Tampilkan postingan dengan label Perkuliahan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Perkuliahan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 25 Oktober 2022

Dua Program Ini Diyakini Terinspirasi Saat Jokowi Naik ke Gunung Kerinci

Teman Presiden Joko Widodo semasa kuliah di UGM, Djoko Santoso meyakini, dari sekian banyak pembangunan infrastruktur yang dikerjakan pemerintah saat ini, pasti ada yang bersumber dari inspirasi Presiden Jokowi ketika masih muda. Salah satu program pembangunan yang diyakini bersumber dari inspirasi Jokowi semasa muda adalah program revitalisasi 1.000 rumah gadang di Provinsi Sumatera Barat. 

Sebab, Presiden Jokowi pernah melintasi jalan di Sumatera Barat ketika hendak mendaki Gunung Kerinci pada Februari 1983. Djoko sendiri adalah ketua tim pendakian saat itu yang diberi nama Tim Ekspedisi Kerinci. "Ketika berangkat dari Padang menuju kaki Gunung Kerinci, bus kami serempetan. Bus kami dibawa ke Solok dan kami nongkrong saja di pinggir jalan lama sekali," kenang Djoko ketika berbincang dengan Kompas.com, Minggu (16/10/2022).

Sepanjang perjalanan, baik Djoko maupun Jokowi beserta teman-teman lainnya begitu mengagumi pemandangan Sumatera Barat. Tak hanya pemandangan alam, mereka juga begitu menikmati keindahan pemandangan permukiman yang dilalui. 

"Makanya ketika pertama kali beliau jadi Presiden, pada 2015 atau 2016 itu ya saya lupa. Dia mengadakan program revitalisasi rumah gadang. Itu saya yakin idenya dari situ," ujar Djoko. 

Selain revitalisasi rumah gadang, program pembangunan infrastruktur lain yang diyakini terinspirasi dari pengalaman Jokowi sendiri adalah jalan tol Trans Sumatera. Masih dalam konteks cerita pendakian ke Gunung Kerinci, Djoko mengatakan bahwa akses utama di Pulau Sumatera adalah jalan trans Sumatera. Perjalanan cukup menyengsarakan karena selain hanya menumpang bus dengan fasilitas seadanya, beberapa jalan juga tak dalam kondisi baik. 

Apalagi, rombongannya sempat dihampiri begal, tepatnya di daerah Lampung. Djoko dan kawan-kawan percaya para begal melarikan diri karena melihat atap bus penuh dengan tas bernuansa militer dan sepatu gunung. "Mungkin begalnya mengira di dalam bus ini tentara. Padahal anak gunung," ujar Djoko. Mengingat kondisi jalur saat itu yang cukup parah, Djoko meyakini jalan tol Trans Sumatera yang menghubungkan seluruh provinsi di pulau itu bersumber dari inspirasi Jokowi dahulu.

Diketahui, Jokowi masuk ke UGM pada tahun 1980. Ia menempuh program studi Fakultas Kehutanan. Berdasarkan keterangan teman-teman seangkatan, jumlah mahasiswa pada angkatan tersebut sebanyak 80 di mana 8 orang di antaranya adalah perempuan. Jokowi menempuh pendidikan di UGM selama lima tahun dan lulus tahun 1985. Jokowi sebenarnya bukanlah bagian dari anggota atau pengurus Silvagama. 

Tetapi, ia hampir selalu ikut apabila Silvagama mengadakan kegiatan di hutan dan gunung.  Biasanya, bila kegiatan Silvagama hanya kemping saja, Jokowi tidak akan ikut. Tetapi, bila Silvagama merencanakan pendakian ke gunung-gunung, Jokowi dipastikan ikut. Termasuk pendakian di Gunung Kerinci ini.

 

Share:

Rabu, 19 Oktober 2022

Teman Semasa Kuliah Kenang Presiden Jokowi sebagai Sosok Pemersatu

Presiden juga dinilai mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan pertemanan yang beragam dan tidak membeda-bedakan golongan.

Teman-teman Presiden Joko Widodo semasa kuliah di Universitas Gadjah Mada (UGM) menilai Presiden sebagai sosok yang mampu merangkul semua kalangan. Presiden juga dinilai mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan pertemanan yang beragam dan tidak membeda-bedakan golongan.

“Kita ini dari berapa kubu, maklumlah dari mahasiswa itu kan ada HMI, ada apa, tapi bisa disatukan. Beliau yang ibaratnya, walaupun beliau bukan pengurus bukan apa, tapi beliau bisa merangkul kita semua,” ujar Tommy, usai bertemu dengan Presiden Jokowi di Kawasan Ambarukmo, Kabupaten Sleman, Minggu, 16 Oktober 2022.

