Tampilkan postingan dengan label Zelensky. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Zelensky. Tampilkan semua postingan

Kamis, 04 Agustus 2022

Ukraina Undang Presiden Jokowi ke KTT Krimea

Ukraina mengundang Presiden RI Joko Widodo atau Jokowi ke konferensi tingkat tinggi (KTT) Krimea. KTT Krimea akan dilaksanakan pada Selasa, 23 Agustus 2022. Pertemuan tersebut merupakan bagian dari Crimea Platform yang diinisiasi Presiden Volodymyr Zelensky untuk solidaritas kedaulatan Ukraina.

"Undangan sudah disampaikan kepada Kementerian Luar Negeri RI, formatnya online, tidak perlu melakukan perjalanan dan melalui pembatasan Covid-19," kata Duta Besar Ukraina untuk Indonesia Vasyl Hamianin dalam jumpa pers virtual, Selasa, 2 Agustus 2022.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI belum menjawab pesan Tempo saat dikonfirmasi ihwal undangan dan kehadiran Presiden Jokowi ke KTT Krimea tersebut.

Berdasarkan situs resminya, platform bertujuan untuk meningkatkan efektivitas tanggapan internasional terhadap pendudukan Krimea yang sedang berlangsung dan ancaman keamanan yang meningkat. Forum juga dibuat untuk mendorong komunitas internasional supaya menekan Kremlin mencegah pelanggaran hak asasi manusia lebih lanjut dan melindungi korban rezim pendudukan. "Dan tujuan utama, menghilangkan pendudukan Krimea dan kembalinya damai ke Ukraina," tulis pernyataan tersebut.

Pasukan Rusia memasuki Semenanjung Krimea pada Februari 2014. Presiden Vladimir Putin secara resmi membagi wilayah itu menjadi dua subjek federal terpisah dari Federasi Rusia pada bulan berikutnya, yaitu Republik Federal Krimea dan Kota Federal Sevastopol.

Turki, Amerika Serikat, serta Majelis Umum PBB memandang pencaplokan itu sebagai tindakan ilegal. Rusia juga dijatuhi sanksi ekonomi.

Berdasarkan data PBB, pertempuran antara pasukan pemerintah Ukraina dan separatis pro-Rusia di Donbas telah menyebabkan lebih dari 13.000 orang tewas sejak 2014.

Platform nantinya akan memfokuskan kegiatannya pada lima bidang prioritas: Pertama, konsolidasi kebijakan untuk tidak mengakui upaya pencaplokan Krimea. Kedua, efisiensi sanksi, penguatan, dan penutupan celah untuk pengelakan. Ketiga, perlindungan hak asasi manusia dan hukum humaniter internasional.

Keempat, memastikan keamanan di wilayah Laut Hitam dan Laut Azov dan sekitarnya, melindungi kebebasan navigasi. Dan kelima, mengatasi dampak ekonomi dan lingkungan yang merugikan dari pendudukan Krimea di wilayah tersebut. 

 

Share:

Rabu, 06 Juli 2022

ZELENSKY PUJI JOKOWI BERANI DATANG KE UKRAINA

Volodymyr Zelenskyy bertemu dengan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi). Dalam kesempatan itu, Zelensky mengucapkan terima kasih ke Jokowi yang telah datang ke Ukraina.

Ia mencatat hal itu sebagai kunjungan pertama Presiden Indonesia ke negara kita dalam sejarah hubungan diplomatik. Ia pun menekankan pentingnya peran Indonesia dan pribadi Jokowi di kancah internasional saat ini.

"Dan ini, omong-omong, adalah kunjungan pertama pemimpin negara Asia ke Kyiv sejak awal perang Rusia skala penuh. Kami sangat menghargainya dan berterima kasih kepada Anda," kata Zelensky saat melakukan pidato keduanya, Rabu (29/6/2022) malam waktu setempat, dikutip dari situs resmi kepresidenan Ukraina.

