Tampilkan postingan dengan label tol laut. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tol laut. Tampilkan semua postingan

Senin, 21 November 2022

Jokowi Berhasil Bangkitkan Kejayaan Ekonomi Maritim

Dahlan Watihellu Peneliti senior Center for Indonesian Domestic and Foreign Policy Studies (Centris) mengatakan bahwa Jokowi berhasil membangun infrastruktur maritim untuk menjawab kebutuhan masyarakat, terutama masyarakat kepulauan Indonesia dengan membangun tol laut. Tol laut berperan penting dalam peningkatan kebangkitan ekonomi kepulauan.

“Infrastruktur maritim ini kalau disederhanakan namanya Tol Laut ya, yang saya lihat memang sangat berpotensi sekali untuk kepentingan ekonomi masyarakat. Tol Laut bisa meningkatkan ekonomi masyarakat, khususnya masyarakat pesisir,”  kata Watihellu

Dikatakan Watihellu, Indonesia merupakan negara kepulauan dan bahkan sebagian besar wilayah Indonesia adalah laut. Dasar itu membuat Jokowi menghadirkan program Tol Laut. 

“Indonesia ini sebagian besar adalah laut ya, dan pasti aktivitas itu banyak di laut. Khusus untuk Provinsi Maluku, Kepulauan Riau, NTT dan Maluku Utara pasti membutuhkan Tol Laut, hingga perlu adanya perhatian khusus untuk itu. Saya apresiasi Jokowi yang sudah membangun Tol Laut,” ucapnya.

Watihellu juga menyinggung soal Rancangan Undang-Undang (RUU) Daerah Kepulauan yang sejalan dengan program Tol Laut Jokowi. Pasalnya, jika RUU Daerah Kepulauan ini disahkan menjadi UU, maka arah pembangunan infrastruktur akan merata ke daerah-daerah kepulauan dan tidak terfokus di darat saja. 

“Bagaimana tol laut tanpa sadar sebelum disahkan sebagai UU, saya kira tol laut itu bagian dari RUU Daerah Kepulauan, itu harus secepatnya disahkan itu. Negara sangat paham hal tersebut. Ini untuk pemerataan arah pembangunan,” jelasnya.

Sementara itu, Akademisi Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar Anas Anwar Makkatutu mengagan, infrastruktur maritim ini merupakan isi lama yang dikenal dengan istilah Tol Laut. Untuk itu, sudah sangat tepat fokus pembangunan infrastruktur di bidang laut atau maritim. 

“Kalau bicara maritim itu kan isu lama, dulu kan kita kenal dengan rencananya tol laut. Jadi, kalau memang melihat kondisi negara kita, yang terdiri atas pulau-pulau maka memang seharusnya fokus dalam pembangunan infrastruktur di bidang laut,” ujarnya. 

Namun, menurut Anas Anwar Negara agak terlambat dalam memfokuskan program tersebut. Meski begitu, Anas Anwar mendukung Negara untuk terus membangun infrastruktur maritim. 

Karena kan, kita ini negara kepulauan. Kalau menurut saya harusnya dari dulu. Tetapi, okelah. Tidak ada kata terlambat. Jadi, sekarang tinggal, kita tidak butuh lagi yang namanya wacana-wacana. Kita butuh action,” ungkapnya. 

“Karena kan nenek moyang kita pelaut. Dan, kalau itu digerakkan pasti akan lebih mudah lalu lintas perdagangan barang dan jasa antar daerah itu penting dalam meningkatkan ekonomi lokal. Sudah menjadi langkah tepat, tingga bagaimana actionnya,” tutupnya.

 

Share:

Kamis, 30 Juni 2022

Tol Laut dan Penambahan Kapal Turunkan Harga Komoditas Hingga 30 Persen



        Proyek Tol Laut yang digagas Presiden Jokowi dinilai berhasil mendorong pemerataan harga beragam komoditi di seluruh pelosok Indonesia. Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut, Capt Mugen S Sartoto menyebutkan selain mampu memasarkan produk lokal, keberadaan Tol Laut di Tidore Kepulauan juga telah berhasil menurunkan harga bahan pokok penting atau Bapokting. "Berdasarkan informasi dari Dinas Perindustrian Perdagangan, Koperasi dan UKM Tidore keberadaan Tol Laut telah berhasil menurunkan harga," kata Mugen dalam keterangan tertulis, ditulis Selasa (21/6/2022).

Tol laut adalah konsep untuk memperbaiki proses pengangkutan logistik di Indonesia, sehingga proses distribusi barang,terutama bahan pangan, di Indonesia menjadi semakin mudah. Konsep ini berdampak terhadap harga bahan pokok yang semakin merata di seluruh wilayah Indonesia.

