yang luas bagi semua pihak yang terlibat dan menjadi tonggak kemajuan bagi pembangunan di kawasan Asia Tenggara.

 

Share:

Kamis, 29 Februari 2024

Sebuah Langkah Visioner, Keberanian Jokowi Dalam Membangun Kereta Cepat Jakarta – Bandung Telah Memberikan Dampak Positif Untuk Masyarakat

 

Yogyakarta – Pemerintahan Jokowi telah menunjukkan komitmen yang kuat dalam memajukan infrastruktur transportasi di Indonesia. Salah satu langkah berani yang diambil adalah pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Tidak hanya menjadi proyek besar dalam sejara pembangunan negeri ini, tetapi juga membawa dampak positif yang signifikan bagi masyarakat.

1. Aksesibilitas Meningkat 64%

Dengan adanya Kereta Cepat, aksesibilitas antara Jakarta dan Bandung meningkat secara mencolok. Masyarakat kini dapat dengan lebih mudah dan cepat berpindah antar kedua kota, membuka peluang baru bagi pertumbuhan ekonomi dan sosial.

2. Konektivitas Meningkat 55,9%

Proyek ini juga telah meningkatkan konektivitas antara dua kota metropolitan utama. Arus barang dan orang menjadi lebih lancar, memperkuat hubungan antara pusat-pusat ekonomi dan pusat-pusat kegiatan sosial di kedua wilayah.

3. Mobilitas Meningkat 50,6%

Tingkat mobilitas masyarakat juga mengalami lonjakan yang signifikan. Dengan Kereta Cepat, perjalanan yang sebelumnya memakan waktu berjam-jam kini bisa diselesaikan dalam hitungan menit. Ini memungkinkan individu untuk lebih fleksibel dalam menjalankan aktivitas sehari-hari mereka.

4. Pertumbuhan Ekonomi Meningkat 44,4%

Tidak hanya memberikan dampak sosial, proyek ini juga memberikan dorongan besar terhadap pertumbuhan ekonomi. Peningkatan aksesibilitas dan konektivitas telah membuka peluang baru bagi investasi dan pengembangan bisnis di kedua kota, menghasilkan lapangan kerja baru dan meningkatkan pendapatan masyarakat.

5. Pertukaran Budaya 18,5%

Tak kalah pentingnya, Kereta Cepat Jakarta-Bandung juga menjadi wadah bagi pertukaran budaya antara kedua kota. Melalui perjalanan yang lebih mudah dan sering, masyarakat memiliki kesempatan lebih besar untuk saling bertukar pengalaman, pengetahuan, dan tradisi budaya.

Hasil survei yang dilakukan oleh Kurious-Katadata Insight Center (KIC) dengan jelas menunjukkan bahwa proyek ini telah diterima dengan baik oleh masyarakat. Dari data yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa langkah visioner Jokowi dalam membangun Kereta Cepat Jakarta-Bandung tidak hanya berdampak positif secara ekonomi, tetapi juga sosial dan budaya.

Dengan demikian, melalui proyek infrastruktur besar ini, pemerintahan Jokowi telah berhasil memperlihatkan kinerja yang tangguh dan berdampak langsung pada stabilitas politik nasional. Dukungan masyarakat yang kuat atas langkah-langkah ini menegaskan bahwa visi pemerintah untuk memajukan Indonesia menuju masa depan yang lebih baik telah diterima dengan baik dan diapresiasi oleh rakyat.

 

Share:

Jumat, 24 Februari 2023

Terus Tingkatkan! Jokowi menyambut baik kedatangan Menlu RRT Qin Gang guna membahas peningkatan kerja sama bidang ekonomi kedua negara

Yogyakarta – Jokowi menerima kunjungan menteri luar negeri Republik Rakyat Tiongkok Qin Gang di Istana Merdeka, Jakarta. Kunjungan tersebut dalam rangka membahas sejumlah kerja sama pembangunan dan ekonomi kedua negara.

Jokowi dan Qin membahas tentang peningkatan kerja sama bidang ekonomi karena Tiongkok merupakan mitra dagang terbesar Indonesia. Tiongkok akan memperbesar kuota impor barang – barang produk pertanian yang berasal dari Indonesia.

Tiongkok menyampaikan komitmen untuk terus meningkatkan kerja sama dalam bidang ekonomi dengan Indonesia. Jokowi juga meminta Qin supaya Tiongkok bisa meningkatkan kerja sama dalam bidang infrastruktur dan pembangunan di Indonesia seperti pembangunan kereta cepat.

