Tampilkan postingan dengan label Rusia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Rusia. Tampilkan semua postingan

Minggu, 13 November 2022

Vladimir Putin dipastikan tak hadir dalam KTT G20 di Bali

Pemimpin Rusia Vladimir Putin dipastikan tak hadir dalam konferensi tingkat tinggi (KTT) G20 di Bali meski Joko Widodo sudah menyampaikan langsung undangan ke Rusia.

Juru bicara Kedutaan Besar Rusia di Jakarta, Alex Tumaykin, mengonfirmasi Putin absen dari forum ekonomi itu.

"Saya bisa mengonfirmasi bahwa Ketua Delegasi Rusia yang bakal hadir di pertemuan G20 adalah Menlu Rusia Sergei Lavrov," ujar Alex dalam pernyataan resmi pada Kamis

 Meski demikian, Alex menyatakan bahwa Putin kemungkinan bakal hadir secara virtual.

Sejak lama, sejumlah pengamat memang sudah meragukan Putin akan datang ke KTT G20 di Bali, termasuk pengamat lembaga think tank Pusat Studi Strategis dan Internasional (CSIS), Waffa Kharisma.

"Ketidakhadiran Putin sebetulnya sudah lama bisa diprediksi," kata Waffa

Keraguan ini bahkan sudah muncul setelah Jokowi ke Ukraina dan Rusia untuk mengundang langsung Volodymyr Zelensky dan Putin pada akhir Juni lalu.

Indonesia saat itu mengatakan misi Jokowi mengunjungi dua negara yang tengah berperang untuk membawa misi damai.

Di Ukraina, Jokowi bertemu Zelensky di Kyiv. Mereka membahas perang hingga kerja sama bilateral. Selain itu, Jokowi juga menawarkan diri untuk menyampaikan pesan dari Zelensky ke Putin

Setelah dari Kyiv, Jokowi terbang ke Rusia untuk bertemu Putin. Dalam pertemuan ini, Putin tak banyak membahas soal perang dan misi damai Jokowi.

Orang nomor satu di Rusia itu malah menyinggung kerja sama ekonomi, perdagangan, investasi, pasokan pangan, dan tawaran bantuan untuk ibu kota baru Indonesia, Ibu Kota Nusantara (IKN).

Usai melawat dua negara itu, Jokowi panen pujian.

"Ada pujian bahwa misinya Pak Jokowi berperan untuk menggolkan konsesi Rusia dalam hal blokade pangan, tetapi karena dinamika-dinamika perseteruan yang besar, akhirnya banyak komitmen yang kemudian terlanggar juga," kata Waffa

Namun, Waffa menegaskan Indonesia masih perlu menambah peran kepemimpinan di luar negeri secara konsisten, sehingga memperkuat daya tawar RI sebagai penengah atau negara yang ingin memediasi konflik.

"Kebetulan memang kepemimpinan di luar negeri agak tertinggal di era Pak Jokowi karena prioritas dalam negeri beliau," ucap dia.

Waffa lalu berkata, "Kita perlu sadar bahwa dinamika ancaman perdamaian itu nyata di luar, dan kalau ditinggal, peran kita ya akan terasa dampaknya."

Selain itu, Waffa menyoroti untung-rugi ketidakhadiran Putin di G20. Salah satu keuntungannya, menurut dia, mempermudah sedikit urusan Indonesia sebagai penyelenggara.

Pengamat tersebut menilai sulit memastikan interaksi dalam KTT lancar tanpa ada momen ganjil.

Sementara itu, ada pula kerugian bagi Indonesia dengan ketidakhadiran Putin, yaitu mengganggu presidensi RI.

Terlebih, RI sempat menawarkan diri menjadi juru damai. Beberapa pihak sudah terlanjur berharap ada penyelesaian konflik antara Rusia-Ukraina saat KTT G20.

"Itu memukul agenda kepemimpinan Indonesia di G20. Tidak hanya untuk pemenuhan dan keberlanjutan agenda-agenda global yang diusung, tapi juga terlihat buruk bagi upaya Indonesia menjadi penengah," ujar Waffa.

 

Share:

Senin, 22 Agustus 2022

Sandiaga: Jokowi Bakal Impor Minyak Rusia karena 30 Persen Lebih Murah

Presiden Joko Widodo (Jokowi) dikabarkan setuju untuk mengimpor minyak dari Rusia karena lebih murah dibandingkan harga pasar internasional.

Hal ini diungkapkan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno di akun Instagram-nya @sandiuno, Sabtu (20/8).

Menurut dia, harga minyak Rusia lebih murah 30 persen dibandingkan dengan harga internasional. Hal itu membuat Jokowi tertarik untuk mengimpor minyak dari Negeri Beruang Merah.

"Rusia nawarin ke kita, eh lu mau nggak India sudah ambil nih minyak kita harganya 30 persen lebih murah daripada harga pasar internasional. Kalau buat teman-teman CEO Mastermind ambil ga? Ambil. Pak Jokowi pikir yang sama, ambil," papar Sandi.

Meski lebih murah dari harga pasar, Rusia diduga tetap mendapatkan untung sebesar US$6 miliar per hari. Sementara, biaya untuk perang dengan Ukraina hanya US$1 miliar per hari.

"Jadi Rusia setiap hari profit US$5 miliar," imbuh Sandiaga.

