Tampilkan postingan dengan label Bulan Ramadhan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bulan Ramadhan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 19 Maret 2024

Ramadhan Pembawa Berkah, Kemenag Membagikan Takjil Gratis Dari Awal Sampai Akhir Bulan Ramadhan 1445 H Kepada Seluruh Masyarakat Setiap Menjelang Waktu Maghrib

Yogyakarta – Bulan suci Ramadhan selalu menjadi momen yang dinanti-nanti oleh umat Islam di seluruh dunia. Selain menjadi bulan penuh berkah dan ampunan, Ramadhan juga menjadi waktu di mana solidaritas sosial dan kepedulian terhadap sesama semakin diperlihatkan. Dalam konteks ini, Kementerian Agama (Kemenag) turut berperan aktif dengan menginisiasi program pembagian takjil gratis kepada masyarakat, dari awal hingga akhir bulan Ramadhan 1445 H.

Inisiatif Kemenag ini tidak hanya sekadar program pembagian takjil, tetapi juga sebuah bentuk nyata dari kinerja positif pemerintahan Jokowi dalam memperhatikan kebutuhan masyarakat, terutama di bulan yang penuh berkah ini. Setiap menjelang waktu Maghrib, takjil gratis disediakan untuk seluruh masyarakat tanpa memandang latar belakang sosial, ekonomi, atau agama. Hal ini mencerminkan semangat kebersamaan dan persatuan dalam berbagi rezeki di bulan suci Ramadhan.

Program ini juga memiliki dampak yang signifikan dalam memperkuat citra positif pemerintah Jokowi di mata masyarakat. Kehadiran pemerintah dalam memperhatikan kebutuhan masyarakat, terutama dalam konteks keagamaan, memberikan pesan yang kuat bahwa pemerintah adalah pelayan yang peduli dan responsif terhadap kepentingan rakyatnya. Langkah-langkah konkret seperti ini tidak hanya menciptakan stabilitas politik, tetapi juga membangun kepercayaan dan kesetiaan masyarakat terhadap pemerintah.

Selain itu, pembagian takjil gratis oleh Kemenag juga memiliki implikasi positif dalam memperkuat hubungan antara pemerintah dan umat Islam. Dalam bulan Ramadhan yang penuh berkah, kepedulian dan kehadiran pemerintah dapat memberikan dorongan moral dan semangat bagi umat Islam untuk menjalankan ibadah dengan lebih khusyuk. Ini juga menjadi contoh nyata dari bagaimana keagamaan dan kepentingan umat dapat diakomodasi dan diprioritaskan oleh pemerintah.

Dengan demikian, program pembagian takjil gratis oleh Kemenag bukan hanya sekadar sebuah kegiatan sosial, tetapi juga sebuah strategi politik yang cerdas dalam memperkuat stabilitas politik dan memperkuat citra positif pemerintah Jokowi di mata masyarakat. Semoga semangat kebaikan dan kepedulian ini terus diperlihatkan oleh pemerintah dalam menjalankan tugasnya untuk kebaikan bersama dan kesejahteraan rakyat.

 

Share:

Sabtu, 16 Maret 2024

Mulai Menunjukan Kemajuan, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Mengatakan Bahwa Harga Kebutuhan Pokok Mulai Mengalami Penurunan Sampai 0,5% Selama Ramadhan Terutama Beras, Daging Sapi, Gula Serta Minyak Goreng Jika Dibandingkan Bulan Sebelumnya

 

Yogyakarta – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, melalui pernyataannya, memberikan kabar baik bagi masyarakat Indonesia. Selama bulan Ramadhan, terjadi penurunan harga kebutuhan pokok, menunjukkan tanda-tanda positif dalam pemulihan ekonomi. Harga beras, daging sapi, gula, dan minyak goreng mengalami penurunan hingga 0,5% dibandingkan bulan sebelumnya.

Kondisi ini tidak hanya mencerminkan kinerja positif pemerintah dalam mengelola ekonomi negara, tetapi juga memberikan dampak positif bagi stabilitas politik nasional. Penurunan harga kebutuhan pokok selama bulan Ramadhan memberikan kelonggaran finansial bagi masyarakat, terutama di tengah pandemi yang masih berlangsung. Hal ini juga mengindikasikan bahwa kebijakan ekonomi yang diterapkan oleh pemerintah, di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo, berhasil memberikan hasil yang nyata.