"Anda sekarang mewakili G20 di Kyiv, yang saat ini diketuai Indonesia. Salah satu asosiasi paling kuat di dunia, ASEAN, yang akan dipimpin negara Anda tahun depan," ujarnya lagi.

Menurutnya kedatangan RI merupakan langkah penguatan koalisi negara-negara anti perang global. Ia meyakini hal itu data memulihkan dan menjamin stabilitas dunia.

"Ukraina sangat menghargai dukungan rakyat Indonesia dan dukungan pribadi Anda, Tuan Presiden, di masa perang untuk kebebasan dan kemerdekaan negara kami ini," tegasnya.

"Fasilitas ketua dan anggota G20 sangat penting untuk pemulihan perdamaian. Saya berterima kasih kepada Anda, Tuan Presiden, atas undangan pribadi untuk mengambil bagian dalam KTT G20, dan, tentu saja, saya menerimanya. Undangan, partisipasi Ukraina akan tergantung pada situasi keamanan di negara itu dan pada komposisi peserta," jelasnya sekaligus menjawab kehadirannya di G20.

Di kesempatan yang sama, ia pun meminta dunia memperhatikan Rusia. Di mana negara itu wajib mencabut blokade terhadap pelabuhan Ukraina guna melanjutkan ekspor produk pertanian domestik secara penuh.

"Rusia memeras dunia dengan kelaparan. Ini memblokir pasokan makanan dari Ukraina, yang memainkan peran menstabilkan pasar dunia. Puluhan juta ton gandum dari Ukraina harus sampai ke konsumen, khususnya masyarakat Indonesia," kata Zelensky lagi.

Sementara itu, kedua kepala negara juga mengumumkan kesepakatan untuk meluncurkan rezim bebas visa antara Ukraina dan Indonesia. Zelensky menyambut baik hal tersebut untuk mendorong ekonomi, pembangunan sosial, pendidikan, hubungan manusia.

Keduanya juga membahas prospek rekonstruksi pasca perang. Perusahaan Indonesia juga diharap bergabung dalam sejumlah proyek.

"Ini kabar baik. Ini penting bagi negara kita dari semua sudut pandang, untuk ekonomi, pembangunan sosial, pendidikan, hubungan manusia," ujarnya.

"Saya mengundang Indonesia, perusahaan-perusahaan Indonesia, para ahli untuk bergabung dalam implementasi proyek ini. Proyek ekonomi terbesar saat ini di Eropa," tambahnya.

 

Share:

LOCAL PRIDE, SEPATU JOKOWI SAAT BERTEMU ZELENSKY

Ada yang berbeda dari pertemuan Presiden Joko Widodo dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di Kyiv, Rabu (30/6). Kedua pemimpin tampak mengenakan sneakers. Hal tersebut terlihat dalam foto yang diunggah oleh Jokowi.

Presiden tampak menggunakan sneakers berwarna hitam dengan warna putih di bagian bawahnya. Sepatu tersebut juga kerap digunakan dalam berbagai kesempatan. Sedangkan Zelensky mengenakan sneakers berwarna hijau gelap dengan corak putih di bagian bawahnya. Namun apa merek alas kaki yang digunakan kedua pemimpin?

Jokowi diketahui memakai sepatu bikinan Nah.project yang berasal dari Bandung. Adapun model yang kerap dipakai Jokowi adalah Flexknit V3.0 Carbon yang harganya Rp 348 ribu.

Bahkan Nah.project sempat mengunggah foto pertemuan Jokowi yang memakai sepatu mereka dengan Zelensky.

Tak lupa, brand tersebut mengucapkan harapan ke depannya dalam kunjungan Presiden.

"Semoga bisa selalu menemani langkahnya beliau dalam usaha membawa misi perdamaian dan stabilitas dunia," tulis akun Instagram Nah.project, Kamis (30/6).

Adapun Zelensky memakai sepatu bikinan Amerika Serikat yakni Saucony. Adapun model yang digunakannya sekilas adalah Saucony Jazz 81.