Namun, Sandiaga mengakui beberapa pihak masih ragu untuk mengimpor minyak dari Rusia karena takut diembargo oleh Amerika Serikat (AS). Maklum, setiap pengiriman dolar AS harus dikontrol oleh Negeri Paman Sam.

"Memang tantangannya karena barat (AS) ini kan mau bagaimana pun juga mereka kontrol teknologi, payment. Setiap pengiriman dolar AS harus lewat New York," jelas Sandiaga.

Sandiaga menjelaskan kalau bank di Indonesia dikeluarkan dari Society for Worldwide Interbank Financial Telecommunications (SWIFT), maka bank asal RI tak bisa mengirim dolar AS.

"Kata Rusia tidak perlu takut, bayar pakai rubel saja. Konversi rupiah ke rubel, nah ini teman-teman di sektor keuangan lagi menghitung," kata Sandiaga.

SWIFT merupakan sistem yang menghubungkan ribuan lembaga keuangan dunia, sehingga bank dapat mengirim dan menerima pesan transaksi dengan cepat dan aman. Dengan SWIFT, transaksi keuangan saat ini dapat dilakukan antar negara bahkan antar benua.

Sebelumya, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati sempat membuka peluang membeli minyak mentah dari Rusia di tengah rentetan sanksi ekonomi dari negara Barat.

"Di saat harga sekarang situasi geopolitik kami melihat ada opportunity untuk membeli dari Rusia dengan harga yang baik," ucap Nicke pada Maret 2022 lalu.

Namun, Pertamina membatalkan rencana itu karena stok BBM di kilang-kilang masih cukup untuk memenuhi kebutuhan nasional.

 

Share:

Sabtu, 20 Agustus 2022

Jokowi: Xi Jinping dan Putin akan Datang di KTT G20

Presiden Joko Widodo dalam wawancara dengan Bloomberg kemarin mengatakan Presiden China Xi Jinping dan Presiden Rusia Vladimir Putin akan datang ke KTT G20 di Bali November mendatang.

"Xi Jinping akan datang. Presiden Putin juga memberitahu saya dia akan datang," kata Jokowi kemarin, seperti dilansir laman South China Morning Post, Jumat (19/8). Ini adalah kali pertama Jokowi memastikan kedua pemimpin negara itu akan hadir di KTT G20.

Kehadiran Xi dan Putin selama ini masih menjadi tanda tanya dan sejumlah negara Barat mengatakan akan memboikot acara itu terutama jika Putin hadir. Operasi militer Rusia di Ukraina yang masih berlangsung saat ini membuat negara Amerika Serikat dan sekutunya di Eropa menjatuhkan banyak sanksi terhadap Rusia.

Jika kedua pemimpin negara itu hadir maka itu adalah pertama kalinya mereka akan bertemu langsung dengan para pemimpin negara G20 sejak perang di Ukraina meletus pada 24 Februari lalu.

Negara-negara G20 saat ini terbelah dalam hal apakah akan menjatuhkan sanksi terhadap Rusia.

Kementerian Luar Negeri China belum menjawab permintaan tanggapan mengenai rencana kepergian Xi ke luar negeri. Presiden China itu belum sekali pun ke luar negeri sejak dimulainya pandemi. Juru bicara Kremlin menolak berkomentar soal kabar ini tapi pejabat lain yang mengetahui masalah ini membenarkan Putin saat ini berencana akan hadir langsung di KTT G20 Bali.

Presiden Jokowi dan Putin membahas persiapan G20 di Bali dalam sambungan telepon kemarin. Namun Kremlin tidak menyebut Putin akan hadir.

Kehadiran Putin di Bali nanti juga akan membuat dia bertemu langsung pertama kali dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy sejak perang dimulai karena Zelenskky juga rencananya akan hadir secara virtual di Bali.

Presiden AS Joe Biden sebelumnya menyerukan Rusia dikeluarkan dari G20 menyusul operasi militer negara itu di Ukraina dan sejumlah pejabat AS juga menekan pemerintah Indonesia untuk tidak mengundang Putin ke KTT G20 Bali.

Hubungan AS dan China juga saat ini sedang memanas menyusul kunjungan Ketua DPR AS Nancy Pelosi ke Taiwan beberapa waktu lalu yang memicu China menggelar latihan militer besar-besaran di Selatan Taiwan.

"Persaingan negara besar memang mengkhawatirkan," kata Jokowi dalam wawancara. "Yang kita inginkan di kawasan ini adalah situasi stabil, aman, supaya kita bisa membangun pertumbuhan ekonomi. Dan tak hanya Indonesia saja, negara Asia lainnya pun ingin begitu."

Sebagai tuan rumah KTT G20 Indonesia berupaya menyeimbangkan kekuatan negara-negara besar yang akan hadir di Bali.

"Indonesia ingin berteman dengan siapa saja. Kami tidak punya masalah dengan negara mana pun," kata Jokowi. "Setiap negara punya pendekatan yang berbeda. Setiap pemimpin negara punya pendekatan masing-masing. Yang dibutuhkan Indonesia saat ini adalah investasi, teknologi, itu yang akan mengubah masyarakat kita."

 

Share:

Rabu, 17 Agustus 2022

Ketua MPR Apresiasi Misi Perdamaian Jokowi ke Ukraina-Rusia, Ingatkan Krisis Global

Ketua MPR Bambang Soesatyo atau Bamsoet mengapresiasi misi perdamaian Presiden Joko Widodo atau Jokowi atas perang Ukraina-Rusia. Dia pun mengingatkan adanya ancaman global yang mesti diwaspadai.

