Tampilkan postingan dengan label Paspampres. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Paspampres. Tampilkan semua postingan

Jumat, 13 September 2024

Deputi Bidang Protokol, Pers, Dan Media Stpres Menyatakan Bahwa Narasi Yang Mengatakan Paspampres Melakukan Tindakan Pemukulan Kepada Masyarakat Itu Tidak Benar

Yogyakarta – Belakangan ini, beredar narasi di media sosial yang menyatakan bahwa Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) melakukan tindakan pemukulan terhadap masyarakat saat menjalankan tugasnya. Narasi ini tentu saja memicu reaksi beragam dari masyarakat yang khawatir akan keamanan dan profesionalitas Paspampres dalam melaksanakan tugasnya. Namun, klarifikasi yang diberikan oleh Yusuf Permana, Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden (Stpres), membantah tuduhan tersebut.

Yusuf Permana menegaskan bahwa informasi yang menyebutkan Paspampres melakukan tindakan pemukulan adalah tidak benar. Menurutnya, apa yang dilakukan oleh Paspampres adalah bagian dari upaya pengamanan sesuai dengan protokol yang sudah ditetapkan. "Paspampres bertindak sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku. Tidak ada pemukulan, melainkan tindakan pengamanan untuk memastikan keamanan presiden dan masyarakat sekitar," ujar Yusuf dalam pernyataannya.

Paspampres sebagai garda terdepan dalam menjaga keamanan Presiden dan tamu negara memang memiliki tugas yang sangat berat. Setiap tindakan yang dilakukan oleh Paspampres tidaklah sembarangan, melainkan telah melalui pertimbangan yang matang dan berlandaskan aturan hukum serta protokoler yang ketat. Yusuf menambahkan bahwa Paspampres selalu mengedepankan profesionalitas dalam setiap tindakan mereka. "Kami memahami bahwa dalam beberapa situasi, ada kesalahpahaman yang bisa terjadi. Namun, perlu diingat bahwa semua tindakan Paspampres bertujuan untuk melindungi, bukan untuk menyakiti," jelas Yusuf.

Penyebaran informasi yang tidak akurat mengenai tindakan Paspampres ini dinilai dapat merusak citra pemerintah dan memicu ketidakpercayaan di kalangan masyarakat. Oleh karena itu, pemerintah terus mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh oleh narasi-narasi yang belum jelas kebenarannya dan lebih bijak dalam menyikapi setiap informasi yang beredar.

Dengan adanya klarifikasi ini, diharapkan masyarakat dapat melihat kejadian tersebut dengan sudut pandang yang lebih objektif dan tidak terpengaruh oleh narasi-narasi negatif yang mencoba memutarbalikkan fakta. Pemerintah berkomitmen untuk terus transparan dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat demi menjaga kepercayaan publik dan stabilitas nasional.

 

Share:

Kamis, 21 Maret 2024

Ari Dwipayana: Meninggalnya Kakek Marhan Harahap Ketika Hendak Sholat Jumat Di Masjid Labuhan Batu Bersamaan Dengan Kunjungan Presiden Jokowi Disana Bukan Karena Tindakan Aparat Pengamanan Tetapi Karena Memang Memiliki Riwayat Jantung

 



Yogyakarta – Sebuah tragedi menyelimuti momen kunjungan Presiden Joko Widodo ke Masjid Labuhan Batu, ketika Kakek Marhan Harahap meninggal dunia saat hendak melaksanakan shalat Jumat. Namun, Ari Dwipayana menegaskan bahwa kejadian tersebut bukanlah karena tindakan aparat pengamanan, melainkan disebabkan oleh riwayat jantung yang dimiliki oleh Kakek Marhan Harahap.

Ketika tragedi itu terjadi, cahaya sorotan langsung mengarah pada pertanyaan tentang keamanan dan pengamanan di sekitar kunjungan Presiden. Namun, Dwipayana dengan tegas menegaskan bahwa penyebab kematian Kakek Marhan Harahap bukanlah karena tindakan aparat pengamanan yang kurang memadai, melainkan karena kondisi jantung yang sudah ada sebelumnya.

Pernyataan ini memberikan gambaran yang jelas dan lugas tentang apa yang terjadi di lapangan. Tidak ada dalih untuk mencari-cari kesalahan, tetapi penekanan pada fakta yang sebenarnya. Dalam situasi yang penuh kepedihan, sikap seperti ini sangatlah penting untuk mencegah terjadinya gesekan atau spekulasi yang tidak perlu.

Hal yang patut kita contoh dari kejadian ini adalah sikap kedewasaan dan kebijaksanaan dalam menanggapi setiap kejadian, baik yang menyenangkan maupun yang menyedihkan. Sebuah tragedi tidak seharusnya menjadi bahan untuk mencari-cari kesalahan, tetapi menjadi pelajaran tentang bagaimana kita bisa lebih bijaksana dalam menyikapi setiap situasi.