Sebagai contoh harga beras medium yang pengirimannya menggunakan Tol Laut dijual dengan harga Rp 9.500/kg, sementara yang pengirimannya tidak menggunakan Tol Laut dijual dengan harga Rp 10.000/kg. Kemudian, tepung terigu dijual Rp 10.000/kg (tol laut), sementara pedagang non Tol Laut menjual dengan harga Rp 15.000. Gula Pasir jualnya Rp 15.000, non tol laut Rp 16.000, air mineral 600 mili per karton Rp 45.000, non tol laut dijual Rp 55.000 per karton.

"Berdasarkan informasi Dinas Perindustrian Perdagangan, Koperasi dan UKM Tidore hampir semua barang bahanpokok dikirim dengan Tol laut dari Surabaya, misalnya beras, minyak goreng, gula, bawang merah dan barang penting seperti Semen, Keramik, Cat, Baja Ringan dan barang penting lainnya," jelas dia. Dari dinas Perindustrian perdagangan, barang lain yang mengalami penurunan yaitu Minyak goring, bawang merah, semen, keramik, cat, dan baja ringan.

“Konsep tol laut adalah bukti kecerdasan Jokowi dalam mencarikan solusi atas tingginya harga bahan-bahan pokok di luar pulau Jawa,” kata Alex Indra Lukman, anggota Komisi V DPR.

Masalah tersebut muncul karena sentra ekonomi di Indonesia terpusat di pulau Jawa dan di saat yang sama infrastruktur logistik, yaitu pelabuhan dan jalan raya, di Indonesia sangat minim, sehingga menyulitkan distribusi barang ke seluruh Indonesia. Jokowi memberikan solusi atas masalah itu dengan membuat konsep tol laut.

Jokowi meningkatkan kapasitas 24 pelabuhan yang sudah ada serta menambah armada kapal laut pengangkut barang ke seluruh pelosok Indonesia. Untuk mendukung konsep itu, Jokowi juga membangun jalan Tol Trans Jawa, Tol Trans Sumatra, jalan Trans Papua, Trans Sulawesi, dan Trans Kalimantan. Di pulau-pulau itu, Jokowi juga membangun rel kereta, yang tujuannya untuk memudahkan distribusi barang. "Jadi, konsep tol laut itu terintegrasi dengan pembangunan jalan-jalan tadi. Tol laut untuk koneksi antarpulau, kemudian infrastruktur jalan untuk memudahkan distribusi barang.

 

        Setelah semuanya terintegrasi, baru nanti akan berbondong-bondong masuk investor ke seluruh pelosok Indonesia," kata Alex. Melalui tol laut, ribuan dari sapi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT) bisa terkirim dengan cepat ke beberapa daerah di Indonesia, sehingga harga daging sapi tidak mengalami lonjakan tinggi di saat-saat tertentu, seperti di bulan Ramadan dan saat Idul Fitri. (*) 

Share:

Kamis, 23 Juni 2022

ISU TOL LAUT BUAT HARGA SEMBAKO TURUN DI INDONESIA TIMUR

 

Tol laut merupakan program nasional Presiden Joko Widodo yang dilatarbelakangi adanya disparitas harga yang cukup tinggi antara wilayah barat dan timur. Tol laut merupakan penyelanggaraan angkutan laut secara tetap dan teratur yang menghubungkan pelabuhan-pelabuhan hub disertai feder dari Sumatera hingga ke Papua dengan menggunakan kapal-kapal berukuran besar sehingga diperoleh manfaat ekonomisnya. Tol laut ini merupakan konsep yang diusung guna mendukung proses penganktan logistic. Dengan begtiu segala proses distribusi barang akan semakin mudah dan dapat lebih merata ke daerah-daerah terpencil

Dampak dari kehadiran Tol Laut ini sangat bisa dirasaka oleh masyarakat secara ekonomi, seperti penurunan harga bahan pokok di daerah 3T dan daerah perbatasan. Sebelumnya, hanya bahan-bahan pokok di daerah tersebut bisa melambung tinggi jika dibandingkan dengan wilayah lain yang lebih dekat ke pusat kota. Manfaat tol laut utama adalah penurunan harga di daerah tertinggal, daerah terpencil, daerah terluar, dan daerah berbatasan. Sebab selama ini terjadi disparatis (kesenjangan) harga pada beberapa barang kebutuhan pokok.

