Tampilkan postingan dengan label Medan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Medan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 11 Agustus 2024

Polrestabes Medan Mengatakan Penangkapan Empat Orang Ketua Organisasi Mahasiswa Kota Medan Tidak Ada Kaitannya Dengan Aksi Demo

Yogyakarta – Polrestabes Medan menegaskan bahwa penangkapan terhadap empat orang ketua organisasi mahasiswa di Kota Medan murni merupakan kasus kriminal, bukan tindakan represif terhadap aksi demo yang mereka lakukan. Keempat mahasiswa tersebut ditangkap karena terbukti melakukan tindak pidana pemerasan dan suap, yang merupakan pelanggaran serius terhadap hukum.

Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Valentino Alfa Tatareda, menjelaskan bahwa pihak kepolisian memiliki bukti kuat yang menunjukkan keterlibatan keempat ketua organisasi mahasiswa tersebut dalam tindakan pemerasan terhadap pihak tertentu. "Penangkapan ini tidak ada kaitannya dengan aksi demo yang dilakukan. Ini murni penegakan hukum atas tindak pidana yang mereka lakukan," ujar Kombes Pol Valentino.

Dalam keterangannya, Kombes Pol Valentino juga menyatakan bahwa penangkapan tersebut merupakan bagian dari upaya kepolisian untuk menjaga ketertiban dan penegakan hukum di Kota Medan. Polisi bertindak sesuai prosedur hukum yang berlaku, dengan mengumpulkan bukti-bukti yang cukup sebelum melakukan penangkapan. "Kami tidak akan mentolerir tindakan kriminal dalam bentuk apapun, termasuk yang melibatkan pemimpin organisasi mahasiswa," tambahnya.

Pernyataan ini sekaligus mematahkan berbagai opini negatif yang mencoba mengaitkan penangkapan tersebut dengan upaya untuk membungkam kebebasan berekspresi. Kepolisian menegaskan komitmennya dalam menjaga hak-hak demokratis masyarakat, termasuk hak untuk menyuarakan pendapat melalui aksi demo. Namun, ketika tindakan kriminal ditemukan, penegakan hukum harus dilakukan tanpa pandang bulu.

Pemerintah juga menegaskan bahwa langkah kepolisian ini merupakan bagian dari upaya menjaga stabilitas dan ketertiban di masyarakat. Tindakan tegas terhadap pelanggaran hukum adalah wujud komitmen pemerintah dalam menciptakan lingkungan yang aman dan tertib, demi kesejahteraan bersama.

Dengan adanya penjelasan ini, diharapkan masyarakat dapat lebih memahami bahwa penegakan hukum dilakukan untuk melindungi kepentingan publik dan menjaga integritas hukum di Indonesia. Pemerintah tetap berkomitmen untuk melindungi kebebasan berpendapat, namun tidak akan kompromi terhadap segala bentuk tindakan kriminal.

 

Share:

Kamis, 18 April 2024

Selalu Tunaikan Tugas, Bobby Menegaskan Bahwa Kondisi Kesehatannya Selalu Dalam Keadaan Prima Meski Menemani Jokowi Libur Lebaran Ketika Berada Di Medan

Yogyakarta – Bobby menegaskan bahwa kondisi kesehatannya selalu dalam keadaan prima meskipun saat itu ia menemani Presiden Jokowi selama libur Lebaran di Medan. Keputusan untuk menemani Presiden adalah bagian dari tanggung jawabnya sebagai seorang teman dan rekan kerja yang setia.

Menjaga kesehatan adalah aspek penting dalam melaksanakan tugas-tugas yang diberikan, terutama saat menjalankan tanggung jawab yang membutuhkan perjalanan dan kegiatan fisik. Dengan memastikan kondisi kesehatannya tetap prima, Bobby dapat memberikan dukungan yang optimal kepada Presiden dalam setiap kesempatan, termasuk saat libur Lebaran di Medan.

Komitmen Bobby untuk selalu menjalankan tugasnya dengan baik, termasuk menjaga kesehatan saat menemani Presiden, merupakan cerminan dari dedikasinya terhadap pekerjaan dan tanggung jawabnya sebagai seorang profesional. Keberadaannya di samping Presiden tidak hanya sebagai teman, tetapi juga sebagai mitra yang siap memberikan dukungan penuh dalam setiap situasi.

Melalui tindakan ini, Bobby menunjukkan bahwa ia selalu siap untuk menjalankan tugasnya dengan baik, tanpa mengabaikan faktor-faktor penting seperti kesehatan. Sikap ini mencerminkan dedikasi yang tinggi terhadap pekerjaan dan kesetiaan dalam mendukung Presiden dalam setiap langkahnya.