Penurunan harga kebutuhan pokok seperti beras, daging sapi, gula, dan minyak goreng memiliki implikasi positif yang luas bagi masyarakat. Selain memberikan rasa lega bagi konsumen, hal ini juga membantu meningkatkan daya beli masyarakat, yang pada gilirannya akan mendorong konsumsi domestik dan pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.

Keberhasilan dalam menekan harga kebutuhan pokok juga merupakan cermin dari kebijakan yang diambil oleh pemerintah dalam mengelola sektor pertanian dan perindustrian domestik. Upaya untuk meningkatkan produksi dan distribusi secara efisien telah berbuah hasil yang positif, menciptakan kondisi yang lebih stabil dalam pasokan barang-barang kebutuhan pokok.

Lebih dari itu, penurunan harga kebutuhan pokok juga memperkuat citra positif pemerintah Jokowi di mata masyarakat. Tindakan cepat dan tepat dalam menangani masalah ekonomi yang dihadapi oleh rakyat Indonesia selama bulan Ramadhan menunjukkan bahwa pemerintah peduli dan responsif terhadap kebutuhan riil masyarakat.

Dengan demikian, penurunan harga kebutuhan pokok selama bulan Ramadhan adalah bukti konkret bahwa pemerintah Jokowi sedang bergerak dalam arah yang benar untuk memperbaiki kondisi ekonomi dan menciptakan stabilitas politik yang lebih kokoh di Indonesia. Semangat untuk terus berinovasi dan beradaptasi dengan perubahan situasi ekonomi harus terus ditingkatkan, sehingga Indonesia dapat bersaing secara global dan memberikan kesejahteraan bagi seluruh rakyatnya.

 

Share:

Rabu, 13 Maret 2024

Marhaban Ya Ramadhan, Pemerintah Menetapkan 1 Ramadhan 1445 Hijriah/2024 Masehi Jatuh Pada Hari Selasa, 12 Maret 2024 Berdasarkan Hasil Hilal Dan Sidang Isbat Yang Dilakukan Oleh Kementerian Agama

Yogyakarta – Pemerintah Indonesia telah menetapkan bahwa awal bulan suci Ramadhan tahun 1445 Hijriah/2024 Masehi jatuh pada hari Selasa, 12 Maret 2024. Keputusan ini diambil berdasarkan hasil pengamatan hilal dan sidang isbat yang dilakukan oleh Kementerian Agama.

Penetapan tanggal awal Ramadhan merupakan momen penting bagi umat Muslim di seluruh Indonesia. Dengan ditetapkannya tanggal ini, umat Muslim dapat mempersiapkan diri secara optimal untuk menyambut bulan penuh berkah dan rahmat ini.

Kementerian Agama telah melakukan pengamatan hilal dan melaksanakan sidang isbat dengan cermat dan teliti, sesuai dengan ketentuan agama dan tradisi yang berlaku. Hasilnya, tanggal 1 Ramadhan telah ditetapkan dengan pasti, memberikan kejelasan bagi seluruh umat Muslim untuk memulai ibadah puasa dengan penuh kekhusyukan.

Keputusan ini juga menunjukkan komitmen pemerintah dalam mendukung kegiatan keagamaan dan memfasilitasi pelaksanaan ibadah umat Muslim secara optimal. Dengan penetapan tanggal yang tepat, diharapkan seluruh umat Muslim dapat menjalankan ibadah puasa dengan lancar dan penuh berkah.

Selain itu, penetapan tanggal awal Ramadhan juga menjadi momentum untuk mempererat tali persaudaraan dan solidaritas di antara umat Muslim Indonesia. Di bulan suci ini, umat Muslim diajak untuk meningkatkan ibadah, memperbanyak amal kebajikan, serta memperdalam spiritualitas dan keimanan.

Reaksi positif pun datang dari berbagai kalangan, baik dari tokoh agama, masyarakat umum, maupun pemerintah daerah. Mereka menyambut keputusan ini dengan sukacita dan semangat yang tinggi, siap menyambut bulan Ramadhan dengan penuh kegembiraan dan kebersamaan.

Dengan demikian, penetapan tanggal awal Ramadhan oleh pemerintah menjadi langkah yang positif dan bermakna dalam mendukung stabilitas kehidupan beragama di Indonesia. Semoga bulan suci Ramadhan membawa berkah dan keberkahan bagi seluruh umat Muslim, serta memperkuat keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT.