Hal ini disampaikan Bamsoet dalam pidato pembukaan Sidang Tahunan MPR 2022 yang digelar di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (16/8/2022).

"Kondisi global saat ini semakin tidak menentu. Semua negara sedang berupaya keras memulihkan ekonominya, pasca pandemi Covid-19. Namun, fase initerganggu oleh dinamika global, seperti konflik Rusia-Ukraina, perang dagang dan teknologi Amerika Serikat-Tiongkok, ketegangan baru di Selat Taiwan, serta disrupsi rantai pasok yang berimplikasi pada fluktuasi harga komoditas pangan dan energi," tutur Bamsoet.

Menurut Bamsoet, sikap kenegarawanan Jokowi kembali ditunjukkan melalui pelaksanaan salah satu tujuan pembentukan pemerintah negara Indonesia, yakni ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

"Misi perdamaian Presiden, dengan mengunjungi Ukraina dan Rusia beberapa waktu yang lalu, patut kita berikan apresiasi yang setinggi-tingginya. Perang dengan alasan apa pun, selalu membawa petaka, kehancuran, dan kesengsaraan. Menghancurkan peradaban, yang telah dibangun berabad-abad lamanya. Membawa krisis kemanusiaan, krisis ekonomi, krisis pangan, dan krisis energi," jelas dia.

Ketua MPR mengutip riset Badan Pengungsi PBB, UNHCR, bahwa dalam kurun waktu kurang dari dua bulan sejak pasukan Rusia memulai perang di Ukraina, sudah sebanyak 5 juta warga Ukraina telah meninggalkan negaranya.

Warga Ukraina kini merupakan kelompok pengungsi kedua terbesar di dunia setelah pengungsi Suriah yang jumlahnya mencapai 6,8 juta. Perang antara Rusia dan Ukraina, juga telah menyebabkan sekitar 7,1 juta warga Ukraina terpaksa kehilangan tempat tinggal mereka di negaranya.

Jumlah tersebut, sambungnya, merupakan jumlah populasi terbesar di dunia yang harus kehilangan tempat tinggal akibat konflik yang melanda. Perang di Ukraina telahmemicu krisis pengungsi dan krisis kemanusiaan yang tumbuh paling cepat.

Presiden Jokowi mengingatkan bahwa ancaman krisis global kini ada di depan mata. Saat ini, sekitar 320 juta penduduk dunia berada dalam kondisi kelaparan akut," katanya.

Kemudian, Bamsoet juta mengutip riset data IMF dan Bank Dunia bahwa perekonomian66 negara diprediksi akan bangkrut dan ambruk. Pelambatan dan kontraksi pertumbuhan ekonomi global, semakin diperburuk oleh tingginya kenaikan inflasi.

"Berkat kesigapan Pemerintah dalam menyikapi ancaman krisis, dari hasil survey Bloomberg, Indonesia dinilai sebagai negara dengan resiko resesi yang kecil, hanya tiga persen, sangat jauh jika dibandingkan dengan rata-rata negara Amerika dan Eropa, yang mencapai 40 hingga 55 persen, ataupun negara Asia Pasifik pada rentang antara 20 hingga 25 persen," ujarnya.

·        Ancaman Inflasi

Namun demikian, Bamsoet meminta semua pihak untuk tidak boleh lalai, sebab kenaikan inflasi dapat menjadi ancaman bagi perekonomian nasional. Menurutnya, Badan Pusat Statistik mencatat per Juli 2022, laju inflasi Indonesia berada di level 4,94 persen, dan pada bulan Agustus diprediksi akan meningkat pada kisaran 5 hingga 6 persen.

Bahkan, pada bulan September 2022, kita diprediksi akan menghadapi ancaman hiper-inflasi, dengan angka inflasi pada kisaran 10 hingga 12 persen. Laju kenaikan inflasi, disertai dengan lonjakan harga pangan dan energi, semakin membebani masyarakat, yang baru saja bangkit dari pademi Covid-19.

"Lonjakan harga minyak dunia pada awal April 2022 diperkirakan mencapai 98 US dolar per barel. Angka ini jauh melebihi asumsi APBN 2022 sebesar 63 US dolar per barel. Di sisi lain, beban subsidi untuk BBM, Pertalite,Solar, dan LPG, sudah mencapai Rp 502 triliun. Kenaikan harga minyak yang terlalu tinggi, tentunya akan menyulitkan kita dalam mengupayakan tambahan subsidi, untuk meredam tekanan inflasi. Tidak ada negara yang memberikan subsidi sebesar itu," Bamsoet menandaskan.

 

Share:

Senin, 11 Juli 2022

JOKOWI JALANKAN TUGAS KONSTITUSI DENGAN KUNJUNGAN KERJA LUAR NEGERI

Kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Ukraina dan Rusia, penting dan bermanfaat walau hasilnya belum segera terlihat. Presiden Jokowi dinilai sedang menjalankan tugas tugas konstitusional dalam kunjungan tersebut.

Hal tersebut merupakan inti dari diskusi online bertajuk “Jokowi Pembawa Misi Perdamaian” yang digelar DPP PSI, Selasa (5/6/22) malam. Hadir sebagai narasumber Dekan Fakultas Ilmu Sosial Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) Philips J Vermonte dan Analis Pertahanan-Militer Connie Rahakundini Bakrie.

