Tampilkan postingan dengan label Tembaga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tembaga. Tampilkan semua postingan

Senin, 17 April 2023

Jokowi Bertemu Chairman Freeport-McMoran Richard C Adkerson, CEO Freeport dan Presdir laporkan progres smelter di Istana Kepresidenan

 

Yogyakarta – Pertemuan antara Presiden Jokowi dengan Chairman of the Board and Chief Executive Officer Freeport-McMoran Richard C Adkerson di Istana Kepresidenan beberapa hari lalu memberikan kesan positif terhadap Jokowi sebagai pemimpin yang memperhatikan perkembangan industri pertambangan di Indonesia.

Selain itu, pertemuan tersebut menunjukkan bahwa pemerintah Indonesia berkomitmen untuk memastikan perusahaan tambang yang beroperasi di Indonesia memenuhi standar dan persyaratan yang ditetapkan oleh undang-undang.

Meskipun masih belum jelas apa yang dibahas dalam pertemuan tersebut, kemungkinan besar pembahasan utama adalah mengenai progres pembangunan smelter tembaga yang sedang dikerjakan oleh PT Freeport Indonesia. Hal ini sangat penting mengingat Juni mendatang pemerintah akan menyetop ekspor tembaga, dan tanpa smelter, Freeport tidak akan lagi bisa melakukan ekspor tembaga.

Dalam hal ini, Jokowi menunjukkan kepemimpinan yang efektif dalam memastikan industri tambang di Indonesia memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh undang-undang dan tidak merugikan kepentingan rakyat Indonesia. Kita berharap bahwa pertemuan ini dapat memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia dan kesejahteraan masyarakat.

 

Share:

Sabtu, 28 Januari 2023

Bidik Target Selanjutnya! Jokowi membidik melarang ekspor mentah timah dan tembaga

Yogyakarta – Jokowi tengah membidik target larangan ekspor bijih mentah setelah berhasil melakukan larangan ekspor bijih mentah nikel, bauksit, batubara. Larangan ekspor dalam bentuk bijih mentah merupakan upaya dari jokowi untuk menerapkan hilirisasi hasil sumber daya alam (SDA).

Jokowi bakal membidik larangan ekspor bijih mentah bagi timah dan tembaga yang bakal segera dilaksanakan. Harapan dengan rencana larangan bijih mentah timah dan tembaga ini bisa terus mendorong industri hilirisasi seta peningkatan ekonomi lebih baik.

Hilirisasi Jadi Prioritas Investasi Presiden menegaskan, hilirisasi sumber daya alam juga merupakan salah satu prioritas investasi di Indonesia, untuk menyambut ekonomi baru di masa depan. Karenanya, Indonesia juga akan mengambil peran dalam transisi ke energi bersih, guna berkontribusi dalam penurunan emisi karbon untuk mengurangi pemanasan global. 

Dengan berbagai dampak positif dan kepercayaan dari negara-negara lain yang berhasil diraih Indonesia usai Presidensi G20 lalu, Jokowi menegaskan bahwa momentum tersebut harus digunakan untuk merebut peluang investasi ekonomi hijau. Misalnya seperti investasi dalam hal pengembangan ekosistem mobil listrik, energi baru terbarukan (EBT), kawasan Industri hijau, serta industri hemat energi yang ramah lingkungan. 

Jokowi tengah membidik larangan bijih mentah baru, yakni timah dan tembaga bakal segera berlaku setelah bauksit. Kalau kamu setuju adanya larangan ekspor bijih mentah ini?

 

Share:

Senin, 03 Oktober 2022

Jokowi akan Setop Ekspor Tembaga, Menteri ESDM Paparkan Alasannya

Presiden Joko Widodo baru-baru ini menegaskan Indonesia akan mendorong penghentian ekspor untuk sejumlah komoditas mineral mentah salah satunya tembaga. 

“Jangan sampai kita berpuluh-puluh tahun hanya menjual bahan mentah saja, (ekspor) komoditas mentah harus disetop, satu-satu, tidak barengan. Harus kita paksa,” jelasnya dalam acara UOB Annual Economic Outlook 2023 yang disaksikan secara virtual, Kamis (29/9). 

Jokowi menegaskan, setelah melarang ekspor nikel, pemerintah akan menghentikan ekspor timah, tembaga, dan bahan-bahan mineral yang kerap diekspor mentah. 

“Setiap tahunnya pada saat ekspor mineral mentah kira-kira 4 tahun yang lalu hanya US$ 1,1 miliar atau setara Rp 15 triliun begitu (ekspor nikel) dihentikan di 2021 (nilai ekspor) menjadi US$ 20,9 miliar atau Rp 360 triliun,” terangnya. 

Menteri ESDM, Arifin Tasrif mengatakan hilirisasi mineral tembaga dapat memproduksi kabel, komponen dari baterai. 

“Dan kabel itu sangat penting, coba bisa kirim listrik gak kalau gak pakai kabel? Gak nyetrum kan,” ujarnya saat ditemui di Kementerian ESDM, Jumat (30/9). 

Sebelumnya, Arifin menjelaskan hilirisasi harus dikembangkan secara optimal hingga bahan dasar produk industri. Hilirisasasi mineral tidak cukup hanya diproses setengah jadi.

Namun harus dikembangkan secara maksimal menjadi produk yang menjadi bahan dasar pada tahapan pelengkap atau paling akhir dalam pohon industri. 

Adapun Kementerian Perindustrian juga menyatakan hilirisasi tembaga sangat diperlukan untuk mendukung pengembangan baterai dan sistem kabel-kabel di mobil listrik. 

Seperti diketahui, Indonesia memiliki dua smelter tembaga yang salah satunya dioperasikan oleh PT Smelting, perusahaan patungan antara PT Freeport Indonesia dan Mitsubishi yang telah dibangun sejak 1996 di Gresik, Jawa Timur.

Perusahaan ini memiliki kapasitas pasokan konsentrat tembaga sebesar 1 juta ton tembaga per tahun dan menghasilkan 300.000 ton katoda tembaga per tahun. 

Adapun PT Smelting berencana meningkatkan kembali kapasitas produksi smelter tembaga hingga 30%. Dengan demikian, kapasitasnya produksinya akan meningkat dari 300.000 ton menjadi 342.000 ton katoda tembaga per tahun.

Kini, Freeport telah membangun smelter tembaga kedua yang juga berlokasi di Gresik, tepatnya di kawasan Industri Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE), dengan kapasitas olahan sebesar 2 juta ton konsentrat tembaga per tahun. Adapun nilai investasi yang dibutuhkan diperkirakan mencapai US$ 3 miliar.

Berdasarkan identifikasi Badan Geologi, Indonesia masuk kategori 7 negara cadangan tembaga terbesar di dunia dengan menyumbang sekitar 3% dari total cadangan di dunia.

Bijih tembaga Indonesia memiliki total sumber daya 15.083 juta dan cadangan 2.632 juta ton. Sedangkan logam tembaga punya masing-masing total sumber daya dan cadangan sebesar 48,98 juta ton dan 23,79 juta ton.

 

Share:

Definition List

Unordered List

Support