Selain kereta cepat Jokowi juga mengajak Tiongkok untuk berpartisipasi dalam pembangunan green industrial park di Kalimantan, pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, dan industri hilirisasi Indonesia.

Qin juga menyampaikan bahwa RRT mendukung penuh Indonesia sebagai keketuaan ASEAN pada tahun 2023 – 2024 mendatang.

 

Share:

Sabtu, 18 Februari 2023

Jokowi terus berkomitmen akan target Indonesia pada 2060 yakni Zero Carbon dengan membangun sarana dan prasarana transportasi massal

Yogyakarta – Pada tahun 2060 Indonesia memiliki target Zero Carbon maka dari perlu dukung dan upaya yang nyata. Proyek pembangunan kereta cepat merupakan sebuah wujud dari dukungan penggunaan transportasi massal untuk masyarakat.

Kereta cepat tersebut merupakan cara Jokowi untuk mewujudkan target Zero Carbon, supaya masyarakat melirik dan beralih ke transportasi massal. Jokowi memperingatkan supaya tidak menjadi pro terhadap kendaraan pribadi, nanti target zero carbon nya gagal tercapai. 

Jokowi terus mendorong pengembangan dan pembangunan MRT, LRT, Kereta api, Kereta api cepat di kota – kota besar Indonesia dan bisa di integrasikan.

Jokowi menanggapi terkait pembengkakan biaya kereta cepat Indonesia – China sebesar $USD 1,2 M atau sekitar Rp 18 T lebih rendah dibanding yang diprediksikan. Ada pun Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) yang menyatakan kereta cepat Jakarta-Bandung bengkak sebesar USD 1,49 M atau Rp 21,8 T.

 

Share:

Jumat, 11 November 2022

Jokowi Bikin Sejarah Kereta Cepat, Xi Jinping Jadi Saksinya

Manajemen KCIC sudah menyiapkan cara supaya uji coba masih dapat disaksikan oleh kedua Kepala Negara saat Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 yang berlangsung di Bali.

"Mengenai uji dinamis pada G20 Showcase mendatang, proses uji dinamis akan disaksikan melalui telekonferensi oleh Joko Widodo dan Xi Jinping dari Bali," kata Sekretaris Perusahaan KCIC Rahadian Ratry kepada CNBC Indonesia.

Persiapan uji dinamis internal sudah dilakukan oleh KCIC pada 6 November 2022 lalu. Beberapa hari lalu Electric Multiple Unit (EMU) dan Comprehensive Inspection Train (CIT) serta sarana perkeretaapian sudah terpasang dan dialaporkan berfungsi sesuai harapan.

"Sehingga secara bertahap, persiapan demi persiapan terus dilakukan sehingga pelaksanaan uji dinamis pekan depan bisa berjalan dengan baik," jelasnya.

Pemasangan rel Kereta Cepat Jakarta-Bandung sendiri sudah selesai sepanjang 17 km. Budi menjelaskan, kecepatan kereta pada uji coba itu sekitar 60 km/jam.

Adapun KCJB dijadwalkan meluncur pada Juli 2023. Perjalanan dari Bandung-Jakarta atau sebaliknya diproyeksikan memakan waktu 30 menit saja.

"Dan peluncuran nanti untuk operasional Insyaallah di bulan Juni 2023," pungkas Jokowi.

 

Share:

Selasa, 08 November 2022

Jokowi Ingin KA Cepat Lanjut ke Surabaya

Jokowi berharap kesuksesan pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung tidak terhenti disitu saja,jokowi berkeingininan supaya bisa melanjutkan pembangunan kereta cepat Jakarta-Surabaya bisa terealisasi. Bila ini terealisasi maka jarak tempuh Jakarta-Surabaya sepanjang 786km dapat ditempuh dengan waktu 4 jam.

Kabar pembangunan rencana proyek ini dilontarkan oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, saat seminar Badan Kejuruan Sipil - Persatuan Insinyur Indonesia (PII) dan Kementerian Perhubungan beberapa waktu lalu.

"Pak Jokowi sebagai pemimpin yang visioner meletakkan dasar-dasar MRT, sedang kami kawal. Berikutnya, meletakkan dasar kereta cepat. Rencananya, Jakarta-Surabaya," kata Budi saat menghadiri seminar bersama Badan Kejuruan Sipil - Persatuan Insinyur Indonesia (PII) dan Kementerian Perhubungan (Kemenhub), dikutip Minggu.