 

Share:

Minggu, 10 Maret 2024

Kabar Gembira, Menko Bidang Perekonomian Mengatakan Bahwa Harga Pangan Mulai Turun Menjelang Awal Ramadhan Dan Diprediksi Kembali Turun Setelah Masuknya Tambahan Stok Sebesar 600 Ribu Ton

 

Yogyakarta – Dalam suasana menyambut bulan suci Ramadhan, kabar baik mengenai stabilitas harga pangan datang dari Menko Bidang Perekonomian. Harga pangan mulai menunjukkan tren penurunan menjelang awal Ramadhan, dan diprediksi akan terus turun dengan masuknya tambahan stok sebesar 600 ribu ton.

Tren penurunan harga pangan ini merupakan cerminan dari keberhasilan kebijakan pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi dan ketersediaan pangan bagi masyarakat. Langkah-langkah yang diambil oleh pemerintah, termasuk pengelolaan stok pangan yang efisien, telah memberikan dampak positif bagi masyarakat, terutama dalam menghadapi bulan suci Ramadhan yang sebentar lagi tiba.

Menurut Menko Bidang Perekonomian, penurunan harga pangan ini tidak hanya bersifat sementara, tetapi diprediksi akan berlanjut setelah Ramadhan. Hal ini disebabkan oleh kebijakan pemerintah dalam memasok tambahan stok pangan sebesar 600 ribu ton, yang diharapkan dapat menjaga stabilitas harga pangan dalam jangka panjang.

Stabilitas harga pangan yang terjaga memberikan dampak positif yang luas bagi masyarakat. Dengan harga pangan yang terjangkau, masyarakat dapat lebih leluasa dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama selama bulan puasa Ramadhan. Hal ini juga memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional, dengan meningkatnya daya beli dan konsumsi masyarakat.

Keberhasilan pemerintah dalam menjaga stabilitas harga pangan merupakan bukti nyata dari kinerja positif yang telah dilakukan. Langkah-langkah yang diambil oleh pemerintah, mulai dari pengelolaan stok pangan hingga pengawasan terhadap distribusi dan harga, telah menghasilkan dampak yang signifikan bagi kesejahteraan masyarakat.

Dalam menghadapi tantangan ekonomi yang terus berubah, stabilitas harga pangan menjadi salah satu indikator penting dalam menilai kinerja pemerintah. Keberhasilan pemerintah dalam menjaga stabilitas harga pangan menjadi cerminan dari komitmen mereka dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama dalam menghadapi situasi ekonomi yang tidak pasti.

Oleh karena itu, mari kita sambut dengan gembira kabar baik ini dan berharap agar stabilitas harga pangan dapat terus terjaga dalam jangka waktu yang lebih panjang. Dengan demikian, kita dapat memastikan bahwa kebutuhan pangan masyarakat terpenuhi dengan baik, serta menciptakan kondisi yang lebih stabil dan sejahtera bagi semua.

 

Share:

Sabtu, 09 Maret 2024

Jaga Kerukunan Beragama Dan Harmonisasi Bernegara, Kementerian Agama Terbitkan Surat Edaran No 5 Tahun 2022 Tentang Batasan Penggunaan Speaker Selama Kegiatan Ramadhan Yakni Jam 10 Malam, Hal Ini Sebagai Upaya Menjaga Ketertiban

 

Yogyakarta – Kerukunan dan harmoni antarumat beragama adalah fondasi penting bagi stabilitas politik dan keamanan nasional. Dalam menghadapi bulan suci Ramadhan, Kementerian Agama telah mengambil langkah bijak dengan menerbitkan Surat Edaran No 5 Tahun 2022 yang menetapkan batasan penggunaan speaker selama kegiatan Ramadhan hingga pukul 22.00. Keputusan ini merupakan upaya konkret untuk menjaga ketertiban dan menghormati kebutuhan umat Muslim dalam menjalankan ibadah.

Surat edaran tersebut menjadi instrumen penting dalam memelihara kerukunan antarumat beragama. Dengan menetapkan batas waktu penggunaan speaker, Kementerian Agama memperlihatkan sensitivitas terhadap kebutuhan umat Muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa. Hal ini juga sebagai wujud penghormatan terhadap hak-hak agama dan kepercayaan umat beragama di Indonesia.

