Tampilkan postingan dengan label PKH. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PKH. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 22 Oktober 2022

Presiden Jokowi Bagikan Bansos di Pasar Muntok Bangka Barat

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengunjungi Pasar Muntok di Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, pada Kamis (20/10/2022). Kedatangan Presiden adalah untuk membagikan sejumlah bantuan sosial bagi penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH).

Setibanya di Pasar Muntok, Presiden Jokowi langsung menyapa para penerima manfaat PKH dan menyerahkan bantuan modal kerja (BMK) senilai Rp1,2 juta. Kepada para penerima manfaat, Presiden juga menanyakan apakah mereka telah menerima bantuan langsung tunai (BLT) bahan bakar minyak (BBM).

“Yang pertama kan Rp300 ribu. Nanti diterima lagi Rp300 ribu di akhir November atau awal Desember ya,” ujar Presiden.

Kepala Negara juga berpesan kepada para penerima agar mensyukuri bantuan yang diterimanya. Menurut Presiden, bantuan sosial tersebut bisa ditambah lagi jika Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pemerintah berlebih.

“Nanti kalau APBN ada berlebih nanti akan ditambahi lagi ya,” ungkap Presiden yang diamini oleh para penerima manfaat.

Selain menyerahkan BMK bagi penerima manfaat PKH, dalam kesempatan tersebut Kepala Negara juga menyerahkan bantuan tunai kepada para pedagang. Presiden menyapa para pedagang sambil berkeliling pasar tersebut.

Turut mendampingi Presiden Jokowi dalam kegiatan di Pasar Muntok antara lain Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Pj Gubernur Bangka Belitung Ridwan Djamaluddin, dan Bupati Bangka Barat Sukirman.

 

Share:

Rabu, 14 September 2022

Program PKH Era Jokowi Dinilai Turunkan Angka Kemiskinan

Pelaksanaan Program Keluarga Harapan (PKH) Presiden Joko Widodo (Jokowi) menimbulkan dampak positif besar bagi masyarakat. Melalui program tersebut kini angka kemiskinan cenderung menurun signifikan. Wakil Bupati Bangkalan Mohni mengatakan kehadiran PKH pada era kepemimpinan Jokowi begitu membantu keberlangsungan hidup masyarakat. Khususnya membantu dalam mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Mohni menyebutkan selama pelaksanaan PKH, sejak awal diluncurkan sampai sekarang telah banyak kebermanfaatan yang didapat. Bantuan yang diberikan tepat menyasar langsung persoalan inti masyarakat.

Di samping itu, berkat kehadiran program tersebut sekarang dapat dilihat angka kemiskinan yang terus menurun. Meski pandemi belum benar-benar dinyatakan usai dan pergi sampai saat ini. 

"Hadirnya program ini (PKH) tentu sangat bagus yakni untuk membedah kemiskinan yang ada di Indonesia," kata Mohni saat ditemui di Madura, Jawa Timur. Lebih dari itu dia mengungkapkan konsistensi dan sinergi kuat antara pemerintah pusat dan daerah menjadikan penyaluran PKH tepat sasaran. Sehingga target dalam menyelesaikan persoalan kemiskinan dapat tuntas secara keseluruhan.

Dampaknya, tambah dia, kian mendorong terciptanya peningkatan perekonomian masyarakat. Menjadi satu solusi jalan untuk mengeraskan persoalan kemiskinan. "Itu yang memang gampang-gampang susah untuk memang diwujudkan. Karena miskin kaya ini kan sesuatu yang abstrak yang tidak bisa disama ratakan," pungkas Mohni.

Komitmen Presiden Jokowi menuntaskan persoalan kemiskinan tercermin dari presentas angka yang terus menurun. Tercatat per Maret 2022 yang kembali menurun menjadi 9,54%, dari semula 9,71% di Bulan September 2021 (Maret 2021: 10,14%). Hal ini menunjukkan kualitas pertumbuhan ekonomi pada triwulan I-2022.

