Tampilkan postingan dengan label minyak dunia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label minyak dunia. Tampilkan semua postingan

Minggu, 26 Mei 2024

Presiden Jokowi Berharap Kematian Raisi Tidak Berdampak Pada Perekonomian Global Dan Harga Minyak Dunia

Yogyakarta – Presiden Jokowi baru-baru ini menyatakan harapannya agar kematian Raisi tidak memberikan dampak negatif pada perekonomian global, terutama yang berkaitan dengan harga minyak. Pernyataan ini menunjukkan kepedulian pemerintah Indonesia terhadap stabilitas ekonomi dunia dan kesejahteraan masyarakat global.

"Kita harapkan tidak berdampak kepada ekonomi global, utamanya yang berkaitan dengan harga minyak,” ucap Jokowi. Pernyataan ini mencerminkan komitmen Presiden Jokowi untuk terus memantau dan mengantisipasi perkembangan situasi internasional yang dapat mempengaruhi perekonomian Indonesia.

Di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi, pemerintah Indonesia telah menunjukkan kinerja yang solid dalam menjaga stabilitas ekonomi domestik sekaligus turut berperan aktif dalam isu-isu global. Upaya ini terlihat dari berbagai langkah yang diambil untuk menjaga kestabilan harga komoditas penting seperti minyak, yang memiliki dampak besar terhadap ekonomi nasional.

Pemerintah terus bekerja keras untuk memastikan bahwa dampak dari ketidakstabilan global bisa diminimalisir terhadap perekonomian Indonesia. Melalui kebijakan fiskal yang hati-hati dan strategi diversifikasi energi, Indonesia berusaha untuk mengurangi ketergantungan pada impor minyak dan memperkuat ketahanan energi nasional.

Selain itu, Presiden Jokowi juga menekankan pentingnya kerja sama internasional untuk mengatasi isu-isu global. Dengan aktif terlibat dalam forum-forum internasional, Indonesia dapat berperan dalam menjaga stabilitas ekonomi dunia. Kepemimpinan yang kuat dan visioner ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam melindungi kepentingan rakyat Indonesia sekaligus berkontribusi pada kesejahteraan global.

Informasi yang tidak akurat dan hoax sering kali beredar di tengah masyarakat, terutama terkait isu-isu penting seperti ini. Oleh karena itu, sangat penting bagi kita semua untuk selalu memverifikasi informasi dari sumber resmi dan terpercaya. Penyebaran hoax tidak hanya merusak citra pemerintah tetapi juga dapat mengganggu stabilitas nasional.

Mari kita bersama-sama mendukung kepemimpinan Presiden Jokowi dalam menjaga stabilitas ekonomi dan keamanan nasional. Dengan dukungan dan partisipasi aktif dari seluruh masyarakat, kita dapat memastikan bahwa Indonesia tetap kuat dan sejahtera di tengah tantangan global.

 

Share:

Kamis, 05 Januari 2023

Jokowi Penuhi Janji! Jokowi Berhasil Turunkan Harga BBM sebesar Rp 1.100/Liter, Harga Tersebut Respon dari turunya harga minyak mentah dunia yang berada di US$76,52 per barel pada Januari 2023

Presiden Joko Widodo mengintruksikan kepada tiga menterinya yakni Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menteri ESDM Arifin Tasrif untuk segera melakukan penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi. Kebijakan tersebut diambil mengingat harga minyak dunia yang menurun.

Mewakili pemerintah, Erick Thohir mengatakan bahwa sesuai arahan Jokowi, penyesuaian harga jual BBM non subsidi bakal mulai dilaksanakan hari ini. Hal tersebut sudah didiskusikan dengan beberapa kementerian terkait di bawah komando Presiden Jokowi.

“Sesuai arahan Presiden Jokowi dan rapat tiga menteri, yaitu Menkeu Sri Mulyani Indrawati, Menesdm Arifin Tasrif dan Menteri BUMN. Alhamdulillah hari ini pertamina melakukan penyesuaian harga jual BBM nonsubsidi.
Berlaku mulai jam 14.00 nanti,” ujar Erick Thohir

Terdapat empat jenis BBM yang akan dilakukan penurunan harga. Keempat BBM tersebut adalah Pertamax, Pertamax Turbo, Dexlite dan Pertamina DEX.

