Tampilkan postingan dengan label Startup. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Startup. Tampilkan semua postingan

Kamis, 26 Januari 2023

Fokus! Jokowi selalu berkomitmen berikan perhatian atas pertumbuhan Start-Up untuk ikut pasarkan produk UMKM demi perkuat Ekonomi Nasional

Yogyakarta – Hermawati Setyorinny Pengamat UMKM  mengatakan Jokowi selama ini sudah memberikan perhatian serius kepada Startup yang kemudian membantu pelaku UMKM, khususnya e-commerce yang terus menjamur untuk memasarkan produk mereka di platform digital.

Sikap Jokowi yang selalu meng endorse produk-produk lokal ini menjadi pelecut semangat para pelaku usaha. Kebiasaan ini, kata Hermawati, sejalan dengan kebijakan Jokowi tentang penggunaan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) untuk membeli produk dalam negeri.

Lewat perhatian ini, kehadiran Startup mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional. Keberhasilan ini, kata ketua umum Assosiasi IUMKM Indonesia itu, bisa dilihat selama pandemi Covid-19 melanda Indonesia, perusahan-perusahan Startup tetap berjalan seperti biasa dan menjadi pondasi pembangkitan ekonomi bangsa.

Hermawati juga menyinggung soal program negara yang selama ini mendukung perkembangan Startup di Indonesia, yakni program Merah Putih Fund. Menurut dia, program Merah Putih Fund ini sangat mendukung dan memberikan peluang usaha bagi setiap anak bangsa, terutama generasi milenial yang mau membuka usaha dengan diberikan modal.

Hermawati pun meminta agar Jokowi juga memberikan perhatian lain seperti pendampingan kepada anak-anak muda yang baru merintis usaha mereka. 

 

Share:

Rabu, 28 September 2022

Jokowi Minta Startup Lokal Ambil Peluang dari Krisis Pangan

Presiden Joko "Jokowi" Widodo menyoroti minimnya perusahaan rintisan atau startup lokal yang bergerak di sektor pangan atau agrikultur. Padahal peluang di sektor tersebut sangat terbuka lebar dalam kondisi yang terjadi saat ini.

Adapun saat ini mayoritas startup lokal bergerak di sektor financial technology (fintech)/teknologi keuangan dan ritel.

"Dari kategori yang saya lihat memang sangat besar masih di fintech 23 persen, kemudian ritel ada 14 persen padahal tadi kalau kita lihat urusan masalah krisis pangan, urusan pangan ke depan ini akan menjadi persoalan besar yang harus dipecahkan oleh teknologi dan itu adalah kesempatan, itu adalah peluang, itu adalah opportuinity, dan agrikultur hanya empat persen," tutur Jokowi saat menghadiri pembukaan BUMN Startup Day di ICE BSD, Tangerang, Senin (26/9/2022).

1. Peluang besar startup sektor pangan

Jokowi bukannya tanpa alasan menyebutkan sektor pangan punya peluang besar untuk dikembangkan oleh sebuah startup.

Menurut Mantan Gubernur DKI tersebut, sektor pangan menjanjikan besarnya peluang melalui luasnya cakupan yang dimilikinya.

"Ini ada kesempatan besar di situ karena di dalam urusan pangan itu ada yang namanya urusan produksi, ada yang namanya urusan distribusi, ada yang namanya urusan pasar. Di sini ada peluangnya semua," ucap Jokowi.

2. Menjanjikan banyak ragam komoditas

Dari segi komoditas yang bisa dijual, sektor pangan menjanjikan beragam komoditas yang tidak hanya sebatas beras.

Di luar itu, Jokowi mengatakan masih banyak komoditas pangan yang bisa menjadi objek para startup lokal.

"Namanya urusan pangan ini tidak hanya beras saja, komoditas lainnya ada banyak sekali. Sayur pun ada macam-macam jenisnya, pangan juga tidak hanya beras, ada sorgum, ada porang, ada cassava, ada sagu dan lain-lain sehingga ini menjadi sebuah peluang besar," beber dia.

3. Sektor kesehatan juga janjikan peluang besar

Selain pangan, sektor lainnya yang menjanjikan peluang besar saat ini adalah kesehatan.

Dengan bermodalkan sumber daya manusia Indonesia saat ini, Jokowi yakin jika startup di sektor kesehatan akan mampu meraup peluang-peluang yang ada sekarang.

"Krisis kesehatan kita melihat peluangnya juga besar sekali di situ. Kita ini negara dengan 17 ribu pulau, 514 kabupaten/kota, 34 provinsi. Apa yang bisa kita lakukan agar kesehatan kita ini bisa melompat? Telemedicine bisa disambungkan, operasi jarak jauh bisa disambungkan dengab aplikasi saya kira," ujar Jokowi.

 

Share:

Kamis, 18 Agustus 2022

okowi Klaim 2 Decacorn dan 9 Unicorn Milik Indonesia

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan Indonesia memiliki dua decacorn dan sembilan unicorn saat ini.

"Digitalisasi ekonomi telah melahirkan dua decacorn dan sembilan unicorn," ungkap Jokowi dalam Sidang Tahunan MPR RI, Selasa (16/8).

Unicorn adalah perusahaan rintisan (startup) dengan nilai valuasi lebih dari US$1 miliar. Sementara, decacorn merupakan perusahaan yang memiliki nilai valuasi lebih dari US$10 miliar.

Jokowi meminta sembilan unicorn dan dua decacorn membantu pemberdayaan UMKM di Indonesia. Sebab, belum banyak UMKM yang memanfaatkan ekosistem digital sampai sekarang.

Berdasarkan catatan Jokowi, baru 19 juta UMKM yang masuk ekosistem digital. Pemerintah sendiri menargetkan 30 juta UMKM masuk ke ekosistem digital pada 2024 mendatang.

"Berbagai bantuan pendanaan murah juga terus dilanjutkan. Penayangan produk UMKM di E-katalog pemerintah diharapkan akan menyerap produk UMKM," jelas Jokowi.

Sebelumnya, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menargetkan 20 juta UMKM terhubung dalam ekosistem digital pada 2022. Target itu naik tipis dibandingkan realisasi tahun lalu, di mana 16,9 juta pelaku UMKM sudah terjun ke ranah digital.

 

Share:

Definition List

Unordered List

Support