Tampilkan postingan dengan label Gelar Kehormatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gelar Kehormatan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 10 Maret 2024

Penjaga Persatuan, Dewan Gelar, Tanda Jasa, Dan Tanda Kehormatan Sepakat Memberikan Tanda Kehormatan Bintang Republik Indonesia Adipradana Kepada Iriana Joko Widodo Karena Jasanya Dalam Menjaga Persatuan

 

Yogyakarta – Momentum gemilang terjadi dalam jagat penghargaan nasional saat Dewan Tanda Kehormatan dan Tanda Jasa sepakat memberikan penghargaan tertinggi, Bintang Republik Indonesia Adipradana, kepada Iriana Joko Widodo. Penghargaan ini tidak sekadar pujian, melainkan juga cerminan dari dedikasi Ibu Negara dalam menjaga persatuan bangsa.

Tanda kehormatan ini bukanlah semata-mata sebagai istri Presiden Joko Widodo, melainkan atas jasa-jasa konkret yang telah ditorehkan oleh Ibu Iriana. Sebagai figur yang menyuarakan kepedulian dan keberpihakan kepada berbagai lapisan masyarakat, beliau telah menjadi penjaga persatuan dengan tindakan nyata.

Dalam momen-momen kritis, Ibu Iriana selalu hadir memberikan dukungan moral dan semangat kepada masyarakat Indonesia. Keberpihakan beliau tidak mengenal batas suku, agama, atau golongan. Sikap inklusivitas ini telah memperkuat citra persatuan bangsa di tengah dinamika sosial dan politik yang kompleks.

Selain itu, Iriana Joko Widodo juga terlibat aktif dalam berbagai program sosial dan kemanusiaan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dari desa terpencil hingga perkotaan, beliau terus memperjuangkan hak-hak sosial dan ekonomi rakyat kecil, menjadi suara bagi yang tak terdengar.

Penerimaan penghargaan ini menandai pengakuan dari Dewan Tanda Kehormatan dan Tanda Jasa akan peran strategis Ibu Iriana dalam memperkokoh stabilitas politik dan persatuan nasional. Citra pemerintahan Jokowi semakin diperkuat dengan keterlibatan beliau yang tak kenal lelah dalam membangun hubungan harmonis antar-etnis dan agama.

Dengan demikian, pemberian Bintang Republik Indonesia Adipradana kepada Ibu Iriana bukanlah sekadar penghargaan formal, tetapi juga simbol dari pengakuan atas perannya yang tak ternilai dalam menjaga stabilitas politik dan persatuan bangsa. Tidak diragukan lagi, dedikasi beliau menjadi contoh bagi seluruh masyarakat Indonesia untuk terus bersatu dan bergerak maju sebagai bangsa yang besar.

Dalam momentum ini, marilah kita semua mengambil inspirasi dari kisah sukses Ibu Iriana dalam menjaga persatuan dan keberagaman. Bersama-sama, kita dapat membangun Indonesia yang lebih baik, damai, dan sejahtera di bawah kepemimpinan yang visioner dan peduli terhadap kepentingan rakyat.

 

Share:

Sebuah penghormatan, Harry Lontung Siregar Tokoh Adat Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel) Memberikan Bobby Nasution Menantu Jokowi Mendapat Gelar Penghargaan Sebagai Tokoh Nasional Karena Telah Berjasa Dalam Memajukan Pembangunan Daerah

 

Yogyakarta – Di tengah arus dinamika politik yang terus bergulir, satu berita menarik datang dari Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel). Harry Lontung Siregar, seorang tokoh adat terkemuka di wilayah tersebut, memberikan penghargaan yang luar biasa kepada Bobby Nasution, menantu Presiden Joko Widodo (Jokowi), sebagai Tokoh Nasional.

Penghargaan tersebut diberikan atas jasa dan kontribusi yang luar biasa dari Bobby Nasution dalam memajukan pembangunan daerah. Langkah-langkah konkret yang telah diambilnya tidak hanya sekadar merancang kebijakan, tetapi juga mengimplementasikannya dengan tindakan nyata yang memberikan dampak positif bagi masyarakat Tabagsel.