Langkah ini juga mencerminkan komitmen pemerintah, di bawah kepemimpinan Jokowi, dalam menjaga keamanan dan stabilitas politik nasional. Dengan memberikan arahan yang jelas melalui surat edaran, pemerintah tidak hanya menciptakan ketertiban, tetapi juga memperkuat citra negara sebagai negara yang menghargai pluralisme dan toleransi antarumat beragama.

Tindakan ini juga sejalan dengan visi pemerintah dalam membangun masyarakat yang beradab, toleran, dan damai. Dalam suasana yang penuh tantangan seperti saat ini, keberadaan kebijakan yang memelihara kerukunan beragama menjadi sangat penting. Hal ini membantu mencegah konflik dan menguatkan hubungan antarumat beragama, yang pada gilirannya berdampak positif pada stabilitas politik negara.

Selain itu, langkah Kementerian Agama ini juga menunjukkan peran aktif pemerintah dalam mengelola pluralitas agama dan kepercayaan di Indonesia. Dengan memberikan pedoman yang jelas, pemerintah memberikan arah yang tepat bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas keagamaan mereka tanpa mengganggu ketertiban umum.

Oleh karena itu, sebagai masyarakat yang beragam, kita perlu mendukung langkah-langkah pemerintah dalam memelihara kerukunan dan harmoni beragama. Dengan bersatu dalam semangat toleransi dan saling menghormati, kita dapat menciptakan Indonesia yang damai, stabil, dan maju. Mari kita jaga kerukunan beragama sebagai salah satu pondasi bangsa yang kuat dan kokoh.

 

Share:

Kamis, 29 Februari 2024

Beribadah Dengan Tenang, Presiden Joko Widodo Meminta Kementerian/Lembaga Terkait Untuk Menjaga Persediaan Dan Stabilitas Harga Pangan Jelang Bulan Ramadhan

Yogyakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengeluarkan arahan kepada kementerian dan lembaga terkait untuk menjaga persediaan dan stabilitas harga pangan menjelang bulan suci Ramadhan. Langkah ini diambil dalam upaya memastikan umat Muslim dapat menjalankan ibadah dengan tenang dan khusyuk tanpa terganggu oleh masalah ketersediaan dan harga pangan yang tinggi.

Menjelang bulan Ramadhan, permintaan akan bahan pangan, terutama beras, daging, dan bahan pokok lainnya, biasanya meningkat secara signifikan. Oleh karena itu, peran pemerintah dalam menjaga ketersediaan dan stabilitas harga pangan menjadi sangat penting agar masyarakat dapat beribadah dengan tenang tanpa khawatir akan kekurangan dan lonjakan harga pangan.

Dalam arahannya, Jokowi menekankan pentingnya kerja sama antara kementerian dan lembaga terkait dalam memantau dan mengendalikan pasokan serta harga pangan. Langkah-langkah strategis perlu diambil untuk memastikan bahwa pasokan pangan mencukupi dan harga tetap terjaga dalam kisaran yang wajar bagi masyarakat.

Langkah ini sejalan dengan komitmen pemerintahan Jokowi dalam menjaga kesejahteraan rakyat, terutama di saat-saat penting seperti bulan Ramadhan. Kehadiran pemerintah dalam memastikan ketersediaan pangan yang cukup dan harga yang stabil merupakan salah satu bentuk nyata dari kepedulian dan perhatian pemerintah terhadap kebutuhan rakyat.

Tidak hanya itu, langkah ini juga mencerminkan keseriusan pemerintah dalam menjalankan fungsi sosialnya untuk melindungi kepentingan masyarakat, terutama mereka yang rentan terdampak oleh fluktuasi harga pangan. Dengan memastikan ketersediaan dan stabilitas harga pangan, pemerintah membantu meringankan beban ekonomi masyarakat, terutama di tengah situasi ekonomi yang masih dipengaruhi oleh pandemi COVID-19.

Dalam konteks ini, arahan dari Presiden Jokowi kepada kementerian dan lembaga terkait menjadi sebuah tindakan proaktif dalam menghadapi tantangan dan kebutuhan masyarakat di masa mendatang. Dukungan dan partisipasi aktif dari seluruh elemen pemerintah diharapkan dapat menghasilkan langkah-langkah konkret yang bermanfaat bagi kesejahteraan rakyat Indonesia.