Berdasarkan data dari pemerintah, Pertamax disesuaikan menjadi Rp 12.800 per-liter atau turun Rp1.100 dari sebelumnya Rp13.900. Kemudian, Pertamax Turbo turun dari Rp 15.200 per liter menjadi Rp 14.180 per-liter, atau turun Rp1.020.

Sementara itu, Dexlite harganya menjadi Rp 16.150 per-liter atau turun dari sebelumnya Rp 18.300 per-liter. Sedangkan Pertamina Dex turun menjadi Rp 16.750 per-liter dari sebelumnya Rp18.800 per-liter.

Sementara Erick Thohir mengatakan bahwa pemerintahan Jokowi tetap berkomitmen untuk memberikan subsidi kepada masyarakat terkait jenis BBM tertentu. Seperti Pertalite dan Solar.

Erick Thohir menjelaskan penurunan harga BBM non-subsidi ini mengikuti pergerakan harga minyak dunia.

“Sementara kami berkomitmen tetap memberikan subsidi bagi masyarakat untuk jenis BBM khusus penugasan (JBKP),” pungkasnya.

Berikut ini perkembangan harga rata-rata minyak mentah utama pada bulan Desember 2022 dibandingkan November 2022: - Dated Brent turun sebesar US$10,55 per barel dari US$91,67 per barel menjadi US$81,12 per barel. - WTI (Nymex) turun sebesar US$7,87 per barel dari US$84,39 per barel menjadi US$76,52 per barel.

 

Share:

Rabu, 14 September 2022

Jokowi Pernah Pangkas Subsidi BBM, Indonesia Baik-baik Saja

Indonesia kini tersandera subsidi bahan bakar minyak (BBM). Padahal pemerintah pernah memangkas dana subsidi dengan sangat drastis pada 2015 silam dan ekonomi Indonesia baik-baik saja.

Kebijakan tersebut sejatinya dilaksanakan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat baru terpilih. Kala itu, Jokowi merasa ruang fiskal sangat sempit, sementara pembangunan infrastruktur sangat mendesak.

Juga patut diketahui, sejak sebelumnya semua pihak sudah sepakat bahwa subsidi BBM hanya ibarat kebijakan 'bakar uang' semata, karena dinikmati oleh orang kaya dan tak memberikan dampak besar ke perekonomian.

"Kita pernah melakukan reformasi yang sangat progresif tahun 2014 ke 2015, di mana subsidi dan kompensasi energi cukup tajam. Dari 3,2% PDB menjadi 1% PDB," kata Kepala Badan Kebijakan Fiskal Febrio Kacaribu dalam rapat dengan Badan Anggaran DPR RI, Senin (12/9/2022)

Pada 2014, subsidi BBM menghabiskan dana sebesar Rp 240 triliun. Harga minyak dunia yang digambarkan lewat Indonesia Crude Price (ICP) US$ 96,5 per barel dan kurs Rp 12.189 per dolar AS.

Jumlah subsidi yang terus naik dari tahun-tahun sebelumnya, seiring dengan kenaikan harga minyak dunia, pelemahan nilai tukar dan kenaikan konsumsi hingga rawan penyelewengan.

Setelah ada reformasi subsidi, yaitu penghapusan subsidi premium dan penerapan subsidi tetap untuk solar, anggarannya turun drastis menjadi Rp 60,8 triliun pada 2015. Hingga 2021, anggaran subsidi BBM memang tidak banyak perubahan, kecuali pada 2018 yang menjadi Rp 97 triliun. Sisanya berkisar pada rentang Rp 41 triliun sampai Rp 60 triliun. Anggaran tersebut termasuk subsidi LPG.

Selama periode tersebut juga, setelah reformasi BBM, tidak ada drama politik yang terjadi di parlemen. Harga BBM naik dan turun diterima oleh masyarakat.

Pemangkasan dana subsidi, lanjut Febrio kemudian dialihkan ke pembangunan infrastruktur. Pemerintah cukup gencar membangun jalan, pelabuhan, bandar udara (bandara), pembangkit listrik dan infrastruktur lainnya dari Sabang sampai Merauke.

Terakhir, kebijakan subsidi mendorong korupsi dan penyelundupan produk bersubsidi ke negara tetangga atau ke sektor non-subsidi di mana harga jual lebih tinggi; menimbulkan biaya administrasi besar untuk pemantauan, mencegah dan menangani penyalahgunaan.