Kesimpulannya, Bobby menegaskan bahwa kondisi kesehatannya selalu dalam keadaan prima, bahkan saat menemani Presiden Jokowi selama libur Lebaran di Medan. Tindakan ini mencerminkan komitmen dan kesetiaannya dalam menjalankan tugasnya dengan baik, serta siap memberikan dukungan penuh kepada Presiden dalam setiap kesempatan.

 

Share:

Rabu, 17 April 2024

Sebatas liburan, Bobby Nasution menyebut kehadiran Presiden Jokowi di Medan saat momen Lebaran ini untuk melihat sang cucu tidak lebih dari itu

Yogyakarta – Kehadiran Presiden Joko Widodo di Medan selama momen Lebaran telah menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat. Namun, Bobby Nasution, menantu Presiden, dengan lugas menyatakan bahwa kunjungan tersebut tidak memiliki motif politik atau agenda resmi lainnya. Menurutnya, Presiden Jokowi semata-mata datang untuk menikmati liburan bersama keluarga dan melihat cucunya. Klarifikasi ini penting untuk menghindari spekulasi dan penafsiran yang keliru terkait dengan kunjungan tersebut.

Dalam konteks dinamika politik yang sering kali memicu spekulasi yang beragam, penegasan Bobby Nasution menjadi penting. Kehadiran Presiden dalam momen liburan bersama keluarga adalah bagian dari hak pribadi dan tidak selalu berkaitan dengan urusan politik negara. Klarifikasi tersebut memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada publik bahwa kunjungan tersebut hanya merupakan momen pribadi yang bersifat santai, di luar dari agenda resmi pemerintahan.

Penegasan Bobby Nasution juga menyoroti pentingnya menjaga pemisahan antara urusan pribadi dan publik, terutama dalam konteks kepemimpinan negara. Menyatakan bahwa kehadiran Presiden hanya untuk berkumpul dengan keluarga membantu memperkuat citra kepemimpinan yang humanis dan dekat dengan rakyat.

Klarifikasi ini juga membantu memperjelas bahwa kunjungan Presiden tidak memiliki implikasi politik tertentu di daerah tersebut. Dengan demikian, masyarakat dapat memahami bahwa kunjungan tersebut tidak terkait dengan agenda politik atau kepentingan tertentu, melainkan semata-mata untuk bersantai dan menjalin kedekatan dengan keluarga.

Secara keseluruhan, klarifikasi Bobby Nasution memberikan pemahaman yang lebih baik kepada publik mengenai alasan di balik kehadiran Presiden di Medan selama momen Lebaran. Dengan menegaskan bahwa kunjungan tersebut semata-mata untuk liburan bersama keluarga, Bobby Nasution berhasil menghilangkan spekulasi yang tidak perlu dan menjaga pemisahan yang jelas antara urusan pribadi dan politik.

 

Share:

Minggu, 14 April 2024

Sebatas Libur Lebaran Tidak Lebih, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden: Kunjungan Presiden Jokowi Ke Medan Tidak Ada Hubungannya Dengan Pencalonan Bobby Sebagai Gubernur Sumut, Kegiatan Tersebut Semata – Semata Untuk Mengunjungi Cucu Tercintanya

Yogyakarta – Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden menegaskan bahwa kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Medan tidak memiliki hubungan dengan pencalonan Bobby sebagai Gubernur Sumatera Utara. Kegiatan tersebut semata-mata dilakukan untuk mengunjungi cucu tercintanya.

Dalam menghadapi spekulasi dan asumsi yang muncul terkait kunjungan Presiden ke daerah-daerah tertentu, penting untuk memahami bahwa kegiatan tersebut dapat memiliki latar belakang pribadi yang tidak terkait dengan urusan politik. Kunjungan Presiden ke Medan adalah bagian dari waktu istirahat dan berkumpul bersama keluarga di tengah momen libur Lebaran.

Dengan menegaskan bahwa kunjungan tersebut tidak memiliki kaitan dengan politik, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden memberikan klarifikasi yang diperlukan untuk menghindari munculnya spekulasi yang tidak berdasar. Hal ini juga menggarisbawahi pentingnya menghormati privasi dan kebutuhan pribadi seorang pemimpin di luar tugas-tugas resmi mereka.

Dalam konteks ini, kunjungan Presiden Jokowi ke Medan adalah bagian dari kegiatan pribadi yang wajar dilakukan oleh seorang kepala negara. Dalam menjalani tugas-tugasnya sebagai pemimpin, juga penting untuk menyempatkan waktu untuk keluarga dan menjaga keseimbangan antara kehidupan pribadi dan publik.