Sementara itu, Menko bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan seakan memberi 'kode keras', proyek kereta cepat Jakarta-Surabaya pun akan digarap oleh China.

"Ya nanti kita lihat saja, kalau sudah nyaman dengan ini (KCIC) ngapain ganti-ganti kan ganti-ganti istri juga nggak mau," kata Luhut.

Septian Hario Seto, Deputi Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan Kemenko Marves, mengatakan bahwa fokus pemerintah adalah penyelesaian kereta cepat Jakarta - Bandung.

Adapun, untuk rute Jakarta - Surabaya, Septian mengungkapkan perlunya studi lebih lanjut.

"Ini membutuhkan waktu yang tidak singkat. Studi mendalam ini meliputi, oke, jalurnya kita harus lewatkan mana. Kedua, kondisi tanahnya," papar Septian Minggu.

Kemudian, pemerintah akan menghitung biaya pembebasan lahan hingga pembangunan. Oleh karena itu, studi kereta cepat Jakarta-Surabaya harus dilakukan secara independen.

"Kita harus pilih konsultan yang tidak memiliki interest," ujarnya. Jika studi sudah rampung barulah, pemerintah bisa menawarkan proyek tersebut kepada siapa saja.

"Kalau China siap membangun dan dia memberikan tawaran terbaik ya boleh. Tapi harus ada proses yang transparan dan accountable dalam memilih partner-nya," tegas Septian.

 

Share:

Sabtu, 15 Oktober 2022

Proyek KCJB Capai 88,8 Persen, Presiden Berharap Tumbuhnya Ekonomi Baru

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) meninjau progres pembangunan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) dalam kunjungan kerjanya ke Provinsi Jawa Barat, pada Kamis (13/10/2022). Dalam keterangannya, Kepala Negara berharap proyek KCJB yang telah mencapai 88,8 persen tersebut dapat meningkatkan mobilitas, daya saing, hingga munculnya pertumbuhan ekonomi baru.

“Kita harapkan dengan Kereta Cepat Jakarta-Bandung ini, mobilitas orang dan barang bisa menjadi cepat dan meningkat. Kemudian daya saing kita juga akan makin kuat, kemudian ada titik-titik pertumbuhan ekonomi baru, di Jakarta ada, di Bandung ada, kemudian di Kabupaten Bandung juga terjadi,” ujar Presiden dalam keterangannya usai peninjauan di Stasiun Tegalluar, Kawasan Infrastruktur PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC), Kabupaten Bandung.

Selain di dalam negeri, Kepala Negara juga berharap proyek KCJB–yang merupakan kereta cepat pertama di ASEAN tersebut–dapat meningkatkan konektivitas antarnegara di ASEAN. Menurutnya, rencana tersebut sudah masuk ke dalam rencana besar ASEAN dalam rangka meningkatkan daya saing di kawasan.

“Itu sudah menjadi gagasan besar di ASEAN agar konektivitas antarnegara ASEAN ini tersambungkan secepat-cepatnya dalam rangka daya saing ASEAN,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga menegaskan bahwa proyek KCJB ini merupakan kerja sama antara pemerintah Indonesia dan pemerintah Tiongkok. Meskipun sempat mengalami kendala dalam pembangunan beberapa terowongan, namun Presiden menargetkan proyek tersebut akan mulai beroperasi pada Juni mendatang.

“Peluncuran nanti untuk operasional insyaallah kurang lebih nanti di bulan Juni tahun 2023,” ucapnya.

Turut hadir dalam acara tersebut yaitu Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Bupati Bandung Dadang Supriatna, Direktur Utama PT KCIC Dwiyana Slamet Riyadi, serta Duta Besar Republik Rakyat Tiongkok untuk Indonesia Lu Kang.

 

Share:

Jumat, 14 Oktober 2022

Presiden akan Luncurkan Penyuntikan Perdana Vaksin Indovac dan Tinjau KCIC

Joko Widodo melakukan kunjungan kerja pada Kamis ke Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat. Tiba di Pangkalan TNI AU Husein Sastranegara sekitar pukul 08.30 WIB, Jokowi disambut oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Selanjutnya, Kepala Negara beserta rombongan langsung menuju pabrik PT Bio Farma. Di tempat itu, Kepala Negara akan meluncurkan sekaligus meninjau penyuntikan perdana Vaksin Indovac setelahnya rombongan akan bergeser ke Stasiun Kereta Cepat Tegalluar, Kawasan Infrastruktur PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, untuk melakukan peninjauan.