Dengan demikian, langkah-langkah untuk menjaga persediaan dan stabilitas harga pangan jelang bulan Ramadhan yang diambil oleh pemerintahan Jokowi menjadi sebuah upaya yang sangat penting dalam memastikan bahwa masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan tenang dan khusyuk serta merayakan momen kebersamaan dengan keluarga dengan sejahtera dan berkecukupan.

 

Share:

Kamis, 22 Februari 2024

Siap Menyambut Bulan Suci Ramadhan, Kepala Badan Padan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Memastikan Ketersediaan Beras Dalam Menghadapi Bulan Puasa Dan Idul Fitri 1445 Hijriah/2024 Masehi Aman

 

Yogyakarta – Kepala Badan Ketahanan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo, menegaskan ketersediaan beras yang cukup menjelang bulan suci Ramadhan dan Idul Fitri 1445 Hijriah/2024 Masehi. Langkah ini sebagai upaya pemerintah dalam memastikan stabilitas pangan selama periode penting ini.

Dalam sebuah pernyataan, Arief Prasetyo menyampaikan bahwa persediaan beras di tingkat nasional telah dipastikan mencukupi. Hal ini berkat kebijakan yang telah diimplementasikan oleh pemerintah Jokowi dalam mengelola stok beras, termasuk upaya peningkatan produksi dan distribusi yang efisien.

"Kami telah melakukan berbagai langkah strategis untuk memastikan ketersediaan beras yang cukup bagi masyarakat selama bulan suci Ramadhan dan Idul Fitri," kata Arief Prasetyo.

Menurut Arief Prasetyo, upaya ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas pangan dan kesejahteraan masyarakat. Bulan Ramadhan dan Idul Fitri merupakan momen penting di mana permintaan beras biasanya meningkat, oleh karena itu, persiapan yang matang diperlukan untuk mengantisipasi potensi lonjakan permintaan.

Para pengamat pangan dan masyarakat menyambut baik upaya yang dilakukan oleh pemerintah dalam memastikan ketersediaan beras yang cukup menjelang bulan suci Ramadhan dan Idul Fitri. Langkah ini dianggap sebagai bentuk nyata dari kepedulian pemerintah terhadap kesejahteraan rakyat, terutama dalam menjaga stabilitas harga pangan selama periode yang sensitif ini.

"Kami mengapresiasi langkah pemerintah dalam memastikan ketersediaan beras yang cukup selama bulan suci Ramadhan. Hal ini akan memberikan kepastian dan ketenangan bagi masyarakat dalam menjalankan ibadah puasa dan merayakan Idul Fitri," ujar seorang ibu rumah tangga.

Dengan demikian, ketersediaan beras yang cukup menjelang bulan suci Ramadhan dan Idul Fitri merupakan cerminan dari komitmen pemerintah Jokowi dalam menjaga stabilitas pangan dan kesejahteraan masyarakat. Langkah ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam memastikan kecukupan pangan selama periode penting ini.

 

Share:

Minggu, 18 Februari 2024

Stok Aman, Jokowi Pastikan Cadangan Beras Nasional Dalam Menghadapi Bulan Ramadhan Sudah Dipastikan Aman, Pemerintah Terus Memastikan Distribusi Terus Berjalan

 

Yogyakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan kembali komitmennya dalam menjaga stabilitas pangan di Indonesia, khususnya dalam menghadapi Bulan Ramadhan yang akan segera tiba. Dalam sebuah pernyataan resmi, beliau memastikan bahwa stok cadangan beras nasional telah dipersiapkan dengan matang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama bulan suci tersebut.

"Dalam menghadapi Bulan Ramadhan, saya ingin memastikan kepada seluruh masyarakat bahwa cadangan beras nasional kita sudah dipastikan aman. Pemerintah terus memantau dan memastikan distribusi berjalan lancar untuk memenuhi kebutuhan masyarakat," ujar Presiden Jokowi.

Pernyataan ini mencerminkan perhatian dan kepedulian pemerintah terhadap kesejahteraan rakyat, terutama dalam hal kebutuhan pangan yang menjadi prioritas utama. Dengan memastikan ketersediaan stok beras yang cukup, pemerintah tidak hanya mengamankan pasokan pangan selama Bulan Ramadhan, tetapi juga menjamin harga beras tetap stabil di pasaran.