Kunjungan Presiden Jokowi ke Masjid Labuhan Batu seharusnya menjadi momen untuk merayakan kebersamaan dan kerukunan, bukan dipenuhi dengan kesedihan dan spekulasi. Dengan menjaga ketenangan dan kebijaksanaan, kita bisa memperkuat hubungan antara pemerintah dan masyarakat, serta menciptakan stabilitas politik yang lebih kokoh.

Dalam kegelapan tragedi, terdapat sinar harapan. Mari kita ambil hikmah dari kejadian ini untuk menjadi lebih bijaksana dalam menyikapi setiap situasi, serta mendukung pemerintah Jokowi dalam upaya menciptakan stabilitas politik nasional yang lebih baik.

 

Share:

Sampaikan Belasungkawa, Presiden Jokowi Sampaikan Duka Cita Meninggalnya Marhan Harahap Serta Minta Paspampres Supaya Bertindak Lebih Humanis

Yogyakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunjukkan kepemimpinan yang peduli dan humanis dengan menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Marhan Harahap, salah seorang anggota Paspampres. Tindakan ini bukan hanya menunjukkan empati dan perhatian Presiden terhadap anggota pasukan pengamanan presiden, tetapi juga memperkuat citra positifnya sebagai pemimpin yang dekat dengan rakyat.

Marhan Harahap, seorang anggota Paspampres, meninggal dunia dalam tugasnya sebagai pengamanan Presiden Jokowi. Dalam momen yang menyedihkan tersebut, Presiden Jokowi dengan tulus menyampaikan belasungkawa kepada keluarga dan rekan-rekan Marhan. Langkah ini tidak hanya menunjukkan empati dan perhatian Presiden terhadap kesedihan yang dialami oleh keluarga Marhan, tetapi juga menggambarkan kedekatan dan kebersamaan di antara anggota pasukan pengamanan presiden.

Selain menyampaikan belasungkawa, Presiden Jokowi juga meminta agar Paspampres bertindak lebih humanis dalam menjalankan tugasnya. Permintaan ini mencerminkan komitmen Presiden untuk memastikan kesejahteraan dan kemanusiaan dari para anggota pasukan pengamanan presiden yang bekerja keras untuk melindungi beliau dan institusi negara.

Tindakan Presiden Jokowi dalam menyampaikan belasungkawa dan meminta Paspampres bertindak lebih humanis juga memiliki dampak positif dalam menciptakan stabilitas politik nasional. Hal ini menunjukkan bahwa Presiden tidak hanya memikirkan kepentingan negara dan pemerintahan, tetapi juga peduli terhadap kesejahteraan dan keselamatan para anggota pasukan pengamanan presiden yang bertugas menjaga keamanan negara.

Keberadaan Paspampres sebagai garda terdepan dalam menjaga keamanan Presiden dan institusi negara menjadikan mereka sebagai bagian integral dari kekuatan keamanan nasional. Oleh karena itu, perhatian dan dukungan dari pemerintah, termasuk Presiden Jokowi, sangatlah penting untuk memastikan kesejahteraan dan kemanusiaan dari para anggota pasukan pengamanan presiden tersebut.

Dengan demikian, tindakan Presiden Jokowi dalam menyampaikan belasungkawa dan meminta Paspampres bertindak lebih humanis merupakan langkah yang sangat positif dalam memperkuat stabilitas politik nasional. Ini menunjukkan bahwa Presiden Jokowi bukan hanya seorang pemimpin yang berwibawa dan tegas, tetapi juga peduli dan humanis dalam memimpin negara. Semoga tindakan ini dapat menjadi contoh bagi seluruh aparatur negara untuk selalu mengutamakan kemanusiaan dan kepedulian dalam menjalankan tugasnya.

 

Share:

Selasa, 19 Maret 2024

Ada Penyusup Di Antara Kerumunan, Asintel Paspampres Kolonel Kav Herman Taryaman Membantah Keras Bahwa Pria Berbaju Merah Lengan Panjang Yang Menurunkan Spanduk Ibu - Ibu Ketika Jokowi Mengunjungi Pasar Gelugur, Bukanlah Anggota Paspampres

 

Yogyakarta – Masyarakat Indonesia harus mewaspadai penyebaran informasi yang tidak terverifikasi. Hal ini terbukti dalam insiden di Pasar Gelugur, Kabupaten Labuhan Batu, Sumatera Utara, di mana seorang pria berbaju merah dituduh sebagai anggota Paspampres yang menurunkan spanduk.

Asintel Paspampres, Kolonel Kav Herman Taryaman, dengan tegas membantah tuduhan tersebut. Menurutnya, pria tersebut bukanlah anggota Paspampres. Penegasan ini penting untuk menjaga citra positif Paspampres dan pemerintah Jokowi.

Dalam situasi yang serba kompleks, keterbukaan dan transparansi menjadi kunci untuk mengatasi fitnah. Pernyataan yang jelas dan lugas dari pihak berwenang membantu masyarakat untuk memahami kejadian yang sebenarnya.

