Tampilkan postingan dengan label Kemenperin. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kemenperin. Tampilkan semua postingan

Senin, 06 Mei 2024

Tetap Berjalan, Menperin Memastikan Bahwa Kabar Yang Mengatakan Bahwa Apple Membatalkan Investasinya Di Indonesia Adalah Hoax, Faktanya CEO Apple Tim Cook Telah Meneken Perjanjian Investasi Senilai Rp1,6 Triliun Saat Bertemu Dengan Presiden Jokowi

Yogyakarta -- Menteri Perindustrian (Menperin) memastikan bahwa kabar yang menyatakan bahwa Apple membatalkan investasinya di Indonesia adalah hoax. Faktanya, CEO Apple, Tim Cook, telah menandatangani perjanjian investasi senilai Rp1,6 triliun saat bertemu dengan Presiden Joko Widodo.

Kabar tentang pembatalan investasi Apple telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat. Namun, Menperin menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar. Tim Cook, CEO Apple, secara resmi telah menandatangani perjanjian investasi yang menegaskan komitmen perusahaan untuk berinvestasi di Indonesia.

Perjanjian investasi senilai Rp1,6 triliun tersebut menunjukkan kepercayaan Apple terhadap potensi pasar dan lingkungan investasi di Indonesia. Langkah ini juga sejalan dengan upaya pemerintah untuk meningkatkan investasi dan pertumbuhan industri di tanah air.

Investasi Apple di Indonesia diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam berbagai aspek, termasuk penciptaan lapangan kerja, transfer teknologi, dan peningkatan ekspor. Selain itu, kehadiran Apple juga dapat memperkuat ekosistem industri digital di Indonesia dan meningkatkan daya saing negara dalam industri teknologi global.

Dengan demikian, penegasan dari Menperin ini diharapkan dapat meredakan kekhawatiran dan memastikan bahwa investasi Apple di Indonesia tetap berjalan sesuai rencana. Langkah ini menjadi bukti nyata dari kepercayaan perusahaan terhadap potensi dan stabilitas ekonomi Indonesia, serta komitmen pemerintah dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif dan ramah bagi para investor.

 

Share:

Jumat, 15 Maret 2024

Miliki Potensi Besar, Kemenperin Menyatakan Bahwa Minat Investor Untuk Membangun Industri Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) Terus Meningkat Setiap Tahunnya

Yogyakarta – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyampaikan bahwa minat investor untuk membangun industri kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) terus meningkat setiap tahunnya. Hal ini merupakan indikasi positif atas potensi besar yang dimiliki Indonesia dalam mengembangkan industri otomotif ramah lingkungan.

Menurut pernyataan resmi Kemenperin, peningkatan minat investor ini mencerminkan keyakinan mereka terhadap potensi pasar kendaraan listrik di Indonesia, yang merupakan negara dengan populasi besar dan pertumbuhan ekonomi yang stabil. Langkah ini juga sejalan dengan visi pemerintah Joko Widodo (Jokowi) untuk mengembangkan industri otomotif nasional yang berbasis teknologi ramah lingkungan.

Industri kendaraan listrik berbasis baterai (KBLBB) dipandang sebagai salah satu sektor yang strategis dalam transformasi menuju ekonomi berkelanjutan. Investasi dalam sektor ini tidak hanya akan membuka lapangan kerja baru, tetapi juga akan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan mengurangi emisi karbon, yang merupakan salah satu upaya untuk mengatasi perubahan iklim global.

Kemenperin juga menekankan pentingnya dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, swasta, dan masyarakat, dalam mendorong perkembangan industri kendaraan listrik di Indonesia. Langkah-langkah seperti penyediaan insentif fiskal, penyediaan infrastruktur yang memadai, dan pelatihan tenaga kerja yang berkualitas menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem yang kondusif bagi investasi di sektor ini.

Pernyataan Kemenperin ini juga menjadi sinyal positif bagi para pelaku industri dan investor untuk terus berinvestasi di sektor kendaraan listrik di Indonesia. Dengan dukungan dari pemerintah dan kondisi pasar yang menguntungkan, diharapkan akan terjadi percepatan dalam pengembangan teknologi dan produksi kendaraan listrik di Tanah Air.