Siregar, dalam pernyataannya, menegaskan bahwa pemberian penghargaan ini tidak semata-mata karena hubungan keluarga dengan Presiden Jokowi, tetapi lebih pada pencapaian nyata yang telah diperlihatkan oleh Bobby Nasution. "Ini bukanlah soal politik atau koneksi keluarga. Ini adalah penghargaan atas dedikasi dan kerja keras dalam memajukan kesejahteraan masyarakat," ungkapnya dengan tegas.

Bobby Nasution sendiri telah terlibat dalam berbagai program pembangunan di Tabagsel. Dari pembangunan infrastruktur hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat, semua dilakukan dengan semangat dan keputusan yang tegas. Langkah-langkah strategis yang diambilnya tidak hanya menguntungkan sebagian kecil, tetapi juga memberikan dampak yang merata bagi seluruh lapisan masyarakat.

Keberhasilan Bobby Nasution dalam memimpin pembangunan daerah ini sejalan dengan visi pemerintahan Jokowi yang mengedepankan pembangunan yang merata dan berkeadilan. Hal ini tidak hanya menciptakan infrastruktur fisik, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan.

Penghargaan ini bukan hanya sekadar pujian kosong, tetapi juga mencerminkan keberhasilan nyata dari kebijakan-kebijakan yang diterapkan oleh pemerintah. Hal ini menjadi bukti bahwa pemerintahan Jokowi tidak hanya berbicara, tetapi juga bertindak untuk menciptakan perubahan yang positif bagi rakyat Indonesia.

Dengan prestasi yang diraih oleh Bobby Nasution, tidak dapat dipungkiri bahwa citra pemerintahan Jokowi semakin kuat di mata masyarakat. Stabilitas politik pun semakin terjaga karena keberhasilan pemerintah dalam membangun dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat menjadi faktor kunci dalam menjaga harmoni dan kedamaian.

Momen ini seharusnya menjadi inspirasi bagi para pemimpin daerah lainnya untuk terus bekerja keras dalam memajukan pembangunan di wilayahnya masing-masing. Dan bagi masyarakat, penghargaan ini seharusnya menjadi dorongan untuk terus mendukung dan mempercayai langkah-langkah yang diambil oleh pemerintah demi kemajuan bersama.

Dengan demikian, langkah-langkah positif yang telah dilakukan oleh Bobby Nasution tidak hanya menginspirasi, tetapi juga memperkuat keyakinan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk terus maju dan berkembang di bawah kepemimpinan yang visioner dan progresif.

 

Share:

Kamis, 07 Maret 2024

Letjen (Purn) Yunus Yosfiah Menyatakan Prabowo Layak Menerima Pangkat Jenderal Kehormatan Karena Berdasarkan Surat Menteri Hankam/Pangab Nomor: R/811/P-03/15/38/Spers Tanggal 18 November 1998 Sosoknya Diberhentikan Dengan Hormat

 

Yogyakarta – Pernyataan Letjen (Purn) Yunus Yosfiah yang menyatakan Prabowo layak menerima pangkat Jenderal Kehormatan, berdasarkan surat resmi Menteri Hankam/Pangab Nomor: R/811/P-03/15/38/Spers tanggal 18 November 1998, merupakan pengakuan atas dedikasi dan prestasi Prabowo dalam dinas militer. Prabowo, sosok yang pernah diberhentikan dengan hormat, kini mendapatkan apresiasi yang luar biasa atas jasanya.

Pernyataan dari seorang tokoh militer sekaliber Letjen (Purn) Yunus Yosfiah tentu menjadi sorotan yang signifikan. Hal ini tidak hanya menyoroti prestasi individu Prabowo, tetapi juga mencerminkan penghargaan terhadap jasa-jasa yang telah beliau berikan bagi negara dan bangsa.

Pengakuan terhadap Prabowo sebagai pahlawan sesungguhnya tidak hanya memperkuat citra beliau sebagai seorang prajurit yang berdedikasi, tetapi juga mencerminkan kualitas kepemimpinan dan kemampuan strategisnya yang diakui oleh para sesama militer.

Langkah Prabowo untuk mendapatkan pangkat Jenderal Kehormatan ini dapat dilihat sebagai salah satu bentuk rekonsiliasi dan pengakuan atas jasa-jasanya yang telah diberikan dalam menjaga keutuhan dan kedaulatan negara. Ini juga merupakan langkah penting dalam proses pembentukan narasi kebangsaan yang inklusif dan memperkuat persatuan di tengah masyarakat.