Adapun rentang harga Saucony Jazz berkisar antara US$ 80 atau Rp 1,1 juta untuk Jazz 81 hingga US$ 100 atau US$ 100 atau Rp 1,4 juta untuk Jazz 81 Peak Premium.

Di luar soal sepatu, pertemuan keduanya banyak membahas soal kemungkinan perdamaian antara Ukraina dengan Rusia. Selain itu Jokowi juga meminta blokade ekspor gandum Ukraina dihentikan.

Usai pertemuan dengan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, rombongan Presiden rencananya akan kembali ke Polandia dengan menggunakan kereta.

Setelah itu, perjalanan mereka baru akan dilanjutkan dengan menggunakan pesawat dari Polandia menuju Rusia.

Diprediksi, 232 juta orang menghadapi kerawanan pangan akut tahun ini akibat distribusi pangan terkunci perang. Presiden Jokowi mengungkapkan, jika gagal meredakan perang Rusia-Ukraina, pupuk Rusia tak bisa dijual ke negara lain.

Ini berdampak pada hasil panen padi. Ancaman kelaparan bagi dua miliar manusia jika gagal panen padi lantaran pasokan pupuk tak tersedia, terutama bagi negara berkembang.

Untuk itu, menyetop perang Rusia-Ukraina menjadi keniscayaan. Perang ini tak hanya berdampak pada negara kawasan Eropa, juga kawasan lain. Krisis ekonomi di Bangladesh dan Sri Lanka salah satu bukti dampak yang dirasakan negara Asia.

 

Share:

Selasa, 05 Juli 2022

Jokowi Kunjungan Ke Eropa Bakal Penting Jadi Ketua ASEAN 2023

Upaya Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) membuka jalur komunikasi antara Ukraina, Rusia, serta kelompok negara-negara G7 dinilai bisa menjadi uji kasus sebelum menjabat sebagai Ketua Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara atau ASEAN di tahun 2023.

Selain itu, menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali pada bulan November mendatang, dinilai dapat menjadi platform tepat untuk menunjukkan peran Indonesia kepada dunia.

Kunjungan Jokowi ke Eropa membawa setidaknya tiga misi utama. Yaitu, mengajak negara-negara anggota G7 mengakselerasi perdamaian di Ukraina serta mencari solusi secepatnya dalam mengatasi krisis pangan dan energi yang melanda dunia.

Kedua, mengajak Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy untuk membuka komunikasi dengan Rusia agar perang segera berhenti dan mengaktifkan kembali rantai pasokan makanan. Terakhir, mempersuasi Presiden Rusia Vladimir Putin untuk berdialog dengan Ukraina dan untuk segera melakukan gencatan senjata, serta menghentikan perang.

Waffa Kharisma, peneliti hubungan internasional lembaga think tank Centre for Strategic and International Studies (CSIS) memaparkan, lawatan tersebut menjadi momentum yang tepat bagi kepentingan Indonesia sebagai tuan rumah KTT G20. Apalagi Indonesia akan menjadi ketua ASEAN pada tahun 2023.

"ASEAN tumbuh dengan narasi yang sama dengan misi ke Eropa," terang Waffa dalam media briefing CSIS bertajuk Memaknai Lawatan Presiden Joko Widodo ke Eropa, Rabu (01/07).

Ia menambahkan, Indonesia harus berorientasi pada pembangunan agar negara di luar ASEAN tidak memandang kawasan Asia Tenggara hanya sebagai ajang perebutan pengaruh dan militer.

Menurutnya, di Asia Tenggara juga banyak isu yang saat ini belum terlihat dampaknya tapi berpotensi membawa disrupsi seperti perang Rusia - Ukraina. "Krisis Myanmar, stabilitas di Laut Cina Selatan. Perlu mendapat perhatian Indonesia supaya (dapat) mencegah ketidakpercayaan dan peningkatan eskalasi," tutur Waffa.