Pada siang harinya, Presiden Jokowi diagendakan untuk mengunjungi Pasar Kosambi untuk menyerahkan sejumlah bantuan sosial bagi para pedagang, yaitu bantuan modal kerja (BMK) dan bantuan tunai.

Selanjutnya, Presiden akan menuju Kantor Pos Kota Bandung untuk menyerahkan bantuan sosial bahan bakar minyak (BBM), bantuan sembako, hingga bantuan subsidi upah (BSU).

Selepas itu, Presiden akan kembali menuju Pangkalan TNI AU Husein Sastranegara untuk kemudian lepas landas menuju Jakarta.

Turut mendampingi Presiden dalam penerbangan menuju Provinsi Jawa Barat di antaranya yaitu Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, dan Menteri BUMN Erick Thohir.

 

Share:

Senin, 27 Juni 2022

JOKOWI AKAN UJI COBA KERETA CEPAT JAKARTA-BANDUNG NOVEMBER 2022

Presiden Joko Widodo dan Presiden China Xi Jinping akan mencoba Kereta Cepat Jakarta-Bandung pada November 2022. Disisi lain para kepala negara anggota G20 yang hadir pada gelaran KTT di Bali juga akan diajak untuk melihat uji coba operasional Kereta Cepat Jakarta-Bandung.

Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), Dwiyana Slamet Riyadi menyatakan, keduanya akan melakukan dynamic test pada EMU (electric multiple unit) KCJB yang akan datang ke Indonesia. Piranti pengujian performa, kelenturan, dan keamanan akibat beban dan sejumlah kondisi dinamis konstruksi bangunan kereta cepat itu tiba di Indonesia September mendatang.

"November ini adalah dynamic test. Jadi sifatnya uji coba EMU yang sudah datang di Indonesia kita rencanakan di bulan September nanti," kata Dwi kepada wartawan, di lokasi tunnel 2 proyek KCJB, Purwakarta, Jawa Barat, Selasa (21/6/2022).

Secara pengerjaan, jadwal penyelesaian proyek molor akibat sejumlah faktor geologis seperti tanah longsor. Sehingga membuat target penyelesaian proyek KCJB mundur dari akhir 2022 menjadi Juni 2023.

Namun, ia terus mendorong proyek milik PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) ini bisa dipercepat. Dia pun memproyeksikan, PT KCIC bisa melakukan uji coba Kereta Cepat Jakarta-Bandung hingga Stasiun Tegalluar di Kabupaten Bandung pada Februari 2023 mendatang.

"Jadi kita harapkan nanti kedua pemimpin negara bapak Presiden Jokowi dan Presiden Tiongkok Xi Jinping akan mencoba EMU tersebut dari casting yard 4 ke arah Tegalluar," tambahnya.

Sampai saat ini, tunnel 2 proyek KCJB sudah tembus sampai ke titik yang ditargetkan. Sehingga progres pembangunan mencapai 76 persen. 

Total seluruhnya ada 13 terowongan atau tunnel yang berhasil ditembus. Yang terakhir adalah terowongan 2, sepanjang 1.040 meter, pada 17 Juni 2022. Sebelumnya, pada April 2022, tunnel 4 dan tunnel 6 berhasil ditembus, yang memiliki panjang 4.478 meter.

Pengerjaan tunnel 2 telah dimulai secara resmi pada bulan Mei 2019. Setelah ditemukan tantangan geologis yang berasal dari jenis tanah clay shale di area pembangunan tunnel, kontraktor menggunakan metode . Yaitu dimana pengerasan pada struktur tanah dilakukan dengan injeksi beton pada permukaan tunnel.

Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) adalah salah satu proyek kerjasama Indonesia dengan Cina. Proyek ini dikerjakan oleh dua pihak yaitu Indonesia dan Cina, China Development Bank meminjamkan 75% dana dengan jangka waktu pengembalian selama 45 tahun. KCIC ini diharapkan menjadi sebuah peningkatan kesejahteraan bagi Indonesia dan menjadi simbol kerjasama Indonesia dengan Cina.

Seperti diketahui, Hubungan Indonesia dengan Cina meningkat secara signifikan pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo. Peningkatan tersebut adalah faktor yang mempererat hubungan Indonesia dengan Negara Cina.



 

Share:

Definition List

Unordered List

Support