Teman-teman Presiden Jokowi juga tidak menyangka bahwa beliau akan menjadi pemimpin Indonesia saat ini. Semasa kuliah, teman yang lain, Seweko, juga sempat mengatakan kepada Presiden bahwa dirinya terlihat seperti pejabat ketika memakai pakaian rapi.

“Suatu saat kita habis praktik manajemen dia bawa map gitu. Saya bilang, kita dulu manggilnya karena belum Presiden ya kita manggilnya Jok gitu, ‘Jok kamu itu seperti pejabat, Jok.’ Dia (pakaiannya) necis begitu, enggak taunya jadi Presiden,” kata Seweko.

Terkait isu ijazah sarjana milik Presiden Jokowi, teman-teman semasa kuliah menilai isu yang berkembang tidak benar. Menurut Seweko, ijazah milik Presiden asli dan sama seperti ijazah lulusan Fakultas Kehutanan UGM tahun 1985 lainnya.

“Itu pasti asli to mas, wong kita itu sama-sama kuliah, kita ke kehutanan sama-sama, praktikum sama-sama, wisuda bersama, ijazah aslinya itu sama kita, sama semua. Dekannya siapa, rektornya siapa itu sama,” katanya.

Seweko pun mengaku prihatin dengan berkembangnya isu terkait ijazah tersebut di media. “Kita prihatin kok ada yang mempersoalkan. Artinya, kalaupun yang mempersoalkan dengan niatnya (mengungkap), ‘saya ada dua saksi,’ lah kita ini 80 kok. Itu loh, tapi kok ada yang percaya,” lanjutnya.

Senada, teman semasa kuliah Presiden Jokowi, Evi Yulia, juga menyayangkan berkembangnya isu tersebut di media sosial. Menurutnya, media sosial harusnya dapat digunakan secara bijak dan hati-hati.

“Medsos harusnya diarahkan dengan daya pikir, daya nalar yang bagus gitu. Kok tambah enggak karu-karuan,” ujar Evi.

Sementara itu, pihak UGM melalui Rektor Ova Emilia telah melakukan klarifikasi terkait keaslian ijazah Presiden Jokowi pada 11 Oktober lalu. Evi menilai, klarifikasi yang dilakukan oleh rektor telah melalui serangkaian koordinasi dan konfirmasi dengan pihak dari Fakultas Kehutanan.

“Itu rektor loh, rektor kan enggak sembarangan bicara pasti akan koordinasi dengan fakultas, sama dekan,” imbuhnya.

 

Share:

Kamis, 22 September 2022

KIP Gagasan Jokowi Sangat Membantu Mahasiswa Kurang Mampu Selesaikan Kuliah

Kartu Indonesia Pintar (KIP) gagasan Presiden Joko Widodo (Jokowi) diakui sangat membantu mahasiswa menyelesaikan perkuliahan. Hadirnya program tersebut menjadi bukti perhatian besar Jokowi terhadap masyarakat kurang mampu. 

Wakil Rektor I Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) Zulfajri Basri Hasanuddin mengatakan bantuan dari pelaksanaan KIP sangat dirasakan. Khususnya terhadap mahasiswa yang memiliki keterbatasan secara ekonomi.

Dia menyampaikan hadirnya KIP sudah banyak membantu pemenuhan biaya pendidikan mahasiswa di Unsulbar. Salah satunya, dia menambahkan, yakni melalui penyaluran beasisiswa dalam kategori bidik misi.

"Ini tentu berdasarakan evaluasi kami ini ternyata memang KIP yang dulu namanya bidikmisi itu sangat membantu sekali," ujar Zulfaji seperti dikutip dalam akun Youtube Universitas Sulawesi Barat, Selasa (20/9).

Zulfajri memaparkan bantuan Jokowi melalui KIP terbukti banyak membawa dampak positif bagi masyarakat. Kehadirannya, dia menambahkan, bahkan mampu mempercepat mahasiswa menyelesaikan masa studi perkulihannya.

Untuk itu dia berharap, bantuan dari Jokowi dapat konsisten tersalurkan terhadap masyarakat secara merata. Utamanya agar masyarakat yang tidak mampu bisa merasakan pendidikan hingga ke perguruan tinggi.

"Bahkan mereka bisa sampai selesai studi dan juga bukan biaya kuliah yang bisa difasilitasi. Tapi juga adanya namanya bantuan biaya hidup," kata Zulfajri mengakhiri. 

 

Share:

Definition List

Unordered List

Support