Dalam posisinya sebagai pemimpin ASEAN nanti, Indonesia diprediksi membawa agenda pemulihan ekonomi serta percepatan pembangunan. Oleh karena itu perlu menciptakan kawasan yang stabil dan damai agar agenda tersebut dapat tercapai.

Waffa menjelaskan bahwa Indonesia memiliki posisi yang terbaik dalam hal netralitas. Indonesia memiliki rekam jejak masa lalu yang cukup baik sebagai aktivis perdamaian, meskipun punya daya tawar terbatas.

Laporan Program Pangan Dunia (WFP) yang dirilis pada Juni 2022 mengatakan sekitar 345 juta penduduk dunia menghadapi kerawanan pangan akut. Penyebabnya ditengarai antara lain lumpuhnya ekspor pupuk dan gandum dari Rusia dan Ukraina.

Peneliti ekonomi CSIS Dandy Rafitrandi mengatakan, kunjungan Jokowi sebagai upaya meningkatkan komunikasi antara negara-negara G7, Rusia, dan Ukraina. Terutama untuk menyelesaikan masalah pasokan makanan dan pupuk.

"Kita harus fokus bagaimana jaminan dari Presiden Putin untuk menjamin rantai pasokan pangan dan pupuk," tutur Dandy. Agenda jangka pendek adalah mengamankan pasokan makanan dan pupuk. Semua negara anggota G20 harus terlibat sebab bisa saja tahun depan terjadi kelangkaan pangan, ujar Dandy.

Kendati demikian, Dandy mewanti-wanti bahwa rantai pasokan pangan dan pupuk kemungkinan tidak bisa langsung kembali stabil dan normal usai KTT G20. Hal itu kembali lagi tergantung rencana tindak lanjut usai pertemuan KTT G20 di Pulau Dewata. Ada beberapa tantangan yang akan akan muncul tahun depan menurut beberapa laporan.

"Krisis pangan, energi, dan inflasi masih jadi tantangan utama masyarakat dunia," kata Dandy sambil melanjutkan bahwa krisis pangan, pupuk, dan energi tidak hanya berdampak pada negara-negara anggota G20.

"Yang paling terdampak adalah negara-negara berkembang yang masih berjuang dengan COVID. Mereka butuh akses vaksin. Berjuang menghadapi inflasi," ungkap Dandy.

Peneliti hubungan internasional CSIS Andrew Mantong menjelaskan, Indonesia telah beberapa kali berperan aktif sebagai perdamaian dalam konflik antarnegara dan dalam krisis politik di suatu negara.

"Pada pertengahan dekade 1990-an, Presiden Soehato melakukan kunjungan ke Sarajevo di tengah bergolaknya konflik di Eropa saat Serbia melancarkan serangan militer terhadap penduduk Bosnia," kata Andrew.

"Apa yang dilakukan Presiden Jokowi saat kunjungan ke Ukraina dan Rusia, adalah upaya membuka komunikasi agar ada negosiasi di kedua belah pihak", kata Andrew. Indonesia membutuhkan kepercayaan dari kedua negara kawasan Eropa Timur tersebut. Kemampuan persuasi atau meyakinkan menjadi tantangan lebih lanjut bagi Jokowi.

Tentunya, menghadapi Putin adalah tantangan tersendiri bagi Jokowi. Sosok Putin menjadi elemen penting agar jalur negosiasi bisa terbuka demi menghentikan perang.

"(Indonesia) harus jeli mencanangkan aksi menjadi mediator dan fasilitator yang efektif," kata Andrew.

Andrew juga menyoroti keterbatasan yang dimiliki Indonesia saat ingin mengerahkan sumber dayanya untuk membuka jalur komunikasi Ukraina dengan Rusia.

"Masa jabatan presiden tersisa dua tahun lagi, menjadi ketua ASEAN 2023, dan pemilu di 2024. Ini akan membatasi peran Indonesia sebagai juru damai," ujar Andrew.

