Tampilkan postingan dengan label Pandemic Fund. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pandemic Fund. Tampilkan semua postingan

Kamis, 17 November 2022

Indonesia Inisiasi Gerakan Penghapusan Kesenjangan Kesehatan

 

Jokowi ingin Indonesia dan negara berkembang lainnya menjadi bagian dalam rantai pasok kesehatan global. Menurut dia, negara berkembang perlu mengambil bagian agar bisa menghapus kesenjangan kesehatan dengan negara maju, di mana gap kesehatan, terutama infrastruktur sangat lebar.

"Kesenjangan kapasitas kesehatan tidak dapat dibiarkan. Negara berkembang perlu kemitraan yang memberdayakan. Negara berkembang harus menjadi bagian rantai pasok kesehatan global," ujarnya dalam pidato pembuka sesi 2 KTT G20, Bali.

Joko Widodo ingin Indonesia dan negara berkembang lainnya menjadi bagian dalam rantai pasok kesehatan global.

Jokowi ingin negara berkembang bisa menjadi bagian dari manufaktur dan riset kesehatan dunia. Tentunya, keinginan tersebut bisa dicapai dengan bantuan dari negara lain anggota G20.

"Ini hanya bisa terjadi jika investasi industri kesehatan ditingkatkan, kerja sama riset dan transfer teknologi diperkuat dan akses bahan baku produksi untuk negara berkembang diperluas," jelasnya.

Selain itu, Trade-Related Aspect on Intellectual Property Rights (TRIPS) Waiver atau perjanjian dalam akses kesehatan harus diperluas untuk menghasilkan solusi yang konkret, termasuk diagnostik dan terapeutik.

Jokowi juga berharap WHO bisa lebih kuat dalam mengawal isu kesehatan yang merata di seluruh dunia. "WHO juga harus merealisasikan komitmennya terkait hubs dan spokes solusi kesehatan," imbuhnya

Saat ini, Indonesia telah memiliki pandemic fund atau dana pandemi yang diluncurkan dalam rangkaian pelaksanaan KTT G20. Pandemic fund bertujuan agar dunia lebih mempersiapkan diri dalam menghadapi pandemi di masa depan.

Jokowi berharap anggota G20 ikut berkontribusi pendanaan untuk pandemic fund ini mengikuti langkah Indonesia. Sehingga, dana yang terkumpul nantinya bisa digunakan untuk mengatasi masalah kesehatan dunia, terutama kepada negara yang membutuhkan.

"Ini harus diikuti penambahan kontribusi pendanaan agar berfungsi secara optimal. Saya mengajak semua pihak berkontribusi, Indonesia telah berikan komitmen US$50 juta," pungkasnya.


Share:

Senin, 14 November 2022

Jokowi Luncurkan Pandemic Fund

Sri Mulyani mengatakan bahwa pada Minggu, Joko Widodo meluncurkan secara resmi pandemic fund (dana pandemi). Hal itu, dia sampaikan pada saat konferensi pers dalam Opening Remarks on Joint Finance and Health Minister' Meeting (JFHMM), yang diselenggarakan di Bali, pada Sabtu.

"Jokowi meluncurkan dana ini (dana pandemi), pada minggu, kita menjadikan acara ini menjadi acara peluncuran pandemic fund. Ini salah satu yang akan dilakukan Jokowi, di mana pada saat mengambil alih presidensi G20 dari Italia," kata Sri Mulyani.

Dia juga menambahkan bahwa salah satu fokus Indonesia adalah mengatasi persoalan pandemi, bagaimana dunia dapat membentuk mekanisme pendanaan yang dapat diandalkan untuk merespons pandemi yang lebih baik.

Selain itu, Sri Mulyani juga mengatakan bahwa sejauh ini ada beberapa negara yang juga turut berkontribusi dalam rencana pendanaan pandemi ini.

"Negara yang telah berkontribusi adalah Eropa, AS, Indonesia, China, Jepang, Jerman, Kanada, Republik Korea, UEA, Spanyol, Australia, Singapura, Norwegia, Selandia baru, dan malam ini kita dengar bahwa Prancis, Saudi Arabia, walaupun mereka nanti akan mengumumkan pada tingkat menteri jumlahnya berapa. Kemudian Afrika Selatan dan India."

Negara yang berkontribusi tersebut, merupakan negara anggota G20 dan undangan yang sudah memberikan komitmen untuk memberikan kontribusinya pada pandemic fund tersebut. Selain itu, ada juga tiga audiensi filantropi. JFHMM yang dipimpin Italia dan Indonesia serta didukung oleh WHO dan bank dunia, sudah memajukan mandat yang dipimpin G20 dengan membentuk FIF yang disebut sebagai pandemic fund.

 

Share:

Definition List

Unordered List

Support