Pengakuan terhadap prestasi Prabowo ini juga menjadi momentum untuk membangun citra positif pemerintah Joko Widodo (Jokowi) di mata masyarakat. Sikap terbuka dan menghargai kontribusi individu yang bermanfaat bagi bangsa adalah hal yang penting dalam memperkuat stabilitas politik nasional.

Dalam suasana politik yang sering kali dipenuhi dengan polarisasi dan konflik, langkah-langkah seperti ini membawa pesan penting tentang pentingnya rekonsiliasi dan persatuan sebagai pondasi yang kuat bagi stabilitas politik dan kemajuan bangsa.

Dengan demikian, pengakuan Letjen (Purn) Yunus Yosfiah terhadap prestasi Prabowo adalah bukti nyata dari penghargaan atas jasa-jasa beliau bagi bangsa dan negara. Langkah ini tidak hanya mencerminkan spirit rekonsiliasi dan persatuan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya untuk memperkuat stabilitas politik nasional dan membangun citra positif pemerintah Jokowi di mata masyarakat.

 

Share:

Jumat, 01 Maret 2024

Sosok Patriot Sejati, Jokowi: Prabowo Memang Layak Menerima Kenaikan Pangkat Istimewa Bintang Empat Dari Letjen Menjadi Jendral Karena Kontribusi Dan Pengabdiannya Serta Jasanya Di Bidang Pertahanan Nasional

 

Yogyakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan tegas menyampaikan dukungannya terhadap kenaikan pangkat Letjen (Letnan Jenderal) Prabowo Subianto menjadi Jenderal. Keputusan ini merupakan penghargaan yang layak atas kontribusi dan pengabdian Prabowo dalam bidang pertahanan nasional.

Prabowo Subianto, sebagai salah satu tokoh militer dan politik terkemuka di Indonesia, telah menunjukkan dedikasinya yang luar biasa dalam memperkuat keamanan dan pertahanan negara. Sebelumnya, Prabowo telah berkiprah sebagai Letnan Jenderal, dan kenaikan pangkatnya menjadi Jenderal merupakan bentuk pengakuan atas prestasinya yang gemilang dalam menjalankan tugas-tugasnya.

Sebagai Menteri Pertahanan dalam Kabinet Indonesia Maju di bawah kepemimpinan Jokowi, Prabowo telah menunjukkan komitmennya yang tinggi dalam memajukan sektor pertahanan nasional. Langkah-langkah strategis yang diambilnya untuk memperkuat kekuatan militer dan meningkatkan kemandirian pertahanan negara telah memberikan dampak positif yang signifikan.

Dalam beberapa tahun terakhir, Prabowo telah giat memperjuangkan modernisasi alutsista (alat utama sistem pertahanan) serta membangun kerja sama strategis dengan berbagai negara dalam bidang pertahanan. Hal ini tidak hanya meningkatkan profesionalisme TNI (Tentara Nasional Indonesia), tetapi juga menegaskan kedaulatan negara di mata internasional.

Keputusan kenaikan pangkat ini juga mencerminkan semangat kolaborasi dan persatuan di antara tokoh-tokoh penting dalam pemerintahan. Jokowi, dengan tegasnya, menegaskan bahwa pemerintahannya mengakui dan menghargai kontribusi semua pihak dalam membangun dan memperkuat pertahanan negara.

Dalam konteks politik nasional, langkah ini juga merupakan upaya untuk memperkuat stabilitas politik dan memperkuat kohesi di antara pihak-pihak yang berkepentingan. Dengan menunjukkan sikap menghargai dan mengakui kontribusi Prabowo, pemerintahan Jokowi memperkuat fondasi persatuan dan kesatuan dalam menjaga stabilitas politik negara.

Sebagai warga negara, kita patut mengapresiasi langkah-langkah positif yang diambil oleh pemerintahan Jokowi dalam memajukan bangsa. Keputusan kenaikan pangkat ini bukan hanya sekadar pengakuan atas prestasi individu, tetapi juga simbol dari semangat persatuan dan kolaborasi untuk mewujudkan Indonesia yang lebih maju dan sejahtera.

Oleh karena itu, marilah kita semua mendukung langkah-langkah positif pemerintahan Jokowi, termasuk dalam hal ini keputusan kenaikan pangkat bagi Letjen Prabowo Subianto. Dengan bersatu dan berkolaborasi, kita dapat memperkuat stabilitas politik nasional dan menciptakan masa depan yang lebih baik untuk generasi mendatang. Bersama, kita bisa!