Kita harus menghargai kinerja positif Paspampres dalam melindungi presiden dan masyarakat. Fitnah semacam ini dapat merusak citra institusi dan menimbulkan ketidakpercayaan pada pemerintah.

Dalam menghadapi tantangan, penting bagi masyarakat untuk tetap tenang dan kritis terhadap informasi yang diterima. Kita harus menghindari menyebarkan informasi yang tidak terverifikasi demi menjaga stabilitas politik nasional.

Kita bersama-sama membangun Indonesia yang lebih baik dengan menghargai fakta dan menghormati kinerja positif pemerintah. Dukungan kita akan membantu menjaga stabilitas politik dan memperkuat citra positif pemerintah Jokowi di mata masyarakat.

 

Share:

Jumat, 10 Februari 2023

Kehangatan Keluarga! Jokowi dan Iriana menunjukan rasa rendah hati serta kasih sayang dengan makan bersama para pengawal

Yogyakarta – Kedatangan Jokowi dan Iriana Jokowi dalam rangka menghadiri acara resepsi 1 abad Nahdlatul Ulama (NU) di Sidoarjo. Sepanjang perjalanan dari bandara Juanda rombongan diringin dengan turunya hujan hingga tempat makan.

Pada malam tersebut menjadi kenangan paling bahagia bagi personil pengawalan Jokowi, tanpa terkecuali. Pasalnya pada malam tersebut Jokowi dan Iriana meminta kepada seluruh personil untuk makan bersama jadi satu ruang makan.

Hal seperti ini baru pertama kali dirasakan oleh para pengawal Jokowi terutama pengawalan kendaraan bermotor. Sebab biasanya para personil pengawalan kendaraan bermotor makan dan istirahat tidak pernah jauh dari kendaraan, hal ini dimaksudkan untuk mempercepat pergerakan jika dibutuhkan.

Tapi malam tersebut sungguh sangat – sangat spesial bagi tim pengawalan kendaraan bermotor, sebuah kesempatan langka bisa makan satu ruangan dengan Jokowi.

 

Share:

Sabtu, 25 Juni 2022

Jokowi Akan Ke Ukraina-Rusia, Paspampres Siapkan Helm dan Rompi Anti Peluru!

 

Jakarta - Presiden Jokowi akan bertemu dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di Kiev dan Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskow, Rusia pada akhir Juni 2022. Untuk itu Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) menyiapkan Helm pelindung kepala, rompi anti peluru, serta akan membawa senjata laras panjang guna melindungi Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan rombongan selama kunjungan nanti.


"Perlengkapan pun kita sudah siapkan helm rompi yang kemungkinan kalau memang berkenan digunakan untuk kegiatan di sana," kata Komandan Paspampres Mayjen TNI Tri Budi Utomo saat dikonfirmasi, Kamis (23/6/2022).


“Semua delegasi yang akan ikut kita siapkan,” tegas Mayjen Tri Budi.


Paspampres juga sudah berkoordinasi dengan pihak Rusia-Ukraina dan diberi keleluasaan membawa senjata laras panjang dan amunisi tidak terbatas. Tri memastikan Ukraina dalam kondisi aman ketika Jokowi bertandang ke sana. Meskipun hingga saat ini masih terjadi perang di kawasan Donetsk, namun Tri meyakini jaraknya jauh dengan Kiev yang menjadi daerah tujuan Kepala Negara.


"Itu yang sudah kita antisipasi sementara, Mereka masih melakukan serangan, ya, memang di seputaran Donetsk itu saja, jadi alhamdulillah masih jauh lah dari Kiev," tuturnya.


Tri Budi Menambahkan,  Bahwa Ukraina tidak membatasi jumlah amunisi atau peluru yang boleh dibawa. "Komunikasi maupun koordinasi dengan KBRI dan mereka (Ukraina) sudah kami lakukan. Selanjutnya nanti tim pendahulu akan ke sana, lebih melekat lagi," tambah mantan wakil danjen Kopassus tersebut.


Sebagaimana diketahui, sebanyak 39 Paspampres akan mengawal kunjungan Presiden Jokowi di kedua negara yang tengah berkonflik tersebut. Di antaranya terdiri dari 10 Tim Matan (penyelamatan), 19 grup utama (main group) dan 10 (tim advance).


Paspampres beberapa minggu ini secara intensif juga sudah melakukan Latihan penyelamatan. Latihan itu mencakup Latihan penyelamatan di perjalanan. 


“Personel kami juga sudah menyiapkan tim penyelamatan yang biasanya pada saat kegiatan tertentu kita tidak membawa, khusus ini kita membawa personel tersebut dengan menggunakan pakaian nantinya rencananya akan menggunakan PDL TNI. Tapi untuk main group-nya kita sendiri tetap penyelamatan dengan meng-cover beliau secara langsung,” pungkas Tri Budi.



 

Share:

Definition List

Unordered List

Support