Tampilkan postingan dengan label HargaMinyak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label HargaMinyak. Tampilkan semua postingan

Jumat, 16 September 2022

Jokowi Berhasil, Harga Minyak Goreng Turun

Harga minyak goreng terpantau turun terus. Menyusul semakin membanjirnya pasokan di pasar dan harga bahan bakunya, minyak sawit mentah crude palm oil (CPO) yang semakin turun. Sebelumnya pada akhir tahun 2021 mengalami kenaikan, hal tersebut disebabkan oleh adanya ledakan harga komoditas yang menyebabkan melonjaknya harga CPO di pasar international.  

Merespon fenomena tersebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) kemudian memerintahkan Menteri Perdagangan (Mendag) kala itu, Muhammad Lutfi, agar segera turun tangan mengatasi gejolak minyak goreng di dalam negeri.

Menindaklanjuti perintah Jokowi kemudian Lutfi mengeluarkan beberapa kebijakan diantaranya, menetapkan Minyak Goreng Satu Harga Rp14.000 jelang awal Januari 2022.

Hanya beberapa pekan, kebijakan itu kemudian diganti. Dengan menerapkan harga eceran tertinggi (HET) minyak goreng Rp11.500 per liter curah, Rp13.500 per liter kemasan sederhana, dan Rp14.000 untuk kemasan.

Namun, krisis minyak goreng mulai terjadi, hingga di berbagai daerah di Indonesia dilaporkan terjadi penurunan pasokan. Minyak goreng menjadi barang langka dan harga CPO terus menanjak, terutama dengan pecahnya perang Rusia-Ukraina. Melihat fenoma tersebut kemudian pemerintah melakukan evaluasi kebijakan dan menyusu kebijakan baru.

Kebijakan tersebut berupa melepas harga minyak goreng ke mekanisme keekonomian pasar. Tidak butuh waktu dalam semalam, minyak goreng mendadak membanjiri rak-rak toko modern. Namun dengan harga yang melambung. Bahkan, sampai tembus Rp57.000 per 2 liter kemasan premium, dan curah sempat tembus Rp26.000 per kg.

Pemerinta mengeluarkan kebijakan pada 17 Maret 2022, menetapkan HET minyak goreng curah Rp14.000 per liter atau Rp15.500 per kg. guna mendukung kebijakan tersebut pemerintah menetapkan kebijakan pendukung berupa mewajibkan perusahaan produsen untuk melakukan Domestic Minimum Order(DMO) serta Domestic Minim Order(DPO). Kebijakan tersebut digunakan sebagai syarat izin untuk perusahaan yang akan ekspor CPO. Kebijakan tersebut berhasil menekan harga minyak goreng dalam negeri mendekat HET yang ditentukan.

Hal tersebut dapat dibandingkan harga rata-rata minyak goreng dari 14 januari  sampai 14 September 2022 terjadi penurunan sebesar 23,76% untuk minyak goreng curah dari Rp 18.100/L menjadi Rp 13.600/L. sedangkan untuk minyak goreng kemasan terjadi penurunan 12,17% dari Rp 18.900/L menjadi 16.600/L

Harga tersebut mengacu data Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok Kementerian Perdagangan (Kemendag), dikutip pada Kamis (15/9/2022, pukul 00.35 WIB).

 

Share:

Jumat, 24 Juni 2022

JOKOWI KOMITMEN BERIKAN SUBSIDI KEPADA MASYARAKAT

 


Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen untuk terus memberikan subsidi kepada masyarakat, baik itu subsidi BBM dan listrik.


Hal itu disampaikan Presiden dalam sidang kabinet di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, (20/6/2022).

 

“Walaupun beban fiskal kita berat, pemerintah sudah berkomitmen untuk terus memberikan subsidi kepada masyarakat, baik yang berkaitan dengan BBM terutama solar, yang berkaitan dengan gas dan listrik. Ini yang terus kita jaga,” kata Jokowi

 

Meskipun demikian Presiden meminta Kementerian dan Lembaga, untuk melakukan efisiensi belanja anggaran sebanyak-banyaknya. Termasuk di dalamnya perusahaan BUMN.

 

Sebelumnya Presidenmeminta agar produksi energi terutama minyak terus ditingkatkan. Sehingga sumber energi Indonesia tidak bergantung pada impor. Hal tersebut disampaikan Presiden dalam sidang kabinet di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, (20/6/2022).

 

“Saya kira sumber-sumber minyak yang mudah, sekecil apapun harga didorong produksinya supaya meningkat,” kata Jokowi.

 

Tujuannya kata Presiden yakni menjaga agar harga minyak di masyarakat tetap stabil. Harga Minyak dapat terjangkau ditengah ketidakpastian global.

 

“Tapi yang jelas, yang paling penting solusi pendeknya adalah menjaga harga di masyarakat supaya tetap stabil dan terjangkau,” katanya.

 

Jokowi kembali mengatakan, subsidi yang dialokasikan negara untuk menekan harga BBM sangat besar. Menurut dia, besar total subsidi yang diberikan negara itu bisa digunakan untuk biaya pembangunan ibu kota.

 

"Kita saat ini sebagai contoh, harga bensin saja, harga Pertalite saja Rp 7.650, Pertamax Rp 12.500. Hati-hati ini bukan harga sebenarnya, ini harga yang kita subsidi dan subsidinya besar sekali," ujar Jokowi saat memberikan sambutan pada Rakernas PDI-P di Sekolah Partai, Lenteng Agung, Selasa (21/6/2022).

 

Jokowi membandingkan harga bensin di Singapura dan Jerman yang mencapai Rp 31.000, sedangkan di Thailand Rp 20.000.

 

 "Kita masih Rp 7.650, tapi ini yang harus kita ingat, subsidi kita ke sini bukan besar, (tapi) besar sekali. Bisa buat bangun ibu kota satu karena angkanya sudah Rp 152 triliun," tegasnya.

 Jokowi menekankan, kondisi seperti ini harus dipahami semua pihak. Sebab, belum bisa dipastikan sampai kapan negara bisa bertahan dengan subsidi sebesar itu.

 

"Kalau kita enggak ngerti angka-angka, kita enggak merasakan betapa besarnya persoalan saat ini. Membangun ibu kota itu Rp 466 triliun, ini untuk subsidi. Tapi ini enggak mungkin tidak disubsidi sebab akan ramai. Hitungan sosial politiknya juga kita kalkulasi," jelas Jokowi.


Share:

Definition List

Unordered List

Support