Menurut Philips, ada sesuatu yang tidak terkatakan dalam kunjungan Presiden Jokowi ke Ukraina dan Rusia. Namun, tutur dia, kunjungan tersebut memiliki tujuan yang jelas, yakni Presiden Jokowi ingin memastikan kehadiran negara-negara G-20 dalam pertemuan pada November 2022.

“Jangan sampai konflik mengganggu pertemuan G-20 yang sangat dibutuhkan dalam upaya pemulihan ekonomi dunia,” ucap Philips dalam keterangannya, Rabu (6/7/2022).

Selain itu, menurut Philips, kunjungan Presiden Jokowi merupakan keharusan, karena mandat konstitusi untuk menjaga perdamaian dunia.

“Indonesia tidak bisa berdiam diri ketika ada pelanggaran kedaulatan, apa pun argumennya. Prinsip kita, dari dulu, menempatkan territory, integrity dan sovereignty sebagai acuan utama dalam menjalankan politik luar negeri. Siapa pun pemerintah yang sedang berjalan akan mendapat tugas konstitusional ini,” tuturnya.

Lebih jauh, Philips menambahkan Rusia merupakan salah salah satu kekuatan inti dunia dan salah satu mitra utama ASEAN. Dia menilai jika Indonesia bisa menjaga hubungan baik dengan Rusia, maka hal tersebut akan baik juga untuk ASEAN.

Di lain pihak, dia mengatakan Indonesia mempunyai hubungan historis dengan Ukraina. Ukraina salah satu yang pertama membantu kedaulatan Indonesia, membawa isu ke Dewan Keamanan PBB pada 1946.

“Kunjungan Pak Jokowi ini menunjukkan Indonesia konsisten dalam menjalankan politik luar negeri. Konsistensi ini penting karena akan dibaca oleh negara-negara lain dan menjadi rekam jejak,” terang mantan Direktur Eksekutif CSIS ini.

Sementara itu, Connie Rahakundini Bakrie juga menilai positif kunjungan Jokowi ke Ukraina dan Rusia. Namun, kata dia, hasil kunjungan tersebut memang tidak bisa segera dilihat.

“Presiden Jokowi bukan David Copperfield, bukan tukang sulap. Hari ini datang, besok berubah. Karena kompleks sekali sekali masalahnya. Sejak awal saya sudah bilang, pemerintah Ukraina menjadikan negaranya sebagai mandala atau arena perang buat musuh-musuh Rusia yang jumlahnya banyak,” ujarnya.

“Kompleksitas persoalan itu yang membuat perdamaian akan sulit. Namun, sulit bukan berarti mustahil. Jalur diplomasi harus dibuka, prosesnya bisa lama dan panjang. Kasus Bosnia saja membutuhkan 2-3 tahun sampai selesai,” tutup dia.

Connie mengatakan Indonesia adalah bagian dari gerakan non-blok. Karena itu, Indonesia harus bermain sebaik dan seaktif mungkin dengan tetap harus memikirkan kepentingan nasional kita. Selain itu, Indonesia harus memenuhi amanat konstitusi untuk menciptakan perdamaian dunia.

 

Share:

Rabu, 06 Juli 2022

ZELENSKY PUJI JOKOWI BERANI DATANG KE UKRAINA

Volodymyr Zelenskyy bertemu dengan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi). Dalam kesempatan itu, Zelensky mengucapkan terima kasih ke Jokowi yang telah datang ke Ukraina.

Ia mencatat hal itu sebagai kunjungan pertama Presiden Indonesia ke negara kita dalam sejarah hubungan diplomatik. Ia pun menekankan pentingnya peran Indonesia dan pribadi Jokowi di kancah internasional saat ini.

"Dan ini, omong-omong, adalah kunjungan pertama pemimpin negara Asia ke Kyiv sejak awal perang Rusia skala penuh. Kami sangat menghargainya dan berterima kasih kepada Anda," kata Zelensky saat melakukan pidato keduanya, Rabu (29/6/2022) malam waktu setempat, dikutip dari situs resmi kepresidenan Ukraina.

"Anda sekarang mewakili G20 di Kyiv, yang saat ini diketuai Indonesia. Salah satu asosiasi paling kuat di dunia, ASEAN, yang akan dipimpin negara Anda tahun depan," ujarnya lagi.

Menurutnya kedatangan RI merupakan langkah penguatan koalisi negara-negara anti perang global. Ia meyakini hal itu data memulihkan dan menjamin stabilitas dunia.

"Ukraina sangat menghargai dukungan rakyat Indonesia dan dukungan pribadi Anda, Tuan Presiden, di masa perang untuk kebebasan dan kemerdekaan negara kami ini," tegasnya.

"Fasilitas ketua dan anggota G20 sangat penting untuk pemulihan perdamaian. Saya berterima kasih kepada Anda, Tuan Presiden, atas undangan pribadi untuk mengambil bagian dalam KTT G20, dan, tentu saja, saya menerimanya. Undangan, partisipasi Ukraina akan tergantung pada situasi keamanan di negara itu dan pada komposisi peserta," jelasnya sekaligus menjawab kehadirannya di G20.

Di kesempatan yang sama, ia pun meminta dunia memperhatikan Rusia. Di mana negara itu wajib mencabut blokade terhadap pelabuhan Ukraina guna melanjutkan ekspor produk pertanian domestik secara penuh.

"Rusia memeras dunia dengan kelaparan. Ini memblokir pasokan makanan dari Ukraina, yang memainkan peran menstabilkan pasar dunia. Puluhan juta ton gandum dari Ukraina harus sampai ke konsumen, khususnya masyarakat Indonesia," kata Zelensky lagi.