Program Tol Laut merupakan suatu konsep memperkuat jalur pelayaran yang dititikberarkan pada Kawasan Timur Indonesia. Konsep terbesut selain untuk mengkoneksikan jalur pelayaran dari Barat ke Timur Indonesia juga akan mempermudah akses niaga dari negara-negara Pasifik bagian selatan ke negara Asia bagian Timur. Transportasi laut yang belum terkoneksi secara maksimal menyebabkan biaya logistic melambung tinggi. Kondisi ini menjadi salah satu pemicu ekonomi biaya tinggi. Kehadiran tol laut diharapkan menjadi instrument pertumbuhan dan pemerataan ekonomi.

Harga bahan pokok di wilayah Indonesia bagian timur seperti Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara turun imbas Program Tol Laut yang digagas oleh Presiden Joko Widodo. Tol Laut dijalankan oleh Direktorat Jendral Perhubungan Laut Kementrian Perhubungan. Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut, Capt Mugen S Sartoto menyebutkan selain mampu memasarkan produk lokal, keberadaan Tol Laut di Tidore Kepulauan juga telah berhasil menurunkan harga bahan pokok penting atau Bapokting. Capt Morgan mengungkapkan, harga barang terutama bahan pokok (Bapokting) yang diambil dari agen pengguna Tol Laut herganya lebih murah disbanding harga barang yang pendistribusikanya tidak menggunakan Tol Laut.

              Sebagai contoh harga beras medium yang pengirimannya menggunakan Tol Laut dijual dengan harga Rp 9.500/kg, sementara yang pengirimannya tidak menggunakan Tol Laut dijual dengan harga Rp 10.000/kg. kemudian, tepung terig dijual Rp 10.000/kg (tol laut), sementara pedagang non Tol Laut menjual dengan harga Rp 15.000 Gula Pasit jualnya Rp 15.000, non tol laut Rp 16.000, ait mineral 600 mili per karton Rp 45.000, non tol laut dijual Rp 55.000 per karton.

              Berdasarkan catatan Menko, harga beras di wilayah Indonesia Timur sudah turun 22 persen dari Rp 13.000/kg sebelum tol laut beroperasi menjadi Rp 10.000/kg setelah adanya angkutan tol laut. Begitu pula, harga jual gula pasir turun 28 persen dari Rp 15.000/kg menjadi Rp 10.800/kg. Harga bawang merah sebelum tol laut beroperasi mencapai Rp 50.000/kg dengan adanya tol laut turun 20 persen menjadi Rp 40.000/kg. Kemudian harga minyak goreng curah turun 15 persen dari Rp 15.000/kg menjadi Rp 12.700/kg.

              Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Ridal Ramli mengklaim, harga kebutuhan pokok di Indonesia bagian Timur sudah berangsur turun seiring dengan berpontensinya proyek tol laut yang diinisiasi Presiden Joko Widodo. Menurut Rizal Ramli, keberadaan tol laut makin memperkecil gap harga barang di Indonesia Timur dengan Indonesia Barat. Hal itu dikarenakan trayek tol laut Jokowi yang telah dilalui oleh kapal laut berjadwal bersubsidi dari PT Pelni (Persero) dari Indonesia bagian barat  menuju bagian timur dan sebaliknya.

Berikut daftar 34 Trayek Tol Laut 2022. Saat ini pemetintah telah mengoprasikan enam trayek tol laut antara lain :

1. Tanjung Perak (Jawa Timur) – Tual (Maluku) – Fak-fak (Papua Barat) – Kaimana (Papua) – Timika (Papua) – Kaimana – fakfak – Tual – Tanjung Perak

·    2. Tanjung Perak – Saumlaki (Maluku) – Dodo (Maluku) – Merauke (Papua) – Dodo – Saumlaki – Tanjung Perak

·    3. Tanjung Perak – Reo (Nusa Tenggara Timur/NTT) – Maumere (NTT) – Lewoleba (NTT) – Rote (NTT) – Sabu (NTT) – Waingapu (NTT) – Sabu – Rote – Lewoleba – Maumere – Reo – Tanjung Perak

·    4. Tanjung Priok (DKI Jakarta) – Biak (Papua) – Serui (Papua) – Nebire (Papua) – Wasior (Papua Barat) – Manokwari (Papua Barat) – Wasior – Nabire – Serui – Biak – Tanjung Priok.

·    5. Tanjung Priok – Ternate (Maluku Utara) – Tobelo (Maluku Utara) – Babang (Maluku Utara) – Tobelo – Ternate – Tanjung Priok

·    6. Tanjung Priok – Kijang (Kepulauan Riau) – Natuna (Kepulauan Riau) – Kijang – Tanjung Priok.


Share:

Definition List

Unordered List

Support