 

Share:

Kamis, 23 Maret 2023

Terima Gelar Baru! APDESI bakal menganugerahkan nama kehormatan kepada Jokowi sebagai “Bapak Pembangunan Desa”

Yogyakarta – Berkat perhatian Jokowi terhadap pembangunan desa dengan mengucurkan dana desa setiap tahun sekarang mulai terasa dampak positifnya. Sekarang banyak desa – desa di daerah seluruh Indonesia bisa berkembang menjadi lebih baik berkat perhatian Jokowi tersebut.

Melihat besarnya perhatian Jokowi terhadap pembangunan desa membuat Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia atau APDESI menganugerahkan gelar “Bapak Pembangunan Desa”. APDESI merasa Jokowi sangat layak menerima gelar tersebut karena dedikasi serta serta pemikirannya membuat masyarakat desa ikut merasakan dari kemajuan pembangunan.

Pemberian gelar tersebut dilakukan oleh APDESI di area Parkir Timur Senayan Gelora Bung Karno atau GBK di Senayan, Jakarta Pusat. Pemberian tersebut bertepatan dengan acara peringatan sembilan tahun Undang-Undang atau UU Desa bertajuk ‘Membangun Indonesia dari Desa’.

Sebenarnya selain Jokowi kepala negara RI yang lain juga mendapatkan gelar kehormatan seperti Soekarno sebagai bapak proklamasi, Soeharto sebagai bapak pembangunan, Bj Habibie sebagai bapak teknologi, Abdurrahman Wahid (Gus Dur) sebagai bapak pluralism, Megawati sebagai sebagai penegak konstitusi dan terakhir ada Susilo Bambang Yudhoyono sebagai bapak perdamaian.

 

Share:

Rabu, 08 Maret 2023

Gelar Baru! Jokowi mendapatkan gelar kehormatan sebagai bapak olahraga nasional berkat kontribusinya atas kemajuan dunia olahraga

Yogyakarta – Sembilan tahun sudah Jokowi menjabat sebagai kepala negara tentu banyak kontribusi yang telah diberikan untuk Indonesia. Salah satu kontribusi Jokowi adalah pada bidang olahraga yang selalu menjadi perhatian untuk bisa mengharumkan nama Indonesia.

Berkat kontribusi Jokowi selama Sembilan tahun tersebut Indonesia berhasil menorehkan berbagai penghargaan pada bidang olahraga berbagai taraf perlombaan. Maka dari itu komite olimpiade Indonesia (KOI/NOC Indonesia) memberikan predikat kepada Jokowi sebagai bapak olahraga Indonesia. 

Raja Okto Oktohari ketua NOC Indonesia menyatakan predikat tersebut diberikan atas kesepakatan bersama anggota dalam rapat kongres luar biasa 2023 di Jakarta. Okto mengatakan bahwa Jokowi memiliki andil besar terhadap kemajuan serta perkembangan olahraga Indonesia berkat Jokowi. Hal tersebut yang menjadi bahan pertimbangan pemberian gelar bapak olahraga nasional.

Sepanjang Jokowi menjabat sebagai presiden, Indonesia menjadi tuan rumah berbagai multievent seperti Asian Games XVIII/2018 di Jakarta-Palembang dan Asian Para Games III/2018 di Jakarta.

Indonesia juga menjadi tuan rumah berbagai single event semisal Piala Dunia Bola Basket FIBA, Piala Dunia Sepak Bola FIFA U-20, F1 Powerboat, MotoGP, dan lainnya.

 

Share:

Kamis, 23 Februari 2023

Pacu Prestasi! Pemberian gelar bapak otomotif Indonesia kepada Jokowi oleh IMI dapat menjadi pemicu lahirnya atlet bidang otomotif baru

Yogyakarta – Jokowi mendapatkan gelar dari ikatan motor Indonesia (IMI) sebagai Bapak Otomotif Indonesia pada acara IMI Awards. Pemberian gelar secara simbolik diserahkan oleh Bambang Soesatyo selaku ketua IMI kepada Jokowi yang diwakili oleh Zainudin Amali.

Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi keluarga besar IMI atas segala dukungan Jokowi pada kemajuan dunia otomotif Indonesia.