Sementara itu, kedua kepala negara juga mengumumkan kesepakatan untuk meluncurkan rezim bebas visa antara Ukraina dan Indonesia. Zelensky menyambut baik hal tersebut untuk mendorong ekonomi, pembangunan sosial, pendidikan, hubungan manusia.

Keduanya juga membahas prospek rekonstruksi pasca perang. Perusahaan Indonesia juga diharap bergabung dalam sejumlah proyek.

"Ini kabar baik. Ini penting bagi negara kita dari semua sudut pandang, untuk ekonomi, pembangunan sosial, pendidikan, hubungan manusia," ujarnya.

"Saya mengundang Indonesia, perusahaan-perusahaan Indonesia, para ahli untuk bergabung dalam implementasi proyek ini. Proyek ekonomi terbesar saat ini di Eropa," tambahnya.

 

Share:

Lawatan Jokowi ke Rusia Bisa Lepas Blokade Ekonomi

Kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Rusia pada pekan lalu dinilai berdampak baik pada hubungan perdagangan. Mantan Duta Besar RI untuk Federasi Rusia, Wahid Supriyadi mengatakan, lawatan tersebut mampu melepas blokade ekonomi.

 "Jadi ini sebenarnya salah satu kunjungan yang berhasil melepas blokade ekonomi terutama dari sisi Ukraina, Ukraina tidak bisa membawa produk pertaniannya padahal perkebunan gandum salah satunya terbesar di sana," ucap Wahid saat dihubungi Kompas.com, Minggu (3/7/2022).

Wahid menuturkan, kunjungan itu juga mampu menghangatkan kembali perjanjian perdagangan bebas yang tertunda, termasuk perjanjian dagang untuk membentuk zona perdagangan bebas antara Indonesia dan Eurasian Economic Union (EAEU).

Indonesia dan Rusia sepakat untuk menghilangkan hambatan perdagangan guna mencapai target volume perdagangan yang diharapkan kedua negara, yaitu sebesar 5 miliar dollar AS.

"Jadi timingnya tepat beliau (Jokowi) datang ke sana. Jadi sebetulnya kalau di Rusia ada dua substansi satunya bilateral dan satunya lagi dalam rangka misi perdamaian," kata Wahid.

Menurut Wahid, Presiden Rusia Vladimir Putin melihat ruang untuk meningkatkan perdagangan dengan Indonesia. Bahkan saat pandemi Covid-19 di tahun 2021, perdagangan keduanya tetap tumbuh mencapai 40 persen dan naik menjadi 65 persen pada lima bulan pertama tahun ini.

Bagi Indonesia, adanya perjanjian perdagangan bebas (Free Trade Agreement/FTA) membuat barang-barang ekspor menjadi lebih kompetitif di luar negeri dengan kecilnya tarif bea masuk yang dikenakan.

"Karena barang kita tidak kompetitif dibanding dengan Vietnam yang (masuk dalam FTA). Karena (bea masuk barang-barang dari) Vietnam 0 persen, kita di sana kisaran 18-20 persen. Sementara Singapura juga sudah (menandatangani perjanjian) kerja sama, jadi lama-lama kita ketinggalan," ujar Wahid.

Langgengnya hubungan antara Indonesia dan Rusia juga berdampak positif pada sektor pariwisata. Wahid mengatakan, pembukaan jalur Moskwa-Bali akan meningkatkan jumlah turis Rusia yang datang ke Pulau Dewata.

Kedutaan besar Rusia mencatat pada 2019 atau sebelum pandemi melanda, jumlah turis yang datang mencapai 160.000 wisatawan.

"Dan the biggest spender terbesar turis asing di bali adalah Rusia. Quality tourism saya kira akan sangat meningkat," ungkapnya. Sebelumnya diberitakan, Presiden Joko Widodo menemui Presiden Rusia Vladimir Putin di Istana Kremlin di Moskwa, Rusia, Kamis (30/6/2022). Dalam pertemuan itu, kedua Kepala Negara membahas sejumlah isu.

 Putin juga menyampaikan keluh kesah ketika bertemu dengan Jokowi. Salah satu masalah yang diutarakan Putin kepada Jokowi adalah mengenai dampak sanksi Barat terhadap perusahaan-perusahaan Rusia. Di mana, menurut dia, sanksi tersebut -muncul atas invasi Rusia ke Ukraina- turut berimbas pada ketersediaan bahan pangan dan pupuk di pasar global.

Meskipun sanksi Barat tidak secara resmi dikenakan pada sejumlah barang Rusia, Putin berkata, pembatasan diberlakukan terhadap perusahaan domestik dan memperumit proses bisnis.

 

Share:

Selasa, 05 Juli 2022

Perdagangan Rusia-Indonesia Naik 65 Persen dalam Lima Bulan Terakhir

Presiden Rusia Vladimir Putin menyambut baik pertumbuhan kerja sama dan perdagangan bilateral dengan Indonesia, berharap bisa meningkatkan hal tersebut di masa yang akan datang, dalam pernyataan pers bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Kremlin, Kamis.

Jokowi diketahui berada di Rusia untuk melanjutkan misi perdamaian dengan menemui Presiden Putin, membahas berbagai hal termasuk situasi peperangan di Ukraina, setelah sebelumnya bertemu Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di Kyiv.