Selain itu, pengembangan industri kendaraan listrik juga akan memberikan dampak positif bagi sektor-sektor terkait, seperti industri manufaktur, logistik, dan teknologi. Hal ini akan menciptakan efek domino yang berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.

Dengan demikian, pernyataan Kemenperin mengenai meningkatnya minat investor di industri kendaraan listrik merupakan langkah yang sangat positif dalam mendukung visi pemerintahan Jokowi untuk memperkuat industri nasional dan membangun ekonomi yang lebih berkelanjutan. Dengan dukungan dari berbagai pihak, Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pemain utama dalam industri kendaraan listrik di kawasan Asia Pasifik.

 

Share:

Sabtu, 27 Agustus 2022

Jokowi Kampanye Tanam Sorgum, Begini Peluangnya di RI

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendorong substitusi impor agar tidak menggerus devisa negara. Apalagi, jika produk yang diimpor rentan dengan gejolak di pasar global.

Salah satu produk yang didorong segera memenuhi substitusi adalah gandum. Di mana, menurut Jokowi, Indonesia mengimpor sekitar 11 juta ton gandum. Sementara, gandum saat ini tengah terkena efek domino perang Rusia-Ukraina hingga memicu lonjakan harga dan keterbatasan pasokan.

Untuk itu, Jokowi mendorong penanaman sorgum, tanaman penghasil biji-bijian yang dapat diolah menjadi tepung seperti gandum.

Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Putu Juli Ardika mengungkapkan, produksi sorgum hingga kini masih tergolong sedikit sehingga membuat industri belum bisa menyerap secara maksimal.

"Sesuai perkembangan, kan belum banyak, dan ini sudah ada beberapa yang tumbuh, terutama di industri menengah dan kecil. Jadi kalau kebutuhan terpenuhi bisa masuk ke industri-industri, kita coba matchmaking -an dengan industri besar. Kalau sekarang suplainya (dikit), namun mulai tumbuh beberapa industri sorgum yang menengah kecil," katanya kepada CNBC Indonesia, dikutip Kamis (25/8/2022).

Indonesia sendiri belum masuk sebagai negara penghasil sorgum dunia.

Saat ini, menurut Indexmundi, produsen utama sorgum dunia adalah Amerika Serikat, Niggeria, Sudan, Meksiko, Etiopia, India, Argentina, China, Brasilm dan Burkina Faso. Sedikitnya stok membuat industri di dalam negeri belum leluasa untuk mengandalkan sorgum sebagai bahan baku.

"Di industri pasti inovasi, kreatif akan tumbuh kalau bahannya, kesediaan bahan baku sudah ada. Nggak akan sulit berkreasi kalau bahan bakunya (tersedia)," kata Putu.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto sempat mengatakan, luas tanam sorgum hingga Juni 4.355 hektar (ha) yang tersebar di 6 provinsi. Adapun produksinya 15.243 ton atau dengan produktivitas 3,63 ton per ha.

Jumlah ini masih kalah jauh dari negara lain seperti Amerika Serikat yang mencetak 9,67 juta ton, Nigeria 7 juta ton dan Sudan 5 juta ton.

"Ini sedang didorong untuk penyediaan bahan baku, paling nggak jadi tepung, jadi jajanan, makanan, banyak itu," ujar Putu Juli.

Sebelumnya, di hadapan pengusaha KADIN, Jokowi kembali mengajak pengusaha berinvestasi di Sorgum. Banyak lahan yang bisa dijadikan untuk berbisnis ini, apalagi menurutnya bisnis pangan menjadi yang menguntungkan saat ini.

"Dalam kondisi sesulit apa pun pasti ada peluang. Dan yang bisa memakai peluang itu adalah entrepreneur, wirausahawan, bapak ibu sekalian, nggak ada yang lain. Peluangnya apa? Ada krisis pangan berarti peluangnya ada di pangan. Jualan pangan itu paling cepat sekali," kata Jokowi saat perayaan HUT Kemerdekaan RI bersama KADIN.

 

Share:

Definition List

Unordered List

Support