 

Share:

Senin, 04 Juli 2022

Jokowi Bertemu Zelensky, Minta Akses Impor Gandum Dari Ukraina


 Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendorong Ukraina untuk membuka kembali akses ekspor bahan makanan, seperti gandum, seiring dengan kekhawatiran krisis pangan global.

“Penting bagi semua pihak untuk memberikan jaminan keamanan bagi kelancaran ekspor pangan Ukraina, termasuk melalui pelabuhan laut. Saya mendukung upaya PBB dalam hal ini,” ungkap Jokowi seperti dikutip dari keterangan resmi Hal itu diungkapkan saat melakukan pertemuan dengan Presiden Volodymyr Zelensky di Istana Maryinsky, Kiev pada Rabu (29/6/2022), waktu setempat.

Seperti diketahui, invasi yang dilakukan Rusia ke Ukraina telah menimbulkan kemacetan rantai pasok global dan inflasi di sektor pangan dan energi. Untuk itu, kelancaran pasokan pangan dari Ukraina sebagai pemasok seperti gandum menjadi penting.

Pada kesempatan yang sama, Zelensky mengungkapkan rasa terima kasihnya atas kunjungan Presiden Jokowi sebagai pemimpin negara di Asia yang secara perdana mengunjungi Ukraina yang sedang dilanda konflik.

"Rusia mengancam dunia dengan kelaparan. Mereka memblokir pasokan makanan dari Ukraina, yang memainkan peran menstabilkan pasar dunia. Puluhan juta ton gandum dari Ukraina harus sampai ke konsumen, khususnya masyarakat Indonesia," tegas Zelensky, seperti dikutip dari keterangan resmi Kantor Presiden Ukraina.

Dalam kesempatan tersebut, Zelensky mengumumkan peluncuran aturan bebas visa antara Ukraina dan Indonesia.

Menurutnya, ini adalah kabar baik dan menjadi langkah penting untuk kemajuan sektor ekonomi, sosial, pendidikan, dan jejaring. "Saya mengundang Indonesia, perusahaan Indonesia, dan para pakar untuk bergabung pada implementasi proyek ini, proyek ekonomi terbesar saat ini di Eropa," kata Zelensky.

Pada kesempatan tersebut, Jokowi kembali menyampaikan undangan secara langsung kepada Presiden Zelensky untuk berpartisipasi dalam KTT G20 yang akan diselenggarakan pada November mendatang di Bali. Jokowi juga menyampaikan komitmen Indonesia untuk terus memperkokoh kerja sama bilateral dengan Ukraina. “Tahun ini adalah 30 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Ukraina. Saya menyampaikan komitmen Indonesia untuk terus memperkuat kerja sama yang lebih baik,” ungkapnya.

 
Share:

Bertemu Zelensky di Ukraina, Jokowi Tawarkan Diri Jadi Pembawa Pesan untuk Putin


Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhirnya bertemu langsung dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy di Istana Maryinsky, Kyiv pada Rabu 29 Juni 2022 sore waktu setempat.

Dalam pertemuan itu, Jokowi mengatakan kepada Zelenskyy bahwa kehadirannya merupakan wujud kepedulian masyarakat Indonesia terhadap situasi di Ukraina.

"Jauh-jauh datang ke Ukraina dan menemui Presiden Volodymyr Zelenskyy di istana Maryinsky, saya tidaklah sekedar berkunjung. Kedatangan saya adalah perwujudan kepedulian masyarakat Indonesia terhadap situasi di Ukraina," dikutip dari akun Instagram @jokowi, Kamis (30/6/2022).

Jokowi pun menawarkan diri kepada Zelenskyy sebagai pengirim pesan untuk nantinya disampaikan kepada Presiden Rusia Vladimir Putin.

"Spirit perdamaian jangan pernah luntur. Dalam kaitan ini, saya datang menawarkan diri untuk membawa pesan dari Presiden Zelenskyy untuk Presiden Putin yang akan saya kunjungi pula," katanya.