"Secara alami, perhatian khusus diberikan pada perdagangan dan kerja sama ekonomi, yang menunjukkan dinamika yang baik. Pada tahun 2021, misalnya, perdagangan bilateral meningkat lebih dari 40 persen, dan dalam lima bulan pertama tahun ini, peningkatannya lebih dari 65 persen," ujar Putin.

Dalam konteks ini, lanjut Putin, kedua belah pihak menyatakan minatnya untuk meningkatkan kerja Komisi Bersama Rusia-Indonesia untuk Kerjasama Perdagangan, Ekonomi dan Teknik.

"Peluang tambahan untuk membangun kemitraan ekonomi yang saling menguntungkan, meningkatkan pertukaran komersial antara negara kita. Semua ini membuka peluang baru.

"Kami juga sangat mementingkan penciptaan zona perdagangan bebas antara Indonesia dan Uni Ekonomi Eurasia. Kami berharap negosiasi draft kesepakatan terkait akan dilakukan pada akhir tahun dan membuahkan hasil," harap Putin.

Selain ekonomi, perhatian diberikan pada bidang kerja sama yang signifikan seperti pertukaran kemanusiaan, budaya, pariwisata, dan pendidikan. Selain itu, Presiden Putin juga menyebut perluasan kerja sama di bidang perluasan dialog antardaerah dan antaragama, dengan mempertimbangkan fakta bahwa Indonesia adalah negara Islam terbesar di dunia dalam hal populasi.

Diketahui, Jokowi tiba di Rusia, Kamis, 30 Juni 2022 dengan menumpang pesawat Garuda Indonesia GIA-1 yang mendarat di Bandara Vnukovo II sekitar pukul 11.00 waktu setempat. Selang sehari sebelumnya, Jokowi baru saja bertemu Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di Istana Maryinsky, Kyiv.

Usai bertemu Putin, Jokowi betolak menuju Abu Dhabi, Uni Emirat Arab dari Bandara Vnukovo II, Moskow, Rusia dengan menggunakan Pesawat Garuda Indonesia GIA-1.

 

Share:

Jokowi Kunjungan Ke Eropa Bakal Penting Jadi Ketua ASEAN 2023

Upaya Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) membuka jalur komunikasi antara Ukraina, Rusia, serta kelompok negara-negara G7 dinilai bisa menjadi uji kasus sebelum menjabat sebagai Ketua Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara atau ASEAN di tahun 2023.

Selain itu, menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali pada bulan November mendatang, dinilai dapat menjadi platform tepat untuk menunjukkan peran Indonesia kepada dunia.

Kunjungan Jokowi ke Eropa membawa setidaknya tiga misi utama. Yaitu, mengajak negara-negara anggota G7 mengakselerasi perdamaian di Ukraina serta mencari solusi secepatnya dalam mengatasi krisis pangan dan energi yang melanda dunia.

Kedua, mengajak Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy untuk membuka komunikasi dengan Rusia agar perang segera berhenti dan mengaktifkan kembali rantai pasokan makanan. Terakhir, mempersuasi Presiden Rusia Vladimir Putin untuk berdialog dengan Ukraina dan untuk segera melakukan gencatan senjata, serta menghentikan perang.

Waffa Kharisma, peneliti hubungan internasional lembaga think tank Centre for Strategic and International Studies (CSIS) memaparkan, lawatan tersebut menjadi momentum yang tepat bagi kepentingan Indonesia sebagai tuan rumah KTT G20. Apalagi Indonesia akan menjadi ketua ASEAN pada tahun 2023.

"ASEAN tumbuh dengan narasi yang sama dengan misi ke Eropa," terang Waffa dalam media briefing CSIS bertajuk Memaknai Lawatan Presiden Joko Widodo ke Eropa, Rabu (01/07).

Ia menambahkan, Indonesia harus berorientasi pada pembangunan agar negara di luar ASEAN tidak memandang kawasan Asia Tenggara hanya sebagai ajang perebutan pengaruh dan militer.

Menurutnya, di Asia Tenggara juga banyak isu yang saat ini belum terlihat dampaknya tapi berpotensi membawa disrupsi seperti perang Rusia - Ukraina. "Krisis Myanmar, stabilitas di Laut Cina Selatan. Perlu mendapat perhatian Indonesia supaya (dapat) mencegah ketidakpercayaan dan peningkatan eskalasi," tutur Waffa.

Dalam posisinya sebagai pemimpin ASEAN nanti, Indonesia diprediksi membawa agenda pemulihan ekonomi serta percepatan pembangunan. Oleh karena itu perlu menciptakan kawasan yang stabil dan damai agar agenda tersebut dapat tercapai.

Waffa menjelaskan bahwa Indonesia memiliki posisi yang terbaik dalam hal netralitas. Indonesia memiliki rekam jejak masa lalu yang cukup baik sebagai aktivis perdamaian, meskipun punya daya tawar terbatas.

Laporan Program Pangan Dunia (WFP) yang dirilis pada Juni 2022 mengatakan sekitar 345 juta penduduk dunia menghadapi kerawanan pangan akut. Penyebabnya ditengarai antara lain lumpuhnya ekspor pupuk dan gandum dari Rusia dan Ukraina.

Peneliti ekonomi CSIS Dandy Rafitrandi mengatakan, kunjungan Jokowi sebagai upaya meningkatkan komunikasi antara negara-negara G7, Rusia, dan Ukraina. Terutama untuk menyelesaikan masalah pasokan makanan dan pupuk.

