Tampilkan postingan dengan label Menteri BUMN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Menteri BUMN. Tampilkan semua postingan

Jumat, 26 Juli 2024

Stafsus Menteri BUMN Menyatakan Tuduhan Yang Mengatakan Bahwa Erick Thohir Telah Gagal Mengurus Kementerian BUMN Itu Tidak Benar

Yogyakarta – Belakangan ini, muncul tuduhan miring yang menyatakan bahwa Erick Thohir gagal mengurus Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Namun, Staf Khusus (Stafsus) Menteri BUMN dengan tegas menyatakan bahwa tuduhan tersebut tidak benar. Sebaliknya, fakta menunjukkan bahwa Erick Thohir adalah sosok yang paling giat melakukan bersih-bersih terhadap pegawai yang merugikan.

Erick Thohir telah menunjukkan komitmen tinggi dalam memperbaiki kinerja BUMN. Sejak awal menjabat, ia telah meluncurkan berbagai inisiatif untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas di tubuh BUMN. Langkah-langkah tegas yang diambilnya mencakup penertiban administrasi, pengawasan ketat terhadap manajemen, serta penggantian pejabat yang tidak kompeten dan merugikan perusahaan negara.

Salah satu bukti nyata dari keberhasilan Erick Thohir adalah peningkatan kinerja BUMN di berbagai sektor. Pada tahun 2023, banyak BUMN mencatatkan kinerja keuangan yang lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Misalnya, PT Pertamina berhasil mencatatkan laba bersih yang signifikan, sementara PT Bank Mandiri mencatatkan pertumbuhan aset yang mengesankan. Keberhasilan ini tidak lepas dari strategi manajemen yang diterapkan oleh Erick Thohir dan timnya.

Selain itu, Erick Thohir juga aktif dalam melakukan restrukturisasi di berbagai BUMN. Langkah ini dilakukan untuk memastikan bahwa setiap BUMN dapat beroperasi dengan lebih efisien dan memberikan kontribusi maksimal bagi perekonomian nasional. Restrukturisasi ini mencakup pemangkasan birokrasi, penataan ulang organisasi, serta penguatan tata kelola perusahaan.

Tuduhan bahwa Erick Thohir gagal mengurus Kementerian BUMN adalah tidak berdasar dan hanya merupakan upaya untuk merusak citra pemerintah. Fakta menunjukkan bahwa Erick Thohir adalah pemimpin yang berkomitmen dan bekerja keras untuk membawa perubahan positif di BUMN.

Melalui berbagai upaya tersebut, pemerintah terus berupaya menjaga stabilitas nasional dan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Pencapaian ini membuktikan bahwa pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi dan Menteri BUMN Erick Thohir bekerja dengan sungguh-sungguh demi kemajuan bangsa.

Dengan demikian, masyarakat diharapkan tidak mudah terpengaruh oleh opini negatif yang tidak berdasar. Keberhasilan yang telah dicapai menunjukkan bahwa pemerintah berada di jalur yang benar dalam mewujudkan Indonesia yang lebih maju dan sejahtera.

 

Share:

Rabu, 10 Agustus 2022

Presiden Jokowi Akan Resmikan Terminal Kijing Pagi Ini

Presiden Joko Widodo (Jokowi), didampingi oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basoeki Hadimoeljono, dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dijadwalkan akan meresmikan Terminal Kijing, Mempawah, Kalimantan Barat, Selasa (9/8/2022) pagi.

Pembangunan Terminal Kijing dimulai dari 13 Agustus 2018 dan selesai pada 15 Mei 2022. Rencana pembangunan Terminal Kijing sudah sejak 2015 dengan memulai visibility dan outline desain Deepwater Port yang diikuti oleh rencana induk Pelabuhan Pontianak di tahun 2016.

Di tahun 2017, Pemerintah menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 43 Tahun 2017 tentang percepatan pembangunan dan pengoperasian terminal, dan izin lingkungan dari Kementerian Lingkungan Hidup.

Di tahun 2018, pemerintah menerbitkan izin Pembangunan Terminal, Perencanaan Pembangunan Terminal, serta Perjanjian Konsesi dan Pembangunan dan Pengusahaan Terminal.