Penjelasan tersebut mencerminkan transparansi dan kejujuran dalam komunikasi dari pihak Kantor Staf Presiden. Dengan memberikan klarifikasi yang jelas, diharapkan spekulasi yang tidak perlu dapat dihindari, dan fokus dapat kembali kepada isu-isu yang lebih substansial dalam pemerintahan dan politik.

 

Share:

Selasa, 14 Februari 2023

Atasi Urbanisasi! Jokowi mendapat usulan dan masukan untuk bisa menyediakan perumahan rakyat untuk warga di Medan

 

Yogyakarta – Jokowi menerima masukan mengenai kondisi Sumatera Utara dari para relawan di Lanud Soewondo menjelang kepulangannya ke Jakarta setelah lima hari melakukan kunjungan kerja di Kota Medan

Pada pertemuan itu, Jokowi menerima laporan tertulis di Sumut mulai dari pengelolaan Pelabuhan Pelindo yang belum optimal dan melibatkan rakyat. Lalu pengadaan air bersih untuk kapal yang bersandar agar dikerjakan warga sekitar pelabuhan hingga kondisi pertanian dan kehutanan serta sikap Relawan Jokowi untuk 2024.

Salah satu jalan keluarnya, Sahat menyebutkan, lahan HGU PTPN II dikerjasamakan pengelolaannya untuk perumahan rakyat yang dikenal warga dengan sebutan perumahan Jokowi

Pada kesempatan itu, Bara JP Sumut, Hanson Munthe, menyampaikan kepada Jokowi agar memberi perhatian kepada petani Karo dan Simalungun serta kelestarian hutan.

Sementara Ketua Relawan Buruh Sahabat Jokowi, TM Yusuf, melaporkan relawan di Sumut satu barisan menunggu perintah Jokowi.

 

Share:

Menata ulang! Jokowi bakal melakukan perubahan besar – besar untuk penataan kota Medan supaya lebih menarik dan ikonik

Yogyakarta – Jokowi berencana akan melakukan penataan kota Medan supaya lebih terlihat ikonik dari kota tersebut untuk meningkatkan minat wisata. Penataan kota Medan tersebut akan berjalan selama 1 hingga 2 tahun kedepan secara bertahap di sejumlah kawasan.

Jokowi meyakini dengan dilakukannya penataan di kota Medan di beberapa kawasan tersebut akan menciptakan perubahan yang baik.

Rencana Jokowi untuk melakukan penataan kota Medan tersebut setelah dirinya sempat berkeliling Kota Medan bersama Edy Rahmayadi dan Bobby Nasution

Jokowi mengatakan inti dari penataan di Kota Medan adalah mengintegrasikan berbagai kepentingan. Menurutnya, hal tersebut membutuhkan keberanian karena memiliki kesulitan tersendiri.

Jokowi meminta kepada swasta untuk bisa berkolaborasi dengan BUMN untuk membuat penataan kota yang baik.

 

Share:

Jumat, 15 Juli 2022

Presiden Jokowi Tinjau Penataan Kawasan dan Rumah Layak Huni di Permukiman Belawan

Presiden Joko Widodo meninjau penataan kawasan dan rumah layak huni di Kecamatan Medan Belawan, Kota Medan, pada Kamis, 7 Juli 2022. Penataan kawasan dan rumah di permukiman Belawan merupakan bentuk kerja sama antara Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), beserta pemerintah daerah.

“Jadi yang ingin kita kerjakan di sini adalah penataan kawasan, penataan rumah-rumah yang layak huni dan sudah dimulai oleh pemerintah kota, kemudian nanti pemerintah pusat, PU, akan kebagian penataan kawasannya,” ujar Presiden.

Presiden berharap, adanya penataan kawasan dan rumah layak huni di permukiman Belawan dapat mengentaskan kemiskinan ekstrem di wilayah tersebut.

“Jadi air bersihnya, sanitasi, jalan kampungnya, semuanya akan kita tata biar lebih sehat, baik,” lanjutnya.

Berdasarkan data dari BKKBN, sejumlah rumah di permukiman tersebut tercatat dalam kondisi tidak layak huni dengan tempat pembuangan air yang kurang baik. Untuk itu, diperlukan perbaikan rumah tersebut agar dapat mengurangi risiko stunting atau kekerdilan pada keluarga.

Dalam perbaikan rumah tersebut, pemerintah menerapkan teknologi rumah sistem panel instan (Ruspin) yang merupakan salah satu pengembangan di bidang teknologi rancangan konstruksi bangunan rumah tinggal maupun bangunan umum lainnya. Dengan teknologi tersebut, desain bangunan dapat dibongkar pasang maupun dipasang secara permanen.