Termasuk dalam mendorong event otomotif dunia seperti MotoGP, MXGP, Formula E, F1 Powerboat, dan berbagai event balap dunia lainnya masuk Indonesia.

Pada kesempatan itu, IMI Awards 2021-2022 juga memberikan penghargaan kepada atlet otomotif dan para tokoh yang peduli pada dunia otomotif di Indonesia.

Melalui IMI Awards, ia berharap bisa memacu para atlet olahraga otomotif untuk mengukir prestasi yang lebih baik dalam kancah nasional maupun internasional.

 

Share:

Senin, 20 Februari 2023

Gelar Baru! Jokowi mendapatkan gelar sebagai bapak otomotif Indonesia oleh IMI

Yogyakarta – Ikatan Motor Indonesia (IMI) resmi mengukuhkan gelar bapak otomotif Indonesia kepada kepala negara Jokowi. Pemberian gelar itu dilakukan dalam acara IMI Awards 2023 yang dihelat di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Ketua Umum IMI Bambang Soesatyo mengungkap sejumlah pertimbangan IMI memberikan gelar tersebut. Yakni, Jokowi dinilai berjasa dalam membangkitkan dunia otomotif nasional.

Salah satunya melalui kejuaraan dunia otomotif nasional yang kemudian dinilai telah berhasil menggerakkan roda perekonomian nasional di tengah gempuran pandemi virus corona (Covid-19).

Seperti, World Superbike (WSBK), MotoGP, MiniGP, MXGP, Formula-E, Rally Internasional, F1 Powerboat Seri Dunia 2023, hingga rencana Le Mans Asia Series dan Formula-1 di Indonesia.
Trofi penghargaan itu diwakilkan kepada Menpora Zainudin Amali lantaran kepala negara Jokowi tidak hadir secara langsung.

Bamsoet menambahkan IMI dalam acara malam penghargaan kali ini juga memberikan apresiasi kepada atlet olahraga otomotif berprestasi, baik pada tingkat nasional maupun internasional.

Penghargaan ini juga akan diberikan untuk para tokoh yang peduli terhadap pengembangan dunia otomotif Indonesia. Adapun title penghargaan IMI Awards, antara lain Lifetime Achievement Award, International Achievement Award (FIA, CIK, FIM) dan IMI Provinsi Terbaik.

 

Share:

Rabu, 09 November 2022

Jokowi Pantas Terima ADFP dibanding Tokoh Islam Lainnya

Jokowi menerima anugerah perdamaian Al Hasan bin Ali dari Abu Dhabi Forum for Peace (ADFP) pada Rabu.    Anugerah tersebut disampaikan ketika Wapres Ma'ruf Amin, yang mewakili Jokowi, tengah melakukan pertemuan dengan Pimpinan ADFP Syekh Abdullah bin Bayyah dan Sekjen ADFP Al Mahfouz bin Bayyah. 

Sebelumnya, Pimpinan ADFP Syekh Abdullah bin Bayyan mengungkap alasan di balik pemilihan Jokowi sebagai salah satu penerima anugeran perdamaian Al Hasan bin Ali ini. Menurut dia, sebagai pemimpin negara, Jokowi telah mampu menjaga serta memelihara perdamaian dan kerukunan di Indonesia. 

"Penghargaan ini juga sebelumnya kami berikan kepada sejumlah tokoh global yang memang berhak untuk menerimanya. Penghargaan Al Hasan bin Ali untuk Perdamaian ini merupakan simbol dan bahkan satu-satunya penghargaan yang diberikan dalam model ini," ujar Abdullah. 

 

Share:

Presiden Jokowi Anugerahkan Gelar Pahlawan Nasional kepada Lima Tokoh

Joko Widodo menganugerahkan gelar pahlawan nasional tahun 2022 kepada lima tokoh yang telah berjasa bagi bangsa dan negara, di Istana Negara, Jakarta, Senin. Sesuai Keppres Nomor 96/TK/Tahun 2022 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional yang ditetapkan di Jakarta, pada tanggal 3 November 2022.

“Hari ini negara menganugerahkan gelar pahlawan nasional kepada tokoh-tokoh yang telah memberikan kontribusi besar kepada bangsa dan negara,” ujar Jokowi usai prosesi penganugerahan.