"Kita harus fokus bagaimana jaminan dari Presiden Putin untuk menjamin rantai pasokan pangan dan pupuk," tutur Dandy. Agenda jangka pendek adalah mengamankan pasokan makanan dan pupuk. Semua negara anggota G20 harus terlibat sebab bisa saja tahun depan terjadi kelangkaan pangan, ujar Dandy.

Kendati demikian, Dandy mewanti-wanti bahwa rantai pasokan pangan dan pupuk kemungkinan tidak bisa langsung kembali stabil dan normal usai KTT G20. Hal itu kembali lagi tergantung rencana tindak lanjut usai pertemuan KTT G20 di Pulau Dewata. Ada beberapa tantangan yang akan akan muncul tahun depan menurut beberapa laporan.

"Krisis pangan, energi, dan inflasi masih jadi tantangan utama masyarakat dunia," kata Dandy sambil melanjutkan bahwa krisis pangan, pupuk, dan energi tidak hanya berdampak pada negara-negara anggota G20.

"Yang paling terdampak adalah negara-negara berkembang yang masih berjuang dengan COVID. Mereka butuh akses vaksin. Berjuang menghadapi inflasi," ungkap Dandy.

Peneliti hubungan internasional CSIS Andrew Mantong menjelaskan, Indonesia telah beberapa kali berperan aktif sebagai perdamaian dalam konflik antarnegara dan dalam krisis politik di suatu negara.

"Pada pertengahan dekade 1990-an, Presiden Soehato melakukan kunjungan ke Sarajevo di tengah bergolaknya konflik di Eropa saat Serbia melancarkan serangan militer terhadap penduduk Bosnia," kata Andrew.

"Apa yang dilakukan Presiden Jokowi saat kunjungan ke Ukraina dan Rusia, adalah upaya membuka komunikasi agar ada negosiasi di kedua belah pihak", kata Andrew. Indonesia membutuhkan kepercayaan dari kedua negara kawasan Eropa Timur tersebut. Kemampuan persuasi atau meyakinkan menjadi tantangan lebih lanjut bagi Jokowi.

Tentunya, menghadapi Putin adalah tantangan tersendiri bagi Jokowi. Sosok Putin menjadi elemen penting agar jalur negosiasi bisa terbuka demi menghentikan perang.

"(Indonesia) harus jeli mencanangkan aksi menjadi mediator dan fasilitator yang efektif," kata Andrew.

Andrew juga menyoroti keterbatasan yang dimiliki Indonesia saat ingin mengerahkan sumber dayanya untuk membuka jalur komunikasi Ukraina dengan Rusia.

"Masa jabatan presiden tersisa dua tahun lagi, menjadi ketua ASEAN 2023, dan pemilu di 2024. Ini akan membatasi peran Indonesia sebagai juru damai," ujar Andrew.

 

Share:

Senin, 04 Juli 2022

Jokowi Akan Bantu Renovasi Rumah Sakit Ukraina Yang Terdampak Perang

Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ibu Negara Iriana mengunjungi Kota Kyiv, Ukraina, Rabu (29/6/2022). Dalam kunjungan ini, Iriana menyerahkan bantuan kemanusiaan berupa obat-obatan kepada Pusat Ilmiah dan Bedah Endokrin, Transplantasi Organ dan Jaringan Endokrin Ukraina di Kota Kyiv.

Bantuan diserahkan secara simbolis. Hal tersebut dilakukan saat Jokowi dan Iriana mengunjungi rumah sakit yang berada di pusat kota Kyiv tersebut usai meninjau Apartemen Lipky di Kota Irpin.

"Tadi saya sama Bapak Jokowi sedikit membantu untuk rumah sakit yang korban dari peperangan," kata Iriana usai menyerahkan bantuan sebagaimana dikutip dari siaran pers Sekretariat Presiden, Rabu (29/6).

Saat ditanya bagaimana kesan mendampingi Jokowi dalam kunjungannya ke Ukraina, Iriana mengatakan harapannya agar perang segera berakhir.

"Dengan bismillah saya mendampingi Bapak, moga-moga peperangan ini segera berakhir karena sangat merinding saya melihat," ujarnya.

Pemerintah Indonesia juga memberikan bantuan melalui Palang Merah Ukraina. Selain itu, Indonesia berkomitmen membantu rekonstruksi rumah sakit yang rusak akibat perang.

"Selain bantuan yang secara simbolis disampaikan Ibu Negara, pemerintah Indonesia juga memberikan bantuan melalui Palang Merah Ukraina dan juga komitmen untuk membantu rekonstruksi rumah sakit yang terdampak perang," jelas Menlu RI Retno Marsudi secara terpisah.

Diketahui, Jokowi membawa misi khusus dalam kunjungannya Ukraina dan Rusia yakni, mengupayakan perdamaian kedua negara yang berkonflik tersebut. Jokowi dijadwalkan akan bertemu Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy di Istana Maryinsky

Jokowi menyampaikan dirinya akan mengajak Presiden Ukraina Zelenskyy untuk membuka ruang dialog dalam rangka perdamaian. Dia menilai perang harus segera dihentikan.

"Akan bertemu dengan Presiden Zelensky misinya adalah mengajak presiden Ukraina untuk membuka ruang dialog, dalam rangka perdamaian untuk membangun perdamaian. Karena perang memang harus dihentikan dan juga yang berkaitan dengan rantai pasok pangan harus diaktifkan kembali," kata Jokowi, Minggu 26 Juni 2022.

