Tampilkan postingan dengan label Nahdhatul Ulama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nahdhatul Ulama. Tampilkan semua postingan

Minggu, 26 Maret 2023

Sudah Membuahkan Hasil! Jokowi bertemu dengan ketua PBNU Yahya Cholil Staquf guna membahas penerapan dari peringatan satu abad Nahdlatul Ulama

Yogyakarta – Jokowi menerima kedatangan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf, di Istana Merdeka, Jakarta. Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari hasil serangkaian muktamar NU menuju satu abad pada awal tahun 2023 lalu.

Pada pertemuan tersebut Gus Yahya melaporkan langkah – langkah konkrit NU dalam menjaga perdamian dunia dan juga mensejahterakan rakyat. NU telah berhasil menggelar acara Religion 20 (R20) dimana berisi diskusi membahas perdamaian dunia melalui ajaran islam.

Kemudian untuk bidang kesejahteraan dan penumpasan kemiskinan ekstrim NU juga bakal melakukan kegiatan keluarga maslahat. Gusa Yahya mengatakan melalui dua kegiatan tersebut semoga bisa membawa dampak baik bagi Indonesia kedepannya.

Jokowi yang mendengar langkah besar yang sudah dilakukan oleh NU tersebut turut bangga atas kontribusi dalam pengabdian untuk negeri. Jokowi juga berkomitmen bakal terus membantu perjuangan NU dalam menegakan amar ma’ruf nahi munkar di Indonesia.

 

Share:

Kamis, 09 Februari 2023

Tak Ternilai! Jokowi meberikan puji kepada Nahdlatul Ulama karena konsisten menjauhi politik identitas dan radikalisme demi menjaga kesatuan serta persatuan bangsa

Yogyakarta – Jokowi mengagumi militansi perjuangan masyarakat Nahdlatul Ulama tanpa lelah terus berjuang dalam membangun Indonesia. Jokowi juga kagum terhadap NU yang secara konsisten menjauhi politik identitas dan radikalisme.

Jokowi juga mengatakan NU memiliki banyak peran besar dalam sejarah perjalanan Bangsa Indonesia serta menjadi teladan berislam bagi masyarakat Indonesia.

Jokowi juga mengharapkan di usia yang tidak muda lagi NU bisa terus menjadi percontohan bagi umat Islam di Indonesia. Jokowi mendorong NU agar terus menjadi gambaran ideal Islam Rahmatan Lil Alamin.

Jokowi juga mendorong agar Nahdlatul Ulama terus berperan aktif dalam bidang pendidikan di Indonesia. Salah satunya, dia mengharapkan agar NU bisa selalu mengikuti dan bersaing di tengah perubahan zaman yang radikal.

Jokowi mengucapkan terima kasih atas pengabdiannya, semoga kedepanya bisa terus memberikan kontribusi lebih lagi.

 

Share:

Senin, 23 Januari 2023

Tidak Diragukan Lagi! Jokowi mengakui kontribusi NU untuk membangun negeri sangat besar, NU sudah ikut membangun pondasi negeri dari 1 abad yang lalu

Yogyakarta – Jokowi memberikan pengakuan terhadap kontribusi lembaga agama islam Nahdlatul Ulama (NU) kepada bangsa dan negara. Seperti kita tahu NU sudah berdiri jauh sebelum negara ini berdiri, NU juga turut andil dalam peletakan dasar negara.

Sekarang NU sudah berumur satu abad merupakan sebuah pencapaian yang sangat luar biasa tentunnya. Selama berdirinya NU terus berupaya menanamkan nilai – nilai pancasila dan juga islam secara bersama.

Nilai –nilai tersebut membuat bahwa santri itu agamis tapi juga bisa menjadi nasionalis, yakni orang – orang yang cinta tanah air. Seperti salah satu komitmen NU 'Hubbul wathon minal iman' bahwa mencintai tanah air termasuk iman.

NU ini menjadi garda terakhir dalam menjaga persatuan dan kesatuan negara kesatuan republik Indonesia (NKRI). Lewat lembaga – lembaga dakwah dan pendidikan yang menyebar ke seluruh pelosok negeri. 

Lembaga – lembaga didikan NU sudah berada di seluruh pelosok negeri dimulai dari tingkat desa, kecamatan hingga kota/ kabupaten. NU ini menjadi salah lembaga islam yang menerapkan bahwa islam itu adalah rahmatan lil alamin di Indonesia, sehingga konflik bisa terhindarkan.

 

Share:

Sabtu, 24 September 2022

Jokowi akan Hadiri R20 di Bali

Ketua PBNU, KH Yahya Cholil Staquf berserta jajaran pengurus bertemu dengan Presiden Jokowi di Istana Negara Jakarta, Pada Kamis 22/9/2022 untuk memberikan undangan untuk menghadiri dan membuka agenda Forum Raligion of Twenty (R20) yang akan diselengaran di Bali pada November mendatang oleh Pengurus Besar Nadhlatul Ulama.

Gus Yahya menjelaskan bahwa forum yang akan menghadirkan para pemimpin-pemimpin agama dunia tersebut akan menjadi bagian dari rangkaian kegiatan menuju peringatan Satu Abad NU yang sengaja digelar beriringan dengan Konfrensi Tingkat Tinggi (KTT) G20. Pada kesempatan juga disampaikan bahwa insyallah jokowi akan hadir dan membuka acara tersebut.

Sejumlah pemimpin agama telat menyatakan kesediaan untuk hadir dalam R20 nanti, seperti Sekjend Liga Muslim Dunia Syekh Mohammad bin Abdulkarim Al-Issa, Presiden Kepausan untuk dialog Antaragama Kardinal Miguel Angel Ayuso dari Vatikan. Sekjen World Evangelical Alliance Pendeta Thomas Schirmacher dari Jerman, pendiri India Foundation dan juga pimpinan Hindu Ram Madhav serta Dr Hamdan Mussalam Al-Mazrouei dari Abu Dhabi juga akan hadir. Ujar Gus Yahya

Tidak hanya pemimpin agama tapi juga akan menghadirkan pemimpin negara seperti Raja Kamboja Norodom Sihamoni yang juga berkapasitas sebagai salah seorang pemimpin agama Budha dan masih banyak lagi pembicara-pembicara lain yang masih dijajaki untuk hadir dalam forum R20 dan baik PBNU maupun pihak panitia pelaksana akan mengumumkan lebih lanjut ketika sudah ada konfirmasi.

Semoga dengan adanya forum R20 dapat menjadi inspirasi bagi kehidupan beragama secara global, ini merupakan upaya para pemimpin agama agar agama menjadi bagian dari solusi dari setiap masalah. Serta bagiamana agama bisa menyediakan inspirasi serta menjadi solusi atas masalah global. Ujar Gus Yahya

 

Share:

Definition List

Unordered List

Support