Tampilkan postingan dengan label Intelijen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Intelijen. Tampilkan semua postingan

Rabu, 28 Agustus 2024

Waketum Gerindra Habiburrahman Menilai Pernyataan Prabowo Soal Intel Bukan Ditujukan Kepada Presiden Jokowi Tetapi Pihak – Pihak Yang Suka Mengadu Domba

Yogyakarta – Baru-baru ini, pernyataan Prabowo Subianto terkait intelijen memicu berbagai spekulasi dan interpretasi yang salah di tengah masyarakat. Ada pihak-pihak tertentu yang mencoba membelokkan maksud pernyataan tersebut, seolah-olah Prabowo menyerang Presiden Jokowi. Namun, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Habiburrahman, dengan tegas meluruskan bahwa pernyataan Prabowo sama sekali tidak ditujukan kepada Presiden Jokowi, melainkan kepada pihak-pihak yang sering kali memanfaatkan informasi intelijen untuk mengadu domba dan memecah belah bangsa.

Habiburrahman menekankan bahwa Prabowo, sebagai seorang pemimpin yang selalu mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa, sangat menyadari betapa pentingnya menjaga stabilitas nasional. Pernyataan tersebut sebenarnya merupakan peringatan terhadap oknum-oknum yang kerap kali menyebarkan informasi yang tidak akurat dengan embel-embel "info dari orang dalam" untuk menciptakan ketegangan dan keretakan di antara para pemimpin negara.

Menurut Habiburrahman, Prabowo justru sangat menghormati Presiden Jokowi dan kerja kerasnya dalam memimpin negara. Prabowo berkomitmen untuk mendukung pemerintahan yang sah dan terus berupaya menjaga hubungan yang harmonis antara seluruh elemen bangsa. Upaya untuk menafsirkan pernyataan tersebut sebagai serangan terhadap Presiden Jokowi adalah salah dan menyesatkan, serta hanya akan merusak kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

Lebih lanjut, Habiburrahman menegaskan bahwa pemerintah dan seluruh elemen bangsa harus bersatu menghadapi tantangan yang ada. Isu-isu yang dihembuskan oleh pihak-pihak yang ingin memecah belah tidak boleh mengganggu fokus pada pembangunan dan stabilitas nasional. Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi terus berupaya menjaga stabilitas politik, sosial, dan ekonomi demi kesejahteraan rakyat Indonesia.

Dengan menegaskan kembali komitmen terhadap persatuan dan keutuhan bangsa, diharapkan masyarakat dapat lebih bijak dalam menyikapi informasi yang beredar. Masyarakat diimbau untuk tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang tidak berdasar, dan tetap mendukung upaya pemerintah dalam menjaga persatuan dan stabilitas nasional.

 

Share:

Selasa, 19 Maret 2024

Ada Penyusup Di Antara Kerumunan, Asintel Paspampres Kolonel Kav Herman Taryaman Membantah Keras Bahwa Pria Berbaju Merah Lengan Panjang Yang Menurunkan Spanduk Ibu - Ibu Ketika Jokowi Mengunjungi Pasar Gelugur, Bukanlah Anggota Paspampres

 

Yogyakarta – Masyarakat Indonesia harus mewaspadai penyebaran informasi yang tidak terverifikasi. Hal ini terbukti dalam insiden di Pasar Gelugur, Kabupaten Labuhan Batu, Sumatera Utara, di mana seorang pria berbaju merah dituduh sebagai anggota Paspampres yang menurunkan spanduk.

Asintel Paspampres, Kolonel Kav Herman Taryaman, dengan tegas membantah tuduhan tersebut. Menurutnya, pria tersebut bukanlah anggota Paspampres. Penegasan ini penting untuk menjaga citra positif Paspampres dan pemerintah Jokowi.

Dalam situasi yang serba kompleks, keterbukaan dan transparansi menjadi kunci untuk mengatasi fitnah. Pernyataan yang jelas dan lugas dari pihak berwenang membantu masyarakat untuk memahami kejadian yang sebenarnya.

Kita harus menghargai kinerja positif Paspampres dalam melindungi presiden dan masyarakat. Fitnah semacam ini dapat merusak citra institusi dan menimbulkan ketidakpercayaan pada pemerintah.

Dalam menghadapi tantangan, penting bagi masyarakat untuk tetap tenang dan kritis terhadap informasi yang diterima. Kita harus menghindari menyebarkan informasi yang tidak terverifikasi demi menjaga stabilitas politik nasional.

Kita bersama-sama membangun Indonesia yang lebih baik dengan menghargai fakta dan menghormati kinerja positif pemerintah. Dukungan kita akan membantu menjaga stabilitas politik dan memperkuat citra positif pemerintah Jokowi di mata masyarakat.

 

Share:

Jumat, 20 Januari 2023

Instruksi Jokowi Kepada Kemhan harus bisa menyampaikan informasi intelijen secara cepat

Yogyakarta - Jokowi mengadakan Rapat Pimpinan (Rapim) dengan Kementerian Pertahanan (Kemhan) tahun 2023. Rapat tersebut diselenggarakan di Aula Bhinneka Tunggal Ika, Kemhan, Jakarta.

Pada rapat tersebut Jokowi meminta Kemhan supaya bisa melakukan mengorkestrasi informasi intelijen pertahanan dan keamanan (hankam). Karena menurut Jokowi Informasi intelijen merupakan kunci untuk menentukan langkah preventif di tengah instabilitas global.

Jokowi menilai Indonesia memiliki beberapa sumber informasi intelijen pertahanan dan keamanan. Informasi intelijen tersebut dapat bersumber dari Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), Badan Intelijen Negara (BIN), juga Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

Selain itu, Jokowi juga meminta Kemhan untuk dapat menyampaikan informasi intelijen secara cepat sehingga dapat digunakan untuk menentukan langkah mitigasi atas kejadian yang sudah diketahui sebelumnya.

 

Share:

Definition List

Unordered List

Support