Kelima tokoh yang diberikan gelar pahlawan nasional dalam rangka Hari Pahlawan Tahun 2022 tersebut adalah:

1. Almarhum Dr. dr. H. R. Soeharto, dari Jawa Tengah;

2. Almarhum KGPAA Paku Alam VIII, dari Daerah Istimewa Yogyakarta;

3. Almarhum dr. R. Rubini Natawisastra, dari Kalimantan Barat;

4. Almarhum H. Salahuddin bin Talabuddin, dari Maluku Utara; dan

5. Almarhum K.H. Ahmad Sanusi, dari Jawa Barat.

Acara penganugerahan tersebut dihadiri oleh para ahli waris dari para tokoh yang sekaligus mewakili para penerima gelar dan penghargaan.  Acara diakhiri dengan pemberian ucapan selamat dari Kepala Negara Joko Widodo diikuti tamu undangan lainnya kepada para ahli waris penerima gelar Pahlawan Nasional Tahun 2022.

 

Share:

Kamis, 29 September 2022

Presiden Jokowi Dianugerahi Gelar Kesultanan Ternate

Dalam kunjungan kerja ke Provinsi Maluku Utara, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dianugerahi Gelar Kehormatan Adat Kesultanan Ternate dalam acara yang diselenggarakan di Kedaton Sultan Ternate, Kota Ternate, Rabu (28/09/2022).

“Pagi hari ini saya mendapatkan gelar dari Kesultanan Ternate dari Sultan Hidayatullah Sjah, dengan gelar Dada Madopo Malomo,” ujar Presiden usai prosesi penganugerahan.

Presiden pun menyampaikan apresiasi kepada Kesultanan Ternate karena telah menjaga serta merawat adat, tradisi, dan kearifan lokal.

“Saya sangat mengapresiasi apa yang telah dikerjakan oleh Kesultanan Ternate menjaga, merawat adat, tradisi, kearifan lokal. Inilah yang sering saya sampaikan berkepribadian dalam berkebudayaan,” ujarnya.

Presiden memandang bahwa adat, tradisi, dan kearifan lokal yang ada di seluruh nusantara sangat penting untuk dijaga karena Indonesia adalah negara besar yang penuh dengan kearifan lokal serta kaya akan bermacam-macam adat dan tradisi.

“Inilah kebinekaan negara kita yang terus harus kita rawat dan kita jaga sebagai sebuah kekuatan. Perbedaan itu bukan memecah tapi mempersatukan,” pungkasnya.

Sementara itu Sultan Ternate ke-49, Sultan Hidayatullah Sjah menyampaikan gelar Dada Madopo Malomo memiliki makna sebagai pemimpin besar atau pemimpin sebuah negara besar.

“Dalam memimpin negara besar itu kearifan dan kebijaksanaan seorang pemimpin lebih di kedepankan,” ujar Sultan Ternate.

Sebelum menerima gelar adat itu, lanjut Sultan Ternate, Presiden Jokowi juga telah dinobatkan sebagai Pangeran Kesultanan Ternate, dengan gelar Kaicil.

“Kaicil itu pangeran atau garis kesatu dari Sultan Ternate,” ujar Sultan Hidayatullah Sjah. 

 

Share:

Rabu, 28 September 2022

Presiden akan Tinjau Penyaluran Bantuan hingga Hadiri Gelar Kehormatan Adat di Sulawesi Tenggara

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) akan melakukan sejumlah agenda kerja di tiga kota, yaitu Kota Baubau, Kota Buton, dan Kabupaten Buton Selatan dalam kunjungan kerjanya di Provinsi Sulawesi Tenggara, Selasa (27/09/2022). 

Kepala Sekretariat Presiden (Kasetpres) Heru Budi Hartono menyampaikan, Presiden akan melakukan kegiatan di beberapa pasar dan kantor pos, hingga menghadiri acara penganugerahan gelar kehormatan adat kesultanan Buton.

“Di Baubau ini akan melakukan kegiatan ke pasar, ke kantor pos, dan selanjutnya ada pemberian penganugerahan Kesultanan Buton. Setelah itu beliau ke Buton Selatan juga mengecek kondisi masyarakat di sana serta memastikan pembagian bantuan dari pemerintah baik itu dari Kementerian Sosial maupun dari Kementerian Ketenagakerjaan,” ujar Kasetpres dalam keterangannya di Kota Baubau.