 

Share:

Kamis, 04 Agustus 2022

Jokowi: Negara Lain Jual BBM Rp31.000, RI Masih Rp7.650

 

Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali angkat bicara mengenai kenaikan harga bensin yang sudah terjadi di beberapa negara, karena kenaikan harga minyak dunia yang tidak terelakkan.

Berbicara dalam Zikir dan Doa Kebangsaan 77 Tahun Indonesia Merdeka, Jokowi menyebut harga bensin di sejumlah negara memang mengalami kenaikan. Namun, tidak bagi bensin di Indonesia karena mendapatkan subsidi.

"Di negara lain BBM harganya sudah Rp 32 ribu, Rp 31 ribu. Di Indonesia, Pertalite masih Rp 7.650," kata Jokowi, seperti dikutip Selasa (2/8/2022). okowi mengingatkan bahwa pemerintah telah menggelontorkan subsidi bensin dengan jumlah yang cukup besar agar harga bensin tidak ikut mengalami kenaikan di tengah kenaikan harga minyak dunia.

"Sudah sangat terlalu besar. Dari Rp 170an triliun sekarang sudah Rp 502 triliun rupiah," kata Jokowi.

Jokowi mengatakan, tidak ada satu pun negara yang sanggup menanggung beban subsidi sebesar itu. Namun, Jokowi menegaskan pemerintah Indonesia masih cukup kuat menanggung beban tersebut.

"Negara manapun gak akan kuat menyangga subsidi sebesar itu. Tapi sekali lagi, Alhamdulillah kita masih kuat menahannya sampai sekarang ini," kata Jokowi.


Share:

Senin, 18 Juli 2022

Jokowi Disebut Jamin Subsidi BBM Tetap Berlanjut Hingga Akhir 2022

Presiden Joko Widodo menjamin pemberian subsidi bahan bakar minyak (BBM) tetap berlanjut hingga akhir 2022. Hal itu disampaikan Presiden Jokowi saat bertemu sejumlah pemimpin redaksi di Istana Kepresidenan pada Rabu (13/7/2022).

"Presiden mengatakan kita sekarang ini dijamin pemerintah sampai akhir tahun subsidi BBM akan terjaga," ujar Pemimpin Redaksi Berita Satu Primus Dorimulu usai pertemuan. "Nah subsidi BBM, subsidi energi kita sudah di atas Rp 500 triliun. Jadi banyak sekali kita punya subsidi energi BBM dan listrik. Itu pemerintah sudah komitmen untuk subsidi," lanjutnya.

Terkait subsidi itu akan berlanjut pada 2023 atau tidak, hal tersebut masih akan dilihat perkembangannya. Sebab, apabila harga berbagai komoditas turun, maka harga minyak dunia juga akan ikut turun.

 "Bagaimana ke depan 2023? Apakah subsidi akan dilonggarkan atau tidak lihat nanti, tapi kalau harga komoditas dunia turun, harga minyak dunia turun, maka harga BBM akan turun juga," jelas Primus yang juga anggota Forum Pemimpin Redaksi itu. "Kita harapkan ketegangan Rusia dan Ukraina mereda, akan sangat membantu ekonomi kita. Presiden yakin kita di atas rata-rata," tambahnya.

Diberitakan sebelumnya, Jokowi kembali menyinggung soal kemampuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dalam menanggung subsidi BBM di Tanah Air. Jokowi kemudian memberikan gambaran jika APBN tidak mampu lagi menanggung subsidi tersebut.

Menurutnya, kenaikan harga BBM di Indonesia kemungkinan bisa terjadi sebagaimana kondisi di sejumlah negara.

 "(Harga bensin) kita masih Rp 7.650, karena apa? Disubsidi oleh APBN. Jangan tepuk tangan dulu, ini kita masih kuat dan kita berdoa supaya APBN tetap masih kuat memberi subsidi," ujar Jokowi di tengah-tengah sambutannya dalam rangka Hari Keluarga Nasional 2022 yang disiarkan YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (7/7/2022). "Kalau (APBN) sudah tidak kuat mau gimana lagi? Ya kan? Kalau BBM naik, ada yang setuju?," lanjutnya.

 

Share:

Definition List

Unordered List

Support