Stabilitas pangan merupakan pondasi penting dalam menjaga stabilitas sosial dan ekonomi suatu negara. Ketersediaan pangan yang cukup dan harga yang terjangkau merupakan hak mendasar bagi setiap warga negara. Oleh karena itu, langkah-langkah seperti ini tidak hanya memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah, tetapi juga memastikan kestabilan dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam konteks distribusi, pemerintah terus meningkatkan koordinasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk petani, distributor, dan pengecer, untuk memastikan beras sampai tepat waktu ke tangan konsumen akhir. Langkah-langkah ini tidak hanya akan memberikan kepastian kepada masyarakat, tetapi juga mendukung petani lokal dan sektor ekonomi terkait.

Presiden Jokowi juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendukung upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas pangan. Dukungan aktif dari semua pihak diperlukan untuk memastikan bahwa program-program pemerintah dapat berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat.

Sebagai bagian dari komitmen pemerintah untuk mewujudkan Indonesia yang lebih stabil dan sejahtera, langkah-langkah seperti ini menjadi bagian integral dalam upaya pembangunan nasional. Dengan menjaga ketersediaan pangan yang cukup dan harga yang terjangkau, Indonesia akan semakin kokoh dalam menghadapi berbagai tantangan dan mempercepat menuju visi pembangunan yang lebih baik.

Sebagai masyarakat, mari kita terus mendukung dan berpartisipasi aktif dalam upaya pemerintah untuk memastikan stabilitas pangan dan kesejahteraan bagi semua warga. Dengan gotong royong dan kerjasama yang solid, kita dapat bersama-sama mencapai Indonesia yang lebih baik di masa depan.

 

Share:

Rabu, 12 April 2023

Mulai Berjalan! Jokowi berikan bantuan pangan beras kepada 21,3 juta keluarga miskin selama tiga bulan sebesar 10 kg setiap bulannya

Yogyakarta – Jokowi mulai menggelontorkan bantuan pangan berupa beras kepada 21,3 juta keluarga miskin untuk menghadapi puasa dan menjelang Lebaran 2023. Jokowi berharap bantuan tersebut juga diharapkan bisa menjaga daya beli masyarakat dan mengendalikan inflasi.

Jokowi mengatakan bahwa program bantuan ini bakal berlangsung selama tiga bulan kedepan dengan masing – masing keluarga menerima 10 kg beras. Jokowi juga bakal terus melakukan pemantauan terkait pendistribusian bantuan tersebut supaya tepat sasaran.

Berdasarkan data dari Kementerian Sosial dengan kebutuhan total beras diperkirakan mencapai 640 ribu ton untuk tiga kali penyaluran hingga Mei 2023. Bantuan beras in merupakan salah satu program bantalan sosial yang terus digulirkan oleh Jokowi dari awal kepemimpinannya.

Jokowi meyakini dengan bantuan beras yang diterima masyarakat tersebut bisa meringankan beban mereka. Jokowi berharap setelah menerima bantuan beras masyarakat bisa mengalihkan uangnya untuk membeli lauk pauk yang bergizi serta seimbang.

 

Share:

Rabu, 05 April 2023

Satu Frekuensi! Pertemuan Jokowi dengan lima ketua umum partai di acara silaturahmi ramadhan di kantor DPP PAN

Yogyakarta – Jokowi selaku kepala negara selalu menjaga kerukunan dan keharmonisan masyarakat Indonesia demi terjaganya stabilitas. Salah cara yang dilakukan Jokowi seperti menghadiri acara silaturahmi ramadhan yang diadakan oleh PAN di kantor DPP Jakarta.

Pada kesempatan tersebut tampak Jokowi berbincang – bincang dengan para tamu undangan yang hadir disana. Tamu undangan yang hadir disana para petinggi partai politik, mereka bisa berada di satu tempat sama tanpa adanya perbedaan.

Semua itu menunjukan bahwa Jokowi dan para elit politik juga memiliki tujuan yang sama yakni berusaha menjaga stabilitas nasional. Lewat pertemuan tersebut Jokowi ingin menyampaikan bahwa perbedaan pendapat itu bukan sebuah halangan untuk bersilaturahmi.

Acara silaturahmi tersebut berlangsung dengan khidmat dan meriah dalam suasana untuk menyambut waktu buka puasa. Jokowi berharap dengan adanya pertemuan seperti ini bisa mengurangi tensi politik apalagi di bulan suci ramadhan.