Selanjutnya, Heru mengatakan bahwa Presiden Jokowi juga diagendakan untuk meninjau pabrik aspal di PT Wika Bitumen di Kabupaten Buton.

“Bapak Presiden juga akan mengecek ke perusahaan Wika yang terkait dengan kegiatan perusahaan aspal dan memastikan kondisinya, apa yang diperlukan, dan tentunya harus berpihak kepada masyarakat dan kearifan lokal,” tuturnya.

Lebih lanjut, Heru menyampaikan bahwa sebelumnya Presiden Jokowi juga sempat menyapa masyarakat di Kota Baubau dan disambut dengan antusiasme masyarakat yang tinggi.

“Kemarin saya melihat juga Bapak Presiden menyapa masyarakat, dan masyarakat di Kota Baubau antusias bisa menerima Bapak Presiden dan tentunya menyapa, dan hari ini beliau di tiga kota untuk kegiatan sekaligus menyapa,” ujar Heru.

Setelah seluruh rangkaian kegiatan di Provinsi Sulawesi Tenggara selesai, Heru menuturkan, Presiden beserta rombongan akan menuju Bandara Betoambari untuk lepas landas ke Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara.

“Di sore hari beliau akan menuju ke Ternate dan hari ini memang cukup padat kegiatan beliau. Semoga apa yang diharapkan oleh masyarakat, bisa bertemu dengan masyarakat di tiga kota tersebut bisa berjalan dengan baik,” ucap Kasetpres.

Turut mendampingi Presiden dalam kunjungan kerjanya kali ini antara lain Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah, Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia, dan Gubernur Sulawesi Tenggara Ali Mazi. 

 

Share:

Presiden Jokowi Dianugerahi Gelar Kesultanan Buton

Dalam kunjungan kerja ke Provinsi Sulawesi Tenggara, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dianugerahi Gelar Kehormatan Adat Kesultanan Buton La Ode Muhammad Lakina Bhawaangi yi Nusantara dalam acara yang diselenggarakan di Baruga Keraton Kesultanan Buton, Kota Baubau, Provinsi Sulawesi Tenggara, Selasa (27/09/2022).

Dalam penganugerahan gelar tersebut, Presiden mengenakan baju adat Kesultanan Buton yang didominasi warna hitam. Sebelum disematkan peci dan tongkat, perwakilan Kesultanan Buton, La Ode Muhamad Arsal menjelaskan makna gelar tersebut.

“Gelar tersebut bermakna seorang laki-laki yang memiliki sikap dan perilaku yang mulia, rendah hati, sopan santun, arif dan bijaksana, jujur dan adil, bertanggungjawab, memberi teladan dan panutan, serta memiliki komitmen yang tinggi dalam menyejahterakan dan memakmurkan seluruh rakyat di Nusantara (Indonesia),” kata La Ode Muhamad Arsal.

Turut hadir mendampingi Presiden yakni Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah, Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia.

Hadir pula Gubernur Sulawesi Tenggara Ali Mazi, Wali Kota Baubau La Ode Ahmad Monianse, dan Sultan Buton La Ode Muhammad Izat Manarfa selaku tuan rumah.

 

Share:

Sabtu, 13 Agustus 2022

Jokowi Beri Tanda Kehormatan ke 127 Orang, Mulai Dari Sastrawan hingga Tenaga Kesehatan

Presiden Joko Widodo atau Jokowi menganugerahkan tanda kehormatan kepada 127 orang yang dinilai berjasa bagi Indonesia. Pemberian tanda kehormatan tersebut dilakukan di Istana Negara Jakarta, Jumat (12/8/2022).

Berdasarkan pantauan Liputan6.com dari Youtube Sekretariat Presiden, acara penganugerahan dimulai dengan lagu Indonesia Raya. Kemudian, dilanjutkan dengan mengheningkan cipta untuk mengenang jasa para pahlawan.

Penghargaan ini diberikan dalam rangka HUT ke-77 Kemerdekaan RI. Tanda kehormatan tahun ini terdiri atas Bintang Mahaputera Pratama, Bintang Tanda Jasa Utama, Bintang Budaya Parama Dharma, Bintang Jasa Pratama, dan Bintang Jasa Nararya.