 

Share:

Rabu, 07 September 2022

Upaya Jokowi Genjot PKH Berhasil Ringankan Beban Masyarakat

Jakarta - Presiden Joko Widodo terus berkomitmen membantu meringakan beban hidup masyarakat yang kesulitan. Realisasi pelaksanaan Program Keluarga Harapan (PKH) menjadi kunci dalam upaya menjaga keberlangsung hidup masyarakat di tengah kondisi tak menentu.

Menurut Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Provinsi Jawa Timur Alwi, PKH saat ini menjadi program yang sangat dibutuhkan. Masyarakat penerima bantuan merasa terbantu akan kebutuhan hidup dan mengurangi beban hidup di tengah situasi belum stabilnya kebutuhan pokok yang di sebabkan oleh situasi global yang tidak menentu. Minggu (4/9/2022).

PKH yang konsisten disalurkan pemerintahan Jokowi dinilai menjadi salah satu faktor yang membuat kesejahteraan masyarakat stabil, bahkan meningkat. Program tersebut diklaim telah banyak membantu mencukupi kebutuhan sehari-hari serta dapat membantu biaya pada sector lainya di masyarakat.

Presiden Jokowi melalui Menteri Keuangan Sri Mulyani menegaskan, pemerintah telah menambah anggaran untuk bansos pada 2022 dengan jumlah total Rp 18,6 triliun. Tambahan bansos tersebut akan dimanfaatkan dalam bentuk bantuan langsung tunai (BLT) kepada 20,65 juta kelompok penerima manfaat (KPM) dan bantuan produktif usaha mikro (BPUM).

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan jajarannya untuk menyebar program bantuan sosial (bansos) sebesar Rp 24,17 triliun, atau senilai Rp 600 ribu untuk masing-masing penerima.

Penyaluran bantuan langsung tunai (BLT) tersebut dialokasikan di tengah isu harga BBM naik, yang telah membuat beban anggaran pemerintah yang terus membengkak.

Selain bansos itu, Sri Mulyani menambahkan, Presiden Jokowi juga menginstruksikan untuk bantu 16 juta pekerja yang memiliki gaji maksimum Rp 3,5 juta per bulan.

 

Share:

Senin, 11 Juli 2022

JOKOWI BAGIKAN BLT 1,2 JUTA KE PARA PEDAGANG DI NIAS

Presiden Joko Widodo (Jokowi) membagikan bantuan tunai kepada pedagang Pasar Alasa di Kabupaten Nias Utara, Sumatera Utara pada Rabu (6/7/22).

Di mana Presiden Jokowi ini menyerahkan bantuan kepada masyarakat penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH).

Bahkan, Presiden Jokowi juga terlihat memborong beberapa komoditas pangan di pasar itu.

"Bapak Jokowi memborong tiga porsi (cabai). Kami berterima kasih Bapak Jokowi karena sudah memperhatikan masyarakat khususnya masyarakat Alasa," ujar seorang pedagang.

Pada kesempatan yang sama, seorang pedagang pisang bernama Dasimalahagu mengaku senang karena Presiden Jokowi telah membeli dagangannya.

"(Harganya) Rp5.000 kalau dibeli biasanya, yang dibeli Bapak Presiden dikasih Rp50.000. Sayang sekali Bapak Presiden," teriaknya dengan antusias.

Kemudian, Presiden Jokowi berpesan agar bantuan tersebut dipakai untuk tambahan modal usaha.

“Bukan untuk beli HP ya, jangan. Dipakai untuk tambahan modal usaha dan yang Rp300.000 silahkan beli sembako, minyak goreng, dan lain-lainnya tidak apa-apa," pungkasnya.

Setelah itu, Presiden Jokowi berkeliling sambil berbincang dan memberikan bantuan langsung kepada para pedagang.

Tak lupa, Presiden Jokowi mengecek harga kebutuhan pokok sekaligus membeli dagangan pedagang pasar, seperti pisang, kacang, cabai, dan hasil tani lainnya.

 

Share:

Definition List

Unordered List

Support