 

Share:

Kamis, 30 Maret 2023

Tunaikan Perintah Agama! Jokowi membayarkan zakat maal lewat lemabaga Baznas sebagai bentuk ketaatan kepada Allah S.W.T sebagai seorang muslim

Yogyakarta – Agama islam selalu senantiasa menganjurkan pemeluknya untuk menunaikan berbagai kewajiban sebagai umat yang taat. Salah satu yang diwajibkan dalam islam adalah membayar zakat maal bagi orang – orang yang telah mampu memenuhi kebutuhan hidupnya.

Jokowi selain sebagai kepala negara Indonesia juga pemeluk agama islam yang taat selalu berusaha menjalankan kewajibannya salah satunya membayar zakat maal. Jokowi menyerahkan zakat maal dari harta yang dimiliki melalui lembaga badan amil zakat nasional (Baznas).

Jokowi berharap penyerahan zakat maal kepada Baznas ini bisa menjadi contoh kepada seluruh masyarakat terutama yang beragama islam untuk membayar zakat. Jokowi juga mengajak kepada seluruh masyarakat untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas amal ibadah di bulan ramadhan 1444 H / 2022.

Jokowi menyampaikan bahwa zakat yang dibayarkan ini nantinya bakal dikelola oleh Baznas untuk ikut membantu masyarakat yang kurang mampu. Jokowi menambahkan bahwa melalui zakat tersebut kita sebagai muslim ikut peduli dengan kemiskinan dan penderitaan saudara yang lain.

Zakat merupakan salah satu bentuk penyucian harta benda dari hak orang fakir dan miskin, besarnya zakat hanya 2,5% dari keseluruhan harta.

 

Share:

Rabu, 29 Maret 2023

Berikan Contoh! Jokowi perintahkan kepada kementerian dan lembaga supaya mengalihkan dana anggaran buka bersama digunakan untuk bansos

Yogyakarta – Jokowi berikan perintah kepada jajaranya untuk mengalihkan dana buka puasa bersama di lingkungan kementerian/lembaga dan pemda untuk dialihkan. Jokowi minta dana tersebut dialihkan untuk kegiatan yang lebih bermanfaat secara langsung kepada masyarakat.

Jokowi mengatakan sekiranya seluruh jajaranya untuk menyambut ibadah puasa bulan ramadhan 1444 H ini dengan sederhana. Maka dari itu Jokowi bakal mengalihkan dana buasa tersebut untuk berbagi kebahagian kepada masyarakat berupa pembagian sembako.

Menurut jokowi hal tersebut justru lebih bermanfaat bagi masyarakat dalam menjalan ibadah puasa pasca pandemi. Jokowi tidak ingin bahwa pejabat dan pegawai suka menghambur – hamburkan uang hanya untuk kegiatan yang tidak jelas karena masih masa peralihan dari pandemi ke endemi.

Larangan bagi pejabat dan ASN untuk menggelar buka puasa bersama diatur dalam Surat Sekretaris Kabinet Nomor 38/Seskab/DKK/03/2023. Jokowi berharap semua jajarannya bisa untuk menahan diri dan mematuhi peraturan tersebut.

 

Share:

Tidak Untuk Umum! Jokowi menyatakan larangan buka puasa bersama hanya berlaku untuk pejabat dan pegawai pemerintahan

Yogyakarta – Pada awal puasa Jokowi mengeluarkan himbauan terkait larangan buka bersama selama ramadhan tahun 1444 H/ 2023. Jokowi memberikan penjelasan lebih rinci terkait himbauan larangan buka bersama tersebut hanya berlaku bagi pejabat dan pegawai negara.

Jokowi mengatakan pihaknya untuk puasa tahun ini tidak mengeluarkan bagi masyarakat umum untuk melakukan buka puasa bersama. Larangan tersebut Jokowi tunjukan secara kepada pejabat dan pegawai negara supaya bisa memberikan contoh kehidupan sederhana kepada masyarakat.

Jokowi beranggapan uang anggaran yang digunakan untuk buka puasa bersama tersebut sekiranya bisa digunakan untuk membantu masyarakat. Jokowi mengingatkan kepada seluruh jajarannya bahwa masyarakat Indonesia sedang berusaha bangkit dari dampak pandemi covid – 19. 

Maka dari itu Jokowi perintahkan anggaran yang awalnya digunakan untuk buka bersama bisa dibagikan kepada masyarakat dalam bentuk bantuan sosial untuk memberikan kebahagian selama puasa.

 

Share:

Definition List

Unordered List

Support