Tampilkan postingan dengan label Perubahan Iklim. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Perubahan Iklim. Tampilkan semua postingan

Kamis, 02 Mei 2024

Semua Karena Mekanisme Pasar, Mendag: Kenaikan Harga Sejumlah Bahan Pokok Tidak Ada Kaitannya Dengan Keberlanjutan Pemerintahan Jokowi Tapi Semua Itu Disebabkan Adanya Perubahan Iklim Yang Berakibat Pada Penurunan Produksi

Yogyakarta -- Menteri Perdagangan (Mendag) menegaskan bahwa kenaikan harga sejumlah bahan pokok tidaklah memiliki kaitan langsung dengan keberlanjutan pemerintahan Jokowi. Menurutnya, kenaikan tersebut lebih disebabkan oleh perubahan iklim yang berdampak pada penurunan produksi.

Peningkatan harga bahan pokok memang menjadi perhatian penting bagi pemerintah, namun perubahan harga tersebut lebih dipengaruhi oleh faktor-faktor eksternal seperti perubahan iklim. Penurunan produksi akibat kondisi cuaca yang tidak menentu dapat mengganggu pasokan dan menyebabkan kenaikan harga di pasar.

Pemerintahan Jokowi telah melakukan berbagai langkah untuk mengatasi dampak kenaikan harga bahan pokok, termasuk dengan mengoptimalkan distribusi dan stabilisasi harga melalui intervensi pasar. Namun, penting untuk diingat bahwa mekanisme pasar memiliki dinamika sendiri, dan tidak semua faktor dapat langsung dikendalikan oleh pemerintah.

Dalam menghadapi tantangan harga bahan pokok yang naik, pemerintah terus melakukan koordinasi dengan para pemangku kepentingan dan menjalankan kebijakan yang proaktif untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pasokan. Selain itu, langkah-langkah jangka panjang seperti peningkatan produksi pertanian dan diversifikasi sumber daya juga menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam menghadapi fluktuasi harga bahan pokok.

Oleh karena itu, kenaikan harga sejumlah bahan pokok tidak dapat dijadikan indikator tunggal untuk menilai keberhasilan pemerintahan Jokowi. Sebaliknya, kita perlu memahami bahwa fenomena tersebut lebih berkaitan dengan dinamika pasar yang kompleks dan faktor-faktor eksternal seperti perubahan iklim. Penting bagi kita untuk tetap waspada dan responsif terhadap perubahan kondisi pasar, sambil terus mendukung upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

 

Share:

Sabtu, 04 Maret 2023

Waspada Jadi Kunci! Jokowi peringatkan semua orang untuk terus mewaspadai peningkatan bencana karena perubahan iklim

Yogyakarta – Perubahan iklim sedang mengintai seluruh dunia bahkan termasuk Indonesia juga tidak lepas dari dampak perubahan iklim. Perubahan iklim tentu bakal menjadi tantangan yang berat ke depan karena semuanya berubah dengan cepat.

Menanggapi hal tersebut Jokowi meminta kepada seluruh jajarannya untuk selalu mewaspadai terkait perubahan tersebut. Jokowi mengatakan bahwa perubahan iklim bisa berdampak pada meningkatnya frekuensi bencana alam yang terjadi di Indonesia.

Jokowi memaparkan selama 12 tahun sudah terjadi 3.544 bencana dari sebelumnya 1.945 bencana atau naik 81% pada kurun waktu yang sama yaitu 10 tahun. Bencana yang mengalami peningkatan yakni banjir, letusan gunung berapi, tanah longsor, gempa bumi serta bencana alam dan non alam lainnya.

Jokowi menekankan tahap prabencana sangat penting untuk memitigasi risiko serta meminimalisir korban dan kerugian akibat bencana. Tahapan pra bencana sendiri harusnya terdiri dari sistem peringatan dini, pendidikan terkait upaya penyelamatan diri dan pelatihan penyelamatan diri.

 

Share:

Selasa, 08 November 2022

Ma'ruf Amin Hadiri KTT COP 27

Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin telah tiba di Sharm El Sheikh, Republik Arab Mesir, pada Minggu malam (6/7/2022). 

Dikutip dari laman wapres.go.id pada Senin (7/11/2022) menyebutkan, kedatangan Wapres untuk menghadiri rangkaian kegiatan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Perubahan Iklim PBB atau Conference of the Parties (COP) ke-27.

Wapres dan rombongan mendarat di Bandara Internasional Sharm El Sheikh sekitar pukul 18.30 waktu setempat, setelah menempuh penerbangan dari Kairo. Tampak menyambut kedatangan Wapres di tangga pesawat, Menteri Kerja Sama Internasional Mesir Rania Al-Mashat, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Siti Nurbaya Bakar, serta Atase Pertahanan RI di Mesir Aria Sanggita Saleh.

Wapres akan mewakili Presiden Joko Widodo menghadiri Pembukaan Konferensi Tingkat Tinggi KTT COP ke-27 di Sharm El Sheikh International Convention Center.

Tidak hanya itu, usai menghadiri pembukaan KTT, Wapres juga dijadwalkan menyampaikan pidato pada agenda High Level Segment. Pada acara itu, seluruh kepala negara/pemerintahan diberikan kesempatan menyampaikan pidato, termasuk Wapres yang memperoleh urutan ke-33 setelah Wapres Kuwait.

Sebagai informasi, KTT Perubahan Iklim sebelumnya, yakni COP26 diselenggarakan pada 31 Oktober-12 November 2021 di Glasgow, Skotlandia, dengan mengangkat tema “Leading Action Together Climate”. Adapun Inggris bertindak sebagai Presiden dan Italia sebagai mitra penyelenggara selama periode 2020-2021. Pada KTT itu, Presiden Jokowi hadir langsung dan memberikan pidato pada World Leaders Summit on Forest and Land Use.

 

Share:

Selasa, 09 Agustus 2022

Jokowi Perintahkan BMKG Indentifikasi Risiko Iklim dan Dampaknya

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) untuk mengindentifikasi risiko perubahan iklim dan dampaknya bagi masyarakat Indonesia.

"Saya memerintahkan BMKG untuk mengindentifikasi risiko iklim dan dampaknya secara menyeluruh, mengidentifikasi adaptasi apa saja yang bisa kita lakukan, meningkatkan kapasitas SDM dan peralatan untuk permodelan cuaca dan iklim yang menggabungkan informasi dari teknologi satelit," ujar Rakornas BMKG 2022 yang disiarkan YouTube InfoBMKG, Senin (8/8/2022).

Jokowi juga meminta BMKG untuk memperkuat layanan informasi bagi nelayan dan petani untuk mengantisipasi cuaca ekstrem.

"Memperkuat layanan informasi BMKG dan literasi terutama di wilayah pertanian dan perikanan sehingga petani dan nelayan bisa mengantisipasi terjadinya cuaca ekstrem. Perluasan cakupan forum sekolah lapang iklim dan sekolah lapang cuaca nelayan sehingga bisa memberi dampak signifikan," kata Jokowi.

Jokowi mengungkapkan, dampak dari perubahan iklim sangat serius. Dan pemerintah Indonesia perlu memiliki kebijakan dan sistem yang teruji dan tangguh untuk menjamin ketahanan pangan secara merata dan berkesinambungan serta sistem peringatan dini ketika bencana akan terjadi.

"BMKG punya peran sangat strategis untuk mewujudkannya khususnya terkait monitoring prediksi dan peringatan dini kondisi cuaca serta iklim ekstrim. Ini sangat membantu untuk perumusan strategi pencegahan dan penanggulangan," ujarnya.

 

Share:

Definition List

Unordered List

Support