Adapun detail tahapan pembangunan Terminal Kijing, antara lain untuk Tahap Inisiasi (2018-2022) dan lanjutan, diikuti tahap I san II . Di tahap inisiasi, kapasitas mencakup Terminal Kontainer 500.000 teus per tahun, 5 juta ton per tahun untuk terminal curah cair, dan 7 juta ton per tahun terminal curah kering. Sementara itu, 500.000 ton per tahun untuk terminal Multipurpose.

Untuk tahap lanjutan, kapasitas terminal Kontainer 950.000 teus per tahun, 8,34 juta ton per tahun untuk terminal curah cair, dan 15 juta ton per tahun terminal curah kering. Sementara itu, 500.000 ton per tahun untuk terminal Multipurpose.

Di Tahap II, pembangunan terminal mencakup kapasitas 1 juta teus per tahun untuk kontainer, 3,48 juta ton per tahun untuk terminal curah cair, dan 500.000 ton per tahun untuk terminal Multipurpose. Adapun total kapasitas mencapai 1,95 teus per tahun untuk terminal kontainer, 12,18 juta untuk terminal curah cair, 15 juta ton per tahun, untuk curah kerjng, dan 1 juta ton per tahun untuk Multipurpose.

Dengan adanya pembangunan Terminal Kijing diharapkan terintegrasi dengan kawasan industri yang dekat dengan kawasan pelabuhan. Terdapat 2.000 hingga 3.000 hektar wilayah di belakang Terminal Kijing yang dapat didedikasikan menjadi area industrial misalnya smelter, dan pabrik pengolahan.

Nantinya, dengan pengoperasian 100 persen Terminal Kijing akan disertai dengan penutupan pelabuhan Pontianak. Namun, penutupan pelabuhan Pontianak apabila sudah terdapat akses jalan untuk kendaraan besar. Penutupan pelabuhan Pontianak perlu dilakukan setelah Terminal Kijing beroperasi, karena dinilai tidak ekonomis apabila terdapat dua pelabuhan utama dalam satu wilayah.

Pada tahapan awal, nantinya diperlukan pelebaran jalan arteri untuk memperlancar distribusi barang. Pada tahapan selanjutnya akan dibangun jalan tol antara Singkawang dan Pontianak untuk meningkatkan efisiensi waktu tempuh dan biaya transportasi dari dan menuju pelabuhan.

Penutupan Pelabuhan Pontianak akan dilanjutkan dengan pembangunan jembatan Kapuas 3 untuk peningkatan integrasi dan konektivitas.

 

Share:

Sabtu, 16 Juli 2022

PERTEMUAN JOKOWI DENGAN PETANI DI SUBANG

Joko Widodo atau Jokowi pagi ini, Selasa, 12 Juli 2022, bertolak menuju Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat, untuk melakukan kunjungan kerja. Jokowi dijadwalkan akan membagi-bagikan bantuan sosial atau bansos ke masyarakat dan menemui petani setempat.

Jokowi berangkat dari Pangkalan TNI AU Atang Sendjaja, Bogor, Jawa Barat, menggunakan helikopter Super Puma TNI AU sekitar pukul 07.30 WIB. Setibanya di landasan helikopter Lapangan Perum Sang Hyang Seri, Subang, Jokowi akan terlebih dulu menuju Pasar Sukamandi.

"Untuk menyerahkan sejumlah bantuan sosial bagi para penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) dan pedagang," demikian keterangan tertulis Istana.

Selanjutnya, kepala negara akan menuju Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BBPadi) untuk meninjau koleksi dan konservasi plasma nutfah tanaman padi, unit produksi benih sumber padi, hingga meninjau varietas padi dan produk inovasi Kementerian Pertanian.

Jokowi juga diagendakan berdialog dengan perwakilan petani. Selesai acara tersebut, Jokowi akan kembali ke landasan helikopter Lapangan Perum Sang Hyang Seri untuk kemudian lepas landas menuju Jakarta dengan menggunakan helikopter yang sama.

Adapun Jokowi melakukan kunjungan kerja ini bersama sejumlah menteri. Mulai dari Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Menteri BUMN Erick Thohir, hingga Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

 

Share:

Definition List

Unordered List

Support