Tampilkan postingan dengan label rakernas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label rakernas. Tampilkan semua postingan

Senin, 29 Agustus 2022

Jokowi Minta PAN Tak Beri Ruang Politik Sektarian di Pemilu 2024

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan sambutannya saat Rakernas Partai Amanat Nasional (PAN) di Istora Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (27/8/2022). Dalam pidatonya Jokowi minta PAN tak membuka ruang dalam politik sektarian yang memecah belah.

"Saya berharap dalam menghadapi perhelatan besar Pemilu dan Pilkada tahun 2024, PAN ikut merawat dan memperkokoh budaya demokrasi yang berkualitas, demokrasi gagasan, demokrasi ide, dan menjadi angin yang menyejukkan dan langit biru yang meneduhkan," ujar Jokowi dalam Video yang dipersembahkan dalam pembukaan Rakernas PAN, Sabtu (27/8/2022).

"Merangkul kebhinekaan tidak memberi ruang pada politik sektarian yang memecah belah serta Serta turut menjaga keutuhan UMKM," jelasnya.

Menurut Jokowi, Rakernas ketiga PAN ini menjadi momentum bagi para fungsionalis serta kader PAN untuk memperkokoh persatuan anak bangsa.

"Melalui Rakernas ketiga PAN ini menjadi momentum bagi para fungsionalis dan kader PAN untuk turut memperkokoh persatuan di antara anak bangsa Indonesia. Keragaman dan perbedaan bukanlah penghalang bagi kita untuk bekerja sama," jelasnya.

Ia pun mengucapkan selamat ulang tahun PAN ke-24. Jokowi berharap PAN secara konsisten mengedepankan perubahan serta kepentingan rakyat. "Terakhir saya ucapkan selamat ulang tahun ke-24 bagi PAN yang jatuh tanggal 23 Agustus kemarin," ucapnya.

"Semoga PAN senantiasa konsisten mengedepankan perubahan dan mengedepankan kepentingan rakyat. Selamat melaksanakan rakernas ketiga semoga berjalan lancar dan produktif," tutupnya.

 

Share:

Rabu, 22 Juni 2022

Jokowi: Bangun Ketahanan Pangan Sesuai Karakteristik Daerah

 


Presiden RI Joko Widodo menekankan bahwa bangsa Indonesia harus bergotong royong membangun kemandirian serta berdikari di bidang pangan berbasiskan keunggulan masing-masing daerah. Ancaman krisis pangan global yang terjadi saat ini juga meningkatkan kompetisi di sektor tersebut.

“Kedaulatan pangan, ketahanan pangan betul-betul harus menjadi konsentrasi kita, fokus kita ke depan. Dan, setiap daerah harus memiliki keunggulan pangan masing-masing sesuai dengan karakteristik tanahnya dan kondisi masyarakatnya dan sesuai dengan tradisi makan warganya,” ujar Presiden Joko Widodo pada Pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) II Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan, Selasa (21/06/2022), di Sekolah Partai Dewan Pimpinan Pusat PDI Perjuangan, Jakarta.

Kepala Negara mencontohkan, sagu adalah komoditas yang cocok ditanam di tanah Papua sekaligus menjadi makanan pokok masyarakat di daerah tersebut. Oleh karena itu, penanaman tanaman tersebut harus terus dipertahankan dan tidak dialihkan ke komoditas lainnya yang tidak sesuai dengan karakteristik tanah dan masyarakat Papua.

“Jangan kita paksa untuk keluar dari kekuatannya, dari karakternya,” kata Presiden Jokowi.

Tak hanya itu, sagu dan porang juga berpotensi untuk dikembangkan menjadi komoditas ekspor Indonesia. Komoditas ini banyak diminati oleh negara lain karena dinilai lebih menyehatkan.

“Sagu itu justru makanan yang paling sehat karena gluten free. Ini nanti yang akan dikejar oleh negara-negara lain, hal-hal yang seperti ini yang kita sering lupa. Termasuk porang, kenapa dikejar? Karena di situ juga sangat rendah gulanya, makanan yang sangat sehat,” ujarnya.

Selain itu, Presiden mengungkapkan penanaman sorgum secara besar-besaran akan dilakukan di Nusa Tenggara Timur (NTT). Tanaman ini dinilai cocok dengan karakteristik wilayah serta akan menjadi kekuatan NTT di sektor pangan. Penanaman sorgum ini telah diujicobakan di lahan seluas 40 hektare di Waingapu.

“Tanpa air yang banyak sorgum di NTT terlihat tumbuh sangat subur dan tumbuh sangat hijau. Ternyata sebelumnya memang warga di NTT itu nanem-nya sorgum atau cantel tapi bergeser ke beras,” ujarnya.

Kepala Negara menambahkan, sorgum dapat menjadi alternatif komoditas gandum yang saat ini harganya melonjak terdampak dari konflik Ukraina dan Rusia. Impor gandum Indonesia saat ini mencapai 11 juta ton.

“Sorgum bisa menjadi alternatif pengganti gandum yang harganya saat ini sedang melambung sangat tinggi dan kita tergantung impor dari luar,” ujarnya.

Presiden meyakini, jika semua daerah bergerak dengan kekuatan dan karakter masing-masing, kemandirian pangan Indonesia akan dapat terwujud.

“Kalau masing-masing daerah bergerak sesuai dengan kekuatan dan karakternya, kita akan bisa betul-betul membangun kekuatan besar di sektor pangan, produksi akan melimpah, dan diversifikasi pangan bisa dipertahankan. Inilah kekuatan besar bangsa kita,” pungkasnya.

Terakhir, Kepala Negara menekankan pentingnya pendistribusian komoditas pangan yang telah diproduksi secara besar-besaran tersebut, sehingga stok tidak menumpuk atau kualitasnya menurun bahkan busuk.

“Artinya semuanya harus ada grand plan-nya, rencana besarnya seperti apa kan sudah kita sampaikan, dalam pelaksanaannya juga harus ada,” ujarnya.

Presiden juga menekankan pentingnya kolaborasi semua pemangku kepentingan dalam menjalankan tiga fokus untuk memenuhi kebutuhan masyarakat serta meningkatkan ketahanan pangan di tanah air.

“Inilah yang memerlukan sebuah orkestrasi yang baik antara kementerian/lembaga, BUMN, swasta, dengan daerah, semuanya,” ujarnya.

Tak hanya untuk pemenuhan kebutuhan dalam negeri, ujar Presiden, peningkatan produksi pangan juga meningkatkan potensi ekspor komoditas pangan Indonesia.

“Kita ini menjadi salah satu dari lima champion untuk global respons untuk pangan, energi, dan keuangan. Jadi kalau kita bisa ekspor itu membantu negara lain,” pungkasnya.


Share:

Definition List

Unordered List

Support