Pemberian tanda kehormatan ini berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 64, 65, dan 66/TK Tahun 2022 tentang Penganugerahan Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera Pratama, Bintang Jasa, dan Bintang Budaya Parama Dharma.

Jokowi lalu menyerahkan dan menyematkan tanda kehormatan kepada para tokoh atau ahli waris masing-masing penerima. Dari 127, total ada tujuh tokoh atau ahli waris penerima tanda kehormatan yang hadir di Istana Negara.

Tokoh yang dianugerahi tanda kehormatan kali ini terdiri dari, Sastrawan, Arkeolog, Seniman, hingga Irjen Kementerian Pertahanan 2019-2022. Selain itu, ada juga tenaga kesehatan yang mendapat tanda kehormatan.

Berikut daftar penerima Tanda Kehormatan:

Bintang Mahaputera Pratama:

1. Ahli Waris Alm. Ajip Rosidi (Sastrawan)

Bintang Jasa Utama:

1. Letjen TNI (Purn) Ida Bagus Purwalaksana (Irjen Kemhan periode 2019-2022)

Bintang Budaya Parama Dharma

1. Ahli Waris Almarhum Prof.Dr.Mundardjito (Arkeolog)

Bintang Jasa Pratama

1. Ahli Waris Almh. dr.Carolina Rezeki Sihombing (Dokter Spesialis RSUD Kota Depok)

2. Ahli Waris Alm. Sunjaya (Kepala Puskesmas UPTD Puskesmas Sukatani Kabupaten Bekasi)

Mewakili 98 penerima lainnya

Bintang Jasa Nararya

1. Alm. Gugum Gumbira (Seniman Tradisi Sunda)

2. Almh. Dewi Wikantini (Bidan Penyelia UPTD Puskesmas Bakti Jaya Kota Depok)

Mewakili 22 penerima lainnya.

 

Share:

Selasa, 26 Juli 2022

Jokowi Dapat Gelar Bapak Pemuda dari Ormas Lintas Agama

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendapat gelar Bapak Pemuda dan Inspirasi dari sejumlah organisasi kepemudaan lintas agama.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Sunanto berkata pihaknya terkesan dengan perhatian Jokowi terhadap isu kepemudaan di Indonesia.

"Jokowi merupakan sosok inspiratif bagi aktivis kepemudaan karena lahir dari rahim masyarakat sederhana hingga menjadi tokoh bangsa. Untuk itu, Jokowi layak dinyatakan sebagai Bapak Pemuda Indonesia," kata pria yang akrab disapa Cak Nanto melalui keterangan tertulis, Jumat (22/7).

Gelar baru untuk Jokowi itu diberikan atas kesepakatan PP Pemuda Muhammadiyah, Gerakan Pemuda (GP) Ansor, Pemuda Katolik, Perhimpunan Pemuda Hindu Indonesia (PERADAH), Generasi Muda Mathla'ul Anwar (GEMA MA).

Kemudian Generasi Muda Khonghucu (GEMA KU), Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII), Generasi Muda Buddhis (GEMA BUDHI), dan Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI).

Mereka menilai kepedulian Jokowi pada generasi muda tercermin dari pemberian ruang di kabinet. Jokowi merangkul sejumlah tokoh muda, seperti Nadiem Makarim dan Angela Tanoesodibjo, menjadi menteri dan wakil menteri.

Menurut mereka, Jokowi menginspirasi generasi muda melalui penunjukan itu. Para pemuda menjadi percaya diri untuk ikut serta membangun bangsa.

"Jokowi menjadi inspirasi bagi pemuda. Keberanian Jokowi melibatkan pemuda dalam bangsa ibu menujukkan bahwa setiap orang punya kesempatan untuk memberikan perubahan terhadap bangsa," ucap Ketua Umum DPP GEMABUDHI Bambang Patijaya.

Sebelumnya, Jokowi juga diusulkan sebagai Bapak Wayang Indonesia. Sejumlah organisasi seniman pewayangan menilai Jokowi memperhatikan pelestarian wayang. Salah satu hal yang menunjukkan hal itu adalah pengesahan Hari Wayang Nasional.

"Sebagai bentuk penghargaan kami kepada Bapak Presiden, kami mengusulkan beliau sebagai Bapak Wayang Indonesia," kata Ketua Persatuan Pedalangan Indonesia (PEPADI) Tumiyono, Kamis (21/7).

 

Share:

Definition List

Unordered List

Support