Setelah dari Ukraina, Jokowi akan melanjutkan misi perdamaian dengan melakukan kunjungan ke Rusia. Nantinya, dia akan menemui Presiden Vladimir Putin dengan misi yang sama dibawanya ke negara sebelumnya.

"Dari Ukraina saya akan menuju ke Rusia untuk bertemu dengan Presiden Vladimir Putin, sekali lagi dengan misi yang sama. Saya akan mengajak Presiden Putin untuk membuka ruang dialog dan sesegera mungkin untuk melakukan gencatan senjata dan menghentikan perang," ungkapnya.

 

Share:

Bertemu Zelensky di Ukraina, Jokowi Tawarkan Diri Jadi Pembawa Pesan untuk Putin


Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhirnya bertemu langsung dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy di Istana Maryinsky, Kyiv pada Rabu 29 Juni 2022 sore waktu setempat.

Dalam pertemuan itu, Jokowi mengatakan kepada Zelenskyy bahwa kehadirannya merupakan wujud kepedulian masyarakat Indonesia terhadap situasi di Ukraina.

"Jauh-jauh datang ke Ukraina dan menemui Presiden Volodymyr Zelenskyy di istana Maryinsky, saya tidaklah sekedar berkunjung. Kedatangan saya adalah perwujudan kepedulian masyarakat Indonesia terhadap situasi di Ukraina," dikutip dari akun Instagram @jokowi, Kamis (30/6/2022).

Jokowi pun menawarkan diri kepada Zelenskyy sebagai pengirim pesan untuk nantinya disampaikan kepada Presiden Rusia Vladimir Putin.

"Spirit perdamaian jangan pernah luntur. Dalam kaitan ini, saya datang menawarkan diri untuk membawa pesan dari Presiden Zelenskyy untuk Presiden Putin yang akan saya kunjungi pula," katanya.

Jokowi tekankan bahwa Ukraina begitu penting bagi rantai pasok pangan dunia. Maka dari itu, semua negara harus ikut serta memberikan kelancaran ekspor.

"Penting bagi semua pihak untuk memberikan jaminan keamanan bagi kelancaran ekspor pangan Ukraina, termasuk melalui pelabuhan laut," ungkapnya.

Selain itu, Jokowi mengungkapkan bahwa tahun merupakan peringatan ke 30 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Ukraina. Jokowi pun menyampaikan komitmen Indonesia untuk terus memperkuat kerja sama yang lebih baik bagi Ukraina.

"Pada kesempatan ini saya menyampaikan undang secara langsung kepada presiden Zelenskyy untuk berpartisipasi dalam KTT G20 bulan November tahun ini di Bali," tegasnya. 

Share:

Presiden Jokowi Ingatkan Masalah Pangan Jadi Persoalan Dunia


 

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperingatkan masalah pangan saat ini menjadi persoalan yang harus dihadapi banyak negara di dunia termasuk Indonesia.

Hal ini terjadi lantaran semakin banyak negara yang menghentikan ekspor bahan pangannya untuk kebutuhan dalam negeri sendiri.

Jokowi memberi perhatian khusus terhadap ancaman krisis pangan yang mendera dunia.

Jokowi memperingatkan masalah pangan saat ini menjadi persoalan yang harus dihadapi banyak negara di dunia termasuk Indonesia.

Hal ini terjadi lantaran semakin banyak negara yang menghentikan ekspor bahan pangannya untuk kebutuhan dalam negeri sendiri.

Jokowi memberi perhatian khusus terhadap ancaman krisis pangan yang mendera dunia.

​​Krisis pangan dan energi bukan lagi akan mengancam namun sudah benar dirasakan. Seperti yang sering disampaikan Jokowi. Indonesia bahkan sudah terkena dampak krisis tersebut.

"Beberapa komoditas alami peningkatan," ungkap Setianto, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (15/6/2022).

Dari sisi energi, ada minyak mentah yang kini harganya menjadi US$ 109,6 per barel dari US$ 65 per barel dan batu bara dari US$ 99,3 mt menjadi US$ 280 mt.

Dalam kelompok pangan, ada minyak kelapa sawit (CPO) dari US$ 1.136 mt menjadi US$ 1.716,9 mt atau naik 51,08% (yoy). Kopi alami kenaikan 29,39% menjadi US$ 2,3 /kg, gandum naik 75,71% menjadi US$ 522,3 mt, kedelai naik 11,95% menjadi US$ 724,1 mt dan daging sapi naik 10,9% menjadi US$ 6,1 /kg.

Lonjakan harga tersebut dipengaruhi oleh perang Rusia dan Ukraina yang diikuti oleh larangan ekspor terhadap barang tertentu di beberapa negara. Seperti Rusia menahan pasokan gandum, biji bunga matahari, pupuk, pupuk nitrogen.

India juga melarang ekspor gandum. China juga ikut melarang ekspor pupuk. Ukraina membatasi ekspor unggas, telur, minyak bunga matahari dan daging sapi. Indonesia sendiri sempat melarang ekspor CPO dan turunannya namun sudah dibuka kembali.

Atas persoalan tersebut, tak heran bila kemudian muncul krisis pangan dan energi.

"Krisis pangan dan energi memicu tekanan termasuk inflasi dan pertumbuhan ekonomi beberapa negara mitra dagang kita. Kenakan inflasi dan perlambatan ekonomi membuat proyeksi IMF (Dana Moneter Internasional) dan Bank Dunia berubah," ujarnya.


Share:

Definition List

Unordered List

Support