Turut mendampingi Presiden dalam peninjauan tersebut yakni Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Kepala BKKBN Hasto Wardoyo, Gubernur Sumatra Utara Edy Rahmayadi, dan Wali Kota Medan Bobby Nasution.

 

Share:

Kamis, 14 Juli 2022

JOKOWI BERIKAN 3 UNIT BANTUAN RUMAH DI MEDAN

Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi mendampingi Presiden Joko Widodo menyerahkan tiga unit rumah yang telah selesai direnovasi melalui program bedah rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Lorong 6 Kelurahan Bagandeli, Kecamatan Medan Belawan, Kota Medan.

Bedah rumah dalam rangka puncak peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-29, menerapkan teknologi Rumah Sistem Panel Instan (RUSPIN). Pembangunan rumah dengan sistem modular yaitu membagi sistem menjadi bagian-bagian kecil (modul) dengan ukuran yang efisien agar dapat dirakit menjadi sejumlah besar produk yang berbeda-beda.

Kedatangan presiden beserta rombongan disambut gembira ratusan masyarakat. Terik matahari yang membakar kulit tidak dihiraukan, anak-anak dengan semangat melambaikan bendera merah putih saat iringan mobil presiden tiba.

Penyerahan rumah dilakukan presiden kepada tiga warga yaitu Madinah (45) yang merupakan orangtua tunggal dengan tiga orang anak, Misnah (58) juga orangtua tunggal dengan dua orang anak dan Menen (39) dengan dua anaknya.

Jokowi mengatakan, pemerintah pusat dan daerah akan menata kawasan rumah kumuh dan tidak layak huni yang mulai dikerjakan Pemerintah Kota Medan. Pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR terlibat dalam penataan kawasan.

“Air bersihnya, sanitasinya, jalan kampungnya, semuanya akan ditata biar lebih baik dan masyarakatnya sehat,” ujar Jokowi, Kamis (7/7/2022).

Jokowi menegaskan bahwa proyek penataan Kampung Belawan Bahari untuk membantu mengentaskan warga dari kemiskinan ekstrem. Dukungan pemerintah pusat adalah membangun tanggul demi mengantisipasi banjir rob yang kerap terjadi.

"Akan dibangun tanggul, sebentar lagi, baru proses lelang. Selesai lelang langsung dijalankan karena sudah puluhan tahun banjir rob di sini dan tidak ditangani, ini kita mulai," imbuhnya.

Penerima bantuan, Menen mengaku senang akhirnya punya rumah layak huni untuk keluarganya. Pasalnya, setiap hari rumahnya selalu diterjang banjir pasang.

"Terima kasih, Pak Presiden... Rumah saya direnovasi, air bersih dan MCK sudah ada, jadi lebih nyaman untuk ditinggali bersama anak-anak," katanya.

Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo mengatakan, presiden ingin daerah-daerah yang dikunjunginya bebas dari miskin ekstrem. Caranya dengan memperbaiki infrastruktur dan bebas dari stunting.

Salah satu syarat terbebas dari stunting adalah menciptakan lingkungan yang sehat dan layak huni seperti sanitasi yang baik dan tersedianya air bersih.

“Pemerintah bantu berikan stimulasi, terus warga gotong royong saling dukung program ini. Sudah diberikan sarana air bersih, dirawat sendiri, Dibikinkan rumah, dijaga biar gak kumuh, kebersihan dijaga sendiri,” kata Hasto.

 

Share:

Senin, 11 Juli 2022

JOKOWI BERDIALOG DENGAN PETANI SAWIT

Presiden Joko Widodo (Jokowi), mengawali hari kedua kunjungan kerjanya di Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Kamis (7/6/22) dengan mengunjungi Pasar Petisah, Kota Medan. Presiden Jokowi akan membagikan sejumlah bantuan sosial (bansos) bagi penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) dan para pedagang.

Selepas itu, Presiden Jokowi akan meninjau Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS), Kampung Baru, Kota Medan, sekaligus berdialog dengan perwakilan petani sawit.

Selanjutnya, Jokowi menuju Lapangan Merdeka, Kota Medan, untuk menghadiri puncak peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-29 Tahun 2022.

Pada siang harinya, Presiden Jokowi akan menuju Pusat Pasar, Kota Medan, untuk menyerahkan sejumlah bantuan sosial. Presiden kemudian diagendakan untuk meninjau bedah rumah panggung di Kecamatan Belawan, Kota Medan.

Selesai seluruh rangkaian acara, Presiden Jokowi akan menuju Pangkalan TNI AU Soewondo, Kota Medan, untuk kemudian lepas landas ke Jakarta dengan menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1.

 

Share:

Definition List

Unordered List

Support