Jokowi tekankan bahwa Ukraina begitu penting bagi rantai pasok pangan dunia. Maka dari itu, semua negara harus ikut serta memberikan kelancaran ekspor.

"Penting bagi semua pihak untuk memberikan jaminan keamanan bagi kelancaran ekspor pangan Ukraina, termasuk melalui pelabuhan laut," ungkapnya.

Selain itu, Jokowi mengungkapkan bahwa tahun merupakan peringatan ke 30 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Ukraina. Jokowi pun menyampaikan komitmen Indonesia untuk terus memperkuat kerja sama yang lebih baik bagi Ukraina.

"Pada kesempatan ini saya menyampaikan undang secara langsung kepada presiden Zelenskyy untuk berpartisipasi dalam KTT G20 bulan November tahun ini di Bali," tegasnya. 

Share:

Kamis, 23 Juni 2022

Jadi "Juru Damai" , Jokowi Akan Menuju ke Ukraina-Rusia Akhir Bulan Ini

 




Presiden Joko Widodo berencana untuk melakukan kunjungan ke Ukraina dan Rusia pada akhir bulan ini. Jokowi akan menjadi pemimpin di Asia pertama yang akan berkunjung ke dua negara itu sejak konflik berlangsung.

Dalam kunjungan itu, Jokowi rencananya akan bertemu dengan presiden di masing-masing negara. Dia akan menemui Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dan Presiden Rusia Vladimir Putin.

"Presiden Jokowi direncanakan akan mengunjungi Kiev, Ukraina, dan Moskow, Rusia. Kunjungan ke dua negara ini merupakan kunjungan yang dilakukan dalam situasi yang tidak normal. Kita paham situasi saat ini masih sangat sangat-sangat complicated," kata Menlu Retno Marsudi, Rabu (22/6/2022).

Lawatan itu akan dilakukan oleh Jokowi seusai mengikuti pertemuan KTT G7 yang akan berlangsung di Jerman pada 26-27 Juni ini. Usai menghadiri pertemuan tersebut, Jokowi akan terbang ke Ukraina dan Rusia.

"Dalam kunjungan ke Kiev dan Moskow, tentunya Bapak Presiden akan melakukan pertemuan dengan Presiden Zelensky dan Presiden Putin" pungkasnya.

Dia menjelaskan, perang yang terjadi telah memunculkan masalah yang kompleks. Sebagai residen G20 dan salah satu anggota Champion Group dari Global Crisis Response Group yang dibentuk Sekjen PBB, Jokowi memilih untuk berkontribusi terhadap upaya penyelesaian masalah.

"Dunia juga paham mengenai kompleksitas masalah yang ada. Meskipun situasinya sulit dan masalahnya kompleks, sebagai Presiden G20 dan salah satu anggota Champion Group dari Global Crisis Response Group yang dibentuk Sekjen PBB, Presiden Jokowi memilih untuk mencoba berkontribusi, tidak memilih untuk diam. Presiden Jokowi akan merupakan pemimpin Asia pertama yang akan melakukan kunjungan ke dua negara tersebut," jelasnya.

"Presiden Jokowi memilih untuk mencoba berkontribusi, tidak memilih untuk diam. Presiden Jokowi akan merupakan pemimpin Asia pertama yang akan melakukan kunjungan ke dua negara tersebut," tutur dia.

"Indonesia mencoba memberikan kontribusi untuk menangani krisis pangan akibat perang, yang dampaknya dirasakan oleh semua negara, terutama negara berkembang dan berpendapatan rendah," ungkapnya lagi

Setelah kunjungan ke Ukraina dan Rusia, Jokowi juga akan melakukan kunjungan ke Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA). Ini untuk menindaklanjuti kerja sama di bidang ekonomi antara kedua negara.

"Kunjungan dimaksudkan untuk menindaklanjuti kerja sama di bidang ekonomi antara kedua negara," kata Retno lagi di kesempatan yang sama.



Share:

Definition List

Unordered List

Support